Please Love Me Tuan Ken

Please Love Me Tuan Ken
#47


__ADS_3

"Abang!"


Dinara langsung mendekati kenzo yang baru membuka mata, Hampir dua jam kenzo tidak sadar pasca operasi pengambilan senjata yang tertinggal di perut nya.


"Abang haus ra." Ujar kenzo pelan.


Sigap ara mengambil air minum untuk suami nya, Dengan sendok ia meminum kan air kepada kenzo.


''Berapa lama abang tidak sadar?" Tanya kenzo.


"Hampir dua jam bang." Sahut dinara mengelus lengan kenzo.


"Cuma dua jam! Berarti luca belum sempat membawa nya keluar negeri." Gumam kenzo serius.


"Siapa yang di bawa luca bang?" Tanya dinara penasaran.


"Tolong panggil kan bodyguard yang ada di luar." Pinta kenzo.


Meski bingung dengan sikap suami nya, Tapi ara tetap menurut memanggil reyhan dan dimas.


"Ada yang bisa di bantu nona?" Tanya dimas ketika melihat ara keluar.


Reyhan mesam mesem melihat dinara, Kejadian tadi saat ara menangisi pria berkumis. Masih membuat reyhan merasa geli.


"Hei! Kau mengejek ku." Salak dinara.


"Tidak nona." Jawab rehyan cepat.


Dimas sebagai kepala pengawal memandang tajam kearah reyhan, Reyhan pun langsung menunduk kan kepala.


"Kalian di panggil." Ujar dinara.


"Baik nona." Angguk dimas dan reyhan.


Kini dimas dan rehyan sudah berada di hadapan kenzo, Meski kesusahan untuk duduk. Tapi kenzo tetap memaksa duduk bersandar.


"Selidiki di mana sekarang luca." Titah kenzo mengatur nafas.


"Tuan luca masih di mansion utama nya tuan, Namun kami mendengar kabar kalau dia akan pulang keitalia." Jawab dimas.


"Gagal kan kepulangan nya sekarang juga!" Perintah kenzo kaget.


"Tuan! Lebih baik kita tidak mengganggu nya lagi. Karena saya dan yang lain sudah membalas perbuatan nya terhadap anda." Saran dimas.


"Siapa kau berani menasehati aku?!" Sentak kenzo.


"Maaf tuan."


Dimas mundur karena takut di amuk kenzo, Kenzo merah padam menahan emosi mendengar ucapan dimas tadi.


"Letak kan jas mu sekarang!" Perintah kenzo.


"Sayang tenang lah! Dia cuma tidak ingin jika abang dapat masalah lagi." Rayu dinara lembut.


Melepas jas berarti dimas di turun kan jabatan nya dari kepala pengawal, Karena itu ara tidak ingin jika kenzo sampai salah mengambil keputusan. Sedang kan dimas hanya tidak ingin kenzo sampai celaka lagi di tangan luca.


"Meski aku tidak menggagal kan keberangkatan nya luca, Sekarang pun aku sudah dalam masalah." Kesal kenzo setengah mati.

__ADS_1


"Apa maksud anda tuan?" Tanya rehyan mendekat.


"Shiba di culik oleh luca." Jawab kenzo mengusap kasar wajah nya.


"Hah?!"


Dimas dan reyhan langsung melongo mendengar jawaban kenzo, Habis lah jika shiba sudah di tangan pria itu.


"Kenapa kalian kaget begitu, Segera selamat kan shiba." Titah dinara ikut panik.


"Tidak segampang itu nona! Tuan shiba pria yang tampan, Sulit untuk mengambil nya lagi dari tangan luca." Jelas reyhan.


"Apa beda nya menyelamat kan pria tampan dan jelek?!" Heran dinara.


"Diam lah ra! Kamu tambah buat pusing saja." Cetus kenzo.


"Isshh!"


Akhir nya ara diam setelah melihat wajah serius tiga pria ini, Mereka sangat bingung untuk mengambil shiba lagi.


"Ya tuhan, Semoga saja tuan shiba tiba tiba menjadi jelek." Rehyan berdoa dengan khusuk.


"Apa sih kau ini." Kesal dimas.


"Jika tuan shiba menjadi jelek, Maka luca tidak akan naksir." Jawab reyhan.


"Apa maksud mu naksir?! Apa luca gay?" Cecar dinara mendekati reyhan.


"Iya nona."


Bergidik ngeri dinara mendengar jawaban reyhan, Shiba yang memiliki wajah tampan sudah pasti membuat luca tertarik.


"Kita membutuh kan banyak anggota tuan, Dan bisa saja nanti ada yang mati." Ujar dimas.


"Ambil bodyguard mommy ku juga, Usaha kan uncle jimmy tidak tahu kalau putra nya di culik." Ujar kenzo.


"Baik tuan, Kami undur diri." Jawab dimas berpamitan.


Dua anak buah kenzo bergerak meninggal kan rumah sakit, Mereka harus menemukan shiba secepat nya. Karena luca adalah pria yang berbahaya, Siapa pun pria yang pernah di tiduri nya. Maka pria itu akan jatuh cinta pada luca.


"Tenang sayang." Bisik dinara memeluk kenzo untuk menenang kan.


"Aku takut jika shiba terjebak pada nya." Lirih kenzo.


"Tidak akan! Ini baru dua jam, Tidak ada yang akan terjadi." Hibur dinara.


"Dua jam itu lama ra, Bisa saja luca sudah menyiksa nya." Panik kenzo.


Ucapan kenzo benar ada nya, Dalam waktu dua jam sudah pasti ada yang terjadi. Karena dua jam adalah waktu yang lumayan lama.


...****************...


Di sebuah rumah yang jauh dari keramaian, Rumah ini bagai kan di tengah pulau. Tidak ada jalan darat untuk akses perjalanan, Hanya jalan laut yang bisa di tempuh.


"Eeuggh!"


Shiba melenguh kesakitan karena tangan nya terasa pegal, Ia kaget melihat sekeliling nya yang berwarna suram.

__ADS_1


"Ck! Ini tempat psikhopat." Rutuk shiba.


Ruangan yang di terangi cahaya termaram membuat shiba bisa menebak nya, Berbagai macam alat siksa ada di sana.


"Shiit!"


Umpatan shiba langsung keluar saat sadar ia tidak menggunakan pakaian apa pun kecuali ****** *****, Keringat membasahi tubuh nya sehingga terlihat sexy.


"Sudah bangun baby." Sapa luca menyingkap layar hitam saat masuk.


Shiba menegang melihat kedatangan luca, Senyum luca bagai kan malaikat pencabut nyawa.


"Sexy sekali asisten nya kenzo." Bisik luca membelai perut shiba yang kotak kotak.


"Singkir kan tangan mu sialan!" Teriak shiba jijik.


"Hahahaha! Kau galak ternyata." Seringai luca.


Luca mengambil kabel yang sudah di aliri listrik, Shiba sudah bisa menebak apa yang akan di lakukan orang ini.


"Kau takut." Ejek luca.


"Cih, Aku tidak takut pada kematian." Jawab shiba tersenyum dingin.


"Aku tidak yakin kau akan masih bisa tersenyum atau tidak saat sudah merasakan ini." Shiba berkata sambil menekan tang yang di aliri listrik.


"Arrkkhh! Arkhhh!"


Jeritan shiba menggema dalam ruangan ini, Luca tersenyum puas ketika melihat shiba kesakitan.


"Hahahaha! Bagai mana rasa nya?" Tanya luca di depan wajah shiba.


"Jika kau penasaran, Silah kan coba saja." Jawab shiba tak kalah sengit.


"Arrkhh! Arkkhhh!"


Kembali shiba menjerit saat luca kembali menyentrum nya, Tawa dan erangan kesakitan bercampur menjadi satu.


"Haiss! Bosan aku main ini." Ujar luca melempar alat nya.


"Bunuh aku sialan!" Teriak shiba.


"Kau tidak takut mati?!" Tanya luca menempel kan pistol di mulut shiba.


"Aku lebih takut hidup bersama manusia seperti mu!" Jawab shiba mengejek.


"Apa maksud mu?!" Sentak luca.


"Kau pikir aku tidak tahu kalau kau di asing kan oleh daddy mu dari italia." Jawab shiba ganti menyeringai.


Emosi luca terkumpul karena merasa sangat malu dengan ejekan shiba, Ia melepas ikat pinggang nya dengan kasar.


Ctaarr, Ctaarr.


"Aarrkkhh!"


Bersamaan dengan nyaring nya suara ikat pinggang yang beradu di dada shiba, Jeritan sakit shiba juga terdengar.

__ADS_1


Darah mengucur dari dada shiba yang terkena cambukan, Kepala ikat pinggang yang bersimbol naga itu berulang kali menghantam dada nya.


__ADS_2