
"Ayo kita pulang kak." Ajak jesslyn menggandeng tangan kenzo.
"Lepas kan aku jess!" Teriak kenzo menghempas kan tangan adik nya.
Dinara membuang muka ketika kenzo semakin mendekati nya, Namun langkah dafa di cegah oleh dafa.
"Sebaik nya anda pulang tuan! Jangan ganggu teman ku." Ucap dafa menahan dada kenzo.
"Jangan mencegah ku bin4tang! Kau tidak punya hak untuk itu." Sentak kenzo.
"Aku punya hak! Karena aku teman nya." Balas dafa tak kalah garang.
"Kau hanya teman, Sedang kan aku suami nya!" Ucap kenzo bangga.
Semua terdiam ketika mendengar kenzo yang masih saja kekeh mengaku kalau ia adalah suami nya dinara, Segera ara mendekati kenzo.
"Ayo kita pulang saja kak! Ayo jess kita antar kak ken." Ajak dinara mencengkeram lengan kenzo.
"Ra kita harus bicara." Pinta kenzo.
Tidak ingin kalau suasana semakin runyam, Karena banyak teman teman ara yang melihat adegan ini.
Jesslyn ikut kedalam mobil agar yang lain tidak curiga, Kini mereka sudah di dalam mobil dengan suasana yang mencengkam.
''Kalian bicara lah ya.'' Ujar jesslyn menyumpal telinga nya dengan airphone.
Kenzo menatap ara yang berwajah dingin, Rasa gugup bergelayut di hati kenzo. Rasa sesal karena pernah mengabai kan istri nya.
''Aku minta maaf pada mu ra atas apa yang sudah ku lakukan pada mu.'' Ujar kenzo menatap dinara.
''Aku sudah memaaf kan kakak.'' Jawab dinara terlihat santai.
"Benarkah?"
"Yah, Lagi pula itu bukan salah kakak sepenuh nya." Jawab dinara.
Kenzo menunduk karena malu, Begitu besar hati gadis ini yang tidak menaruh dendam pada nya meski ia sudah menyakiti fisik dan hati.
"Apa itu berarti kita bersama lagi?" Tanya kenzo penuh harap.
Mata dinara menyipit ketika mendengar pertanyaan kenzo, Jauh berbeda kini dinara dengan yang dulu.
"Tidak kak! Kita tidak di takdir kan untuk bersama." Sahut ara menatap jendela mobil.
''Tapi aku tidak ingin kehilangan mu ra! Aku sadar kalau aku juga membutuh kan kehadiran mu di sisi ku.'' Ujar kenzo meyakin kan dinara.
''Kakak hanya membutuh kan aku! Bukan mencintai ku.'' Sela dinara tersenyum miris.
__ADS_1
''Jadi maksud mu aku tidak mencintai mu?'' Tanya kenzo.
Dinara menghela nafas panjang, Gundah di hati nya semakin besar. Entah kenapa ia merasa salah sudah memutus kan pulang kembali di negara ini.
"Kakak hanya terbiasa membutuh kan aku." Ujar dinara menghisap vape.
"Yah! Kenapa kau banyak berubah ra?!" Kesal kenzo ketika ara menghembus kan asap vape.
"Manusia berubah hanya ada dua faktor, Pertama karena hati nya telah terluka. Dan kedua karena mata nya telah terbuka." Jawab dinara.
"Tolong beri aku kesempatan ra." Pinta kenzo memegang tangan dinara.
Dinara kembali menggeleng, Karena gadis ini sebenar nya sangat keras kepala. Saat dia mengingin kan maka ara akan berusaha mendapat kan nya, Tapi jika ia sudah tidak mau. Maka akan sangat sulit membuka hati nya lagi.
"Aku seolah mendapat karma." Gumam kenzo.
"Bukan kah dulu kakak bilang jika datang karma, Maka kakak akan menyambut nya dengan senyuman?" Tanya ara mengingat kan kenzo.
"Aku jahat sekali padamu saat itu." Ujar kenzo.
"Lupa kan! Aku tidak mempermasalah kan nya." Jawab dinara keluar dari mobil kenzo.
Kenzo tertegun dengan penolakan dinara, Bahkan untuk bicara saja dinara seakan enggan.
"Dinara!"
"Lepas kan aku kak!" Kesal ara membuka tangan kenzo dari pinggang nya.
"Tidak mau! Aku akan terus memeluk mu sampai kau mau menerima ku lagi." Paksa kenzo.
Nafas hangat kenzo menerpa leher dinara, Ada rasa merinding di rasa kan oleh gadis ini. Bisa sedekat ini dengan kenzo adalah harapan nya sejak dulu.
"Kenapa baru sekarang? Apa sebenar nya mau mu kenzo?!" Sentak dinara melepas kan pelukan.
"Aku ingin kita bersama lagi ra." Jawab kenzo tulus.
"Aku sudah tidak berminat." Jawab ara terasa sakit di hati kenzo.
"Tapi aku berminat." Ujar kenzo tersenyum.
Senyum seperti ini lah yang membuat hati dinara goyah, Sudah mati matian ia membunuh perasaan nya pada pria ini karena tidak ingin sakit hati.
"Itu urusan mu." sahut ara setelah lama terdiam.
Keras nya hati dinara melebihi keras nya batu karang, Gadis ini sama sekali tidak tersentuh pada ucapan kenzo.
"Aku mencintai mu dinara!" Teriak kenzo saat ara sudah berjalan menjauh.
__ADS_1
Melihat langkah dinara yang terhenti, Kenzo segera berlari mendekati nya lagi. Jesslyn yang di dalam mobil diam diam merekam adegan itu.
"Aku sudah tidak butuh lagi kak." Ujar dinara.
"Ayo lah ra, Aku yakin kau masih mencintaiku." Paksa kenzo.
"Kau tahu aku mencintai mu, Maka kau berbuat sesuka hati mu! Tapi kau tidak tahu kalau hati manusia bisa berubah kapan saja." Jawab dinara.
...****************...
Tidak pernah kenzo merasa sakit seperti ini, Bahkan saat ia lumpuh. Kenzo tidak merasa sakit begini, Penolakan ara jauh lebih sakit dari apa pun.
"Maka jangan sia sia kan selagi ada." Cetus niko adik ipar nya.
"Kau terlalu menyepele kan perasaan orang! Sekarang kau rasa kan lah balasan nya." Shiba juga ikut berkomentar.
Malam ini kenzo galau berat dan mengajak mereka masuk bar milik gara paman nya, Niko dan shiba setia menemani kegalauan kenzo de lamozada.
"Apa mungkin dia memang sudah tidak mencintai ku lagi?" Tanya kenzo terlihat begitu nelangsa.
"Bisa saja dia hanya berbohong." Jawab niko.
"Tapi bisa juga dia jujur, Mungkin selama satu tahun di korea ia sudah jatuh cinta pada pria lain." Cetus shiba.
"Jaga ucapan mu shiba! Ara pasti mencintai ku selama nya." Sentak kenzo yang mulai mabuk.
"Cih! Percaya diri sekali kau." Ejek shiba.
Niko menendang kaki shiba agar tidak memancing emosi kenzo, Karena mereka berdua di sini untuk menghibur sang beruang kutup.
Kamar dinara.
"Aku mencintai mu ra!"
Ucapan kenzo tidak bisa hilang dari gendang telinga dinara, Bahkan hanya mengingat nya saja. Air mata dinara mengalir deras.
"Kenapa saat aku berusaha membuka buku baru, Kau malah mengajak ku membaca buku lama kak." Lirih dinara menangis.
Bukan lah usaha yang mudah bagi dinara untuk melupa kan kenzo, Selama satu tahun ini ia menahan rasa rindu dan juga berusaha membunuh rasa cinta nya.
Bahkan ara sempat menjalin hubungan dengan pria korea, Tapi hubungan itu hanya berjalan dua bulan. Tentu saja karena alasan ara tidak bisa melupakan kenzo sepenuh nya.
"Dia tidak mencintai mu ra! Dia hanya membutuh kan mu untuk melampias kan emosi." Bisik dajjal di hati nya.
"Bisa saja dia sudah sadar ra, Kalau kau memang berarti di hati nya." Bisik malaikat baik.
"Aarrkkhh!"
__ADS_1
Dinara menggaruk kepala nya yang sangat pusing, Kini ia bingung untuk bagai mana kedepan nya lagi.