Please Love Me Tuan Ken

Please Love Me Tuan Ken
#9


__ADS_3

''Sshhh!''


Ara mendesis karena kepala nya terasa sangat pusing, Kedua tangan nya juga sangat pegal sekali.


Perlahan mata nya terbuka dan menatap sekeliling, Sebuah ruangan yang penuh dengan alat penyiksaan.


''Seperti nya aku akan di siksa lagi.'' Batin ara yakin.


Di hadapan nya ada pria yang kepala nya di tutup kain hitam, Ara mulai cemas membayang kan siapa pria itu.


''Jangan jangan itu kak adam lagi ?!'' Cetus hati ara.


Masih teringat di pikiran nya, Saat adam menyaksikan ia di tenggelam kan di dasar danau oleh kenzo.


''Euughh.''


Pria itu melenguh, Pertanda ia sudah sadar dari pingsan nya. Shiba datang bersama kenzo yang sudah tersenyum sadis.


''Buka.''


Shiba membuka penutup kepala, Ara langsung terlonjak melihat pria ini. Yarri juga langsung tegang melihat putri nya yang sudah di rantai.


Kondisi tangan ara sudah di rantai kiri dan kanan pada sebuah tiang, Kaki nya juga tak luput dari ikatan.


''Selamat malam uncle yarri.'' Sapa kenzo mendekati.


''Ken! Kau yang menculik dinara ?!'' Kaget yarri antara percaya dan tidak.


''Apa ada alasan aku tidak menculik nya ?!'' Balas kenzo tersenyum devil.


''Kau boleh membunuh ucle ken! Tapi tolong lepas kan ara. Lepas kan adik mu ken.'' Pinta yarri.


''Dulu aku memang menganggap dia sebagai adik ku, Tapi sekarang dia istriku uncle.'' Jawab ken menghisap rokok di jari nya.


''Apa maksud mu ?!'' Tanya yarri tidak mengerti.


Shiba memberikan sebuah kertas di pangkuan yarri, Walau pun tangan nya tidak bisa memegang. Tapi yarri bisa membaca isi kertas tersebut.


''Dia adalah istriku! Jadi aku bebas mau melakukan apa saja pada tubuh nya.'' Ucap kenzo penuh kemenangan.


''Uncle mohon ken, Tolong lepas kan lah ara.'' Hiba yarri.


''Adik ku di sakiti oleh putramu! Lalu mommy ku menangis setiap hari karena daddy bunuh diri, Ku rasa kau tau kenapa daddy ku sampai bunuh diri.'' Geram kenzo.


''Aku membicara kan fakta ken! Kalau yang jesslyn alami adalah karma, Ingat lah kalau karma itu ada.'' Teriak yarri.


''Benarkah ?!'' Tanya kenzo setengah mengejek.

__ADS_1


''Yah! Kau pun akan mendapat karma karena menyiksa putriku.'' Sentak yarri.


''Hahahaha!''


Tawa devil kembali menggema, Kenzo buta karena dendam nya. Tidak sedikit pun ia mau melihat cinta ara yang tulus menanti nya.


Ctaarr, Ctaarr.


''Aarrkkhh!''


''Dinaraaa!!''


Yarri meronta ronta di kursi nya karena marah melihat kenzo yang mencambuk dinara tanpa belas kasihan, Dua cambukan menyisakan luka yang merang menganga.


''Hahahaha! Bahagia sekali aku.'' Ujar kenzo.


''Kenzo! Aku merawat mu saat kau kecil. Kenapa balasan mu seperti ini padaku ?!'' Sentak yarri.


Saat dulu kenzo dan kembaran nya masih kecil, Yarri kerap mengasuh mereka berdua. Kenzo dan kendrick terpisah dari daddy nya sampai berusia empat tahun.


''Aku merawat mu dengan kasih sayang nak, Kenapa saat besar kau malah menyakiti putriku.'' Tangis yarri pecah.


Hati yarri tak kuat melihat dinara yang akan jatuh kelantai karena tak kuasa menahan sakit di tubuh nya, Hanya karena tangan nya di rantai. Maka ara masih bisa bergelantungan.


Braak.


''Tolong anak ku shiba.'' Pinta yarri menoleh asisten kenzo.


Buk.


Shiba memukul tengkuk yarri hingga pingsan, Ia kembali menutup kepala yarri agar tidak bisa melihat lokasi mansion ini.


''Pulang kan di kerumah nya.'' Titah shiba pada ali.


''Baik tuan.''


Ali dan teman nya menggotong tubuh yarri keluar ruangan, Shiba melepas kan rantai yang membelenggu dinara.


''Aku akan menggendong mu.'' Ujar shiba.


''Terserah kau saja.'' Jawab ara yang lemas.


Sampai lah shiba di kamar mungil ara yang sudah ia hias, Shiba menatap kagum pada hiasan hiasan dinding kamar gadis ini.


''Aku akan memanggil maid untuk mengobati luka mu.'' Ujar shiba usai menurun kan ara di ranjang.


''Tidak usah! Biar aku yang mengobati nya.'' Sahut malika yang sudah membawa kotak obat.

__ADS_1


Karena sudah ada malika yang akan mengobati luka ara, Shiba pergi dari kamar mungil ara.


''Tahan sakit nya ya.'' Ujar malika pelan.


Perlahan malika membuka kaos milik ara, Hati malika berdesir melihat luka yang di alami gadis ini.


''Dinara.''


Malika memanggil ara dengan lembut, Ia juga menangis melihat luka tubuh dan pasti hati ara juga terluka.


''Aku tidak suka kau tangisi, Lagi pula aku belum mati.'' Ketus ara.


''Sekarang memang belum, Tapi kau akan segera mati jika terus seperti ini.'' Ujar malika.


''Berarti memang takdir ku harus di bunuh oleh suamiku sendiri.'' Jawab ara santai.


''Aku akan membantu mu kabur ara.'' Tawar malika.


''Untuk apa? Agar kau bisa menjadi istri kenzo seutuh nya ?!'' Sengit ara.


''Kau mencintai kenzo ?'' Tanya malika.


''Jauh sebelum kau mencintai dia, Aku lebih dulu jatuh cinta pada nya.'' Jawab dinara.


''Setelah semua yang telah kenzo lakukan kau masih mencintai nya ?!'' Tanya malika membalik tubuh ara.


Dinara menatap malika dengan tajam, Tatapan nya bagai kan harimau kelaparan yang melihat mangsa.


''Mungkin dia terlihat buruk di mata orang lain, Tapi tidak dengan pandangan ku! Seburuk apa pun perbuatan nya itu, Tidak akan merubah rasa cinta ku pada nya.'' Tegas ara.


''Kau buta oleh cinta dinara! Kenzo sama sekali tidak mencintai mu.'' Kesal malika.


Malika kesal karena dinara sangat bodoh di mata nya, Bukan karena malika ingin menjadi istri satu satu nya kenzo de lamozada.


''Saat ini aku hanya mempertahan kan apa yang membuat ku bahagia, Selebih nya aku tidak peduli.'' Jawab dinara aganor.


''Jika kau pergi, Mungkin saja ada pria yang mencintai mu dengan tulus ara.'' Rayu malika.


''Heh kedelai hitam! Pergi kau dari kamar ku.'' Usir dinara.


''Kau memanggil ku apa barusan ?!'' Kaget malika.


''Kau kecap!''


Dinara menjawab sambil mengacung kan jari tengah untuk malika, Tentu saja istri muda kenzo merutuk sambil menendangi pintu.


''Kau tidak tau saja nikmat nya jari tengah.'' Rutuk malika.

__ADS_1


__ADS_2