
Foto foto yang terlihat begitu cantik di halaman IG milik bernama dinara, Kenzo menscrol sampai bawah.
''Lumayan cantik.'' Puji kenzo tanpa sadar.
Saat sedang sibuk melihat foto, Tanpa sengaja jari nya menekan tanda love. Tentu saja kenzo langsung panik.
''Yah! Astaga.'' Teriak kenzo.
Ceklek.
Ketika kenzo sedang panik, Dinara masuk dengan senyum manis nya. Kenzo menyembunyikan ponsel nya di bawah selimut.
"Kenapa kau masuk tanpa mengetuk pintu." Kesal kenzo.
"Oh iya kak maaf, Tadi aku lupa." Jawab dinara.
"Shiit." Umpat kenzo.
Dinara tidak pernah peduli pada umpatan yang kenzo keluar kan, Bagi nya itu semua tidak penting! Yang penting ia bisa bersanding dengan kenzo.
"Hari ini kita kerumah sakit ya?" Tawar dinara duduk dekat kaki kenzo.
"Tidak!"
"Kita harus kesana kak, Bagai mana kakak bisa sembuh kalau tidak mau menjalani terapi." Rayu dinara.
"Haissh berisik sekali kau! Pergi lah dari hadapan ku." Usir kenzo.
Helaian nafas dinara terdengar berat, Kenzo memang sudah tidak mau lagi untuk pergi kerumah sakit.
"Ingin menjadi beban selama nya." Lirih dinara namun bisa kenzo dengar.
"Apa maksud mu?!" Tanya kenzo memicing sinis.
"Lihat lah badan mu yang semakin kurus, Kau memang tidak berguna." Hina dinara pedas.
"Yah! Kau bilang cinta mu besar untuk ku, Tapi aku baru satu minggu numpang kau sudah merasa terbebani." Teriak kenzo.
"Setelah ku pikir pikir, Rugi lah jika aku selama nya menjadi istri pria lumpuh. Di tambah pria itu juga tidak mencintai ku." Ujar dinara bergegas bangkit.
Braak.
Kenzo terjengit karena pintu kamar nya di banting dengan keras, Entah kenapa ia merasa sikap ara bertambah brutal.
''Jika aku sembuh, Maka aku bisa menjadi ceo atau mafia lagi.'' Batin
"Dinaraaa!"
Teriakan kenzo sebenar nya sampai ketempat ara sedang duduk bermain ponsel, Tapi ara berusaha mengabai kan nya dulu.
"Hei budek! Dinaraa."
Kembali kenzo berteriak keras, Akhir nya dinara masuk kedalam kamar kenzo lagi. Wajah nya di buat segarang mungkin.
"Ayo kita kerumah sakit." Ajak kenzo malu malu.
"Berubah pikiran?"
__ADS_1
"Tidak usah banyak tanya! Mau atau tidak mengantar ku?" Sahut kenzo ketus.
Tanpa banyak bicara lagi, Dinara mengangkat kenzo naik kursi roda. Ara mendorong nya masuk kamar mandi.
"Kenapa malah kesini?" Heran kenzo.
"Kita mau bertemu banyak orang di jalan, Kakak harus mandi dulu biar wangi." Ujar dinara mengisi air ke ember.
"Jadi menurut mu sekarang aku bau?" Sengit kenzo.
"Tidak usah cerewet! Ayo buka baju mu." Titah dinara.
Kenzo membuka kaos nya dan juga kancing celana, Tapi ia segera sadar kalau ada wanita di hadapan nya.
"Kau keluar lah dulu." Usir kenzo.
"Memang nya kenapa aku harus keluar?" Bingung dinara.
"Kau mau melihat ku telanjang hah?! Cepat pergi." Kenzo berkata sambil mengibas kan tangan.
"Ini juga bukan kali pertama aku melihat mu telanjang." Ucap dinara santai.
Merah padam kenzo mendengar jawaban istri nya, Dinara menjawab tanpa rasa malu. Sedang kan kenzo yang seperti kepiting rebus.
Sreet.
Selagi kenzo termenung, Dinara menarik celana kenzo beserta dalaman nya. Tanpa sempat kenzo protes, Dinara sudah mengangkat nya pindah kursi.
"Lihat lah badan mu enteng sekali sekarang." Ucap dinara merasa sedih.
Tubuh kekar kenzo sudah tidak ada lagi, Kini tubuh nya kurus karena penyakit dan di tambah kenzo yang merasa tertekan.
Satu gayung air menyirami kepala kenzo, Dengan telaten dinara mengusap usap air yang jatuh di wajah suami nya.
"Makan yang banyak, Nanti kalau kakak tinggal tulang. Mommy bisa menggantung ku." Ujar dinara sambil menyabuni kenzo.
"Tidak usah bagian situ!" Teriak kenzo menutup sosis nya.
Dinara memberi sabun pada kaki kenzo, Penuh kelembutan ia menggosok nya secara perlahan.
"Bagai mana jika kita pergi kepengobatan alternatif kak?" Tawar dinara.
"Memang nya bagus?" Tanya kenzo balik.
"Ada kenalan ku bilang, Bapak itu sudah banyak menyembuh kan orang sakit. Bahkan yang lumpuh juga sehat." Ujar dinara.
Kenzo tampak menimang nimang usul dari dinara, Hati nya sedikit menerima tentang saran dari istri nya.
"Boleh lah." Angguk kenzo setuju.
"Gosok gigi." Dinara memberikan sikat.
...****************...
Mobil dinara membelah ramahmi nya jalanan, Tujuan nya sebuah perkampungan yang di mana tempat ustad itu berada.
"Ayo turun." Ajak dinara membuka pintu mobil.
__ADS_1
Tampak rumah ustad ramai pengunjung nya, Mereka sedang menunggu antrian untuk berobat di sini.
"Ramai sekali." Keluh kenzo.
Semenjak sakit kenzo selalu tidak suka dengan keramaian, Tentu saja alasan nya karena tidak percaya diri.
"Sabar ya." Ujar dinara mengelus tangan kenzo.
Hampir satu jam lama nya mereka antri menunggu giliran, Sampai lah kini kenzo masuk bersama dinara.
"Assalamualaikum ustad." Sapa dinara saat masuk.
"Walaikum salam." Jawab ustad ramah.
Para santri ustad membantu kenzo turun dari kursi, Kenzo di dudukan tepat di hadapan nya ustad zakaria.
"Subhanallah." Lirih ustad saat memijat pangkal paha kenzo.
"Masih ada harapan sembuh kan ustad?" Tanya dinara.
"Insya allah ada, Namun saya hanya membantu. Semua tergantung kehendak allah." Jawab ustad zakaria.
Kenzo tampak meringis menahan sakit ketika ustad memijiat telapak kaki, Sigap dinara memegang pundak suami nya.
"Sebut nama allah nak." Nasihat ustad zakaria.
"Saya?" Tanya kenzo menunjuk wajah nya sendiri.
"Iya nak, Saat sakit ingat lah menyebut nama allah." Jawab ustad.
"Tapi dia kristen ustad." Ceplos dinara.
"Ooh maaf kan saya." Ucap ustad merasa sungkan.
Kenzo mengangguk sambil tersenyum canggung, Urat kaki kenzo berbunyi ketika ustad kembali memijat nya.
"Apa tidak masalah jika sambil melakukan terapi ustad?" Tanya dinara.
"Tidak masalah nona, Malah lebih baik untuk teman anda ini." Jawab ustad.
"Alhamdulilah jika begitu." Sahut dinara senang.
Setelah selesai melakukan urut, Kenzo sudah di dalam mobil bersama dinara. Tapi kini wajah kenzo terlihat masam, Lebih tepat nya setelah ustad zakira menyebut ia adalah teman dinara.
"Cih!"
Dinara menoleh ketika tiba tiba kenzo berdecih sinis, Untuk bertanya ia takut jika kenzo malah naik darah.
Weess.
Mobil hitam menyalip mereka dengan kencang, Semula dinara tidak curiga. Tapi tak lama mobil melambat, Saat dinara menyalip nya. Mobil itu kembali menyalip dinara.
"Kenapa sih dia?!" Kesal dinara.
"Siapa?"
"Mobil yang depan, Dari tadi nyalip mulu." Ujar dinara.
__ADS_1
Kenzo memperhatikan mobil itu, Tak lama ia resah karena kenzo tau siapa pemilik mobil berwarna hitam itu.