Please Love Me Tuan Ken

Please Love Me Tuan Ken
#21


__ADS_3

''Dia menyepelekan mu karena dia tau kau mencintai nya! Dia tidak tahu kau memilih nya di saat banyak pilihan di hidup mu." Ucap gefari terngiang di telinga dinara.


Mereka bertemu satu minggu yang lalu, Gefari meminta dinara sedikit jual mahal pada kenzo.


"Bersikap lah sebagai mana sikap mu yang biasa nya." Pinta gefari.


"Tapi ini memang ini sifat ku mom." Kilah dinara.


"Jangan berdusta! Ku robek mulut mu." Ancam gefari.


Dinara menelan ludah dengan susah payah, Bentakan gefari membuat jantung dinara menciut.


"Ikuti saran ku, Atau mommy akan mengambil kenzo." Tegas gefari.


Tidak ada pilihan lain bagi dinara, Ia harus mengikuti saran dari mertua nya. Di tambah gefari juga memberi saran untuk kebaikan diri nya sendiri.


Malam hari.


Dinara membuat sup ayam serta bakwan jagung, Kenzo melirik makanan yang istri nya hidang kan. Bukan nya kenzo pilih pilih makan, Tapi selama tiga mereka selalu makan ini.


"Apa tidak ada uang mu lagi?" Tanya kenzo mengambil bakwan.


"Ada, Kak ken mau pakai ya?" Tanya dinara menatap kenzo.


"Tidak! Lalu kenapa masakan mu selalu ini." Tunjuk kenzo.


Dinara melihat arah yang di tunjuk kenzo, Sebenar nya dinara masak ini karena melihat kenzo melahap nya penuh semangat. Sehingga ia mengulang masakan nya lagi.


"Tapi dari kemarin kakak suka." Ucap dinara.


"Tidak setiap hari juga, Tapi ya sudah lah. Aku hanya menumpang juga." Lirih kenzo pelan.


Kenzo merasa malu dengan kebaikan dinara, Hampir satu bulan sudah ia menumpang di sini. Ara tetap memperlakukan nya dengan baik, Meski kenzo selalu bersikap dingin pada nya.


Ara mendengar ucapan terakhir kenzo, Raut wajah nya tidak suka karena kenzo mengucap kan kata numpang.


"Mau kemana kita?!" Teriak kenzo kaget karena ara spontan mendorong kursi roda.


"Diam lah."


"Kenapa dia sekarang lebih dingin dari pada aku." Batin kenzo yang merasa kan perubahan sikap dinara.


Kenzo tidak tahu bahwa sebenar nya dinara adalah pribadi yang dingin dan cuek, Hanya pada kenzo ia bisa bersikap hangat dan bahkan mengemis cinta.

__ADS_1


Braak.


Pintu mobil sudah di tutup, Mereka pergi meninggal kan rumah. Ara melihat lihat warung makan yang ada di tepi jalan.


"Aku tidak mau makan di pinggir jalan." Ucap kenzo yang tahu pikiran dinara.


"Jadi mau makan di mana?" Tanya ara lembut.


"Terserah."


Karena tuan muda nya sudah mengatakan tidak mau makan di warung pinggir jalan, Dinara menepi kan mobil di sebuah resto mewah.


"Kak ken yang bayar?" Tanya dinara mencoba bergurau.


"Boleh saja, Tapi aku ingin pinjam uang padamu." Pinta kenzo.


"Aku tidak melayani kasbon." Jawab dinara membenar kan riasan nya.


"Jika aku sudah kembali maka akan ku ganti dua kali lipat." Janji kenzo.


"Tidak perlu! Kakak bersikap baik saja aku sudah senang." Sahut dinara yang sudah turun dari mobil.


...****************...


Dua bulan kemudian.


"Ara."


Tidak kelihatan istri nya hampir setengah hari, Mobil dinara juga tidak ada. Hati kenzo was was karena ara tidak berpamitan.


Brum, Brum.


Mobil dinara memasuki garasi, Keluar lah dinara dari dalam mobil. Tapi wajah nya tidak terlihat sedang baik baik saja.


"Dari mana kamu ra?" Tanya kenzo.


"Ada urusan sedikit." Jawab dinara menenggak air mineral.


Kenzo mengekori langkah istri nya, Tanpa sadar ia juga ikut masuk kamar. Ara langsung melempar kan tubuh nya keranjang.


"Haissh! Tinggal satu bulan." Keluh dinara mengusap wajah nya.


"Apa nya yang tinggal satu bulan?" Tanya kenzo penasaran.

__ADS_1


"Hah! Kenapa kakak di sini?!" Teriak dinara kaget.


"Ak aku ikut masuk tadi." Gagap kenzo sedikit malu.


Segera kenzo keluar dari kamar dinara, Sedang kan ara menghelai nafas berat. Pikiran nya mulai resah, Kini tinggal satu bulan ia bisa menemani kenzo. Mampu atau tidak ia membuat kenzo jatuh cinta dalam waktu satu bulan ini.


"Sudah dua bulan dia tinggal bersama ku, Tapi sedikit pun kak ken bisa mencintai aku." Keluh dinara mulai menangis.


Rasa sakit hati nya semakin kuat, Sedang kan rasa untuk memiliki kenzo pun masih sama kuat nya seperti dulu. Sedang kan kenzo hanya bersikap baik saja, Dan tidak pernah menyiksa nya lagi.


"Ya allah, Sesakit ini mencintai sendirian." Ujar dinara menutup wajah nya dengan bantal.


Dinara tidak tahu jika kenzo mendengar keluhan nya, Pria ini masih berdiri di depan pintu sambil mendengar kan.


"Kau masih mengharap cintaku dinara! Setelah semua yang ku lakukan padamu, Kenapa kau tidak membenci ku." Batin kenzo mulai merasa bersalah.


Tempo hari jesslyn datang menemui nya, Adik kenzo ini meminta pada kakak nya untuk melupa kan dendam yang kenzo lancar kan pada dinara.


Karena dinara sama sekali tidak bersalah pada masalah adam dan jesslyn, Tapi ara malah berlapang dada menerima siksa dari kenzo.


"Dia mencintai mu dengan tulus kak, Entah ada lagi atau tidak wanita yang berhati malaikat seperti dinara." Ucap jesslyn.


Kenzo menjauh dari kamar dinara, Untung saja kenzo sudah duduk di sofa. Karena tiba tiba dinara keluar dari kamar.


Langkah ara menuju tembok, Tangan nya menekan remot. Saat tembok bergerak, Sebuah rak berisi berbagai macam minuman mahal telah berjejer rapi.


Ting.


Suara gelas berdenting ketika ara mengambil dari rak, Botol anggur dari italia ia buka. Cairan berwarna merah kehitaman itu dinara tenggak.


"Kau minum alkohol?" Beo kenzo tidak percaya.


Dinara tersenyum sambil mengangkat gelas, Satu gelas ia berikan kepada kenzo. Ia duduk sambil meletak kan botol anggur di atas meja.


"Kau banyak berubah dinara." Desis kenzo.


"Kakak salah! Sifat asli ku memang begini." Jawab dinara tersenyum lelah.


"Haissh! Aku sampai tidak ingat dengan sifat mu yang dulu." Ujar kenzo meletak kan gelas nya.


"Suatu saat nanti kakak akan mengingat ku! Entah sebagai orang bodoh yang berhasil kamu tipu, Atau sebagai orang baik yang kamu sia sia kan." Ucap dinara tepat di wajah kenzo.


Jarak wajah yang begitu dekat, Nafas hangat dinara bisa kenzo rasa kan. Jantung nya berdebar kencang, Entah kenapa kenzo merasa resah karena sedekat ini dengan istri nya.

__ADS_1


"Kamu tak perlu tahu, Bagai mana rasa nya mengagumi mu tanpa memiliki. Cukup jangan pergi saja, Aku ingin menjadi alasan mu untuk tersenyum! Lihat saja usaha ku bertahan dan berjuang untuk mendapat kan hati mu seutuh nya." Ujar dinara mengusap air mata nya yang meleleh.


"Meskipun aku tahu, Hadir ku hanya sebuah pilihan ketika kamu bosan!" Sambung dinara berjalan pergi meninggal kan kenzo yang terdiam.


__ADS_2