
Nafas kenzo terengah engah sangking kaget nya dengan mimpi yang ia alami, Ara dengan sabar mengusap keringat di dahi suami nya.
''Minum dulu bang.'' Segelas air putih ara berikan.
Langsung saja kenzo menghabis kan nya hingga tandas, Hati nya sangat takut dan juga cemas.
''Abang takut di tinggal mommy.'' Ujar kenzo lirih.
''Di tinggal kemana bang?'' Tanya ara mengelus lengan suami nya.
''Abang mimpi kalau mommy mau di ajak daddy dan kendrick.'' Cerita kenzo.
''Tenang lah sayang, Itu cuma bunga tidur.'' Hibur dinara.
''Tapi terasa nyata ra.'' Ucap kenzo.
''Abang baca doa dulu kalau mau tidur! Ayo kita bobok lagi, Atau abang mau anu anu dulu." Goda dinara agar kenzo melupa kan mimpi nya.
"Jangan sekarang lah sayang, Abang sedang tidak mood." Tolak kenzo.
"Ya sudah, Ayo kita tidur." Ajak ara.
Kenzo merebah kan diri dalam pelukan istri nya, Semula hati kenzo sangat resah karena mimpi buruk nya. Namun setelah mendapat pelukan hangat istri nya, Kenzo merasa damai dan nyaman.
"Semoga mimpi mu tidak nyata bang." Batin dinara yang sebenar nya merasa takut juga.
Sungguh ia tidak bisa membayang kan jika kenzo sampai kehilangan mommy nya, Pria yang sangat bergantung dan juga menyayangi gefari ini. Entah bagai mana jika sampai di tinggal oleh mommy nya.
"Semoga mommy panjang umur." Doa ara sambil menutup mata.
Pagi hari.
Perlahan ara menggeser kepala kenzo pindah kebantal, Terasa kebas tangan nya karena kenzo tidur berbantal lengan milik nya.
"Masih tidur dia." Lirih ara mengusap rahang kenzo.
Kini ara turun kelantai bawah untuk melihat mama nya, Dan ternyata safira sedang memasak untuk sarapan anak menantu nya.
"Buat apa mom?" Tanya ara menyomot keju.
"Ken suka roti panggang dengan avocado kan, Ini mama buat untuk dia." Jawab safira.
"Cieee! Perhatian ni yee." Ledek dinara.
"Kamu ini."
Safira menyentil telinga anak nya pelan, Tentu saja safira perhatian kepada kenzo. Karena kini ia sudah menerima kehadiran kenzo sepenuh nya.
"Abang mungkin nanti kurang mood! Mama jangan tanya yang aneh aneh ya." Pinta dinara.
"Tanya aneh aneh apa?" Heran safira.
"Yang penting mama jangan banyak tanya lah." Jawab ara.
"Emang ken kenapa?" Tanya safira penasaran.
__ADS_1
"Kata nya dia lagi mimpi mommy di jemput sama daddy dan kendrick." Jawab ara pelan.
Safira tertegun mendengar mimpi menantu nya, Tiba tiba saja ia juga merasa cemas dan takut.
"Mama kenapa?" Heran dinara melihat safira bengong.
"Bagai mana jika itu sampai terjadi?" Tanya safira gemetar.
"Aduuh mama! Kenapa malah nanya gitu sih." Ara malah tambah cemas.
"Ya allah semoga besan ku panjang umur." Doa safira.
"Mama ikhh! Ara takut juga jadi nya." Dinara mulai berkaca kaca.
"Maut tidak ada yang tahu sayang, Semua mahluk hidup pasti kembali pada nya." Ucap safira.
"Ya allah! Bagai mana jika mommy pergi sekarang, Anak ku belum lahir." Cemas dinara menggigiti kuku.
"Ada apa sih?!"
Yarri yang baru turun dengan pakaian rapi langsung mendekat ketika melihat wajah cemas dan juga takut putri nya, Ia takut jika ken sampai menyakiti anak nya lagi.
"Kamu kenapa nak?" Tanya yarri.
"Ken tadi malam mimpi kalau gefari di jemput jakson dan kendrick." Safira yang menjawab.
"Ya terus kenapa?! Kan itu juga cuma mimpi." Ujar yarri enteng.
"Ara takut jika itu menjadi nyata." Ucap dinara.
Akhir nya mereka melupa kan tentang mimpi kenzo, Ken juga sudah turun dan bergabung untuk sarapan.
...****************...
Kantor gefari.
Dinara sibuk mengerjakan tugas yang dua hari lalu belum juga selesai, Meski pun sedang hamil ia tetap ingin pergi kekantor.
"Bisa di amuk mommy kalau tidak siap hari ini." Gumam dinara membayang kan amukan mertua nya.
"Galak banget mertua gue, Tapi kalau tidak ada kangen juga." Batin dinara sambil tersenyum.
Dari tadi pagi ia tidak melihat wajah mertua nya, Biasa nya gefari akan datang untuk menyuruh makan siang jika sudah jam sebelas siang.
"Kemana ya mommy?" Batin dinara melangkah keluar.
"Eehh uncle gara!" Ara kaget saat membuka pintu.
"Eeh iya nak!" Gara juga kaget.
"Uncle mau cari mommy ya?" Tanya dinara.
"Iya! Ada urusan sedikit." Jawab gara tersenyum ramah.
"Ini ara juga mau cari mommy, Dari tadi dia tidak kelihatan." Ujar dinara.
__ADS_1
"Ohh tidak ada ya si gefari? Ya sudah uncle kemansion nya saja, Siapa tahu dia ada di sana." Ucap gara.
"Mungkin saja mommy tidak masuk uncle, Ara juga tidak tahu." Sahut dinara.
"Kok tidak tahu? Kan kalian berangkat barengan biasa nya." Heran gara.
"Kemarin ara sama abang menginap di rumah papa." Jawab ara.
Sedang mereka berbincang bincang, Tiba tiba saja kenzo berlari masuk kedalam kantor mommy nya.
"Abang kenapa?!" Heran dinara.
"Mommy ada di sini enggak sayang?!" Tanya kenzo terlihat sangat cemas.
"Enggak ada! Ini uncle gara juga cari mommy." Jawab dinara.
"Ya allah di mana sih mom?!" Cemas kenzo berulang kali menelepon gefari.
"Ada apa ken?" Tanya gara ikut cemas.
"Kata kaisar mommy tidak ada keluar dari mansion sejak pagi, Kamar nya juga tidak ada sahutan uncle." Jawab kenzo.
"Udah di telepon belum?"
"Udah! Dari tadi tidak di angkat." Sahut kenzo.
"Sebaik nya kita pulang dulu bang, Kita periksa kamar mommy." Ujar dinara.
"Tapi sejak daddy meninggal, Mommy tidak mengizin kan siapa pun masuk kamar nya." Sahut kenzo pelan.
"Masalah izin itu urusan nanti, Bagai mana jika gefari malah pingsan di kamar nya." Tebak gara.
Mendengar tebakan gara, Kenzo langsung berlari meninggal kan mereka berdua. Rasa cemas bergelayut di hati nya.
"Tunggu ara uncle!" Ara berteriak ketika gara juga akan lari.
"Yah! Jangan lari ra. Kamu lagi hamil juga." Gara langsung mendekati dinara.
"Ooh? Uncle tahu kalau ara hamil?" Kaget dinara.
"Iya, Tadi malam gefari menelepon uncle cerita tentang kehamilan mu dan..
Gara terdiam karena teringat dengan tingkah adik nya semalam, Tiba tiba saja gefari meminta maaf pada nya. Padahal selama ini gefari sangat jarang atau bahkan tidak pernah meminta maaf.
"Dan apa uncle?!" Tanya dinara penasaran.
"Ayo cepat ra! Kita harus mencari mertua mu." Ujar gara sambil menggendong dinara untuk berlari.
"Ya allah uncle! Ara takut jatuh."
Dinara berteriak takut karena gara menggendong nya sambil berlari, Mereka pun masuk mobil milik gara.
"Ya allah, Selamat kan nyawa hamba."
Tak berhenti ara komat kamit membaca doa, Karena mobil gara bagai kan angin melaju di jalanan.
__ADS_1