
"Abang banting dedek bang! Abang cekik dedek bang, Sudah lama abang gak banting adek. Sudah lama abang gak cekik adek." Suara nyanyian ara membuat kenzo merinding.
Bukan karena suara dinara yang membuat nya merinding, Karena suara lumayan bagus saat bernyanyi. Kenzo teringat perlakuan nya dulu, Ia mengira ara sedang menyindir.
"Kamu masih belum bisa maafin abang ya?" Tanya kenzo ikut berbaring.
"Ya belum lah! Enak saja." Sengit dinara.
"Abang sungguh menyesal sayang." Ujar kenzo berbalik menatap dinara.
"Cih! Enak saja bilang menyesal." Jawab dinara cuek.
Kenzo semakin sedih mendengar jawaban istri nya, Sejujur nya kenzo juga sering bermimpi tentang kejadian ia masih sering menyiksa dinara.
Bayangan kelam hadir di setiap malam nya, Karena kenzo sangat menyesali kelakuan bejat nya.
"Kenapa malah abang yang sedih?" Heran dinara melihat mata kenzo berkaca kaca.
"Abang menyesal sayang." Jawab kenzo.
"Maka nya kalau berteman itu di teliti lebih dalam! Karena abang itu manusia yang sangat tidak peka." Rutuk dinara.
"Berteman?"
"Rindia teman abang kan? Dia itu suka sama abang sejak dulu." Sambar dinara.
"Kamu lagi ngomongin masalah rindia?" Tanya kenzo yang kebingungan.
"Enggak! Ara ngomongin setan alas." Ketus dinara jengkel setengah mati.
Gemas kenzo melihat ara yang merengut masam, Kini ia memindah kan kepala nya di perut rata milik dinara.
"Abang itu goblok atau memang kurang pinter?" Tanya ara mengelus kepala kenzo.
"Heh mulut mu ya!" Hardik kenzo mencubit ujung boba.
"Xixixi." Terkikik dinara.
Lama mereka terdiam dalam pikiran masing masing, Kenzo membayang kan jika ada tangisan bayi di kamar nya ini. Mungkin ia akan sangat bahagia.
"Hana udah hamil aja, Padahal abang menikah duluan ya sayang." Ujar kenzo teringat adik ipar nya.
"Hamil itu bukan perlombaan, Biar pun menikah duluan. Kalau sama allah belum di kasih ya enggak bakal hamil bang." Nasihat ara bijak.
"Tapi abang sering loh membayang kan kalau kita punya anak, Pasti tampan seperti abang." Ujar kenzo percaya diri.
"Cih! Kelakuan masih kayak bocah kok mikir punya bayi." Ejek dinara.
"Yah! Abang bersikap manja hanya pada mu dan mommy." Sangkal kenzo.
"Iyain aja deh." Sahut ara mengalah.
__ADS_1
...****************...
Usai sholat subuh dinara kembali tidur karena tubuh nya sangat lelah, Kerja rodi nya hampir jam tiga dini hari baru selesai.
"Dasi abang yang corak biru di mana sayang?" Tanya kenzo sedikit berteriak.
"Ini loh bang, Sudah ara siap kan." Balas ara berteriak.
Namun kenzo tidak mendengar kan teriakan ara, Karena kini kenzo menemukan sebotol obat kontrasepsi.
"Ara meminum ini." Batin kenzo sedikit kecewa karena ara tidak ada meminta persetujuan nya.
Akhir nya kenzo keluar dari ruang ganti dengan wajah yang berbeda, Tapi ara tidak sadar dengan wajah masam suami nya.
"Hati hati ya bang." Ujar dinara usai menyalami suami nya.
Kenzo hanya mengangguk dan bergegas keluar dari kamar, Sampai di lantai bawah pun ia masih bertanya tanya dalam hati.
"Ken berangkat dulu mom." Pamit kenzo ketika bertemu gefari.
"Enggak sarapan dulu ken?" Tanya gefari.
"Sudah mom, Tadi yang ara bawa kekamar." Sahut kenzo.
"Ohh ya sudah, Hati hati." Ujar gefari.
Gefari memandang langkah putra nya yang semakin jauh, Hati nya sudah lega karena sang putra sudah menemukan kebahagian.
Pukul sebelas malam di ruangan VIP masih berkumpul empat pria, Mereka menemani kenzo yang tampak muram.
"Kak ken kenapa sih?!" Tanya kaisar yang tampak tidak sabar.
"Iya ken! Sudah dua jam kita di sini. Tapi kau diam saja." Rutuk niko.
"Sejak tadi pagi dia tidak ramah, Aku jadi serba salah menghadapi dia." Sahut shiba meminum wine.
"Bisa kah kalian diam?! Berisik saja!" Sentak kenzo.
Sontak tiga pria itu terdiam, Meski usia niko jauh lebih tua dari mereka semua. Namun kenzo yang lah yang paling tua menurut silsilah keluarga.
"Aku ini sedang bingung! Kalian malah tidak bisa diam." Rutuk kenzo emosi.
"Kau bingung kenapa?" Tanya kaisar penasaran.
Kenzo tampak masih memilih ucapan yang akan ia keluar kan, Sedang kan yang tiga masih setia menanti.
"Berapa lama kau sudah menikah dengan istrimu?" Tanya kenzo pada adik nya.
"Hampir satu tahun."
"Jadi hana tidak langsung hamil ya?" Selidik kenzo.
__ADS_1
"Kenapa kau malah menanyakan kehamilan istriku kak?!" Heran kaisar.
"Jawab saja kai." Sentak kenzo.
Kaisar kaget karena tiba tiba kenzo marah lagi, Sedang kan tadi mulai membaik saat mulai bicara.
"Memang hana tidak langsung hamil, Karena ayah dia sempat tidak suka padaku." Cerita kaisar.
"Kenapa tidak suka kai?" Tanya niko penasaran.
"Panggil aku kakak ya! Di sini kau yang paling bungsu." Ujar kaisar melempar kulit kacang.
"Iya kakak kaisar youngi de lamozada." Jawab niko lengkap.
"Bagus! Ayah hana tidak suka padaku karena tidak tahu kalau aku adalah anak orang kaya raya. Dia mengira aku miskin sungguhan." Cerita kaisar.
"Dasar mata duitan!" Cibir kenzo.
"Nah karena kami belum mendapat restu dari ayah hana, Maka kami memutus kan untuk menunda dulu." Ujar kaisar.
"Berarti kau dan hana membicarakan kan nya matang matang ya?" Tanya kenzo.
"Tidak kak! Kami membicarakan nya mentah mentah." Jawab kaisar.
Niko cepat menghalangi kenzo yang akan menjambak rambut kaisar, Karena mereka masih suka bertengkar walau pun telah menikah.
"Apa wanita yang minum obat penunda kehamilan, Berarti tidak ingin hamil?" Tanya kenzo memastikan.
"Tentu saja bodoh! Kenapa kau sangat goblok sih ken?!" Rutuk shiba yang sejak tadi diam.
"Bisa jadi dia belum siap untuk hamil, Dan bisa saja dia tidak ingin hamil dari benih pria yang meniduri nya." Ujar niko.
"Masa ara tidak mau mengandung benih ku?!" Cetus kenzo.
Mereka berpandangan ketika mendengar jawaban kenzo, Ternyata masalah kenzo adalah ara yang tidak mau hamil.
Namun tak lama suana di ruangan VIP ini di penuhi gelak tawa tiga pria, Mereka tak kuasa menahan tawa untuk mengejek kenzo yang tampak sangat dongkol.
"Sejak tadi kau berbelit belit hanya karena ara minum penunda kehamilan?" Tanya shiba memastikan.
"Astaga ken! Kau membuang waktu berharga ku bersama jesslyn." Rutuk niko.
"Kau bisa menanyakan langsung kak, Hana sekarang sedang mabuk berat karena kehamilan nya. Tadi aku menitip kan dia bersama mommy tau!" Ujar kaisar langsung menyambar jaket nya.
"Tunggu kai."
Kaisar berhenti karena kenzo mencengkal tangan nya, Ia penasaran dengan apa yang akan kenzo katakan lagi.
"Lebih baik kau sedikit lama, Hubungan mommy sama hana kan masing canggung. Siapa tahu dengan ini mereka bisa akrab." Ujar kenzo.
Mendengar ucapan kakak nya, Kaisar tampak setuju. Karena mertua dan menantu itu belum seberapa dekat.
__ADS_1