Please Love Me Tuan Ken

Please Love Me Tuan Ken
#22


__ADS_3

"Kenapa kau mencintai ku begitu dalam ra?" Batin kenzo saat sudah di dalam kamar.


Pandangan nya mengarah pada langit langit kamar, Ucapan dinara tadi begitu menusuk hati kenzo.


Jujur saja sekarang kenzo merasa nyaman jika berada dekat dengan dinara, Tapi kenzo belum yakin jika sudah mencintai istrinya.


Lelah memikir kan perasaan, Kenzo menutup mata dan terlelap. Tak terasa pukul sudah menunjukan dua belas malam.


Dinara yang masih santai dengan ponsel nya, Tiba tiba melihat sekelebat bayangan hitam. Ara mendekati jendela untuk mengintip.


"Siapa mereka?!" Batin dinara mulai cemas.


Tangan dinara merogoh pot bunga dekat pintu masuk, Pistol berada dalam genggaman nya.


"Kenzo!"


Dinara berlari masuk kedalam kamar kenzo, Tampak sang beruang kutup tidur telentang bertepanjang dada.


"Kak!"


"Kak kenzo!"


Ternyata kenzo sangat susah di bangun kan, Sedang kan dinara sengaja memelan kan suara agar tidak terdengar sampai keluar.


"Kak kenzo!"


"Hmmm, eeuhh."


Kenzo malah menggeliat dan merangkul tubuh dinara, Mau tidak mau wajah dinara jatuh kedada suami nya.


"Sangat nyaman! Jika saja bukan dalam keadaan mendesak, Maka aku akan betah." Batin dinara tersenyum malu.


"Ayo bangun kak." Ucap ara menepuk lengan kenzo.


"Hhmm, Empuk sekali guling ini." Gumam kenzo tangan nya mulai mengelana.


"Kenzo!!"


Pluuk.


Tersentak kaget kenzo karena wajah nya di tapluk oleh dinara, Sedang kan tangan nya masih berada di tempat semula.


"Aa ada apa ra?" Gagap kenzo malu dan langsung menarik tangan nya dari buah semangka istri nya.


"Kita di serang!" Jawab dinara membuang muka karena malu.


"Siapa?"


"Aku tidak tahu! Tapi mungkin dia salah satu musuh mu." Bisik dinara.


"Aku menghubungi shiba dulu." Kenzo menyambar ponsel.


Dinara membuka pintu kamar untuk mengintip, Ternyata sudah ada dua orang yang masuk kedalam rumah.


Dor, Dor.


Peluru lepas dari pistol dinara, Kenzo tercengang melihat ketrampilan istri nya yang tidak pernah ia tahu.


''Kau bisa melakukan nya?'' Tanya kenzo menatap cengo.


''Jangan menatap ku seperti orang bodoh! Cepat bantu aku.'' Ujar dinara melempar pistol satu lagi.


Meski kenzo belum bisa sepenuh nya normal untuk berjalan, Tapi ia tidak mungkin hanya diam melihat dinara bertarung.


Praangg.


Kaca di kamar kenzo pecah karena di hantam tongkat besi, Segera dinara dan kenzo merapat untuk saling melindungi.


''Kita harus bisa bertahan sampai shiba datang.'' Bisik kenzo.

__ADS_1


''Ayo keluar! Bahaya kalau kita di kamar.'' Ucap dinara.


Mereka keluar dari kamar sambil mengintai, Ternyata mereka sudah di kepung oleh anak buah paolo.


''Ci intronciamo di nuovo kenzo.'' Sapa paolo dengan senyum mengembang.


(Kita bertemu lagi kenzo.)


''Stronzo!'' Umpat kenzo.


Tawa paolo menggema di ruangan ini, Tapi paolo kemudian menatap kearah dinara yang sudah stay dengan senjata nya.


''Quella donna é bella.'' Puji paolo.


(Wanita itu cantik.)


''Grazie signore.'' Jawab dinara tersenyum manis.


( Terima kasih tuan.)


''Smettila con la tue cazzate!'' Sentak kenzo.


(Hentikan omong kosong mu!)


Dor.


Jika saja dinara tidak menarik tangan kenzo dengan cepat, Maka jantung kenzo pasti sudah di tembus dengan peluru.


''Dasar biadap!'' Umpat dinara yang bersembunyi di balik tembok.


Buuaak.


Anak buah paolo yang akan menyerang langsung terpental ketika kenzo memukul wajah nya dengan tongkat, Baku tembak pun sudah terjadi.


Keadaan kenzo dan dinara sangat terpojok, Karena paolo mengajak anak buah dalam jumblah besar.


''Keluaar kau kenzo!!'' Teriak paolo.


Dor.


''Dia bisa bahasa indonesia?'' Tanya dinara penasaran.


''Bisa! Dia bisa lima bahasa.'' Jawab kenzo memasukan peluru.


''Waah, daeebak!'' Puji dinara tersenyum girang.


Kenzo menoleh sambil menatap sinis, Bisa bisa nya dinara malah memuji musuh yang akan menghabisi nyawa mereka berdua.


''Yah!Aku bahkan bisa tujuh bahasa. Kenapa kau tidak pernah memuji aku?!'' Kesal kenzo tiba tiba


''Woh! Kakak bisa tujuh bahasa?!'' Kaget dinara.


''Hmm tentu saja.'' Angguk kenzo sombong.


''Aku bisa delapan malah.'' Ujar dinara mengintai salah satu anak buah paolo.


''Kau?!''


''Hmm.''


''Bahasa apa saja?'' Tanya kenzo penasaran.


''Indonesia, Inggris, Korea, Thailand, India, Spanyol, Rusia dan italia.'' Jawab dinara sambil menghitung jari nya.


''Dari mana kau belajar bahasa itu semua?'' Tanya kenzo.


''Les.''


Dor.

__ADS_1


''Aarrkhh.''


Satu anak buah paolo terjatuh, Dinara bergegas menghampiri nya untuk mengambil senjata.


Buuaak.


''Aakhhh!''


Jatuh berlutut dinara ketika punggung nya di hantam tongkat baseball, Darah keluar dari mulut nya.


''Dinara!''


Tanpa pikir panjang lagi, Kenzo mendatangi istri nya yang jatuh berlutut. Nafas dinara tersendat sendat akibat pukulan itu.


''Hahahaha! Suami tidak berguna!'' Ejek paolo meludah.


''Jangan sakiti dia! Urusan mu dengan ku.'' Sentak kenzo.


''Urusan ku memang dengan mu, Tapi aku malas berurusan dengan orang cacat!'' Jawab paolo.


''Jagaa.


Buaak.


Belum sempat kenzo menyelesai kan ucapan nya, Sepatu paolo sudah menghantam dagu nya hingga terdongak keatas.


Hek.


Kaki paolo menginjak dada kenzo dengan keras, Rasa sakit dan sesak begitu menyiksa kenzo.


''Kau sekarang sangat lah tidak menantang, Dasar tidak berguna!'' Cibir paolo.


Dor.


Meski dinara merasa kan sakit dan sulit bernafas, Namun ia masih bisa melepas kan tembakan dan melukai betis paolo.


''Aarrkkh, Cane!'' Umpat paolo kesakitan.


Buak, Buk.


Para anak buah menghujani tubuh dinara dengan tendangan, Kenzo yang akan menolong langsung di injak oleh bodyguard yang lain.


''Aarrkkh, Hueek!''


Mereka baru berhenti ketika dinara memuntah kan darah segar yang sangat banyak, Luka di wajah dan juga tangan dinara sangat banyak.


Dor, Dor.


Di saat yang genting, Shiba datang bersama bawahan nya yang lain. Mereka terlibat adu tembak, Untung saja shiba berhasil menaklukan anak buah paolo.


''Di mana bajingan itu?!'' Teriak shiba ketika tidak melihat paolo.


Paolo melarikan diri ketika semua terlibat baku tembak, Saat shiba ingin keluar mengejar mafia asal italia.


''Tolong dinara dulu shiba!!'' Teriak kenzo yang susah payah duduk untuk memangku kepala istri nya.


''Nona ara!''


Shiba tercekat melihat kondisi ara yang hampir mati, Tentu saja dinara tidak sanggup menahan pukulan dan tendangan dari anak buah paolo.


''Biar saya angkat tuan.'' Pinta shiba.


Kenzo melepas kan pelukan nya pada dinara, Anak buah nya yang lain segera memapah kenzo untuk masuk mobil juga menuju rumah sakit.


''Cepat lah shiba.'' Sentak kenzo yang duduk di belakang.


''Lima belas menit lagi tuan.''


Perjalanan lima belas menit bagai kan lima belas jam bagi kenzo, Dinara sudah tidak sadar kan diri sejak berangkat dari rumah tadi.

__ADS_1


Jangan lupa buat dukungan nya ya guys 🙏🙏


__ADS_2