
Kenzo diam merenung di kamar nya, Hati nya hancur tercabik cabik karena malu. Kini ia harus menumpang di rumah gadis yang kerap ia siksa.
Semua teman nya menolak untuk membantu nya, Bahkan teman dari italia juga enggan untuk membantu.
''Aku harus cepat sembuh, Agar bisa pergi dari rumah ini.'' Tekad kenzo.
Kenzo memutar roda untuk keluar dari kamar, Setelah keluar ia menatap sekeliling untuk mencari keberadaan dinara.
''Ada shiba?'' Heran kenzo langsung mendekati mereka.
''Tuan ken.'' Sapa shiba membungkuk hormat.
''Ada apa kau datang kemari?'' Tanya kenzo.
''Saya kemari hanya untuk mengecek keselamatan tuan dan nona.'' Jawab shiba.
''Tidak perlu kau cek!'' Ketus dinara masih menunduk sambil mengotak atik ponsel.
''Galak sekali anda nona.'' Gurau shiba untuk mencair kan suasana.
Mendengar ucapan shiba, Dinara mendongak untuk menatap shiba yang masih berdiri di samping kenzo.
''Aku memang galak! Dengan tuan mu saja aku berani banting harga jadi ramah dan bodoh.'' Jawab dinara tersenyum.
Kenzo membuang muka mendengar jawaban dinara, Ia berdehem untuk menetral kan hati nya yang kacau.
''Cinta bisa membuat bodoh ternyata.'' Ujar shiba masih memancing api.
''Aku memang begitu kalau sama orang yang sangat ku cintai, Jangan kan soal uang. Doi tidak punya otak saja kalau bisa aku rela kok minjami nya.'' Jawab dinara.
Semakin terpojok kenzo mendengar sindiran dinara, Karena secara tidak langsung. Ara mengatai nya bodoh.
''Bisakah kau carikan aku rumah?'' Pinta kenzo.
''Maaf kan saya tuan, Tapi saya tidak bisa.'' Jawab shiba.
''Kan udah ada rumah ara kak, Kenapa mau cari rumah lagi?'' Tanya dinara.
''Diam! Aku tidak mengajak mu bicara.'' Sentak kenzo.
Bibir dinara mengerucut kesal karena kenzo masih saja suka membentak nya, Di tambah kenzo malah ingin cari rumah lain.
"Saran saya, Sebaik nya anda tetap di sini saja sampai sembuh total tuan." Ujar shiba menasehati.
"Tuan anj!ng benar kak." Timpal dinara.
"Yah! Bisakah kau berhenti memanggil ku begitu?!" Teriak shiba.
Hanya nyengir pelaku yang memanggil, Sedang kan kenzo menyembunyikan senyum nya.
"Haish, Aku pulang dulu." Pamit shiba.
Shiba meninggal kan rumah dinara sambil merutuk kesal, Tinggal lah kenzo dan dinara yang kembali sibuk dengan ponsel nya.
"Kerja apa kau?" Tanya kenzo.
"Hmm."
__ADS_1
Baru kali ini kenzo bicara namun dinara malah sibuk bermain ponsel, Tentu saja beruang kutup langsung meradang.
"Aku sedang bicara dengan mu ra!" Sentak kenzo melempar sepaket skincare.
"Aah maaf kan aku kak, Aku sedang membalas pesan dari owner." Jawab dinara tergagap.
"Terserah kau!" Dengus kenzo memutar kursi roda.
Dinara menghelai nafas untuk menghilang kan rasa dongkol, Ia mengejar kenzo dan berlutut di hadapan suami nya.
"Minggir!"
"Maaf, Tadi aku mengabai kan mu." Tutur dinara lembut.
"Sudah lah! Aku lelah." Ucap kenzo tetap melajukan kursi.
Dinara menyingkir dari jalan kenzo, Butuh kesabaran untuk meluluh kan hati seorang kenzo de lamozada.
"Kakak mau makan apa?" Tanya dinara sebelum kenzo masuk kamar.
"Terserah! Aku hanya ikut kata yang punya rumah." Jawab kenzo.
Jika tidak cinta, Ingin sekali rasa nya dinara melempar kepala kenzo hingga gegar otak. Tapi ia hanya bisa mengelus dada agar rasa sabar nya bertambah.
"Seandai nya sabar di gaji, Maka aku akan cepat kaya." Ucap dinara melangkah kearah dapur rumah nya.
...****************...
Pagi hari pertama.
"Selamat pagi kak ken." Sapa dinara tersenyum seperti biasa.
"Haish! Masih pagi sudah melihat wajah bodoh mu." Umpat kenzo menguap.
Lagi dan lagi, Meski kenzo menghina nya. Namun dinara hanya memblas dengan senyuman tulus.
"Ini sarapan untuk kakak." Ujar dinara menunjuk piring di atas nakas.
Takut kalau kenzo malu untuk memakan masakan nya, Dinara langsung keluar dari kamar.
"Setelah sarapan segera keluar ya, Matahari bagus untuk berjemur." Ucap dinara membuka pintu.
"Apa kau mengejek ku?!" Sengit kenzo.
"Hah?"
Melongo ara mendengar ucapan kenzo, Tapi ia segera sadar kalau tadi salah bicara. Kenzo tidak akan bisa keluar kamar kalau tidak pakai kursi roda, Sedang kan untuk naik kursi roda pun ia butuh bantuan.
"Maaf kak, Nanti panggil ara kalau sudah selesai sarapan ya." Ujar dinara lembut.
"Sekarang saja."
Setelah membantu kenzo naik kursi roda, Dinara keluar kamar. Hari ini ia jadwal live di akun toktok untuk berjualan.
"Hallo guys, Kembali lagi bersama dinara." Sapa dinara pada para menonton live.
Sudah hampir satu jam dinara berjualan di toktok, Banyak juga barang yang terjual. Karena fans ara sangat lah banyak.
__ADS_1
"Apa yang dia lakukan?" Batin kenzo sambil mengamati dari belakang.
Dinara tampak sedang heboh menjelas kan barang yang ia jual, Terkadang ara berjoget ketika penonton memberi gift.
"Cih!"
Berdecih sinis mulut si beban ara, Dalam otak kenzo mengira kalau ara sedang menggoda pria ketika ia berjoget tadi.
"Berkata cinta mati matian, Tapi masih mencari perhatian pria lain." Rutuk hati kenzo tanpa sadar.
Tiba tiba penonton ara ada yang melihat keberadaan kenzo, Mereka langsung beramai ramai bertanya siapa pria tersebut.
Dinara gelagapan karena pertanyaan mereka semua, Tangan nya memberi kode agar kenzo menyingkir.
"Dia kakak aku guys." Jawab dinara.
"Kakak ara ganteng banget ya." Ujar salah satu penonton.
"Tapi dia kelihatan sedang sakit." Ujar yang lain.
"Kakak kamu sakit apa ra?" Tanya penonton penasaran.
"Kakak aku habis kecelakaan guys, Jadi sekarang masih dalam pemulihan." Jawab dinara merasa salah tingkah.
Bukan tanpa sebab ara salah tingkah, Kenzo sedang memelotot di ujung sofa. Tentu saja kenzo mulai marah, Karena ara menyebut nama nya.
Praak.
Ponsel ara melanting hingga buyar, Piring buah menghantam nya tepat sasaran. Dinara merasa marah namun tidak bisa mengeluar kan amarah nya.
"Kenapa kau diam saja!" Bentak kenzo.
"Kenapa kakak tiba tiba marah?" Tanya dinara tidak berani mendekat.
"Masih berani kau bertanya s!alan, Kenapa kau membahas sakit ku? Kau ingin semua orang simpati dan memberi ku uang?!" Bentak kenzo tak terkendali.
"Mereka bertanya kak, Aku hanya menjawab saja." Jawab dinara.
"Bohong! Kau ingin menjual sakit ku." Kekeh kenzo tetap pada dugaan nya.
"Tidak mungkin aku begitu, Uang ku sudah banyak dari hasil jualan." Sambar dinara.
"Jual diri kau?!" Sinis kenzo.
Bagai kan di sambar petir dinara mendengar tuduhan kenzo pada nya, Sangat tega kenzo mencibir nya demikian.
"Kenapa kau diam? Kau jual diri karena kesepian?!" Ejek kenzo.
"Walau pun aku kesepian setidak nya aku tidak mencari pengganti mu." Jawab dinara lirih menahan sakit hati.
"Cih! Berlagak suci kau." Cibir kenzo.
"Aku memang masih suci, Tidak seperti istrimu itu yang sudah di nodai oleh mantan kekasih nya." Jawab dinara telak.
Kenzo terperangah kaget mendengar jawaban dinara, Ara memang sempat mendengar obrolan malika dengan kenzo soal malika yang sudah tidak perawan lagi. Malika sempat melakukan mantap mantap dengan mantan kekasih nya.
Tapi kenzo tetap menerima malika apa pun keadaan nya, Karena kenzo mencintai malika tulus.
__ADS_1