Please Love Me Tuan Ken

Please Love Me Tuan Ken
#33


__ADS_3

Dinara duduk menunduk usai kenzo ngamuk membanting semua barang di kamar nya, Semula ara mengira kalau kenzo akan menyakiti nya.


''Aku tadi sudah menelepon kakak, Tapi tidak di angkat.'' Lirih dinara.


''Kenapa kau tidak menunggu barang satu jam!" Sentak kenzo.


"Owner itu memburu ku terus kak, Aku mau melakukan nya agar segera bebas dari dia." Jelas dinara.


"Hah!"


Klontang.


Pecah berantakan semua barang yang di banting nya, Bahkan kaki kenzo tidak sengaja terkena pecahan kaca.


"Ini yang terakhir kak."Janji dinara mendekati suami nya.


Tidak ada jawaban dari mulut kenzo, Ia memilih duduk sambil menyilang kan kaki. Dinara memberani kan diri untuk mendekati kenzo.


"Kaki kakak kena kaca." Ujar dinara mengambil kotak obat.


"Aku bukan kakak mu!" Ketus kenzo.


Karena merasa bersalah pada suami nya, Ara duduk di bawah untuk membersih kan kaki kenzo. Tampak ada kaca yang menancap di telapak kaki.


"Sakit ya?" Tanya ara karena kenzo sedikit menarik kaki.


"Tidak sesakit kau menyakiti ku." Ujar kenzo membuang muka.


"Kapan aku menyakiti mu?" Tanya dinara lembut.


"Apa kau pikun? Kau baru saja melakukan hal yang merendah kan harga diriku." Ketus kenzo.


"Tubuh ku juga! Kenapa malah kakak yang sibuk." Rutuk dinara pelan.


Pluk.


"Aduh!"


Mulut dinara di tabok pelan oleh kenzo, Meski tidak sakit. Namun ara kaget karena kenzo membuat gerakan yang seakan mau menampar nya.


"Sudah."


Kaki kenzo sudah ara perban dan beling nya juga sudah di ambil, Saat ara akan pergi. Kenzo menyentak tangan nya hingga dinara jatuh kepangkuan nya.


"Lepas kak." Ucap dinara merasa malu.


"Sekali lagi kau memanggil ku kakak, Ku cium kau sampai pingsan." Ancam kenzo.


"Iya bang." Jawab ara memekak kan telinga.


Kenzo menutup telinga nya yang berdenging, Segera dinara bangkit berdiri dari pangkuan suami nya.


Namun tampak nya tidak ingin jika ara lepas begitu saja, Kembali ia menarik dan merangkul dengan kedua kaki nya.


''Diam.''


Karena tangan kenzo sudah bertengger di buah semangka, Dinara menurut untuk diam dengan tubuh kaku.

__ADS_1


''Ada apa tuan?'' Tanya shiba di seberang telepon.


''Segera hapus semua situs yang memiliki foto istriku.'' Perintah kenzo.


''Kalau pun di hapus di situs, Mungkin saja penggemar ara sudah mengambil waktu tadi dia memposting.'' Ujar shiba.


''Bangsaaat!!"


Ponsel kenzo menabrak tembok karena sang empu melepar kan nya sekuat tenaga, Gemetar ara melihat kemarahan kenzo.


"Aduuh pengen pingsan aja bisa gak sih?!" Batin dinara.


Hening, Kenzo masih belum membuka suara. Apa lagi ara, Ia tidak berani untuk membuka mulut nya. Bahkan bergerak saja ia tidak sanggup.


"Abang kenapa diam saja?" Tanya dinara memberani kan diri.


"Lalu kau mau aku berbuat apa?!" Tanya kenzo balik dengan suara berat nya.


"Ara minta maaf! Semula ara pikir abang tidak akan marah." Jelas dinara membenar kan posisi duduk nya.


"Atas dasar apa kau berpikir aku tidak akan marah?!" Kenzo memegang leher belakang dinara.


"Mati lah aku!" Batin dinara.


Lama tidak ada jawaban, Karena dinara takut salah bicara. Bisa saja singa jantan ini langsung mematah kan batang leher nya.


"Leher mu pas sekali di tangan ku." Bisik kenzo di telinga dinara.


"Maka nya dulu kau senang mencekik ku!" Cetus dinara.


"Maaf kan aku." Bisik kenzo memeluk erat tubuh istri nya.


"Bukan kah jadi nya kita impas?" Tanya ara berbalik cepat.


"Maksud mu?!"


Merasa ada sebuah kesempatan, Dinara ingin bebas dari amarah kenzo. Senyum licik mulai terkumpul di bibir nya.


"Ara akan memaaf kan abang, Asal abang juga memaaf kan ara soal foto itu." Tawar dinara.


"Kau lebih licik dari mafia!" Geram kenzo merasa akan kalah.


"Mau atau tidak?" Tanya dinara menaik turun kan alis nya.


"Bagai mana jika aku tidak mau?" Tanya kenzo balik.


"Jika tidak mau! Maka aku akan menolak tiket bulan madu kita dari mommy." Ancam dinara penuh kemenangan.


...****************...


Esok hari.


Gefari menatap wajah anak nya yang masam, Bahkan senyum sedikit saja tidak. Sarapan pun seolah tidak selera.


"Ara!"


"Iya mom." Jawab dinara cepat.

__ADS_1


"Mom ada melihat sebuah postingan mu di IG." Ujar gefari.


Kenzo menatap mommy nya cepat, Ia senang karena sang mommy menyinggung masalah itu.


"Apa ken mengizin kan mu untuk mengambil foto vulgar itu?" Tanya gefari.


"Sebenar nya ara sudah meminta izin mom, Namun abang tidak menjawab panggilan. Jadi ara memutus kan untuk mengambil foto saja." Jawab dinara.


"Abang?"


"Ken mau di panggip abang mom." Jawab kenzo mewakili istri nya.


"Jadi ara mengambil foto tanpa izin ken?" Tanya gefari memperjelas.


"Iya mom, Tapi ken gak marah kok." Jawab kenzo tersenyum.


Gefari menatap kenzo penuh selidik, Bagai mana mungkin anak nya yang sangat posesif ini bisa menerima begitu saja.


"Kamu kasih apa dia ra?" Tanya gefari.


"Enggak ada mom." Dusta dinara.


"Mana tiket kami mom." Pinta dinara mengulur kan tangan.


Kini akhir nya gefari paham kalau kenzo di sogok dengan tiket bulan madu kemaldevis, Karena sebelum nya ara menolak tiket tersebut.


"Sudah mommy berikan pada anak buah nya gara." Jawab gefari.


"Kok di kasih orang sih mom?!" Protes kenzo kesal.


"Ya mommy pikir kalian sungguh tidak akan pergi, Karena ara menolak waktu mommy memberikan nya." Ujar gefari cuek.


Ingin sekali rasa nya kenzo menjungkir balik kan meja makan, Namun tidak mungkin ia lakukan di hadapan mommy nya.


"Kita bisa beli nanti." Ucap dinara.


"Sungguh?" Tanya kenzo tak percaya.


"Hanya tiket untuk bulan madu saja masa tidak sanggup beli." Jawab dinara menatap kenzo sombong.


"Bukan nya tidak sanggup beli, Aku takut kau tidak mau." Ujar kenzo mengeluar kan kehawatiran nya.


"Ara itu bukan tipe orang yang suka ingkar janji." Sahut dinara.


Di dalam hati kenzo bersorak girang, Senyum manis menghiasi wajah tampan nya. Gefari juga ikut senang karena kini putra nya sudah bahagia.


"Mom mau pergi keluar kota untuk beberapa hari." Pamit gefari.


"Kemana mom?" Tanya kenzo.


"Momny mendengar kabar kalau kaisar ada di kota itu." Sahut gefari.


"Ada apa sih dengan nya." Gumam kenzo yang heran dengan tingkah adik nya.


"Tidak usah pikir adik mu, Biar mommy yang mengurus." Ujar gefari bangkit.


Kenzo dan ara menatap langkah gefari yang semakin menjauh, Tampak jika ia sangat lelah di wajah wanita yang mulai lanjut usia itu. Hanya saja tubuh nya masih tetap sehat karena gefari bisa menjaga pola makan nya.

__ADS_1


__ADS_2