Please Love Me Tuan Ken

Please Love Me Tuan Ken
#59


__ADS_3

Masih dengan sprai yang sama, Dan susana kamar yang sama sekali tidak berubah. Kenzo duduk di tepi ranjang suami nya.


Senyum yang masih terbayang bayang di mata kenzo, Saat ia di marahi dan juga canda tawa bersama mommy nya.


"Aku tidak bisa tanpa mu mom." Isak kenzo memeluk foto gefari.


Kini kenzo bagai kan tanpa jiwa, Raga nya kosong dan terasa hampa. Terkadang jika rasa sedih nya sedikit hilang, Kenzo datang menghampiri istri nya yang sudah tertidur.


Setiap malam kenzo menangis hingga tertidur sambil memeluk foto gefari, Meski bisikan setan kerap datang pada nya. Namun kenzo masih bisa bertahan agar tidak bunuh diri.


Pagi hari.


"Pagi semua." Sapa dinara yang sudah segar datang kemeja makan.


Hana tersenyum menatap kakak ipar nya yang terlihat sangat kuat ini, Dalam hati hana tahu jika ara sangat lah merasa kesepian.


"Vegas udah sarapan na?" Ara menanyakan keponakan nya.


"Udah kak, Malah bobok lagi sekarang." Jawab hana.


Sreet.


Kenzo menarik kursi untuk duduk, Tanpa tersenyum dan juga tanpa menyapa kepada siapa pun. Ara bangkit membuat kan kopi untuk suami nya.


"Kopi nya bang." Ara menyodor kan cangkir.


Tidak menjawab atau pun berterima kasih, Kenzo mengambil cangkir dan meminum nya tanpa di tiup.


"Sampai kapan kau akan begini kak?" Tanya kaisar tidak tahan melihat kelakuan kenzo.


Seolah tidak mendengar pertanyaan adik nya, Kenzo mengambil roti dan memasukan kedalam mulut.

__ADS_1


"Kenapa kau diam saja ken?! Aku muak melihat mu begini." Sentak kaisar langsung berdiri.


"Sayang tolong tenang." Hana menarik tangan suami nya.


"Kenzo! Aku lelah mengerjakan semua urusan kantor sendirian! Sedang kan kau sehari hari duduk di kuburan mommy." Teriak kaisar kalap.


Mendengar nama mommy, Kenzo mendongak kearah adik nya. Sedetik kemudian ia menunduk lagi.


"Apa kau pikir hanya kau yang kehilangan mommy?! Aku juga kehilangan ken! Dia juga mommu ku." Kaisar menarik kerah kemeja kakak nya.


"Kaisar!"


Dinara berteriak ketika kaisar melayang kan tinju kewajah kakak nya, Tubuh kenzo terhempas kelantai.


"Kau bunuh pun aku tidak peduli kai, Justru aku akan berterima kasih." Ujar kenzo pelan dengan air mata yang entah kapan datang nya.


"Kenapa kau begini ken?! Ingat lah bahwa kau punya istri dan juga anak yang akan lahir sebentar lagi." Sentak kaisar menggoncang kakak nya.


"Kak ken! Hidup lah dengan baik, Kita semua juga akan meninggal jika sudah waktu nya." Nasihat hana lembut.


Usai berdiri, Kenzo menatap ara yang menangis di kursi. Ia mencium istri nya sekilas dan berlalu pergi dengan cepat.


"Abang! Ara tidak ingin hidup begini." Teriak dinara.


Hana berlari memeluk ara yang menangis kencang, Ia tahu jika ara sangat butuh perhatian saat ini. Ingin makanan ara pergi sendiri, Mau apa pun ara hanya bisa usaha sendiri.


"Dia sudah mati." Ujar kaisar terduduk lemas.


"Pelan pelan nanti kita bicara pada nya ya sayang." Rayu hana mengelus ara yang juga memeluk nya.


"Aku tahu jika abang sangat kehilangan mommy hana! Tapi aku juga ingin di perhatikan seperti yang lain." Ujar dinara terisak isak.

__ADS_1


Tidak bisa hana menjawab ucapan ara, Bahkan sekarang ia juga menangis. Mengingat bagai mana kaisar juga sangat frustasi sebulan yang lalu, Hanya karena ada vegas. Kaisar bisa bangkit dari terpuruk nya.


...****************...


"Hujan lagi." Keluh dinara yang duduk di sofa dalam kegelapan.


Hanya lampu termaram yang menyinari kamar ara, Dari balkon ia menatap air hujan yang menetes membasahi rumput halaman mansion.


Rasa kantuk mulai menyerang nya, Jam juga sudah menunjukan sepuluh malam. Sebenar nya ara sedang menunggu kenzo pulang.


"Semoga suami ku baik baik saja ya allah." Doa ara saat sudah berbaring.


Perlahan mata nya terpejam dan ara pun tertidur pulas, Dalam mimpi nya ia bertemu dengan teman teman masa kecil nya.


Langkah kaki menaiki tangga dengan perlahan, Pintu kamar ara terbuka dan sosok pria tampan ini masuk untuk melihat kondisi istri nya.


"Maaf aku aku ara! Pasti sulit bagimu untuk menjalani ini semua." Ucap kenzo naik keranjang dan mengelus kepala istri nya.


Rasa bersalah kian menumpuk di hati kenzo, Tapi jika rasa sedih akibat kehilangan ini kembali datang. Kenzo tidak bisa mengendali kan nya.


"Apa kau tidak pernah makan sayang?! Kenapa kau kurus sekali." Ujar kenzo terenyuh melihat tubuh ara.


"Bagai mana ara bisa makan, Abang saja tidak pernah peduli." Jawab ara dengan suara serak dan air mata yang menetes sejak tadi.


"Ara! Abang membangun kan mu?" Tanya kenzo mengelusi kepala istri nya.


"Abang!!"


Rasa sedih dan bahagia ara bercampur menjadi satu, Bahagia karena kenzo mau bicara dan menyambangi nya. Dan juga sedih karena kenzo sangat tidak terurus.


"Maafkan abang yang selalu membuat mu menderita! Maaf kan abang ra." Isak kenzo memeluk erat ara.

__ADS_1


"Abang tidak salah, Ara paham kok sayang." Jawab dinara.


Tidak ada lagi jawaban dari mulut kenzo, Ia lebih nyaman berdiam diri dalam pelukan istri nya. Karena pada dasar nya kenzo juga bukan pria yang banyak bicara.


__ADS_2