Please Love Me Tuan Ken

Please Love Me Tuan Ken
#14


__ADS_3

Gefari menatap kehalaman mansion, Hari telah gelap. Hujan deras mengguyur bumi, Tapi sosok gadis itu masih tegak di tengah halaman.


''Kenapa kau keras kepala sekali nak.'' Rutuk gefari menyingkap gorden hitam.


Ingin sebenarnya gefari menerima ara di sini, Tapi ia tidak ingin jika ara sakit hati terus terusan karena ulah kenzo.


''Ada apa ge ?'' Tanya yarri di seberang telepon.


''Jemput putrimu.'' Jawab gefari.


''Di mana? Kenapa aku harus menjemput nya?'' Heran yarri.


''Aku mengusir nya pulang karena dia tetap bersikeras untuk merawat kenzo, Sekarang dia malah tetap berdiri di tengah hujan.'' Ucap gefari.


''Kejam sekali kau ge!" Teriak yarri.


"Jika aku kejam, Maka aku akan membiar kan nya mengurus kenzo." Jawab gefari datar.


Sambungan telepon terputus, Gefari hanya bisa menatap hampa kamar nya yang bernuansa serba hitam. Begitu banyak kenangan yang ia miliki bersama jakson.


"Hahh!"


Helaian nafas nya terdengar berat, Berulang kali ia menelepon kaisar. Tapi tetap tidak bisa tersambung.


"Kemana anak kedua mu ini jakson." Keluh gefari memijat kepala nya yang serasa akan pecah.


Halaman mansion.


Dinara menatap kearah kamar kenzo berada, Dingin tubuh nya pun tidak ia peduli kan. Ia bertekad untuk mengurus suami nya.


"Pulang lah dulu nona, Besok coba lah lagi datang kemari." Rayu scot.


Masih diam tidak ada jawaban, Meski bibir nya telah pucat. Air mata nya juga menetes namun tersamar kan oleh air hujan.


"Nyonya."


Scot sigap mengambil payung untuk nyonya nya, Sebuah mobil memasuki halaman parkir gefari.


"Dinara!"


Yarri berlari memayungi anak nya, Hati nya terenyuh melihat kondisi ara yang menggigil kedinginan.


"Ayo pulang nak." Ajak yarri merangkul putri nya.

__ADS_1


"Ara akan tetap di sini sampai mommy mengizin kan ara masuk." Ujar dinara.


"Jangan keras kepala dinara! Kenzo juga tidak butuh dirimu!" Sentak yarri.


"Papa, Tolong pahami perasaan ara. Ara mencintai kak ken." Ucap dinara menangis.


"Tapi kenzo tidak mencintai mu." Cetus yarri.


"Cukup ara saja yang mencintai pa." Jawab ara cepat.


Braak.


Yarri menendang tiang mansion dengan keras, Ia tidak bisa lagi berkata kata mendengar jawaban ara yang sangat bodoh.


"Gunakan otak mu untuk berpikir dinara! Kenzo tidak akan sudi menjadi suami mu lagi." Bentak yarri mulai kehilangan rasa sabar.


"Ayo kita bicara di dalam." Ajak gefari yang tidak tega melihat dinara mulai menggigil.


Akhir nya yarri dan dinara masuk kedalam mansion de lamozada, Tak lupa gefari menyuruh ara menukar baju nya agar tidak masuk angin.


"Terima kasih mom." Ujar dinara sambil meminum teh hangat.


Kini gefari dan yarri hanya bisa menatap heran dengan dinara, Setelah masuk kemansion. Tak henti henti nya dinara mengumbar senyum.


"Aku mengajak mu masuk bukan berarti kau boleh bersama lagi dengan putraku." Tegas gefari.


"Bukan itu masalah nya." Jawab gefari.


"Tolong mengerti lah nak, Kenzo tidak ingin lagi kau menjadi istrinya." Rayu yarri setengah putus asa.


Dianara tersenyum sambil menghembus kan nafas, Tidak ada raut sedih atau pun kecewa di wajah gadis ini.


"Sejak aku berusia empat belas tahun, Aku mulai mengagumi kak ken. Perasaan ini terus berkembang hingga aku sekarang berusia dua puluh empat tiga tahun." Ujar ara.


...****************...


Dinara menatap bosan di sekeliling nya, Sudah satu minggu ia tinggal di sini. Tapi ia hanya melakukan endorse seperti biasa, Bahkan satu kali pun belum pernah ara melihat wajah kenzo.


"Tumben mommy cepat pulang ?" Tanya dinara yang melihat kedatangan gefari.


"Hari ini mommy mau mengantar kenzo terapi." Jawab gefari mendekati menantu nya.


"Ara boleh ikut mom ?" Tanya dinara penuh harap.

__ADS_1


"Lain kali ya nak." Tolak gefari.


Gefari duduk di samping dinara yang penuh dengan barang yang akan ia promosi kan, Berbagai macam produk yang akan ara jual.


"Ini kamu yang maketin ya ra ?" Tanya gefari mengalih kan omongan.


"Enggak mom, Ara cuma di endorse aja." Jawab dinara.


"Jadi ini mau di kemana kan kalau sudah di posting ?" Tanya ge lagi.


"Terserah kita mom, Mau kita buang atau mau kita pakai."


"Coba lah masker ini mom." Ara memberikan sebuah masker dengan merek terkenal.


Gefari mengambil yang ara berikan, Diam diam ia merasa terharu dengan perhatian menantu baik nya ini.


"Ara sudah seminggu di sini mom, Tapi belum pernah ara melihat kak ken." Ucap ara.


"Kenzo masih mau bertemu siapa pun nak kecuali mommy, Dia masih merasa malu dengan keadaan nya." Ujar gefari.


"Apa kak ken sering mengamuk di kamar mom ?" Tanya ara pelan.


Anggukan kepala gefari membuat ara merasa sedih, Pernah ia menguping saat gefari masuk kedalam kamar kenzo. Ara mendengar suara barang yang di lempar kan dan juga tangis mertua nya.


"Kalau kak ken sudah mau bertemu orang, Segera bilang sama ara ya mom." Pinta dinara.


"Iya, Kamu yang sabar dulu ya nak." Jawab gefari merangkul menantu nya.


"Mommy sedang banyak pikiran ya?" Tanya ara mengusap pundak mertua nya.


Memang gefari sedang banyak yang ia pikir kan, Kelumpuhan kenzo membuat nya sangat sedih. Di tambah sekarang kaisar hilang tidak ada kabar, Gefari sudah menghubungi semua bodyguard nya di seluruh mansion yang ia punya.


Tapi mereka tidak ada satu pun yang melihat kaisar putra kedua gefari, Markus ayah nya jakson juga sudah mencari cucu kesayangan nya itu.


Kaisar lenyap bak di telan bumi, Ibu mana yang tidak akan kepikiran jika anak anak nya sedang dalam masalah.


"Mom hanya lelah." Dusta gefari.


"Bagai mana jika ara saja yang mengantar kak ken terapi." Ujar ara.


"Jangan! Kenzo tidak akan mau pergi nanti malahan." Cegah gefari.


"Tapi sebenar nya ara ingin mengantar suami ara berobat." Keluh ara pelan.

__ADS_1


Tidak tega rasanya gefari melihat wajah berharap nya dinara, Sebagai wanita ia juga pernah merasakan cinta yang besar untuk suami nya.


Bahkan karena cinta pula, Dulu gefari ma kembali bersama dengan jakson. Walau pun jakson sudah selingkuh di belakang nya.


__ADS_2