Please Love Me Tuan Ken

Please Love Me Tuan Ken
#7


__ADS_3

Sreett.


Bodyguard kembali menarik tali roda, Ara yang hampir kehabisan nafas akhir nya terangkat kembali keatas.


''Dinaraaa!''


Adam memekik keras memanggil sang adik yang masih terengah engah, Senyum puas menghiasi wajah tampan kenzo de lamozada.


''Hah, Hah!''


Susah payah ara mengatur nafas yang memburu, Bahkan air juga sempat ia hirup. Karena hampir sepuluh menit ara bertahan di dalam danau.


''Kau lihat itu, Itu lah nama nya balasan.'' Bisik kenzo.


''Kau kejam sekali ken.'' Desis adam marah.


''Ooh tentu saja aku kejam, Aku selalu membalas sepuluh kali lipat kebaikan atau pun kejahatan yang pernah ku terima.'' Sahut kenzo.


''B!adap kau kenzo!''


Adam kembali berteriak ketika bodyguard kembali menarik tali, Tentu saja ara harus kembali bertahan di dalam danau.


Tapi kenzo segera memberi isyarat kepada shiba, Agar membawa adam pergi dari tepi danau. Ia ingin adam merasa cemas dan penasaran dengan nasip adik nya saat ini.


''Biar kan selama lima menit.'' Titah kenzo sambil berlalu pergi.


Blubup, Blubup.


Gelembung air semakin banyak, Shiba datang sedikit berlari kerena cemas dengan kondisi ara yang pasti sangat lemah.


''Tarik tali nya.'' Sentak shiba.


Bodyguard menarik tali dengan cepat, Namun semua langsung terkejut melihat roda yang kosong. Tidak ada lagi ara yang terikat di sana.


''Di mana nona ara ?!''Sentak shiba panik.


''Tadi masih terikat di sini tuan.'' Jawab ali sang bodyguard.


''Jika dia terikat di sini, Mana mungkin sekarang dia tidak ada.'' Shiba mulai panik ingin masuk danau.


Di sadari atau tidak, Rasa iba shiba pada ara mulai berubah menjadi cinta. Karena shiba selalu menyadar kan hati nya, Bahwa cinta ara hanya untuk kenzo.


''Tenang lah tuan anj!ng, Allah masih memberi ku umur panjang.'' Ara tiba tiba saja keluar dari air.


Dengan gaya yang santai, Ara naik kedaratan meski lemas. Shiba langsung menolong nya untuk duduk.


''Kau bisa melarikan diri ?!'' Tanya shiba sedikit tidak percaya.


''Melarikan diri adalah hal yang mudah! Karena menahan diri lah yang sangat payah.'' Jawab ara tersenyum lebar.


''Lalu kenapa kau tidak melarikan diri dari tuan kenzo ?'' Tanya shiba ikut duduk di samping ara.


Shiba membuka jas nya dan meletak kan di pundak ara, Baju ara basah kuyup terkena air. Apa lagi baju yang ara kenakan bahan nya tipis, Shiba tidak ingin jika tubuh gadis ini menjadi tontonan.

__ADS_1


''Karena aku tidak ingin lari.'' Jawab ara santai sambil tertawa.


''Hah! Ku rasa kau sangat bahagia di sini. Sampai sampai kau tertawa begitu girang.'' Ketus shiba.


''Aku tertawa bukan berarti aku baik baik saja kak shiba, Rasa nya perih sekali tubuh dan hatiku.'' Sahut ara melangkah pergi.


''Kak shiba.''


Shiba mengulang panggilan yang barusan ara sebut kan, Hati nya mengebang karena bahagia.


''Dia tidak memanggil ku tuan anj!ng lagi.'' Lirih shiba tersenyum senang.


Ali menatap kelakuan shiba yang tersenyum malu menatap danau, Sudah seperti anak muda yang baru jatuh cinta.


...****************



Kenzo....


Ara melangkah masuk kedalam mansion dengan lemah, Pandangan nya sedikit buram karena mata nya banyak terkena air.


''Sayanggg aahhh.''


Suara rintihan wanita terdengar dari sofa, Tapi ara tetap berjalan karena kamar nya melewati sofa tersebut.


Deg.


''Ehh.''


Malika menarik kain yang ada untuk menutupi tubuh nya, Tapi ken seolah tidak peduli dan malah semakin brutal.


Tidak ingin hati nya semakin sakit, Ara berjalan seolah tidak melihat apa pun. Wanita yang sangat tegar, Meski ia kerap menangis jika sedang sendiri.


''Aku juga istrimu ken, Tapi kau hanya menyiksa kau tanpa henti.'' Isak ara ketika sudah di dalam kamar.


Luruh tubuh dan air mata nya, Hanya ruangan sempit ini yang menjadi saksi rasa hancur dan terluka nya dinara aganor.


''Aku lebih dulu menjadi istrimu, Tapi mencium ku saja kau tidak sudi.'' Keluh ara mengingat sikap kenzo.


Hampir satu jam ia menangis, Setelah lelah. Kini ara mengambil handuk untuk membersih kan diri.


Karena memang kamar nya ini tidak ada kamar mandi, Ara harus pergi kedapur untuk mandi di sana.


Dengan perasaan yang sedikit bimbang, Ara melangkah menuju dapur. Saat melewati sofa yang mencabik cabik hati nya, Mata ara melirik.


''Sudah tidak ada.'' Batin ara mencari dua manusia yang bergulat tadi.


Senyum lega menghiasi bibir nya, Segera ia menuju kamar mandi. Baju ganti pun sudah ara bawa.


''Anda mau mandi nona dinara ?'' Sapa suara wanita.


''Eemm ?''

__ADS_1


Ara menoleh kemeja pantry, Tampak malika tengah duduk sambil menyesap jus orange dengan santai.


''Mandi lah dulu.'' Suruh malika.


Dinara masuk kedalam kamar mandi, Sambil mandi ia membayangang kan wajah kenzo yang selalu menghiasi mata nya.


20 menit kemudian.


''Duduk lah sini dulu, Kebetulan aku masih cuti kerja.'' Ajak malika ramah.


Malika memang gadis yang baik, Meski ia tau kenzo sangat benci kepada ara. Namun ia tidak ingin ikut membenci nya.


''Ada apa ?'' Tanya ara duduk di hadapan malika.


''Aku bosan sendirian, Tidak ada teman mengobrol.'' Ucap malika.


''Oh.''


Wess.


Angin dingin lewat menerpa malika yang tercengang, Ternyata gadis di hadapan nya ini memiliki sifat yang sama dingin nya dengan kenzo.


''Apa kamu sudah makan nona ?'' Tanya malika mencoba mencair kan suasana.


''Tuan ku belum memberi kan aku makanan.'' Jawab ara.


''Ayo makan bersama ku.'' Ajak lika senang.


''Tidak perlu.'' Tolak ara langsung berdiri.


Lagi lagi malika terdiam karena dingin nya gadis ini, Bahkan tanpa ragu. Dinara berjalan pergi tepat di hadapan malika.


''Hah! Aku bagai kan berbicara dengan balok es.'' Rutuk malika.


Tak lama shiba datang mengambil piring serta nasi putih, Tidak lupa juga dengan telur goreng dan cumi goreng.


''Apa itu untuk nya ?'' Tanya malika.


''Iya.''


''Tadi kau kan yang menggoreng nya sendiri ?'' Tanya malika memastikan.


''Kenapa ?''


''Boleh kah aku minta satu cumi goreng nya ?'' Tawar malika yang melihat cumi masakan shiba.


Shiba menatap malika yang juga tengah menatap nya, Entah kenapa shiba sangat kesal jika berbicara pada lika.


''Kau sudah makan apa pun yang kau mau dari kenzo, Kenapa hanya sebuah cumi pun kau tidak rela memberikan pada nya ?!'' Kesal shiba pergi meninggal kan malika.


''Hah?!''


Tinggal malika yang terbengong mendengar jawaban pedas nya shiba, Tadi ia sungguh ngiler melihat cumi yang di goreng.

__ADS_1


__ADS_2