
Kenzo menatap bingung kepada mommy nya, Gefari sedang memasukan baju dan barang barang milik nya.
''Baju ken mau di bawa kemana mom?'' Tanya kenzo sambil memutar kursi roda nya.
''Mommy tidak ingin ken ada di mansion ini.'' Jawab gefari tanpa menoleh.
''Mommy mau mindahin ken keluar negeri, London atau spanyol?'' Tanya ken lagi.
Tidak ada jawaban lagi dari mulut mommy nya, Setelah selesai mengepak semua barang kenzo. Gefari mendorong kursi roda ken masuk kedalam lift.
''Sebenar nya ken mau di bawa kemana mom?'' Ulang kenzo.
Masih diam membisu gefari, Hingga mereka tiba di lantai dasar. Dinara menatap gefari dan kenzo yang baru turun.
''Mulai sekarang mommy tidak mengizin kan lagi kalian tinggal di sini, Karena kalian sudah menikah! Maka ken harus bisa menghidupi dinara." Tegas gefari.
"Mommy tega mengusir kenzo?!" Kaget kenzo terbelalak.
"Ken harus bisa mandiri." Ucap gefari tanpa bisa menatap anak nya.
Biar bagaimana pun gefari sebenar nya tidak tega untuk membuang anak nya, Tapi ia masih menguat kan hati.
"Kenapa mommy tiba tiba begini?" Tanya ara mendekati.
"Silah kan kalian angkat kaki." Usir gefari.
"Tapi kenzo masih butuh mommy!" Rengek kenzo.
Bodyguard bergerak membawa mereka keluar, Kenzo masih berteriak memanggil manggil nama mommy nya.
"Hei! Biar kan aku mengemasi barang ku dulu!" Sentak dinara mengibas kan tangan bodyguard.
"Ini barang anda sudah saya masukan semua nya nona." Ujar scot membawa dua tas besar.
"Yah! Kapan kau melakukan ini." Teriak dinara galak.
"Tidak penting kapan saya melakukan nya! Yang penting kalian harus angkat kaki dari sini." Usir scot.
"Berani kau mengusir ku scot!" Bentak kenzo.
Tapi scot tetap mendorong mereka dan segera menutup pintu utama, Tinggal sepasang suami istri yanh kebingungan ini.
"Ini semua gara gara kau! Jika kau tidak di sini, Maka aku tidak akan di usir." Sentak dinara menyalah kan istri nya.
"Maaf kan aku kak." Lirih dinara juga merasa bersalah.
__ADS_1
"Mom! Buka pintu nya, Ken mau masuk mom!" Teriak kenzo.
Tidak ada pergerakan dari pintu yang tertutup rapat, Kenzo tidak menyangka jika mommy nya setega ini.
"Ayo kita pergi kak." Ajak dinara ingin mendorong kursi roda kenzo.
"Tidak mau! Kau saja yang pergi." Tolak kenzo.
"Aku tidak mungkin meninggal kan kakak sendirian." Ucap dinara lembut.
"Jika kau pergi, Maka mommy pasti akan menerima ku lagi." Sentak kenzo.
Ceklek.
Pintu terbuka, Muncul gefari dengan wajah datar tanpa ekspresi nya. Kenzo tahu jika mommy nya berhati dingin, Tapi yang kenzo tidak menyangka adalah. Gefari juga bisa bersikap dingin pada putra nya.
"Walau pun dinara pergi, Mommy akan tetap mengusir mu." Tegas gefari.
"Kenapa mommy tega pada ken?" Tanya kenzo meniti kan air mata.
Seorang kenzo de lamozada hanya menangis untuk mommy nya, Ia tidak pernah menangis untuk hal lain.
"Kau buat lah pilihan, Jika ara pergi sendiri. Maka kau juga akan pergi sendiri, Tapi jika kau menerima ara. Maka kau memiliki teman." Ucap gefari.
"No! Mommy hanya tidak mau menanggung beban hidup kalian." Jawab gefari pedas.
"Tapi ara kan bisa menghasil kan uang selama ini mom." Protes dinara.
"Buktikan lah." Jawab gefari tersenyum sinis.
Usai berkata pedas, Gefari masuk dan mengunci pintu. Saat di dalam mansion, Jatuh merosot ia kelantai karena merasa sangat kejam pada putra nya.
"Sabar ya! Ini demi terbuka nya hati kenzo." Gara berbisik sambil memeluk adik nya.
"Putraku menangis karena ucapan ku gara." Adu gefari tersedu sedu.
"Ini hanya tiga bulan, Jika dalam tiga bulan kenzo tidak juga bisa menerima ara. Maka aku akan mengurus perpisahan mereka." Janji gara.
Akhir nya gefari hanya bisa mengangguk pasrah, Mereka sudah merunding kan rencana ini saat berada di markas utama tempo hari.
...****************...
Mobil dinara berhenti di sebuah rumah yang lumayan besar walau tidak semewah mansion gefari, Segera ara turun dan membuka bagasi mengambil kursi roda kenzo.
"Ayo, Hati hati." Ujar dinara membantu kenzo.
__ADS_1
Setelah kenzo duduk, Dinara mendorong nya sampai di depan pintu. Pintu yang terkunci langsung ia buka.
"Rumah siapa ini ?" Tanya kenzo menatap sekeliling.
"Rumah ara kak." Jawab dinara tersenyum manis.
Hancur harga diri kenzo mendengar jawaban dinara, Kini ia harus menumpang di rumah wanita yang ia benci. Jika bukan karena kepepet, Kenzo tidak akan sudi kemari.
Semua mansion milik de lamozada menolak kehadiran nya, Bahkan saat tadi ia mendatangi mansion markus sang kakek. Ia pun juga di tolak.
"Kakak mau kamar yang mana?" Tanya dinara memberi pilihan.
Rumah ini tidak bertingkat walau pun sangat besar, Dan kamar nya hanya ada empat. Kenzo menunjuk kamar yang dekat kolam renang.
"Aku ingin yang itu." Tunjuk kenzo.
Dinara mendorong kursi roda suami nya, Ia membuka kamar yang terlihat bersih dan juga nyaman.
"Mau langsung istirahat atau mau ketoilet dulu?" Tanya dinara lembut.
"Kau kira aku sangat tidak berguna! Sehingga ketoilet pun harus kau tanya!" Bentak kenzo.
"Maaf kan ara kak, Ara pikir kakak ingin cuci kaki dulu sebelum tidur." Jawab dinara menunduk.
"Kaki ku sudah tidak berguna! Untuk apa juga di cuci." Ketus kenzo di tengah rasa frustasi nya.
"Kakak tetap berguna bagi ara!" Ucap dinara memegang tangan kenzo.
"Lepas kan tangan ku!" Bentak kenzo kasar.
"Baiklah, Kakak mau apa sekarang?" Tanya dinara penuh dengan rasa sabar.
"Istirahat lah bodoh!" Umpat kenzo.
Dinara menopang tubuh kenzo untuk naik keranjang, Jarak yang begitu dekat. Aroma tubuh kenzo membuat ara berdebar.
"Istirahat ya kak, Nanti jika butuh apa apa segara telepon ara saja." Ujar dinara menyerah kan ponsel kenzo.
"Pergi lah cepat! Kau membuat ku muak saja." Ketuz kenzo.
Walau pun hati nya sakit mendengar ucapan kenzo, Tapi dinara masih saja tersenyum manis. Seolah ia sangat kebal dengan caci maki serta siksaan kenzo.
"Aku memang bodoh kak, Bodoh karena cinta yang ku miliki untuk mu! Jika aku pintar, Maka aku tidak akan sudi menerima mu." Batin dinara mengusap air yang jatuh dari mata nya.
Hello gusy, Jangan lupa dukungan nya ya🙏
__ADS_1