Please Love Me Tuan Ken

Please Love Me Tuan Ken
#35


__ADS_3

Lelah. Itu lah yang di rasa kan sepasang suami istri ini, Usai pertempuran yang membuat dengkul lemas. Mereka terkapar di atas ranjang hingga pagi hari.


''Aduhh.''


Saat bergerak ara merintih karena bagian intim nya terasa perih, Tujuan nya adalah kamar mandi untuk membersih kan diri.


''Mau kemana?'' Tanya kenzo masih menutup mata.


''Toilet.''


Tanpa suara lagi, Kenzo bangkit menggendong ara masuk kedalam kamar mandi. Jauh di dalam hati nya, Ara merasa sangat bahagia oleh perhatian kenzo.


''Keluar lah bang.'' Usir dinara yang ingin membersih kan diri.


"Abang juga mau mandi." Ujar kenzo menghidup kan shower.


"Gantian dong bang." Sahut ara di tengah rasa malu nya.


Sudut bibir kenzo terangkat karena ia tahu ara merasa malu, Namun ia tidak peduli dan memilih mandi saja.


Karena kenzo tetap kekeh ingin mandi bersama, Dinara tidak punya pilihan lain lagi. Ia berjongkok untuk buang air kecil.


"Iissh perih nya." Keluh dinara tanpa sadar.


"Apa nya yang perih?" Tanya kenzo mendekati ara.


"Sana lah bang! Ngapain malah ngintip." Rutuk dinara.


"Biar abang lihat, Siapa tahu ada yang luka." Paksa kenzo.


"Bukan lagi luka! Robek yang ada." Sahut ara berdiri.


Melihat istri nya yang menolak untuk di periksa, Akhir nya kenzo memilih untuk membantu mengoles kan sabun di punggung dinara.


"Ara bisa sendiri bang." Tolak dinara merasa khawatir.


"Biar abang saja, Cuma menggosok kok." Ujar kenzo yang belum merasa kan datang nya sinyal.


Namun semakin lama ia menggosok punggung istri nya, Maka semakin tegak pula cacing alaska yang di bawah sana.


"Tuh kan!"


Rasa khawatir ara menjadi nyata, Kini kenzo sudah merapat dari arah belakang. Bokong nya terasa ada yang mengganjal.


"Ra."


"Enggak!" Tolak ara cepat.


"Sekali saja." Tawar kenzo.


"Tidak mau! Punya ara masih sakit." Sahut dinara membilas tubuh nya.


Melihat istri nya yang benar benar masih merasa sakit, Kenzo akhir nya memilih untuk memendam nya saja.


"Nanti malam boleh ya?" Tawar kenzo penuh harap.


"Dasar maniak!" Ejek dinara.


"Gak pa pa dong, Kan sama istri sendiri." Jawab kenzo membela diri.


"Nanti kita negosiasi kan lagi." Ujar dinara meninggal kan kenzo.

__ADS_1


Bersorak senang kenzo mendengar jawaban istri nya yang seperti nya ada harapan, Cepat ia mandi karena ingin sarapan bersama dinara.


"Kok belum pakai baju?" Tanya kenzo keheranan.


"Aku gak punya baju." Jawab dinara yang terlihat sangat dongkol.


"Kemarin kamu kan bawa koper juga sayang." Ujar kenzo membuka lemari.


Dinara melengos malu ketika kenzo memanggil nya sayang, Merah merona ia karena bahagia.


"Kamu bawa nya baju seperti ini semua?" Tanya kenzo menunjuk semua baju haram.


"Kerjaan jesslyn itu!" Ketus dinara.


"Pinter juga adik ku." Batin kenzo tersenyum senang.


"Gimana dong ini?" Kesal dinara.


"Pakai baju ku saja." Usul kenzo.


"Gak mau!" Tolak dinara cepat.


...****************...


Setelah terjadi perdebatan, Akhir nya kenzo keluar untuk membeli beberapa pakaian untuk istri nya.


"Kita ini mau jalan jalan di pantai bang! Kenapa beli baju nya model hodie semua?!" Protes ara.


"Kalau gak mau pakai itu, Ya pakai baju yang di koper saja." Jawab kenzo cuek.


Semua baju yang di beli kenzo ukuran over size, Di tambah semua nya model hodie dan celana jeans panjang.


"Mati kepanasan aku." Rutuk dinara yang mau tidak mau memakai hodie.


"Tentu saja kita! Masa mau diam di kamar terus." Sahut dinara menyumpal mulut nya dengan avocado.


"Nama nya juga bulan madu, Tentu saja waktu nya kita habis kan di atas ranjang." Ujar kenzo menyeringai mesum.


"Kalau cuma mau bergulat di ranjang, Untuk apa kita membuang buang uang kita untuk pergi kesini." Jawab dinara.


"Uang tidak seberapa!" Ujar kenzo sombong.


"Sombong sekali anda tuan ken." Ejek dinara.


"Sombong itu perlu."


"Jangan sombong karena harta dan uang mu banyak! Sepatu fir'aun yang sangat mahal saja diam nya di neraka, Sedang kan sandal jepit bhilal bin rabah terdengar di surga." Nasihat dinara pada suami nya.


"Hanya dengan mu saja aku sombong! Dengan yang lain tidak kok." Jawab kenzo mengelak.


Dinara geleng geleng kepala mendengar jawaban suami nya ini, Masih bisa kenzo mengelak padahal ia memang sangat sombong dan arogan.


"Jadi benar kita cuma di kamar saja?" Tanya dinara memastikan.


"Nanti sore kita jalan jalan." Janji kenzo.


"Alhamdulillah." Dinara bersorak senang.


Tidak sia sia ia membawa camera untuk mengambil foto romantis mereka, Ia bisa memposting liburan nya bersama sang suami untuk di pamer kan.


Sore hari.

__ADS_1


"Mana sih abang?!" Rutuk dinara karena lelah menunggu kenzo.


Mereka berangkat masing masing, Karena kenzo bilang masih ingin mengambil sesuatu di penginapan.


"Dinara!"


Mendengar nama nya di panggil, Ara menoleh untuk melihat. Seorang pria berwajah imut menghampiri nya sembari tersenyum.


"Mengenal ku?" Tanya dinara.


"Aku salah satu fans nya kakak di IG." Jawab nya antusias.


"Ohh, Kenalan dulu dong." Ujar dinara mengulur kan tangan.


"Arm kak." Sambut nya girang.


"Kamu warga mana sih, Imut banget." Ujar dinara merasa gemas.


"Aku asal thailand kak." Jawab nya tersenyum manis.


Setelah saling mengenal, Ujung ujung nya arm meminta foto dengan idola nya ini. Mereka tertawa girang setelah mengambil foto yang bagus.


Tidak sadar kalau sepasang mata tengah menatap nya bengis, Amarah nya meluap di dada nya.


"Aku pergi dulu ya kak." Pamit arm.


"Hati hati." Ujar dinara.


Setelah kepergian arm, Mata dinara menjelajah mencari keberadaan nya kenzo. Matahari mulai terbenam, Hingga cahaya nya berkilauan.


''Tampan nya.'' Desis dinara kagum.



"Abang!"


Meski kenzo mendengar teriakan istri nya, Namun ia tidak berniat menjawab. Wajah nya terlihat masam.


"Emang abang bisa main?" Tanya dinara tersenyum sumringah.


Tidak ada jawaban dari mulut beruang kutub, Ia malah berlari kelaut untuk mencari ombak yang menantang.


"Pasti ada yang salah." Tebak dinara karena merasa dengan sikap kenzo.


Akhir nya ara memilih untuk duduk di pasir sambil melihat suami nya, Mata semua wanita juga melihat kenzo yang hanya menggunkan celana pendek.


Lima belas menit kemudian kenzo sudah naik kedaratan, Namun masih saja wajah nya tidak menunjukan keramahan.


"Abang kenapa sih?" Tanya dinara mengekori langkah kenzo.


"Tidak usah bicara padaku! Bicara saja pada bocah itu." Ketus kenzo.


"Bocah siapa?" Bingung dinara.


Lama dinara mengingat bocah yang di maksud kenzo, Hingga ia mengingat arm yang tadi ngobrol dengan nya.


"Arm tadi?" Tanya ara memastikan.


"Cih! Kau bahkan sempat berkenalan." Sinis kenzo tidak senang.


"Dia masih bocah bang." Ujar dinara merangkul lengan kenzo.

__ADS_1


"Tidak peduli itu bocah atau pun setan! Jika dia lelaki maka aku akan cemburu, Kecuali papa dan kakak mu." Tegas kenzo.


__ADS_2