
Empat bulan kemudian.
Ara sedang duduk dengan perut yang membuncit besar, Tanggal kelahiran nya sudah semakin dekat. Dokter menyaran kan cesar saja, Karena resiko nya besar jika melahir kan anak kembar secara normal.
Kamar untuk bayi kembar nya sudah terlihat rapi dan bersih dengan nuansa kuning dan putih, Dua kasur bayi juga menunggu kedatangan tuan nya.
''Enggap sekali.'' Keluh ara terengah engah.
Di saat nafas nya yang ngos ngosan, Tiba tiba saja ara merasa kan sakit yang luar biasa di pinggang dan perut nya.
''Ssshh! Sakit sekali ya allah.'' Keluh ara memegangi perut bawah nya.
Untuk berdiri saja ara merasa tidak kuat sangking sakit nya, Terpaksa ia menyeret tubuh nya untuk keluar dari kamar baby.
''Hanaaa!! Tolong aku.'' Teriak dinara menggelegar.
"Sabar ya nak! Jangan keluar sekarang." Bujuk ara mengusap perut buncit nya.
Di saat seperti ini peran suami sebenar nya sangat lah di butuh kan oleh seorang istri, Namun suami ara tidak bisa mendampingi istri nya.
"Hana!! Aakkh sakit sekali perut ku."
__ADS_1
Hana belum juga muncul, Mungkin saja adik ipar nya ini sedang sibuk mengurus vegas yang mulai hendak berjalan.
"Nona! Apa yang terjadi?!" Reyhan kaget melihat kondisi nona nya.
"Tolong aku reyhan! Antar aku kerumah sakit." Pinta dinara lemas.
"Maaf kan saya nona, Karena lancang menyentuh anda." Ujar reyhan.
Ara hanya mengangguk pasrah, Reyhan menggendong ara masuk lift untuk menuju lantai dasar. Setelah sampai mereka langsung masuk mobil.
"Ada apa ini?" Tanya jhon yang baru datang.
"Astaga! Cepat bawa kerumah sakit." Panik jhon.
"Aku ikut mobil kalian saja." Ujar radha istri nya jhon.
"Yah! Pergi lah dulu kalian, Aku masih ada urusan sebentar." Sahut jhon bergegas kedalam.
Mobil reyhan meluncur menuju rumah sakit dengan kecepatan tinggi, Sedang kan jhon berlari memasuki kamar kenzo.
Mata jhon menatap keponakan nya yang terbujur pucat di atas ranjang, Meski ia merasa kasihan pada kenzo. Tapi jhon lebih kasihan pada ara.
__ADS_1
"Sampai kapan kau akan seperti ini ken? Tidak kah kau ingin bangun, Ku rasa mommy mu juga sangat sedih melihat kau terpuruk begini." Ujar jhon duduk di samping ranjang.
Kenzo masih tidak ada reaksi, Pria ini masih terpejam dengan tubuh yang sekarang sangat kurus kering.
"Sudah cukup kau tidak memberi perhatian pada istri mu saat dia hamil, Apa sekarang kau juga tidak ingin menemani masa persalinan nya?!" Tanya jhon.
"Istrimu bertaruh nyawa untuk melahir kan anak mu! Lalu kau hanya diam di tempat tidur?! Kau sangat lah pecundang ken." Desis jhon.
Usai berkata demikian kepada keponakan nya, Jhon melangkah pergi dari kamar kenzo. Ia ingin menemui yang lain untuk memberi kabar tentang ara yang akan melahir kan.
"Anak ku mau melahir kan?! Di mana dia sekarang jhon?!" Kaget yarri.
"Di rumah sakit xxx, Segera temani dia sekarang." Jawab jhon.
"Baik lah, Aku akan menjemput safira dulu." Ujar yarri.
"Tidak perlu! Tadi scot yang menjemput istri mu." Ucap jhon.
"Ayo kita pergi sekarang!" Ajak yarri tergesa gesa.
Kini yarri dan jhon sudah di dalam mobil menuju rumah sakit tempat ara melahir kan, Yarri tampak cemas dan gelisah.
__ADS_1