
Pandangan tajam menusuk sejak tadi membuat kenzo merasa gelisah, Entah memang kenzo goblok atau memang tidak peka. Sampai saat ini ia masih tidak tahu kenapa istri nya terlihat galak.
''Ayo makan ini ken.'' Rindia memberikan sepotong daging.
Saat kenzo akan memasukan nya kedalam mulut, Kaki nya di bawah meja di tendang dengan keras.
''Aarrkhh!"
"Abang kenapa?" Tanya dinara tanpa dosa.
"Hah?!"
Kenzo melongo mendengar pertanyaan istri nya, Seratus persen kenzo yakin kalau yang menendang kaki nya adalah dinara.
"Coba abang lihat ponsel dulu, Tadi ara dengar ada pesan masuk." Ujar dinara memberi senyum iblis.
"Be benarkah?" Tanya kenzo gagap.
Saat kenzo membuka ponsel, Mata nya menyipit karena pesan itu dari dinara. Langsung saja ia membuka pesan.
"Sungguh?!" Tanya kenzo memastikan isi pesan tersebut.
"Tergantung sikap mu." Jawab dinara cuek.
"Ada apa ken?" Tanya rindia penasaran.
"Tidak."
Dinara menyeringai karena kenzo kini berubah diam dan tidak terlalu menanggapi omongan rindia, Bahkan kenzo lebih mendekati istri nya.
"Kamu kerja apa ra?" Tanya rindia.
"Enggak kerja." Jawab dinara cuek.
"Kita jangan jadi pengangguran ra, Kalau kerja kan suami kita jadi sedikit terbantu." Ujar rindia.
"Aku yang melarang nya bekerja." Sahut kenzo.
Rindia menoleh kearah kenzo, Rasa kagum nya pada pria ini tidak pernah luntur sejak mereka remaja dulu.
"Kalau kita tidak kerja, Semua nya bergantung pada suami." Ucap rindia seolah mengejek.
"Aku justru senang kalau ara bergantung sepenuh nya padaku." Jawab kenzo memegang tangan dinara.
"Andai saja aku punya suami seperti mu." Ujar rindia sambil menyedot jus.
"Kau pasti akan menemukan yang lebih baik dari aku." Ujar kenzo.
Kini dinara yang tersenyum, Bahkan tawa kecil keluar dari mulut nya. Rindia menatap tajam kearah dinara.
"Jika kau ingin memiliki suami seperti kenzo, Kau akan merasa kan lelah nya di ranjang." Bisik dinara namun masih bisa di dengar kenzo.
"Uhuk, Uhuk!"
Reflek kenzo terbatuk ketika mendengar ucapan istri nya, Ia tidak menyangka jika ara bisa berucap frontal begitu.
"Kau tidak tahu malu." Geram rindia dengan wajah merah.
"Aku hanya bicara soal itu saja kenapa anda marah tante?!" Tanya dinara.
__ADS_1
"Tante?! Kau memanggil ku tante?!" Rindia langsung berdiri kaget.
"Yah! Bukan kah usia mu hampir empat puluhan? Atau bahkan lebih." Ucap dinara tersenyum puas.
"Ken! Lihat lah istrimu." Teriak rindia memegang lengan kenzo.
Kenzo berdiri untuk menengahi mereka, Dinara menatap suami nya yang tampak kebingungan.
"Minta maaf pada nya ra!" Suruh kenzo.
"Aku?!"
Dinara menunjuk wajah nya ketika kenzo menyuruh nya minta maaf pada rindia, Darah ara mendidih karena kenzo seolah lebih membela teman gatal nya ini.
"Rindia."
Rindia melipat tangan dan memasang wajah angkuh ketika ara mendekati nya, Hati nya sangat girang karena kenzo berada di pihak nya.
"Kau bangsaat!"
Makian dinara membuat pengunjung lain menoleh, Bukan hanya rindia yang kaget. Kenzo pun sama syok nya.
Usai memaki rindia, Dinara pergi dengan emosi yang meluap. Kenzo mengejar istri nya yang sudah masuk taxi.
"Kenzo!"
Rindia menarik tangan kenzo yang akan masuk mobil, Akhir nya kenzo pun berhenti untuk menghargai teman nya.
"Kamu mau pulang sekarang?" Tanya rindia memasang wajah memelas.
"Istriku marah rin, Lain kali kita bisa makan lagi." Janji kenzo.
"Janji ya." Pinta rindia.
"Kau harus menjadi milik ku ken! Tidak masalah walau pun aku jadi yang kedua." Lirih rindia ketika kenzo sudah melaju dengan mobil nya.
...****************...
"Di mana dia?" Batin kenzo ketika melihat kamar nya sudah kosong.
Mansion de lamozada hanya ada kenzo dan para bodyguard, Jesslyn sudah ikut niko pulang kelondon. Sedang kan gefari masih mengurus kaisar.
"Sayaaang!!"
Tidak ada sahutan dari dinara, Entah kemana pergi nya. Karena tak kunjung menemukan istri nya, Kenzo turun kelantai bawah.
"Apa ada yang melihat istriku?" Tanya kenzo pada maid.
"Nona sedang di halaman belakang tuan." Jawab maid.
Bergegas kenzo kehalaman belakang, Gazebo tampak kosong. Hanya ada kain berwarna putih di atas kursi.
"Ya allah!"
Berseru kaget kenzo ketika dinara tiba tiba muncul dari dalam danau, Rambut yang basah. Serta hanya memakai dalaman, Tentu saja dinara sangat menggoda di mata kenzo.
"Kamu berenang sendiri sayang?" Tanya kenzo mendekati dinara.
"Mau ngajak bodyguard kamu yang cakep pakai kunciran itu sih sebenar nya." Tunjuk ara pada bodyguard tampan.
__ADS_1
"Jika kau berani melakukan nya, Maka aku akan menghukum mu!" Ancam kenzo menarik pinggang ara.
"Cih! abang egois sekali." Sinis dinara.
Kenzo mengerenyit tidak mengerti, Sedang kan dinara kembali masuk kedalam danau yang jernih itu.
Byuurr.
Usai melepas jas dan kemeja nya, Kenzo ikut menyusul ara di dalam danau. Namun ia tidak berhasil menemukan ara yang sedang menyelam.
"Ara!!"
Tidak ada sahutan dari danau, Bahkan hanya kecipak air dari kenzo yang terdengar. Kenzo mulai panik karena ara tak kunjung muncul.
"Sayang!!"
"Apa sih bang?!" Rutuk dinara muncul kepermukaan.
"Abang takut kamu hilang ra." Seru kenzo memeluk dinara.
"Awas ihh!"
Dinara melepas kan pelukan kenzo, Ia ingin menghukum suami tidak peka nya ini. Masih saja terngiang ngiang di telinga ara saat tadi kenzo menyuruh nya minta maaf pada rindia.
"Abang tidak boleh menyentuh ara selama satu minggu." Tegas dinara.
"Emang kenapa? Tadi kan kamu janji mau makan ice cream abang." Ujar kenzo mengingat kan istri nya.
"Tidak jadi, Karena abang lebih membela dia dari pada ara." Kesal dinara.
"Membela bagai mana sih? Bahkan abang tadi sama sekali tidak makan yang rindia kasih." Ucap kenzo.
Saat di restoran tadi, Ara mengirim pesan yang berisi. Jika ia mau makan ice cream kenzo dengan syarat kenzo tidak boleh makan yang rindia berikan.
"Tapi abang membela dia." Kesal dinara.
"Bukan membela ra! Lagian kamu kenapa manggil dia tante coba." Ujar kenzo tidak mengerti.
"Ara tu kesal bang!" Teriak dinara.
"Kesal kenapa?" Bingung kenzo.
Ingin sekali rasa nya ara menenggelam kan kenzo kedasar danau sangking jengkel nya, Bahkan sudah sedatail itu pun kenzo masih tidak paham kalau istri nya sedang cemburu.
"Bodo amat!"
Ara meninggal kan kenzo yang masih melongo di danau, Melihat istri nya yang sudah masuk kedalam mansion. Kenzo ikut berlari mengejar istri nya.
"Dinara! Sayangg."
"Kamu kenapa ken?!" Tanya sebuah suara yang berada di sofa.
"Papa!"
Ternyata yarri sedang duduk di sofa menunggu mereka, Wajah bingung kenzo membuat yarri keheranan.
"Ada apa?" Tanya yarri mendekati kenzo yang basah.
"Enggak pa! Kami tadi habis berenang di danau." Jawab kenzo.
__ADS_1
"Ya sudah, Ajak istri mu turun nanti ya." Suruh yarri.
Kenzo mengangguk dan langsung naik kelantai tiga menggunakan lift, Pikiran nya jadi semakin bingung.