
Dari jauh seorang gadis sedang mengamati pria yang menjalani terapi, Ingin sekali ara ikut mendekati kenzo. Tapi karena larangan dari mommy nya, Ara hanya bisa melihat dari jauh saja.
''Saya akan menopang tubuh anda tuan, Tolong langkah kan kaki anda.'' Pinta perawat sopan.
''Jika saja aku bisa melangkah, Sudah sejak tadi ku lakukan!'' Sentak kenzo.
''Maaf tuan.''
''Aku mau pulang saja mom! Tidak berguna terapi ini.'' Kesal kenzo melempar tongkat besi.
''Kita kan baru dua kali melakukan terapi nak.'' Ujar gefari.
''Ken mau pulang saja mom!'' Teriak kenzo.
Mau tidak mau, Akhir nya gefari mendorong kursi roda kenzo meninggal kan ruang terapi. Kenzo tidak memiliki semangat lagi untuk sembuh.
''Dinaraa!!''
Untung saja saat para fans ara menjerit heboh, Kenzo dan gefari sudah masuk mobil. Sehingga kenzo tidak menyadari kehadiran nya di halaman parkir rumah sakit.
''Boleh foto dong ara.'' Pinta fans dinara.
Sebagai selebgram yang mempunyai enam belas juta pengikut, Ara tentu sangat terkenal di kalangan muda mudi.
Akun toktok nya juga tak kalah banyak yang memfollow, Sehingga nama dinara sudah tidak asing lagi.
''Boleh.'' Sambut ara ramah.
"Kalau buat konten boleh enggak ra ?" Tanya yang lain nya.
"Kayak nya kalau konten tidak bisa ya guys, Soal nya aku lagi buru buru." Tolak dinara halus.
"Kok ara kita di rumah sakit sih, Emang kamu sakit ya?" Tanya mereka perhatian.
"Enggak, Tadi aku jenguk teman saja." Jawab ara.
Hampir satu jam dinara dan para fans nya berfoto foto, Hingga akhir nya hari pun mulai menjelang malam baru lah ara bisa menyetir mobil nya pulang.
Sinar matahari yang mulai tenggelam terlihat indah kemerahan, Mobil ara melaju cepat untuk kembali melihat keadaan suami nya.
"Mommy sama kak ken sudah pulang ya?" Tanya ara pada bodyguard.
"Sudah nona, Ada tuan jhon dan juga tuan gara di dalam." Ujar bodyguard.
"Ooh, Ada uncle gara dan jhon." Sahut ara melangkah cepat.
Terlihat gefari dan kakak nya sedang membicarakan sesuatu, Dan tampak pula mereka sudah berpakain rapi seakan mau menghadiri sebuah acara.
"Mommy mau pergi?" Tanya ara ketika sudah menyalami mereka bertiga.
__ADS_1
"Iya, Kita ada acara penting." Sahut gefari.
"Kamu jangan kemana mana ya ra, Tolong jaga kenzo." Pinta gara.
"Iya uncle, Paling ara cuma posting barang saja di kamar." Jawab ara.
"Jangan masuk kamar nya ken ya ra, Suasana hati kenzo sedang buruk." Gefari memperingati dinara.
"Iya mom."
"Ya sudah, Kita pergi dulu ya." Pamit gara.
"Hati hati di jalan mommy dan uncle." Ucap ara.
Gefari dan kedua kakak nya ada pesta yang harus di hadiri, Walau pun terpaksa. Namun akhir nya gefari mau ikut pergi.
"Jadi sampai sekarang dinara belum pernah tatap muka dengan kenzo ?" Tanya jhon saat di dalam mobil.
"Belum." Jawab ge pelan.
"Mau sampai kapan kau melarang nya bertemu ge, Lebih bagus jika kau mencoba membuat mereka bertemu agar ara juga tidak menunggu yang tidak pasti." Ucap gara merasa kasihan pada dinara.
"Aku tidak punya nyali gara." Jawab ge menyandar kan kepala nya.
Jhon merangkul adik nya ini, Dulu gefari sangat tegar menghadapi berbagai macam masalah. Tapi sejak jakson meninggal, Hati nya sangat mudah rapuh.
"Kaisar sudah ada kabar ?" Tanya jhon.
"Tuan markus sudah turun tangan untuk mencari nya." ujar gara.
"Hmm."
...****************...
Mansion de lamozada.
Untuk menghilang kan penat nya, Ara mengguyur tubuh mungil namun memiliki otot itu. Rasa segar membuat nya kembali fresh.
Usai mandi, Ara memutus kan untuk diam saja di kamar sambil mengecek beranda toktok dan IG nya.
Ting.
Sebuah notif masuk, Saat di buka ara langsung tersenyum lebar. Uang senilai dua puluh juta sudah masuk kedalam rekening nya.
"Alhamdulilah, Buat tambahan tabungan." Ara bersyukur dengan pendapatan nya.
Hingga ia tidak sadar kalau sudah hampir satu jam ia menscrol beranda nya, Hingga terdengar suara alarm yang meraung raung.
"Kak ken!"
__ADS_1
Kamar kenzo memang di pasang alarm oleh gefari, Sehingga kenzo hanya tinggal menekan remot jika butuh sesuatu.
"Aduuh! Masuk apa tidak ya?" Batin ara ragu ragu.
Dinara ragu untuk membuka pintu kamar kenzo yang kunci nya di gantung di dekat pintu, Maid juga ikut berdatangan setelah mendengar suara itu.
"Apa yang harus kita lakukan nona ?" Tanya maid kebingungan.
"Apa mommy tidak memberitahu kak ken ya kalau dia akan pergi." Ujar dinara.
"Mungkin tidak nona." Jawab maid.
Suara masih memekan kan gendang telinga, Sudah pasti kenzo sangat butuh sesuatu. Hingga dinara pun bertekad masuk dan mengabai kan ucapan gefari.
Ceklek.
"Kenapa mommy lama sekali? Aku jadi kencing di kasur." Protes kenzo belum sempat melihat wajah siapa yang masuk.
"Kenapa kau kemari?!" Teriak kenzo.
Meski awal nya ragu, Tapi ara tetap melangkah ketika melihat kasur kenzo yang basah oleh air seni nya sendiri.
"Menjauh dariku!" Sentak kenzo masih menekan nekan remot.
Hati ara terenyuh melihat kondisi tubuh kenzo yang jauh berubah, Tubuh kekar itu sudah tidak ada lagi. Kenzo banyak kehilangan berat badan.
"Mommy sedang ada urusan di luar, Biar ara yang membersih kan." Ujar ara mengambil selimut di kasur kenzo.
"Tidak perlu! Aku menunggu mommy saja." Tolak kenzo mengerat kan kembali selimut nya.
Sreet.
Satu kali sentakan, Ara merampas selimut yang kenzo pakai. Bagaian tubuh kenzo sudah basah kuyup, Bau air seni juga menguar. Namun ara sama sekali tidak menunjukan rasa jijik.
"Apa yang kau lakukan dinara?!" Sentak kenzo menepis tangan ara.
"Aku harus membuka celana mu." Jawab ara.
Pias wajah kenzo mendengar jawaban ara, Sudah pasti ara akan bisa melihat tubuh nya yang paling berharga.
"Tidak usah malu, Kakak itu suamiku." Cetus ara menarik celana kenzo.
Tidak bisa lagi kenzo membantah ucapan dinara, Karena kini kenzo lebih fokus kepada malu nya saja.
Sedang kan ara kini mulai mengangkat kenzo untuk duduk di sofa, Karena ia perlu mengganti sprai nya yang basah.
Kenzo hanya bisa meraih bantal sofa untuk menutupi pisang nya, Ara masih menggulung sprai yang kotor.
"Di mana sprai yang baru kak ?" Tanya ara.
__ADS_1
"Lemari."
Lemari berwarna putih ara buka, Ia mengambil sprai berwarna tosca. Setelah semua terpasang, Kini ara mulai mendekati kenzo yang kelimpungan.