
"Aduh takut banget!" Keluh dinara yang tidak jadi masuk.
Sekuat tenaga ia mengumpul kan keberanian nya untuk masuk kekandang beruang kutub, Namun nyali itu selalu padam.
"Ayo semangat ara! Nama nya juga hidup. Kadang di atas, Kadang di bawah. Kadang di borgol, Kadang juga di banting!" Ujar dinara sendirian.
Ceklek.
Dinara membuka pintu kamar dan masuk perlahan, Sedikit meraba ia mendekati ranjang.
Klik.
Seketika lampu menyala ketika ara berhasil menemukan remot nya, Sang beruang kutub sudah duduk menatap nya tajam. Setajam silet.
"Abang marah ya sama ara?" Dinara perlahan mendekati ujung kaki kenzo.
"Kamu nanya! Kamu bertanya tanya?!" Sinis kenzo.
Jika saja tidak ingat kalau suami nya sedang mode ngamuk, Mungkin ara sudah terpingkal pingkal mendengar jawaban kenzo yang sama di media sosial.
"Abang jangan gitu ihk." Ujar dinara memijat lembut kaki kenzo.
"Jangan sentuh! Ku tendang kamu nanti." Ancam kenzo menarik kaki nya.
"Galak banget, Masa istri nya yang cantik ini mau di tendang." Rajuk dinara memasang wajah imut.
"Cih!"
Kenzo membuang muka sambil berdecih, Sesungguh nya ia gemas melihat wajah imut istri nya.
"Bukan nya ara tidak mau hamil bang, Untuk saat ini ara masih takut." Jelas dinara.
"Takut apa? Takut aku akan meninggal kan mu setelah kita punya anak?! Kau takut kalau milik mu jadi lebar dan aku mencari yang sempit lagi?!" Cecar kenzo.
"Ya allah bang! Mulut mu ini." Dinara gemas karena lemes nya mulut kenzo.
"Jangan cakar mulut abang! Nanti tidak bisa menghisap boba mu." Seru kenzo tambah frontal.
"Ya allah! Ya allah."
Sangking frustasi nya dengan ucapan kenzo, Dinara menutup wajah nya dengan gorden agar tidak tertawa geli.
"Yah! Kenapa membelakangi abang?!" Teriak kenzo.
"Oh maaf tuan muda ku." Seru dinara kembali memeluk kenzo.
"Tidak usah peluk lah!" Kenzo jual mahal.
"Tapi tidak mau di belakangi tadi." Ujar dinara.
"Kan bisa duduk di situ, Abang lagi marah." Ketus kenzo.
Ara pun menurut duduk di sebelah kenzo, Wajah tuan muda nya masih tidak tersenyum. Pertanda ia sangat kesal.
__ADS_1
"Apa arti nya abang bagi mu ra?" Tanya kenzo serius.
Jiwa ara yang slengekan sangat tidak bisa jika di ajak bicara serius, Tapi ia tidak bisa menolak percakapan serius ini.
"Abang segala nya untuk ara." Jawab dinara.
"Apa kau mencintai ku?"
"Jangan bertanya tentang cintaku padamu, Bahkan setan pun tertawa melihat kebodohan ku karena cinta ini untuk mu." Jawab dinara.
"Tapi kamu ibu nya setan ra! Jadi setan tidak berani menertawa kan ibu nya." Cetus kenzo membuat dinara ternganga.
"Berarti abang adalah bapak nya setan." Ujar dinara tak mau kalah.
Ada sedikit senyum di bibir kenzo, Rasa marah nya tentang pil kehamilan itu sebenar nya sedikit pudar setelah tadi mendengar ucapan ara bersama gefari. Yang masih membuat kenzo dongkol adalah, Ara tidak membicarakan dulu masalah ini.
"Ara tahu kalau salah! Maafin ara yang bang." Rayu dinara mulai membelai kaki kenzo.
"Terserah lah! Abang capek mau tidur." Ujar kenzo merebah kan diri.
"Yah di tolak." Batin dinara kecewa.
...****************...
Pukul tujuh pagi.
"Nanti malam jadi kita nginap di rumah mama gak ra?" Tanya kenzo yang sudah rapi.
"Kalau abang tidak sibuk saja." Teriak dinara dari dalam ruang ganti.
Dinara keluar dari ruang ganti dengan pakaian yang sudah rapi, Kenzo melirik kesal karena kini istri nya akan bertemu banyak pria tentu nya.
"Tadi malam udah setuju loh, Enggak boleh ingkar janji." Ucap dinara tahu isi hati suami nya.
Semalam ara sempat mengatakan kalau ia akan membantu mommy nya di perusahaan, Karena di sogok dengan martabak spesial. Akhir nya kenzo mengizin kan meski tidak ihklas.
"Selamat pagi semua." Sapa dinara ketika sampai di meja makan.
"Pagi." Jawab kaisar dan hana serta gefari.
"Cantik banget kak, Mau kemana?" Tanya hana memandang kagum.
"Hari ini kakak ara mau mau berjuang." Jawab dinara penuh semangat sambil mengangkat tangan nya keudara.
Kenzo hanya bisa geleng geleng kepala melihat kerandoman istri nya, Gefari pun hanya tersenyum.
"Kau tidak pantas di sebut kakak." Ejek jesslyn baru datang.
"Tapi memang aku sekarang kakak! Karena aku menikahi putra sulung nya mommy!" Jawab dinara bangga.
Jesslyn hendak menjawab ucapan dinara lagi, Tapi niko cepat mencium bibir nya sekilas agar diam.
"Ayo kita sarapan sayang ku." Ajak niko menarik kursi untuk istri nya.
__ADS_1
"Hei! Sopan kah anda begitu di depan janda?!" Teriak dinara menunjuk gefari.
"Kakak! Kenapa malah mengejek mommy?" Hana menarik tangan dinara.
"Ara tidak mengejek kok mom." Cengir dinara ketika melihat wajah mertua nya.
Takut jika kebablasan lagi, Akhir nya dinara duduk di samping kenzo dan mengambil kan sarapan untuk suami nya.
"Mommy hari akan kekota B, Jadi tolong kau urus pekerjaan kantor." Ujar gefari ketika sudah di dalam mobil menuju GG group.
"Baik mom." Angguk dinara.
"Bisa jadi mom menginap satu malam." Ucap gefari memeriksa lokasi di ponsel.
"Hmm, Apa tidak masalah jika nanti malam ara menginap di rumah mama?" Tanya dinara ragu.
"Harus nanti malam ya? Udah ngomong sama safira?" Tanya gefari.
"Belum sih mom, Baru rencana saja dan itu pun kalau abang tidak lembur." Jawab dinara.
"Kalau bisa jangan nanti malam ya ra, Kerjaan banyak banget tu di kantor." Pinta gefari.
"Ya udah deh, Tunggu mommy pulang saja." Putus dinara.
"Maaf ya sayang." Gefari jadi tidak enak hati dengan menantu nya.
"Enggak masalah mom, Ara malah seneng bisa bantu gini." Jawab dinara tulus.
Gefari merangkul menantu pertama nya ini, Meski kadang somplak. Tapi kadang ara sangat dewasa dan juga bijak saat mengambil keputusan.
GG group.
Dinara sudah duduk di kursi kebesaran nya gefari, Dan gefari juga sudah berangkat di temani gara. Kini ara harus mengurus semua kerjaan, Namun ia masih mendapat bantuan dari scot.
"Baca dengan teliti nona." Scot mengingat kan dinara.
"Iya uncle." Jawab dinara masih serius membaca berbagai macam berkas.
Ada rasa gugup juga dalam hati dinara, Karena ini hari pertama ia bekerja di kantor. Apa lagi gefari langsung percaya pada nya untuk menangani seorang diri.
Kantor kenzo.
Hari ini kenzo berangkat menuju sebuah lokasi yang akan di bangun hotel, Dengan di temani shiba ia berangkat.
"Nyonya juga berangkat keluar kota tuan." Beritahu shiba.
"Iya? Tidak ada mommy bilang." Ujar kenzo.
"Mungkin beliau lupa." Shiba kembali fokus pada jalanan.
Namun mata nya melihat sebuah mobil yang mengikuti mereka sejak tadi, Shiba tahu jika itu adalah musuh.
__ADS_1
Abang kenzo😍