Please Love Me Tuan Ken

Please Love Me Tuan Ken
#49


__ADS_3

"Hati hati bang."


Kenzo di bantu ara saat akan masuk kedalam mobil, Hari ini ia sudah boleh pulang. Lebih tepat nya kenzo memaksa dokter agar mengizin kan ia pulang.


"Ini tempat siapa?" Tanya dinara ketika kenzo memberikan sebuah alamat.


"Mansion rigent." Jawab kenzo fokus pada jalanan.


Dinara melaju kan mobil nya membelah jalan raya, Ia tidak ingin bertanya lebih jauh saat melihat wajah kenzo yang tidak bersahabat.


"Abang minta maaf ya ra." Ujar kenzo tiba tiba.


"Maaf untuk apa?" Tanya dinara lembut.


"Selama kamu bersama abang! Kamu cuma menderita saja, Abang belum mampu membahagia kan kamu." Jawab kenzo sedih karena teringat berbagai macam penderitaan istri nya.


"Kata siapa ara tidak pernah bahagia, Tiap hari ara bahagia kok bang." Ucap dinara tersenyum tulus.


"Apa yang membuat mu bahagia sayang?" Tanya kenzo menoleh kepada ara.


"Yang membuat ara bahagia adalah abang! Tidak peduli dengan sengsara nya hidup, Asal kan ada abang. Maka ara pasti bahagia." Tutur dinara.


Kenzo merasa sangat bodoh karena pernah menyia nyia kan wanita sebaik ini, Untung saja ia sadar lebih cepat.


"Kita sampai." Ujar dinara berhenti di sebuah gerbang megah.


Penjaga gerbang langsung mendatangi mobil kenzo dan ara, Kenzo menunjukan wajah nya di hadapan para bodyguard.


Melihat siapa yang datang, Bodyguard mengangguk dan langsung membuka pintu gerbang.


"Masuk sayang." Ajak kenzo.


Dinara kembali melajukan mobil nya memasuki gerbang, Di sepanjang jalan tampak pohon anggur dan buah nya yang sudah mulai matang.


"Banyak sekali pohon anggur nya." Kagum dinara.


"Ini anggur dari italia." Jawab kenzo.


"Apa ini mansion luca?!" Kaget dinara ketika mendengar negara italia.


"Jangan takut! Abang tidak akan berperang." Janji kenzo.


"Abang mungkin tidak mengajak mereka perang, Namun bisa saja luca yang memulai." Ujar dinara cemas.


"Abang punya sesuatu yang akan di tawar kan, Lagi pula ini bukan mansion luca." Jawab kenzo santai.


Akhir nya mereka tiba di depan mansion, Kenzo membuka pintu mobil dan keluar, Tak lupa ara juga ikut di belakang suami nya.


"Di mana rigent?" Tanya kenzo pada asisten pribadi nya ayah luca.


"Tuan sedang bersantai, Saya harap anda mau menunggu tuan ken." Jawab asisten.

__ADS_1


"Katakan sekarang pada tuan mu, Aku datang membawa tambang emas ku." Ujar kenzo angkuh.


Asisten rigent langsung pergi lantai tiga tempat kamar bos nya, Salah satu tambang emas kenzo memang sangat menjadi incaran rigent.


Tok,Tok.


"Apa kau mau ku pecat! Sudah ku katakan aku tidak mau di ganggu." Sentak rigent dari kamar nya.


Muyong yang sedang di landa kenikmatan juga merasa dongkol, Karena rigent berhenti memompa nya.


"Tuan kenzo datang dengan tambang emas nya tuan." Jawab asisten.


Sontak saja rigent langsung melepas penyatuan nya, Tak lupa ia menyambar celana dan kaos yang tadi ia lempar sembarang tempat.


"Di mana sekarang pria itu?" Tanya rigent terburu buru.


"Ada di lantai bawah tuan." Jawab asisten.


Rigent masuk lift agar segera sampai menemui kenzo, Dia juga sudah tahu apa yang akan di minta anak nya si devil betina.


"Ahhaa ada kenzo ternyata, Maaf kalau menunggu lama ya nak." Ujar rigent dengan wajah gembira.


"Beritahu di mana luca menyembunyikan shiba! Maka kau akan menerima tambang emas ku." Jawab kenzo tanpa basa basi.


"Haiis kau ini terburu buru sekali, Santai saja dulu." Ujar rigent mencoba akrab.


"Katakan saja iya atau tidak?!" Tegas kenzo.


"Pernah kau dengar aku ingkar janji?!" Tanya balik kenzo.


Rigent terdiam sambil menimang nimang, Memang kenzo tidak pernah berbohong tentang kesepakatan.


Namun rigent juga tidak tahu di mana luca membawa shiba, Tapi untuk menolak penawaran kenzo. Rigent sangat tidak rela.


"Kau tidak tahu kemana putramu membawa asisten ku?" Tebak kenzo tepat sasaran.


"Sejujur nya iya! Namun aku akan tahu di mana luca sekarang." Jujur rigent.


"Kau akan memiliki tambang itu setelah kepulangan shiba." Ujar kenzo berdiri mengajak istri nya.


"Aku janji ken! Secepat nya aku akan mencari keberadaan orang mu." Janji rigent bersemangat.


Kenzo sama sekali tidak menoleh lagi, Meski ia sangat mengharap nya kepulangan shiba. Namun ia juga harus jual mahal di hadapan musuh.


...****************...


Shiba menatap luca yang baru masuk, Tampak ada cap lima jari di pipi nya luca. Sudah pasti rigent adalah pelaku nya.


"Apa yang kau lihat?!" Sentak luca.


"Melihat peliharaan yang di tampar tuan nya!" Ejek shiba.

__ADS_1


Darah luca mendidih karena jawaban shiba, Di tarik nya tengkuk shiba hingga wajah mereka saling dekat. Bibir shiba di ***** dengan kasar.


"Hmmpp, Muaach."


Suara yang tertahan dan juga kecap bibir mereka, Shiba merusaha memberontak dari ciuman luca. Tapi entah kenapa tubuh dan otak nya tidak bekerja sama, Tubuh shiba menerima semua perlakuan luca.


Sentuhan tangan luca membuat shiba candu, Bahkan sekarang luca sudah merosot kebagian leher shiba.


"Eeghh."


"Jangan di tahan baby." Bisik luca.


Shiba menutup rapat mulut nya, Akan sangat malu jika ia sampai mengeluar kan suara karena candu.


"Apa yang akan kau lakukan luca?!" Teriak shiba panik.


Luca tersenyum menggoda, Kini luca sudah tidak menggunakan apa pun lagi di tubuh nya. Tangan luca membelai torpedo nya sendiri dari bawah keatas.


"Tidak kah kau ingin mencicipi nya?" Tawar luca mengelus torpedo shiba.


"Demi tuhan jangan kau lakukan itu padaku luca." Mohon shiba ketakutan.


"Ini akan sakit jika yang pertama." Ujar luca membalik tubuh shiba yang masih terikat.


"Lebih baik kau bunuh aku luca! Aku mohon luca!" Teriak shiba.


"Kenapa kau lebih memilih mati shiba, Ini akan nikmat sayang." Bisik luca membelai vantat shiba.


"Biadap kau lucaa!"


Teriakan shiba berakhir dengan erangan sakit ketika torpedo luca menembus masuk kedalam lobang yang tidak seharus nya, Dengan shiba yang menempel pada kaca.


"Aahhkk,Aakhh."


Suara dua anak manusia terdengar dari mulut mereka, Shiba yang awal mula nya menolak. Kini malah ia seakan menikmati permaian ini, Tubuh nya welcome dengan perlakuan luca yang tidak manusiawi.


Tok,Tok.


Sedang mereka menikmati kepuasan yang tidak bisa di utarakan, Pintu kamar luca di ketuk dari luar.


"Diam lah." Bisik luca membekap mulut shiba.


"Tuan luca!"


Bodyguard luca berteriak dari luar, Tampak nya mereka sedang tergesa gesa menemui tuan muda nya.


"Aku sedang sibuk!" Balas luca yang memang hampir sampai puncak.


"Tuan rigent menunggu anda di luar." Ujar bodyguard.


"Lima menit lagi."

__ADS_1


Tidak ada lagi sahutan dari bodyguard nya, Luca segera melakukan nya lebih cepat. Tangan nya juga memain kan milik shiba.


__ADS_2