Please Love Me Tuan Ken

Please Love Me Tuan Ken
#34


__ADS_3

Maldives.


Penginapan yang identik dengan air laut yang biru, Di sini lah sekarang ara dan kenzo. Bukan main senang nya hati pasangan baru ini.


''Ck!"


Dinara berdecak kesal usai melihat ponsel nya, Tampak ia tidak senang membaca pesan dari orang tersebut.


"Siapa?" Tanya kenzo yang hanya memakai celana pendek.


"Berliana." Jawab dinara.


"Kenapa dia tidak bersama adam lagi?" Tanya kenzo penasaran.


"Hanya wanita gila yang mengharap kan kesetian dari selingkuhan nya! Iblis pun tertawa mendengar itu." Ucap dinara.


Sudut bibir kenzo terangkat mendengar jawaban dari istri nya, Ternyata di balik sifat sabar ada juga sifat bar bar.


"Pernah selingkuh?" Tanya dinara tiba tiba.


"Boro boro selingkuh! Punya satu saja tiap hari ngajak tawuran." Jawab kenzo.


Kali ini dinara yang tertawa lepas, Karena baru kemarin ia tawuran bersama kenzo masalah foto endorse.


"Maksud ku dulu." Ujar dinara.


"Aku benci dengan pria yang mempermain kan wanita! Karena mommy dulu pernah di permain kan daddy. Jadi aku menjadi pria yang setia." Jelas kenzo apa ada nya.


"Bener?"


"Iya lah."


"Enggak percaya ara." Pancing dinara.


"Terserah mau percaya atau enggak! Aku sudah mengatan yang sebenar nya." Ucap kenzo.


"Cih! Kalimat ajaib bin biadap bin bangsat bin sialan bin dajjal." Ketus dinara jengkel.


Menurut dinara ucapan itu adalah senjata nya pria saat sudah terpojok, Tentu saja ia sangat kesal karena kenzo malah mengatakan nya.


"Di borong semua bin nya." Heran kenzo.


Tidak ada sahutan dari wanita yang kadang ukhti kadang juga kunti ini, Wajah teduh nya memandang lautan yang luas.


''Ra.''


''Hmm.''


''Boleh aku bertanya?''


''Tanya apa?'' Dinara menatap kenzo yang juga menatap nya.


''Boleh aku tahu alasan mu menerima ku lagi, Karena aku tahu kamu bisa saja menolak pernikahan kita yang kedua kali ini.'' Ujar kenzo.


Senyum yang tulus keluar dari bibir nya, Bibir yang dulu tidak pernah berhenti memohon untuk meminta cinta kenzo de lamozada.


''Alasan pertama tentu saja karena cinta bodoh ku.'' Ucap dinara.

__ADS_1


Kenzo masih diam menunggu ucapan istri nya lagi, Ia yakin pasti ada alasan lain di dalam hati dinara.


''Yang kedua! Berilah kesempatan seseorang untuk berubah, Sebab orang yang hampir membunuh rasullulah kini terbaring di sebelah makam beliau." Jelas dinara.


"Siapa orang itu?"


"Sayyidina umar bin khattap! Orang yang dulu sangat menentang agama kita." Jawab dinara.


"Apa aku pantas di sama kan dengan beliau?"


"Tidak! Karena abang teman nya dajjal." Jawab dinara langsung berlari pergi.


Kenzo tidak marah mendengar jawaban istri nya, Justru ia tersenyum karena ara mau mengajak nya bercanda.


...****************...


Lama kenzo menunggu keluar nya ara dari dalam kamar mandi, Hampir setengah jam namun tak kunjung keluar.


''Ra!"


Tidak ada sahutan dari dalam sana, Karena ternyata ara sedang bingung. Ia malu untuk menemui kenzo. Di dalam koper nya sama sekali tidak ada baju yang layak pakai.


"Pasti kerjaan nya jesslyn!" Rutuk dinara dongkol bukan main.


"Dinara!"


"Sebentar." Dinara balas berteriak.


"Cepet ra! Abang sudah tidak tahan lagi." Teriak kenzo memukul pintu.


"Emang harus malam ini ya bang?" Tanya dinara di balik pintu.


"Iya ra! Harus di keluar kan sekarang." Desak kenzo terdengar tidak sabar.


Merasa ini juga adalah kewajiban nya, Akhir nya ara memilih keluar. Meski menutupi bagian dada nya yang terbuka, Namun membuat kenzo terpana.


"Lama banget sih kamu." Ujar kenzo.


"Abang saja yang tidak sabar." Jawab dinara menutupi rasa malu.


"Gimana mau sabar, Perut abang sakit sekali mau buang air besar." Rutuk kenzo langsung berlari kedalam.


Tinggal dinara yang melongo sendirian, Ia menyalah kan otak kotor nya yang berpikir kalau kenzo akan meminta hak nya sekarang.


Pukul 03 dini hari.


"Eeuuggh."


Kenzo melenguh ketika perut nya di timpa sesuatu yang berat, Saat mata nya terbuka. Pemandangan nan indah sedang bertengger di sana.


Elusan lembut di paha nya tidak membuat dinara terbangun, Tangan kenzo semakin naik menyusuri perjalanan kebukit terjal.


Saat kenzo mengubah posisi nya pun ara masih terlelap, Malah sekarang membuka kedua paha nya.


"Dia mesum sekali." Lirih kenzo menahan tawa.


Tak ingin kehilangan momen ini, Kenzo mengambil foto dan memotret nya. Sial nya kenzo lupa mematikan lampu flash, Hingga mata dinara terbuka.

__ADS_1


"Sedang apa sih bang?!" Tanya ara dengan suara serak.


Cekatan kenzo melempar ponsel yang baru di beli nya ini, Tubuh nya ambruk di atas tubuh istri nya.


"Hek."


Suara dinara tertahan karena sesak, Tubuh kekar kenzo sungguh terasa berat. Seketika ara langsung sadar seratus persen.


"Abang mau apa?" Tanya dinara mulai panik.


Tidak ada jawaban dari kenzo, Ia malah membekap mulut dinara dengan bibir nya. ******* lembut membuat ara terlena.


Kini ciuman kenzo pun sudah merosot keleher, Tangan nya juga berkelana menyusuri sesuatu.


"Ehggg."


Dinara melenguh pelan karena kenzo membuat kiss mark di leher nya, Melihat tidak ada penolakan dari istri nya. Kenzo semakin bersemangat untuk mencetak gol.


Sreek.


"Kok di robek sih bang!" Protes dinara.


"Tali nya banyak, Susah mau buka nya." Jawab kenzo yang sudah tidak sabar.


Rangsangan ia berikan kepada dinara, Karena kenzo tahu ini adalah pertama kali nya bagi dinara.


"Sshhh."


Mulut dinara berdesis seperti ular cobra ketika ujung boba nya di masukan kedalam mulut kenzo, Tak lupa jari kenzo membelai rawa yang akan ia jelajahi.


"Jangan! Itu dosa." Tolak dinara ketika kenzo memajukan wajah nya di rawa.


"Benarkah?" Tanya kenzo.


Anggukan kepala istri nya sudah menjadi jawaban, Akhir nya kenzo memilih menggunakan jari saja.


"Abang! Ara mau pipis dulu." Ujar dinara karena merasa sesuatu yang akan keluar.


Sebagai seorang duda, Kenzo tahu kalau ara bukan mau pipis. Ia tetap melanjut kan aktivitas nya, Bagi nya lebih bagus jika cepat keluar.


"Aakkhh!"


Dinara mencengkeram lengan kenzo saat sesuatu itu mengalir keluar, Nafas nya tampak memburu.


"Boleh abang melakukan nya?" Tanya kenzo lembut.


"Jangan lupa baca doa." Ujar dinara.


Kenzo membaca doa yang beberapa jam lalu ia hapal kan, Kini ia sudah siap bertempur dengan senjata nya yang berdiri tegak.


"Sakit?" Tanya kenzo pelan ketika kepala belut sudah menanjap.


"Iya." Jawab dinara pelan.


Tanpa terasa air mata dinara menetes ketika bagian penting nya terasa perih dan sakit, Semakin masuk maka semakin dinara meringis ngilu.


Sedang kan kenzo tersenyum bangga karena ia merupa kan pria pertama bagi dinara, Ia mendiam kan sebentar dan kembali melanjut kan.

__ADS_1


__ADS_2