
Yarri mondar mandir di ruang kerja nya, Pikiran nya mumet karena dinara belum juga di temukan. Di tambah kenzo yang selalu meneror nya setiap saat.
''Papa!!"
Baru saja yarri mengingat sang beruang kutup, Malah sekarang sudah masuk kedalam sambil memasang wajah masam.
"Ada apa?!" Tanya yarri ketus.
"Papa sudah ada kabar dari ara?" Tanya kenzo.
"Tidak!"
Kenzo menghempas kan tubuh nya kesofa, Rasa rindu di hati nya sudah tertahan untuk dinara aganor.
"Ken sangat ingin ketemu ara." Keluh kenzo.
"Usaha dong." Ujar yarri setengah mengejek.
"Papa kok gak ada khawatir sih sama ara!" Kesal kenzo.
"Anak ku itu kuat! Di mana pun dia berada pasti ara bisa bertahan." Jawab yarri bangga.
"Aku harus bagai mana untuk mencari nya." Ujar kenzo sangat frustasi.
Yarri melirik kenzo yang memang tampak sangat sedih, Namun untuk membantu pun yarri tidak bisa. Karena ia juga tidak tahu posisi nya ara saat ini.
"Saran dari papa mau enggak?" Tanya yarri.
"Apa?" Tanya kenzo bersemangat.
"Jika kau memang mencintai dinara. Coba lah untuk membuktikan nya dengan tindakan." Saran yarri.
"Contoh nya?"
"Kalian kak beda agama, Apa kau bersedia masuk agama dinara?" Tanya yarri serius.
"Ken memang sudah memikir kan tentang itu pa." Jawab kenzo.
"Mau masuk agama islam?" Tanya yarti memastikan.
"Iya pa."
"Masuk islam itu bukan cuma mengucap syahadat dan melakukan sunat! Namun juga harus belajar mengaji dan sholat." Ujar yarri.
"Sunat?!" kaget kenzo.
Anggukan kepala yarri membuat kenzo merinding, Kenzo sudah pernah melihat teman nya yang melakukan sunat namun bukan untuk masuk islam.
"Nanti setelah semua nya sudah kau lakukan, Kau bisa menikah ulang dengan ara! Tapi itu jika dinara bersedia." Ujar yarri.
"Tapi kan aku sudah suami istri pa sama ara!" Protes kenzo.
"Kalian nikah beda agama!" Kesal yarri.
__ADS_1
"Tapi kami sudah menikah!" Kekeh kenzo.
Ingin sekali yarri melempar kan kenzo dari atas gedung ini, Jika saja bukan mengingat anak siapa kenzo. Sudah habis di libas pemuda ini.
"Ayo kita kerumah sakit!" Ajak yarri.
"Untuk apa pa?" Tanya kenzo mengekori mertua nya.
"Katanya mau sunat!" Sentak yarri.
"Harus sekarang?"
"Lebih cepat maka akan lebih bagus." Jawab yarri masuk lift.
"Tapi aku belum ada persiapan." Protes kenzo merasa ngeri.
Yarri menatap tajam menantu nya, Mata nya memicing sinis. Seolah yarri tau isi kepala kenzo saat ini.
"Jangan bilang kau takut ken?!" Ujar yarri menyelidik.
"Enggak!" Elak kenzo cepat.
"Ya sudah kita lakukan sekarang saja! Dulu papa juga tanpa persiapan kok." Ucap yarri menuju mobil.
"Lalu mama langsung menerima ya?" Tanya kenzo.
"Pasti dong." Jawab yarri bangga.
"Ayo kita berangkat." Ujar kenzo penuh semangat.
"Apa tidak membuat janji dulu pa." Ujar kenzo setiba di rumah sakit.
"Tenang, Papa sudah mencari dokter terbaik." Jawab yarri.
Mereka berjalan menuju ruangan dokter khusus sunat, Namun saat sudah sampai di depan pintu. Kenzo panik ketika membaca nama dokter tersebut.
"Kok nama nya rahma saputra pa?" Tanya kenzo.
"Ada masalah dengan nama nya?" Yarri balik bertanya.
"Rahma kan nama perempuan! Jangan bilang kalau dokter nya perempuan." Protes kenzo.
"Tidak ada dokter sunat perempuan bodoh!" Umpat yarri.
...****************...
Yarri menunggu di balik tirai ketika kenzo sedang melakukan sunat, Sesungguh nya yarri merasa ngilu untuk menyaksikan secara live.
"Aduuh dokter sialan! Kenapa kau menyuntik di bagian situ?!" Teriak kenzo.
"Kan yang mau di potong bagian ini tuan." Jawab dokter ruli.
"Astaga! Apa milik ku masih bisa di pakai setelah ini." Desah kenzo khawatir.
__ADS_1
"Tentu saja bisa tuan, Saya hanya memotong jengger nya sedikit." Gurau dokter ruli.
"Jengger kepala mu! Kau pikir aku ayam!" Sentak kenzo.
Tidak tahan dengan perdebatan ini, Yarri menyingkap tirai dan melihat pisang raja yang akan di buang jengger nya.
"Apa terasa sakit tuan?" Tanya dokter ruli menyentil ujung pisang raja.
"Tidak!"
Kenzo sudah tidak merasakan sakit karena tadi sudah di suntik oleh obat bius, Kini ia bisa telentang sambil bermain ponsel.
"Ucap syahadat ken." Titah yarri.
Atas bimbingan dari yarri dan seorang ustad yang sudah di panggil, Kenzo berhasil melafal kan syahadat.
"Mulai saat ini anda sudah islam tuan, Jangan lupa untuk terus belajar tentang agama baru anda." Ujar ustad mengingat kan.
"Baik ustad." Angguk kenzo.
"Selesai tuan." Ujar dokter ruli.
Kenzo mengintip pisang raja nya yang sudah memakai helm, Tidak ada lagi kulit yang menghalangi nya.
Petir pakai helm sudah tersedia, Tinggal mencari sang pemilik saja yang hilang entah kemana.
Satu jam berlalu.
"Aduuhh! Perih pa perih." Teriak kenzo di ruangan inap.
"Sabar ken, Ini sudah di kipas." Ujar yarri memasukan kipas mini kedalam sarung.
"Yah! Kenapa rasa nya sakit sekali." Teriak kenzo.
"Kau jangan buat malu ya ken! Masa mafia di sunat kok teriak teriak begini." Sentak yarri.
"Sakit pa! Beneran sakit." Rintih kenzo.
"Tahan lah! Paling cuma satu minggu." Jawab yarri.
"Satu minggu!" Teriak kenzo kaget.
Tidak bisa di bayang kan oleh kenzo saat ia harus menanggung rasa sakit ini selama satu minggu, Rasa perih dan panas bercampur menjadi satu.
"Mom tolong kenzo." Ujar kenzo mulai menutup mata karena lelah berteriak sejak tadi.
Yarri tersenyum lelah melihat kelakuan menantu nya ini, Kenzo memang sangat manja jika dekat dengan orang yang ia sayangi.
Meski sekarang sudah terlelap, Namun kenzo masih mengeluar kan suara merintih. Yarri mengambil ponsel nya yang sejak tadi merekam teriakan kenzo.
"Perjuangan suami mu nak."
Tulis yarri mengirim kan video itu pada dinara, Meski semua akun medsos ara semua nonatif. Namun yarri yakin, Jika suatu hari nanti ara bisa melihat nya dan bisa membuat hati ara terbuka kembali
__ADS_1
Jangan lupa dukungan nya ya guys🙏🙏