
Mendengar kabar kalau putri nya akan datang, Safira sibuk menyiap kan makan malam. Semua sudah tersusun rapi di atas meja.
''Kok belum datang ya pa?" Ucap safira bolak balik menatap halaman mansion.
"Sabar dong ma, Baru juga habis mahgrif ini." Jawab yarri.
Akhir nya safira duduk di sofa sambil menunggu kedatangan ara yang kata nya membawa kabar baik, Mata safira menatap halaman mansion yang mulai basah karena gerimis.
Sedang kan di jalanan, Kenzo berlari kecil sambil membawa cake untuk oleh oleh mertua nya. Gefari selalu mengajar kan putra nya untuk membawa buah tangan jika bertandang.
"Gerimis pula sayang." Ucap kenzo saat masuk mobil.
"Iya bang." Angguk dinara.
"Kamu mau ada yang di beli sekalian enggak?" Tawar kenzo.
"Udah nih." Ara menunjukan gelas boba yang ia beli.
"Kamu kapan beli nya?" Heran kenzo melajukan mobil.
"Tadi pas abang beli cake untuk mama." Jawab ara.
Suasana sore menjelang malam terasa indah bagi dinara, Apa lagi ia berjalan dengan suami yang sangat di cintai nya.
"Kita nginap kan bang di rumah mama?" Tanya ara memastikan.
"Insya allah sayang." Jawab kenzo.
Kini sampai lah mobil kenzo di halaman parkir mansion aganor, Kenzo cekatan turun untuk membuka kan pintu dinara. Tak lupa juga ken mengambil buah tangan yang ia beli tadi.
"Assalamualikum ma." Sapa dinara ketika melihat safira berdiri menyambut mereka.
"Walaikum salam sayang." Sambut safira memeluk putri nya.
Setelah berpelukan dan cuma cipika cipiki, Safira tersenyum melihat menantu nya yang masih mematung.
"Enggak salam mama ken?"
"Eeh iya ma." Kaget kenzo yang memang sempat termenung.
Kenzo menyalami safira dan mencium punggung tangan mertua nya, Namun safira langsung memeluk menantu nya.
"Sehat sehat ya nak." Ucap safira menepuk punggung kenzo.
"Iya ma! Mama juga harus sehat dan panjang umur ya." Balas kenzo.
"Insya allah, Semoga allah mengabul kan doa mu." Angguk safira.
Yarri langsung mengajak putri nya kemeja makan, Seolah ia tidak melihat si beruang kutub yang sejak tadi melirik nya.
"Ken enggak di ajak pa?" Tanya kenzo menyenggol bahu mertua nya.
"Enggak!"
"Dasar mertua tidak punya ahklak." Cibir kenzo.
"Hei ken! Ku tampar mulut mu ya." Ancam yarri.
__ADS_1
"Sudah lah! Kenapa malah bertengkar? Ayo sama mama saja ken." Lerai safira menggeret kenzo.
"Hmm! Biar pun papa tidak mengajak ku, Tapi masih ada mama." Ejek kenzo.
Hanya lirikan yang yarri berikan, Mereka pun duduk di meja untuk menikmati makan malam keluarga.
"Enak banget mama masak." Puji kenzo.
"Enak dong! Emang nya mommy mu yang tidak bisa masak." Yarri memancing suasana.
"Yah! Mommy juga pintar masak. Bahkan dulu mantan nya sampai tidak bisa melupa kan masakan dia." Cibir kenzo.
"Mantan yang mana?" Safira malah yang bertanya.
"Yang mana lagi, Tentu saja yang ada di samping ku ini ma." Jawab kenzo.
"Ck, Ternyata dia sangat mencintai masakan mantan nya." Ujar safira.
"Aduuhh! Kenapa malah bahas mantan sih." Ujar dinara yang diam sejak tadi.
"Tau tuh suami kamu." Ucap yarri.
Karena sudah mendapat teguran dengan wajah yang tidak ramah, Kenzo menutup mulut nya dengan makanan.
"Ara punya kabar baik untuk kalian." Ucap dinara tersenyum bahagia.
"Apa sayang?" Tanya yarri penasaran.
"Yang boleh manggil sayang itu cuma ken! Papa cukup panggil nama saja." Cetus kenzo.
"Kau memang ingin ku tampar ya ken." Ancam yarri langsung berdiri.
Yarri hanya bisa menahan dongkol saat kenzo mengejek nya, Entah kenapa yarri merasa sikap kenzo sangat menyebal kan dan juga kekanakan.
"Sebentar lagi papa sama mama bakal gendong cucu.'' Ucap dinara.
"Yang bener ra? Kamu hamil sayang?!" Pekik safira girang.
"Iya ma, Baru tiga bulan." Angguk dinara.
"Alhamdulilah sayang." Safira mengelus perut putri nya.
"Kok papa diam saja?! Papa kok tidak ngucapin selamat untuk ara?" Tanya kenzo beruntun.
"Astaga ken! Ini juga baru mau ngucapin." Kesal yarri bukan main.
Safira dan dinara hanya bisa tersenyum dan geleng geleng kepala melihat tingkah menantu dan mertua ini, Walau pun kadang kayak kucing dan anjing. Namun mereka tahu, Jika yarri dan kenzo saling menyayangi.
...****************...
"Mommy ngapain di sini?" Kenzo mendekati gefari yang duduk di kursi taman.
"Lagi nungguin seseorang ken." Jawab gefari tersenyum teduh.
"Siapa mom?" Kenzo penasaran.
Tak lama langkah kaki mendatangi gefari dan kenzo, Jakson datang menggunakan kemeja dan juga celana berwarna putih.
__ADS_1
"Daddy!"
"Apa kabar putra daddy?" Sapa jakson mengusap kepala sulung nya.
"Ken..
Kenzo tidak bisa melanjut kan ucapan nya karena sesak menahan isak tangis, Jakson memeluk kenzo dengan erat.
"Terima kasih sudah menjaga mommy dan adik adik mu selama daddy pergi." Ucap jakson mengusap air mata putra nya.
"Itu sudah kewajiban ken dad." Jawab kenzo.
"Kau memang putra ku yang kuat dan juga pintar! Daddy sangat bangga padamu nak." Ujar jakson.
"Ken sangat rindu pada daddy." Ucap kenzo lirih.
Kenzo menatap orang tua nya silih berganti, Jakson menggandeng tangan gefari dengan erat. Senyum di wajah kedua nya tidak hilang sejak tadi.
"Kalian mau kemana?" Tanya kenzo.
"Kini daddy yang akan menjaga mommy mu lagi, Tugas mu melindungi mom sudah selesai nak." Jawab jakson.
"Ken ikut kalian saja ya." Pinta kenzo.
" Tidak! Kau belum boleh ikut kami, Kau masih harus menjaga putri mu kelak." Sahut pria yang tiba tiba muncul.
Kenzo tercengang melihat pria ini, Kendrick muncul setelah lama menghilang dari hidup kenzo.
"Apa kau lupa padaku? Aku kembaran mu ken." Ucap kendrick terlihat sangat tampan.
"Kau akan membawa mommy?" Tanya kenzo gemetar.
"Iya, Sudah waktu nya mommy menemani aku di sini. Bukan kah selama ini dia juga menemani mu." Ujar kendrick.
"Tidak! Aku tidak mau di tinggal mommy." Teriak kenzo.
"Ken! Mommy harus pergi sekarang nak." Rayu gefari memegang tangan kenzo.
"Tapi ken tidak mau di tinggal mom." Rengek kenzo menangis.
Gefari tersenyum sambil melambai kan tangan, Jakson dan kendrick berdiri di sisi kanan dan kiri nya.
"Mom! Jangan pergi mom." Teriak kenzo mengejar tiga orang yang mulai menghilang.
"Mommy! Ken takut sendirian mom!" Kenzo semakin berteriak ketika kabut tiba tiba muncul sangat tebal.
"Daddy, kendrick! Bawa mommy kembali pulang." Teriakan kenzo semakin keras.
"Mommyy!"
"Abang! Bangun bang."
Dinara menggoyang goyang kenzo yang tidur sambil berteriak memanggil mommy, Kenzo tersentak kaget dari tidur nya.
"Abang kenapa?" Heran dinara yang melihat air mata kenzo.
"Mommy!"
__ADS_1
"Kenapa mommy bang?! Abang mimpi ya?" Tanya ara mengusap keringat suami nya.
Masih melongo kenzo memikir kan mimpi nya yang terasa sangat nyata, Kenzo sangat takut hingga membuat nya gemetaran.