
Sinar matahari pagi menyapa pasangan pengantin baru ini, Sebenar nya kenzo sudah terbangun lebih dulu. Tapi ia ingin melihat reaksi istri nya saat bangun nanti, Posisi ara sangat menyilau kan mata.
''Pagi istriku.'' Sapa kenzo membelai pipi dinara.
''Emm sudah pagi ternyata.'' Gumam dinara menggeliat.
Tapi merasa ada yang tidak beres saat bergerak, Saat ia bangun untuk duduk. Kenzo cepat menahan tubuh nya. Baru lah ara sadar kalau ia tidur di atas tubuh kenzo.
''Lepas kan aku kak.'' Pinta dinara di tengah rasa malu.
''No!''
''Kak aku bau.''
Kenzo tidak peduli dengan alasan dinara, Ia tetap merangkul erat istri nya. Jujur saja dinara merasa nyaman bisa sedekat ini dengan ken, Bahkan detak jantung nya bisa ara dengar.
''Aku ada janji sama rekan kerja kak.'' Ujar dinara.
''Ngapain masih kerja! Aku yang mencari uang.'' Sahut kenzo.
''Malah bagus kalau aku juga bisa cari uang.'' Ujar dinara.
''Setelah kontrak nya selesai, Jangan di perpanjang.'' Tegas kenzo.
''Iya, Tapi lepas kan aku.'' Rutuk dinara.
Masih saja kenzo enggan melepas kan ara dari pelukan nya, Timbul ide di otak nya untuk mengerjai istri nya.
''Aku tidak mau di panggil kakak!'' Ucap kenzo.
''Dari dulu juga aku memanggil mu kakak kok.'' Protes dinara.
''Tapi sekarang aku suami mu.'' Ujar kenzo.
''Dulu kakak juga suami ku.'' Dinara tidak mau kalah.
''Tidak peduli, Yang penting adalah sekarang.'' Sahut kenzo.
Dinara diam untuk menimang nimang panggilan apa yang pantas untuk suami nya ini, Kenzo juga masih memikir kan panggilan nya.
"Baik lah, Ara ganti jadi beruang kutub saja." Ucap dinara.
Ctak.
Sentilan mendarat di dahi dinara, Walau pun tidak kuat. Tapi bisa membuat ara meringis ngilu.
"Aku ingin di panggil abang." Pinta kenzo.
"Mana ada bule di panggil abang." Protes dinara.
"Tidak peduli, Aku tetap mau di panggil abang." Kekeh ken.
__ADS_1
"Baik lah terserah, Sekarang lepas kan aku." Pinta dinara mulai jengkel.
"Jika ingin lepas maka panggil aku sekarang begini, Abang sayang tolong lepas kan." Ujar kenzo menyeringai.
Dinara merinding saat akan mengucap kan itu, Ia menelan ludah untuk mengucap kan kalimat.
"Abang tolong lepas kan.'' Pinta dinara.
''Yang lengkap!"
"Abang sayang tolong lepas kan!" Teriak dinara kencang.
Senyum merekah di bibir kenzo, Akhir nya ara bisa melepas kan diri dari pelukan beruang kutub yang mulai suka kehangatan.
"Jangan susul aku!" Teriak dinara dari dalam kamar mandi.
Namun kenzo bukan nya menuruti ucapan dinara, Ia pun segera masuk untuk menyusul. Rugi jika melewat kan pemandangan indah yang sudah halal.
"Kakak tadi tidak sholat subuh kan." Ujar dinara usai mandi.
"Sholat." Jawab ken mengancing kemeja nya.
"Bararti tidak mandi waktu sholat." Tebak dinara.
"Untuk apa mandi, Aku juga bersih tidak melakukan apa pun! Istriku kan tidak mau melayani." Pancing kenzo.
Tidak ada sahutan dari dinara, Ia sedikit malu untuk membahas masalah ranjang. Lagi pula ia masih belum siap untuk menyerah kan diri.
Cafe xxx.
Dinara pusing memikir kan pekerjaan yang menuntut nya ini, Ia sudah terikat kontrak selama satu tahun. Kini tinggal dua bulan lagi masa kontrak nya.
Owner dari braa terkenal meminta nya untuk mengambil foto diri nya yang memakai braa tersebut, Selama ini ara hanya memposting barang nya saja.
"Boleh tidak ya sama kak ken." Pikir ara yang kebingungan.
Status nya yang kini sudah menjadi istri orang tidak bisa membuat keputusan tanpa restu suami nya, Untuk meminta izin pun ara masih tidak berani.
Dinara mau mengambil foto itu sebenar nya sudah memiliki syarat, Owner setuju dengan syarat ara. Ara mau mengambil foto tapi kontrak mereka langsung selesai begitu foto di posting.
"Ayo lah angkat kak ken." Keluh dinara karena kenzo tak juga mengangkat ponsel nya.
Sedang kan nanti pukul satu siang ara sudah harus melakukan pemotretan, Sepuluh panggilan sudah ia lakukan. Waktu nya hanya tinggal satu jam lagi.
"Apa dia tidak makan siang sih?!" Rutuk dinara.
Satu pesan ia kirim kan agar nanti kenzo membaca nya, Lalu ia bergegas menuju lokasi pemotretan untuk berhias dulu.
"Lama sekali kami menunggu ra." Ujar owner ketika ara sudah sampai.
"Ada kendala tadi." Jawab dinara.
__ADS_1
Sebuah braa berwarna hitam yang akan ia pakai, Ara bisa bernafas lega karena ternyata ia masih bisa menggunakan celana pendek untuk bawahan nya.
"Aku bisa pakai celana ini kan?" Tanya dinara.
"Bisa, Cuma nanti tidak di kancing. Supaya brand kita tampak di Cd nya." Jawab owner.
Kini ara sudah selesai berdandan, Mereka mengatur posisi ara untuk mengambil foto. Tubuh langsing itu membuat semua wanita menatap iri, Karena mereka semua di sini adalah wanita.
"Kaki nya taruh di sini ra." Ujar sang foto grafer.
"Oke."
Dinara mengangkat satu kaki mulus nya, Berbagai macam pose ia lakukan. Hingga mereka sampai menghabis kan waktu selama hampir dua jam.
"Senang bisa bekerja sama dengan mu ra! Semoga kelak kita bisa bekerja sama lagi." Harap owner menyalami ara.
"Semoga saja." Angguk ara lalu berpamitan.
Di dalam mobil ara memposting dua foto nua di laman IG, Tak sampai lima menit. Ratusan like dan coment langsung banjir di akun sosmed nya.
Kantor kenzo.
Kenzo masuk kedalam kantor usai makan siang dengan klien, Ia lupa membawa ponsel nya karena terburu buru.
"Istriku menelepon ternyata." Gumam kenzo ketika melihat panggilan dari ara.
Sebuah pesan ia baca, Mata nya melotot ketika melihat isi pesan yang bertulis kan.
"Kak ken ara mau mengambil foto untuk endorse braa." Bunyi pesan.
Kenzo langsung menyambangi akun ara, Mata nya seakan mau loncat ketika melihat foto dinara hanya menggunakan braa dan celana pendek.
Para penggemar ara banyak yang coment dengan emotion love mata dua, Darah kenzo mendidih karena tidak rela.
Mansion de lamozada.
"Sudah pulang ken." Sapa gefari yang sedang bersantai.
"Ya mommy lihat sudah pulang apa belum." Ketus kenzo langsung menuju kamar.
Sedang kan gefari melongo karena ketus nya jawaban putra sulung nya, Baru kali ini kenzo bersikap dingin pada nya.
"Kurang ajar cebong jakson!" Rutuk gefari.
"Dinara!"
Ara yang sedang melipat baju baju nya langsung tersentak kaget, Apa lagi wajah kenzo sangat tidak bersahabat.
"Ada apa kak?" Tanya dinara takut.
"Masih bertanya kau ada apa?!" Sentak kenzo menggelegar.
__ADS_1
Dinara merasa sangat takut melihat amarah kenzo, Bayangan saat dulu menyakiti nya timbul kembali. Kini ia hanya bisa diam terpojok kan.