
Malam pertama.
Meski pernikahan nya mendadak saja, Tapi ternyata mereka menikah cukup meriah. Setelah ijab kobul, Masih ada sedikit pesta untuk memeriah kan.
''Lelah nya.'' Keluh dinara melepas gaun nya sedikit kesusahan.
Kenzo masuk kamar yang sudah di hias sedemikian mewah, Kelopak mawar merah bertaburan di atas ranjang.
Senyum merekah di bibir pria ini, Rasa canggung bergelayut di hati dinara. Malu dan juga kesal bercampur menjadi satu.
''Sini aku bantu.'' Tawar kenzo ingin memegangi gaun ara.
''Pegang bagian belakang nya saja.'' Ujar ara menerima tawaran kenzo.
Setelah berhasil membuka gaun nya, Ara menyambar handuk dan masuk kamar mandi. Tinggal lah kenzo yang terdiam setelah melihat tubuh mulus istri nya.
''Yes! Akhir nya dia jadi istriku lagi." Sorak kenzo kegirangan.
Dengan percaya diri nya, Kenzo melepas tuxedo dan lalu ikut masuk kedalam kamar mandi.
"Aahh segar nya." Ucap ara saat air mengguyur tubuh.
Dinara tidak sadar kalau ada orang yang menatap nya penuh damba, Kenzo mematung ketika melihat sosok yang sangat menggoda iman nya.
"Shiit!"
Kenzo mengumpat karena bagian bawah sana langsung berdiri tegak, Seolah ingin segera masuk kedalam sangkar.
Semakin dekat maka semakin kenzo berdebar, Tubuh nya semakin merangsak maju menempel di tubuh dinara.
"Aarrkkh!"
Menjerit kaget ara ketika kenzo memeluk nya dari belakang, Keadaan mereka sama sama polos.
"Kenapa kau masuk kak?!" Protes dinara malu bukan main.
"Aku mau mandi." Jawab ken santai sambil tangan nya tak mau diam.
Plak.
Dinara memukul tangan kenzo yang sudah bertengger di buah semangka, Tapi kenzo kekeh tidak mau melepas kan cekalan nya.
"Lepas kak!" Sentak ara.
"Dosa kalau membentak suami." Ujar kenzo.
Sangking kesal nya dan tidak bisa melepas kan cekalan kenzo, Ara menghentak hentak kan kaki nya.
"Awas! Aku sudah selesai mandi." Ujar ara ingin melarikan diri.
"Ternyata kau jorok." Hina kenzo.
"Apa maksud mu?"
"Kau mandi tidak pakai sabun." Ejek kenzo.
Baru sadar ara kalau ia belum memakai sabun, Karena memang ia baru mengguyur tubuh nya dengan air.
__ADS_1
"Aku bisa sendiri." Tolak ara ketika kenzo menggosok punggung nya.
"Mandi bersama suami itu bisa mengerat kan kasih sayang loh ra." Ucap kenzo.
"Kak ken saja tidak punya kasih sayang." Cetus dinara.
"Jaga mulut mu ya! Aku ini sayang pada mu sejak dulu." Protes kenzo mencubit panta4t istri nya.
"Tangan mu loh kak!" Kesal dinara menepis keras.
Akhir nya setelah pertengkaran kecil di dalam kamar mandi, Kini ara sudah memakai piyama panjang. Tentu saja tujuan nya agar kenzo tidak menggoda nya terus, Karena ara belum yakin dengan suami nya.
"Mau kemana?" Tanya kenzo saat melihat ara ingin keluar.
"Mommy ingin bicara dengan ku." Jawab ara cuek.
"Jangan lama lama ya." Seru kenzo.
Tidak ada sahutan dari dinara, Karena ia sudah menuruni tangga ingin menemui gefari di ruang keluarga.
"Ini dia pengantin baru nya." Seru jesslyn girang.
"Apa sih jess!" Sahut ara merengut malu.
"Rambut udah basah aja! Emang udah unboxing?" Tanya jesslyn yang usil.
"Masa cuma dua jam." Sahut niko pula.
Melihat menantu nya yang sudah merah padam, Gefari mengedip kan mata kepada anak nya agar diam.
"Mom memanggil ara?" Tanya dinara sopan.
"Ini hadiah dari mommy." Ujar gefari menyerah kan kotak berwarna merah.
"Terima kasih mom." Sahut dinara.
"Buka lah."
Ara membuka kotak yang di berikan mertua nya, Terkejut bukan main dinara ketika melihat hadiah kalun berlian yang sangat mahal.
"Itu kalung milik mama nya mom." Ujar gefari.
"Ara tidak berani menerima nya mom." Tolak dinara mengembalikan kotak.
"Kau harus menerima nya sayang! Karena ara menantu tertua di sini." Ujar gefari mengelus kepala dinara.
"Tapi mom! Ara tidak yakin kalau pernikahan ini akan langgeng." Jawab dinara menunduk.
Kenzo yang menguping langsung berang mendengar ucapan istri nya, Ia marah karena seolah ara merencana kan perceraian.
"Kenapa kamu berpikir begitu ra?" Tanya jesslyn.
"Karena tidak ada cinta dalam pernikahan ini jess! Aku sudah pernah menikah dengan kak ken, Namun kami berpisah satu tahun yang lalu." Jawab dinara.
"Jadi ara sudah tidak mencintai kenzo?!" Tanya gefari sedikit cemas.
Yang di balik dinding juga ketar ketir ingin mendengar kan jawaban dari dinara, Sedang kan ara malah menangis sedih.
__ADS_1
"Sampai saat ini cinta ara tidak pernah hilang untuk nya! Meski kan ken membenci ara, Namun ara tetap memaksa untuk bertahan." Jawab dinara pelan.
"Selama satu tahun ara di korea, Bukan nya ara berhasil membunuh cinta ini. Rasa ini semakin besar karena bercampur dengan rindu." Ujar dinara di sela tangis nya.
Greep.
Kenzo senang bercampur rasa bersalah, Ia tidak tahan dengan penuturan istri nya. Segera kenzo berlari dan menarik ara dalam pelukan nya.
"Maaf kan aku yang selalu menyakiti mu." Bisik kenzo tulus.
Tidak ada jawaban dari dinara, Ia memilih diam dalam tangis nya. Hati nya sangat rapuh jika tentang kenzo yang tidak pernah membalas cinta nya.
"Aahh, Seperti nya kita harus kekamar sayang." Ajak niko menarik istri nya.
"Mommy juga ada urusan dengan uncle gara seperti nya." Dusta gefari ikut bangkit.
Tinggal sepasang suami istri yang masih berpelukan, Kenzo mengangkat tubuh dinara dan menggendong nya masuk kamar.
"Yahh! Aku bisa sendiri kak." Teriak dinara malu.
"Diam atau ku buang dari tangga!" Ancam kenzo.
"Cih! Masih saja galak." Rutuk dinara.
Di dalam kamar.
Dinara bingung akan tidur di mana, Karena menurut nya kenzo tidak akan mau tidur seranjang dengan nya.
"Kenapa masih berdiri di sana?" Tanya kenzo yang sudah merebah kan diri.
"Aku tidur di mana?" Tanya ara dengan bodoh nya.
"Di sini." Tunjuk kenzo pada lobang hidung nya.
Melihat wajah masam ara, Kenzo tertawa girang. Ara sedikit heran pada kenzo yang ternyata bisa tertawa lepas seperti itu.
"Naik sini." Ajak kenzo menepuk sisi ranjang.
Sudah mendapat izin dari sang empu, Ara naik dengan hati hati lalu ikut merebah kan diri di samping kenzo.
"Emmm, Enak nya tidur memeluk istri. Ujar kenzo melingkar kan tangan nya di perut ara.
"Cih."
Dinara berdecih sambil memunggungi kenzo, Namun kenzo malah menarik nya hingga tubuh mereka melekat.
"Jangan dekat dekat! Nafas kakak bau." Hina ara agar kenzo malu.
"Nanti juga akan terbiasa! Kalau sudah cinta apa lah arti bau." Jawab kenzo mendusal dusal leher ara.
"Geli kak." Protes dinara.
Namun kenzo tidak mendengar kan ucapan dinara, Ia masih saja melakukan aktivitas nya menciumi istri nya.
"Ak aku sedang haid kak." Ujar dinara terbata bata karena mulai terangsang.
"Memang nya aku ingin melakukan sekarang?" Tanya kenzo balik.
__ADS_1
Malu bukan main ara mendengar ucapan kenzo, Ia menarik selimut untuk menutupi kepala nya.