
"Kenapa malah belok shiba?!" Heran kenzo karena shiba memutar jalan.
"Jika kita tetap pergi kesana, Maka habis lah." Jawab shiba masih memantau mobil yang terus menguntit.
Kenzo menoleh kebelakang untuk melihat kondisi, Seketika ia langsung paham dengan keadaan.
Tak lupa kenzo menekan tombol darurat di ponsel nya, Para bodyguard kenzo akan langsung paham jika tuan nya dalam bahaya.
Braak.
Bagian belakang mobil sudah di tabrak dengan kuat, Kenzo segera mengambil senjata dari pinggang.
"Buka atap mobil." Perintah kenzo.
Shiba menekan tombol dan bagian atap mobil langsung terbuka, Kenzo berdiri dengan dua pistol di tangan.
Dor, Dor.
Cekiitt!! Braak.
Tembakan kenzo tepat mengenai ban mobil mereka, Sehingga mobil hilang kendali dan menabrak trotoar.
"F*ck!"
Anak buah luca memaki sangking kesal nya, Mereka tidak sadar kalau mobil kenzo kini berjalan mundur mendekati mereka.
Dor.
Pengemudi mobil anak buah luca tewas seketika saat peluru kenzo menembus tengkorak jidat, Yang lain langsung mengambil senjata juga. Tapi gerakan mereka kurang cepat, Shiba lebih dulu melaju kencang.
"Hahahahaha!"
Tawa shiba dan kenzo memenuhi jalanan, Dua sahabat ini senang karena berhasil mengejek lawan nya.
"Shiba awass!!"
Teriakan kenzo membuat shiba langsung banting stir, Sehingga mobil mereka terhenti ketika menabrak tiang listrik.
"Aisshh! Sialan." Maki kenzo yang kesakitan.
Shiba juga kesakitan karena kepala nya terbentur stir dengan keras, Mereka segera keluar karena takut jika mobil sampai terbakar.
"Hei de lamozada!" Sapa suara angkuh dari mobil yang menghadang.
Kenzo sangat hapal dengan pemilik suara ini, Luca sudah menyeringai senang melihat kenzo yang keliyengan.
"Tidak kapok kau mencari masalah dengan ku!" Geram kenzo.
"Aku akan berhenti mengganggu mu." Ujar luca dengan logat yang masih kental khas italia.
"Cih! Mimpi saja kau." Sinis kenzo.
Luca sangat ingin mendapat kan hotel kenzo yang berada di italia, Konon di bawah hotel itu ada harta karun milik milyader yang sudah mati. Dan yang tahu kepastian itu hanya kenzo, Karena dulu kenzo dan orang itu bekerja sama.
__ADS_1
"Aku tidak tertarik dengan emas batangan itu! Aku hanya ingin memori card." Pinta luca.
Memori card itu berisi rahasia nya dan juga sang ayah, Luca tidak ingin jika kenzo sampai menyebar kan. Karena ayah luca adalah musuh gefari juga.
"Itu urusan mommy ku." Ujar kenzo cuek.
"Jangan bohong kau! Gefari dan kau itu sama saja, Sama sama biadap!" Maki luca.
Buaak.
Baru saja luca selesai bicara, Kenzo meninju rahang nya dan membuat rahang luca bergeser. Kenzo tidak bisa menahan emosi jika sang mommy sudah di bahas.
"Mulut kotor mu jangan pernah menyebut nama mommy ku!" Geram kenzo menarik kerah luca.
"Kau tidak terima?! Sekuat apa pun kau membela gefari, Dia tetap lah wanita jahanam yang membunuh ibu ku dan cara keji." Balas luca.
"Ibu mu patut mendapat kan nya!" Ejek kenzo menyeringai.
Buaak, Braak.
Kini giliran kenzo yang terpental karena dada nya di tendang luca, Meski terasa sesak. Namun kenzo masih bisa berdiri menantang lawan nya.
Jleebb! Jleebb.
Dua tikaman dari belakang membuat kenzo oleng, Ternyata anak buah luca main belakang. Setelah melumpuh kan shiba. Anak buah luca mendekati kenzo secara perlahan dan menusuk nya dengan belati.
"Hahahaha! Rasakan itu. Aku akan menunggu kabar kematian mu." Ucap luca menginjak leher kenzo.
"Uhuk,Uhuk!"
"Lepas kan dia luca!" Teriak shiba yang masih di pegangi.
"Oohh! Sahabat yang sangat baik." Puji luca menatap shiba.
"Kau binatang!" Maki shiba ketika luca mendekati nya.
"Sebenar nya aku sedikit tertarik padamu! Namun kau malah sangat membela musuh ku." Bisik luca meraba dada shiba.
Luca adalah pria yang menyimpang, Hobi nya adu terong dengan sesama jenis. Shiba ketakutan ketika luca meraba raba.
"Jangan sentuh aku biadap!" Teriak shiba jijik.
"Sekarang kau boleh menolak! Nanti saat kau merasakan nya, Maka kau akan ketagihan." Bisik luca.
"Najis, Cuihh!"
Shiba meludahi luca yang tepat di hadapan nya, Luca hanya menyeringai dingin. Ia memberi kode pada anak buah nya dan membawa shiba bersama nya.
Sepuluh menit kemudian.
"Tuan ken!"
Bodyguard kenzo datang dengan rombongan besar, Mereka sangat kaget melihat kenzo yang berlumuran darah dan hampir metong.
__ADS_1
"Di mana tuan shiba?!" Heran dimas melihat sekeliling.
"Kalian periksa mobil tuan ken, Aku akan membawa tuan muda kerumah sakit sekarang." Ujar dimas membopong kenzo masuk mobil.
...****************...
"Ya allah, Tolong selamat kan abang." Dinara tak henti henti nya berdoa sambil berlari masuk kerumah sakit.
Baru saja ia masuk, Salah satu anak buah kenzo tampak mendorong mayat yang sudah di tutupi dengan kain putih.
"Abangg!"
Tanpa bertanya dan permisi lagi, Dinara menubruk sesosok mayat di atas ranjang yang akan di pindah kan kekamar mayat.
"Kenapa abang tinggal kan ara!" Jerit dinara menangis keras.
"Nona muda tolong tenang dulu.'' Ujar anak buah kenzo yang bernama reyhan.
''Ara mau ikut abang saja! Abangg bangun." Teriak dinara histeris.
Bukan main bingung nya reyhan dan perawat yang mendorong ranjang itu, Sedang kan ara masih memeluk erat mayat tersebut.
"Loh! Kok abang ada kumis?!" Heran dinara ketika kain sedikit tersingkap.
Seketika dinara meloncat kaget saat melihat wajah orang itu, Seorang pria paruh baya dengan kumis tebal lah yang sejak tadi ia tangisi.
"Kok abang bisa jadi begini reyhan?" Bingung dinara masih dengan air mata mengucur.
"Itu bukan tuan ken nona." Jawab reyhan menahan tawa.
"Kenapa kau tidak bilang dari tadi sih?!" Kesal dinara menahan malu.
"Saya ingin bilang nona! Tapi anda tidak mau dengar." Ujar reyhan membela diri.
"Saekia! Apa lagi yang kau tunggu, Ayo kita menemui abang." Sentak dinara menahan malu hingga wajah nya merah.
Reyhan berjalan sambil mesam mesem mengingat ekspresi nona muda nya tadi, Dia tidak sadar kalau tangan dinara sudah mendekati kepala nya.
Ctaak!
"Aduhh!"
Jitakan dinara membuat reyhan kaget dan kesakitan, Jika tidak ingin kalau wanita ini adalah nona muda nya. Mungkin reyhan sudah melempar kan ara kejalan raya.
"Kenapa kita di sini?" Tanya dinara gemetar saat melihat ruang operasi.
"Pisau yang untuk menusuk tuan ken patah, Sehingga tuan harus menjalani operasi untuk mengambil patahan nya." Jelas reyhan.
"Ya allah abang."
Kembali ara menangis sambil mondar mandir di depan ruang operasi, Tak henti henti nya ia menyebut asma allah.
"Duduk lah nona."
__ADS_1
Namun ara tidak mendengar kan ucapan reyhan, Hati nya sangat kacau karena khawatir dengan kondisi abang tersayang.