
Minggu pagi.
Dinara menunggang kuda berwarna putih dengan lincah, Sudah menjadi aktivitas favorit nya olah raga menunggang kuda.
''Hebat sekali.'' Puji pria yang baru datang ketika ara sudah turun dari kuda.
Mata dinara mendelik ketika tahu siapa pria itu, Kenzo sudah berdiri di hadapan nya. Kaos putih dan juga celana putih melekat sempurna di tubuh pria tampan ini.
''Kakak mau menunggang kuda juga?'' Tanya dinara berusaha bersikap biasa.
''Tidak. Aku hanya ingin menemani mu.'' Jawab kenzo tersenyum.
''Lain kali tidak perlu.'' Ucap dinara menenggak air mineral.
Kenzo menatap dinara yang sikap nya terasa amat dingin, Teringat kembali ia pada sikap nya dulu.
''Mungkin kau dulu lebih sakit dari yang ku rasakan sekarang.'' Ujar kenzo.
''Aku yang mengejar rasa sakit itu.'' Jawab dinara.
''Masih adakah sedikit niat untuk kembali mencintaiku?'' Tanya kenzo mendekati dinara.
''Tidak! Terima kasih untuk tawaran nya.'' Tolak dinara berlalu pergi.
Jika dulu kenzo dengan sombong mengatakan bahwa ia akan menyambut dengan senyuman datang nya karma, Kini ia malah sangat menyesal.
''Aaarrkkh!"
Kenzo menendang pagar pembatas, Rasa sesal memenuhi hati nya. Tidak ada yang bisa membantu, Kecuali yarri yang masih tetap setia mendukung nya.
"Dinara!"
Setengah berlari, Kenzo berhasil menyusul dinara yang akan masuk mobil. Tampak kalau ara sudah mulai jengkel.
"Aku sedang lelah untuk bicara." Ketus dinara.
"Tolong beri aku kesempatan ra, Lagi pula aku sudah sunat." Ucap kenzo bangga.
Merah padam wajah dinara ketika mendengar ucapan kenzo tentang sunat, Bagi ia itu adalah hal sensitif.
"Aku udah masuk islam ra." Jelas kenzo.
"Itu masalah kakak lah, Kenapa bilang sama aku." Jawab dinara cuek.
"Kita bisa menikah secara islam jadi nya ra." Ucap kenzo.
Hembusan nafas dinara terdengar kasar, Bisa di lihat jika gadis ini mulai jengkel dengan tingkah kenzo.
"Apa sekarang kakak mencintai ku?" Tanya dinara memastikan.
"Iya ra." Jawab kenzo cepat.
"Kenapa baru sekarang?! Kenapa kakak baru mencintaiku setelah cinta yang ku miliki untuk mu hilang?!" Tanya dinara mulai menangis.
"Tidak ra! Aku yakin jika cinta itu masih ada." Ucap kenzo
__ADS_1
''Mencintai mu itu menyakit kan kenzo! Sekarang aku tidak ingin sakit lagi.'' Tegas dinara.
''Aku berjanji ra! Bahwa aku akan mencintai mu setulus hati ku.'' Janji kenzo.
Dinara melepas kan cekalan tangan kenzo, Ia tidak tahan jika berbicara terlalu lama dengan pria ini. Ara takut jika sampai jatuh lagi dalam pesona kenzo.
''Cari lah lagi perasaan mu yang dulu, Karena itu lebih baik.'' Ujar ara.
Kenzo hanya terdiam melihat mobil dinara yang melaju kencang, Seperti ini lah rasa nya di tolak oleh orang yang kita cintai.
''Kalau saja aku mencintai mu lebih cepat ra! Maka aku tidak akan tersiksa begini.'' Sesal kenzo.
Malam hari.
Night club xxx tampak ramai pengunjung, Hingar bingar musik memenuhi gendang telinga anak manusia.
''Dalam islam ini minuman setan nama nya.'' Ujar kenzo menyeringai.
''Berarti kau setan.'' Jawab niko.
''Aku lebih dari setan.'' Sahut kenzo kembali menenggak alkohol.
Niko dan shiba hanya bisa geleng geleng kepala melihat kelakuan kenzo, Mereka selalu setia menemani pria yang patah hati ini.
''Ayo turun.'' Ajak shiba.
''Itu ide bagus! Kau bisa melihat sesuatu.'' Ajak niko menarik tangan kenzo.
Akhir nya mereka bertiga turun untuk berjoget dengan pengunjung lain, DJ cantik sedang memain kan musik bersama pioner nya.
''Aku tidak!'' Jawab kenzo cuek.
Mata kenzo menatap malas kepada gadis gadis yang menatap kagum pada nya, Hingga mata nya terpaku pada gadis yang minum sendirian di depan bartender.
''Mau kemana kau?!'' Shiba menarik tangan kenzo.
''Ada urusan.''
Kenzo sedikit berlari menghampiri gadis yang memakai celana jeans pendek model rawis, Crop top berwarna hitam melekat sempurna di tubuh nya.
''Bisa bisa nya dia memakai baju seperti itu.'' Geram kenzo.
Namun sebelum kenzo sampai di kursi gadis ini, Ada seorang pria yang lebih dulu menghampiri nya.
Tampak pria itu berusaha merayu dinara, Bahkan tangan nya mulai mengelus rambut dinara yang berwarna silver itu.
''Menjauh dariku!'' Usir dinara mendorong dada bram.
''Ayolah sayang, Kita bisa bersenang senang.'' Tawar bram menggoda.
''Aku tidak tertarik.'' Tolak dinara.
''Aku bisa membuat mu menjerit.'' Bisik bram di telinga dinara.
Buaak.
__ADS_1
Begitu selesai bram bicara, Dinara menendang wajah nya hingga terjungkal. Semua orang melihat keributan yang di ciptakan ara dan bram.
''Jaga bicara mu!'' Ketus dinara menginjak dada bram.
''Ampuni aku nona.'' Pinta bram yang kesakitan.
Dinara melepas kan kaki nya dari dada bram, Ia berbalik untuk mengambil tas nya. Hingga ara tidak sadar kalau bram sudah bangkit mengangkat kursi.
''Awas raaa!!''
Braaak.
''Aarrkkh!''
Tercengang ara melihat pemandangan tragis ini, Demi untuk melindungi nya dari serangan bram. Kenzo jatuh dalam pelukan dinara ketika bagian kepala belakang nya di hantam kursi.
''Kak ken!''
Darah mengalir dari luka kenzo, Shiba dan niko langsung turun dan menangani bram yang akan melari kan diri.
"Kak ken!"
Dinara panik bukan main melihat darah kenzo yang mengalir deras, Tidak ingin jika sampai kenzo celaka. Ara menggendong kenzo ala bridal style.
"Aku senang kau memperhatikan ku, Tapi aku malu kau gendong begini ra." Ujar kenzo pelan.
"Diam lah, Tidak waktu nya untuk malu." Ujar dinara galak.
Setelah menduduk kan kenzo di jok mobil, Ara segera tanjap gas menuju rumah sakit. Terlihat jelas jika ia sedang cemas.
"Tidak usah kerumah sakit." Cegah kenzo.
"Luka mu cukup parah, Itu di bagian kepala kak." Ujar dinara.
"Biar lah aku mati, Lagi pula tidak ada yang mencintai ku." Ujar kenzo merajuk dan melipat bibir nya.
Tidak ada tanggapan dari gadis sebelah nya, Dinara masih saja fokus pada jalanan malam yang mulai sepi.
"Aku lagi merajuk ra." Kesal kenzo.
"Tidak ada yang melarang kok." Jawab ara cuek.
Sangking kesal nya karena tidak di tanggapi oleh ara, Kenzo bangkit dan pindah kepangkuan dinara.
"Apa yang kau lakukan kenzo?!" Teriak ara karena tidak nampak jalan.
Posisi kenzo lebih tinggi dari ara, Hingga wajah kenzo berada di atas wajah dinara. Mata mereka bertemu satu sama lain.
"Aku mencintai mu ra." Bisik kenzo.
"Aku ti.
Tidak ada lagi jawaban dari mulut dinara, Karena kenzo membekap dengan bibir nya sendiri. Ara terdiam bagai kan patung, Kenzo menggigit lembut bibir ara agar bisa terbuka.
Lidah kenzo bertemu dengan lidah ara, Namun ara hanya diam tanpa membalas. Cukup lama kenzo membenam kan ciuman nya pada gadis yang dulu sangat ia benci.
__ADS_1