Please Love Me Tuan Ken

Please Love Me Tuan Ken
#16


__ADS_3

''Jauh kan tangan mu!" Sentak kenzo menepis tangan dinara.


Dengan sabar ara tetap kembali memegang ketiak kenzo untuk mengangkat nya kekamar mandi, Tentu saja kenzo tambah naik darah melihat tekad dinara.


"Apa kau tuli?! Kenapa kau tetap bertahan di mansion ku." Teriak kenzo melempar vas bunga hingga mengenai kening dinara.


Darah merembes kealis nya dinara, Karena vas itu terbuat dari kaca. Sakit sudah tentu terasa sakit.


"Aku mengalah karena aku takut kehilangan mu! Jika aku tidak mencintaimu, Mungkin aku tidak akan bertahan sampai sejauh ini." Ujar dinara kembali mendekati kenzo.


"Bisakah kau berhenti membahas tentang cintamu yang bodoh itu, Aku muak melihat dan mendengar ucapan mu yang hina itu" Maki kenzo.


Dinara menuli kan telinga nya, Sekuat tenaga ia kerah kan untuk mengangkat kenzo kembali naik kekasur.


"Aakkh."


Satu kali gerakan dinara berhasil membawa kenzo naik, Setelah kenzo duduk kembali di kasur.


"Di mana celana nya kak ?" Tanya dinara.


Diam membisu sang beruang kutup, Akhir nya ara membuka seluruh lemari untuk mencari dalaman dan juga celana pendek untuk suami nya.


"Aku bisa sendiri, Kenapa kau tidak mau dengar!" Sentak kenzo saat ara memasukan dalaman kekaki nya.


"Yah aku tau kakak bisa sendiri, Jika kakak tidak bisa. Sudah pasti tadi kakak memencet remot untuk memanggil mommy." Jawab ara pelan namun di telinga kenzo bagai kan hinaan.


"Tolong berbaring." Pinta ara.


Bukan kenzo nama nya jika langsung menuruti ucapan dinara, Dengan sombong ia malah membuang muka.


"Dinara!!"


Kenzo kembali berteriak karena ara menarik kaki nya hingga ia jatuh berbaring, Belalai gajah yang berada di bagian bawah sudah terlihat oleh ara.


Merah padam muka kedua nya, Tapi ara mencoba membuang rasa malu nya. Ia harus fokus kepada tujuan awal.


"Sudah selesai." Ucap ara.


Jangan kan untuk berterima kasih, Melihat wajah istrinya saja kenzo seolah tidak sudi. Akhir nya ara memilih keluar karena semua nya sudah selesai.


"Kemana mommy pergi ?" Tanya kenzo ketika ara sudah membuka pintu.


"Ada acara yang harus ia hadiri." Jawab ara.


Tidak ada lagi ucapan yang keluar dari mulut kenzo, Ara pun melangkah keluar dari kamar si beruang kutup.


Jika tadi di hadapan kenzo ara sangat lah tegar, Kini ia menangis di tengah tangga sambil memegang luka nya di jidat.


"Terima kasih tuhan, Telah memberiku hati yang kuat! Cara mu mendewasa kan ku sungguh luar biasa." Lirih dinara tersenyum pilu.

__ADS_1


Tidak ingin kembali larut dalam kesedihan yang mendalam, Ara masuk dapur dan membuka kulkas.


Karena saat di kamar kenzo tadi, Dinara melihat piring buah yang sudah kosong. Buah apel dan buah pear tak ketinggalan juga buah semangka ia potong kecil.


''Ck! Jidat ku perih." Keluh ara meraba luka nya.


Tapi dinara mengabai kan luka nya dulu, Yang terpenting ia harus kembali kekamar kenzo untuk mengantar makanan.


Ceklek.


Dinara masuk membawa nampan berisi buah di piring serta air mineral, Sang beruang kutup sedang membaca buku.


"Ini buah yang sudah ku kupas, Apa ada yang kakak butuh kan lagi?" Tanya ara lembut.


Praang.


Kenzo melempar piring nya dengan kasar, Tentu saja ara terkejut dengan kelakuan kenzo yang sangat keterlaluan.


"Apa kau pikir setelah aku sakit maka kebaikan mu akan ku terima hah?!" Sentak kenzo.


"Apa maksud mu kak?" Tanya ara bingung.


"Kau sengaja berbuat baik padaku, Karena kau berpikir aku akan mencintai mu!" Sinis kenzo.


"Aku tidak berharap! Karena harapan akan menyakiti diriku sendiri." Jawab dinara tanpa emosi.


"Cih!"


Hanya keheningan yang menyelimuti, Kenzo sudah menutup rapat mulut nya. Dinara memunguti pecahan piring sambil berkata.


"Setiap kejahatan pasti ada karma nya kak, Sekarang adam pun sudah mendapat karma."


"Namun dendam ku untuk nya tidak akan hilang." Jawab kenzo dingin.


"Jika membahas dendam, Aku pun punya dendam untuk mu! Tapi dendam ku mati berperang dengan kuat nya cinta yang ku miliki." Ucap dinara.


"Pergilah! Balas kan dendam mu padaku. Buat lah diriku hancur, Akan ku tegas kan padamu! Jika karma itu datang, Maka akan ku sambut dengan senyuman." Ucap kenzo penuh keyakinan.


Dinara pergi meninggal kan kenzo, Ia tidak kuat jika terlalu lama untuk adu mulut dengan suami yang sangat ia cintai.


...****************...


Pagi hari.


Gefari duduk menunggu dinara untuk sarapan, Meski agak lama ia menunggu. Tak lama ara pun keluar dari kamar nya.


Penampilan rambut ara agak lain dari biasa nya, Kini ia memiliki poni. Meski agak aneh, Tapi ara terlihat lucu.


"Kamu ganti gaya rambut ra?" Tanya gefari.

__ADS_1


"Iya mom." Angguk ara mengambil roti panggang.


"Oohh, Lucu juga." Gumam gefari.


Mereka sarapan tanpa suara, Dinara agak sungkan untuk mengajak mertua nya ngobrol. Karena dapat di lihat jika gefari sangat kusut.


"Jidat mu kenapa ra?"


Pertanyaan gefari membuat dinara terjingkat, Susah payah ia menutupi luka ini dan rela membuat poni. Namun masih saja mata elang mertua nya bisa melihat.


"Eemm ini kegores mom." Dusta ara.


"Kok bisa?"


"Tadi malam ara kan ngantuk mom, Pas mau ketoilet. Eeh kejeduk pintu." Susah payah ara mengarang cerita.


"Oh."


"Oh saja." Batin ara.


"Mommy tidak kekantor?" Tanya ara melihat penampilan gefari.


"No, Mommy hari ini mau mencari kaisar." Jawab gefari mengelap mulut.


"Kak kaisar hilang?!" Kaget dinara.


"Belum tau juga, Entah kemana dia." Ujar gefari.


Usai sarapan, Gefari melajukan kan mobil nua menuju markas utama. Ia memiliki janji temu dengan para kakak nya.


Sampa di sana, Ternyata empat mafia somplak sudah menunggu. Gefari yang terlambat datang.


"Lama sekali kau itu." Rutuk yarri yang ikut kumpul untuk berdiskusi.


"Apa rencana yang akan kita lakukan?" Tanya gefari langsung the point.


"Apa ada yang terjadi tadi malam?" Jhon bertanya sambil menghisap rokok.


"Sesuai rencana, Kenzo memang ingin buang air kecil. Hingga dinara masuk kedalam kamar nya


"Lalu apa yang terjadi pada putriku ge?!" Sambar yarri.


"Bisakah kau diam dulu bangs4t!" Maki gara kesal.


Yarri akhir nya kembali duduk dan mendengar kan cerita gefari, Meski ia sangat penasaran dengan nasip putri nya.


"Kenzo mengamuk dan melempar ara dengam vas, Jidat ara terluka." Cerita gefari sambil mendesah frustasi.


"Kenapa kau tidak menyimpan benda berbahaya itu, Putriku jadi terluka lagi kan!" Kesal yarri.

__ADS_1


"Memang itu kesalahan ku yang lalai sebelum pergi." Jawab gefari pasrah.


Mereka memang membuat rencana untuk mempertemukan dinara dan kenzo tadi malam, Yarri juga terlibat. Karena yarri tidak punya pilihan lain selain merestui hubungan dinara dan kenzo.


__ADS_2