Please Love Me Tuan Ken

Please Love Me Tuan Ken
#38


__ADS_3

Yarri menatap putri nya uang berwajah masam, Ia yakin kalau pasangan ini sedang ada masalah. Tapi yang membuat yarri heran, Kenzo tampak biasa saja.


''Jadi besok papa berangkat?" Tanya ara memastikan.


"Iya, Kalian tolong temani mama ya kalau waktu nya sedang senggang." Pinta yarri.


"Bagai mana jika mama menginap saja di sini pa." Usul kenzo.


"Mungkin mama akan keberatan ken." Jawab yarri yang paham bagai mana istri nya.


Kenzo mengangguk, Dinara tampak tersenyum kearah papa nya. Karena ia tidak ingin yarri sampai tahu isi hati nya.


"Papa udah makan belum?" Tanya dinara.


"Udah sayang." Ucap yarri.


"Ohh ya sudah, Hati hati di perjalanan besok pa." Ujar dinara merangkul yarri.


"Iya sayang, Kamu baik baik juga ya." Balas yarri.


"Ara naik dulu kekamar ya pa." Pamit dinara.


Yarri mengangguk sambil menatap langkah dinara memasuki lift, Semakin yakin ia jika putri nya lagi kacau.


"Ada apa dengan kalian ken?!" Tanya yarri.


"Tidak ada pa." Jawab kenzo memeriksa ipad nya.


"Tidak usah bohong, Papa bertanya bukan mau ikut campur masalah rumah tangga kalian." Ujar yarri.


Kenzo tampak berpikir apa yang sedang terjadi, Namun lagi lagi otak nya yang tidak peka. Tidak bisa menemukan masalah nya.


"Ken tidak tahu pa." Ujar kenzo menggaruk kepala nya.


"Tidak tahu bagai mana sih ken! Apa kau tidak lihat tadi istri nya memaksa kan senyum nya di hadapan papa, Dia hanya mengangkat sudut bibir seperti joker." Ujar yarri bergidik.


"Benarkah?!"


Plaak.


Kepala kenzo di geplak dengan buku yang ada di atas meja, Bukan main kesal nya yarri dengan kebodohan kenzo.


"Ken sungguh tidak tahu pa! Karena tadi ara cuma mengantar makan siang, Lalu kami makan di restoran bersama teman ku." Cerita kenzo.


"Teman mu pria atau wanita?" Tanya yarri menyelidik.


"Wanita, Dia teman dekat ken waktu sekolah dulu." Jawab kenzo.


"Apa kalian terlibat kontak fisik?" Tanya yarri lagi.


"Cuma pegangan tangan, Dan tadi ara sempat adu mulut sama rindia." Jawab kenzo.


"Lalu?"

__ADS_1


"Ken menyuruh ara minta maaf pada rindia, Karena ara memanggil rindia tante." Ujar kenzo.


Kini yarri paham akar permasalah nya, Cemburu ara membuat nya malas berbicara. Hanya sayang nya kenzo tidak paham dengan perasaan istri nya.


"Tapi memang ara jadi aneh sih sejak pulang tadi, Dia kenapa ya pa?" Tanya kenzo.


"Istrimu sedang cemburu goblok!" Maki yarri ikut dongkol.


"Kenapa cemburu?" Tanya kenzo semakin membuat darah yarri mengepul.


"Kalau ara akrab dengan teman pria nya, Apa kau tidak cemburu?" Tanya yarri balik.


"Tentu saja aku cemburu, Sedangkan foto nya di like orang saja aku cemburu!" Jawab kenzo cepat.


"Sama hal nya dengan dinara ken! Dia cemburu karena merasa kau lebih membela teman mu dari pada dia." Kesal yarri.


Setelah mendengar ucapan mertua nya, Kenzo berlari naik kelantai tiga. Meninggal kan yarri yang melongo sendirian.


"Dasar menantu kurang ajar!" Rutuk yarri beranjak pergi.


Entah karena terlalu banyak merutuk atau lantai nya yang terlalu licin, Tiba tiba saja yarri terpeleset.


Gdubraak.


"Aduhh bokong ku." Keluh yarri kesakitan.


"Astaga tuan! Kenapa bisa sampai jatuh?!" Zoy membantu tuan nya.


Zoy memapah tuan nya masuk mobil, Mereka meninggal kan mansion de lamozada dengan yarri yang masih meringis ngilu.


...****************...


"Saekiaa!"


Umpatan entah yang keberapa kali keluar dari mulut dinara, Ia berguling guling di atas ranjang untuk meluap kan rasa kesa nya.


"Nanti jatuh sayang." Ujar kenzo yang sudah duduk di tepi ranjang.


Dinara membuang muka ketika melihat suami nya, Ia tidak ingin semakin jengkel karena wajah bodoh nya kenzo.


"Untung saja dia tampan meski pun goblok." Batin dinara merutuk.


"Sayang."


Panggilan kenzo tidak mendapat respon, Hingga kenzo memilih ikut berbaring di sebelah istri nya. Merasa kenzo berada di samping nya, Ara menggeser posisi.


"Mau kemana?!" Tarik kenzo dan memeluk erat ara dengan kaki.


"Ara ngantuk." Kilah dinara memejam kan mata.


"Katakan ada apa sayang." Pinta kenzo mengangkat wajah nya.


"Tidak ada bang." Dusta dinara memejam kan mata nya lebih erat.

__ADS_1


Hembusan nafas kenzo menerpa wajah dinara, Posisi yang begitu dekat membuat bulu roma ara merinding.


"Sayang berjanjilah padaku untuk tidak menangis dan menyembunyikan dirimu ketika kamu kecewa pada diriku. Sebab, Tak adil rasa nya ketika kita tertawa terbahak bahak bersama. Sedang kan dirimu menangis di belakang ku." Ujar kenzo mengusap bekas air mata istri nya.


"Aku tidak ingin bahagia dengan cara seperti itu, Tegur saja dan marah lah. Ketika aku tidak sengaja melukai mu dan mengecewa kan kepercayaan mu." Lanjut kenzo.


Dinara membuka mata mendengar ucapan suami nya, Kini ia paham kalau suami nya ini memang tidak mudah mengerti jika ia hanya diam tanpa penjelasan.


"Ara kesal karena abang lebih membela rindia." Ujar dinara.


"Karena abang tidak ingin kamu tampak tidak sopan di hadapan semua orang." Jelas kenzo.


"Bohong! Abang dulu pernah pacaran gak sama dia?!" Selidik dinara.


"Mana ada!" Jawab kenzo cepat.


"Pacaran tidak! Tapi pernah ada rasa." Tuduh ara merubah posisi bersandar pada bedboard.


"Yah! Ku tampar mulut mu." Ancam kenzo.


"Tampar!" Tantang dinara.


Kenzo mendekati ara yang memajukan bibir nya, Sedang kan ara sedikit takut jika kenzo memang sungguh tega menampar nya.


Cup.


Jika biasa nya orang menampar dengan tangan atau uang, Kenzo malah menampar dengan bibir nya.


"Abangg!"


Senyum kemenangan terbit di bibir kenzo, Sedang kan ara masih berusaha mengumpul kan kemarahan nya. Karena rasa marah nya sedikit luntur akibat ciuman itu.


"Tapi rindia suka sama abang." Cetus dinara.


"Mana ada, Sembarangan saja!" Jawab kenzo mulai menggrayangi istri nya.


"Orang buta sekali pun bisa melihat kalau rindia suka sama abang!" Sengit dinara.


"Orang buta bagai mana melihat nya?" Tanya kenzo.


"Tidak selama nya mata bisa untuk melihat, Perasaan juga bisa di rasakan." Jawab dinara judes.


"Tapi abang kan suka nya sama ara." Rayu kenzo menatap istri nya.


Mata mereka saling bertemu dan saling tatap, Mata yang selalu ara kagumi. Mata yang sedalam lautan dan tidak bisa di mengerti hanya dengan satu kali lihat.


Karena sejujur nya ara masih belum bisa mengerti sepenuh nya kepribadian kenzo, Orang yang terkadang hangat. Namun juga terkadang dingin.


"Setiap kali aku menatap mata mu, Aku merasa kan arti kebahagian! Tapi tiba tiba aku berpikir, Apa kah mata ini tidak akan menyakitiku lagi?" Ujar dinara mengelus wajah suami nya.


Kenzo menangkap tangan istri nya, Memang ia tidak bisa berjanji untuk tidak menyakiti hati istri nya. Namun janji untuk tidak menyakiti fisik istri nya, Kenzo bisa berjanji.


Hallo guys jangan lupa dukungan nya🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2