
Mobil kenzo berbarengan dengan mobil jesslyn saat masuk kehalaman parkir mansion, Jesslyn yang keluar langsung kaget melihat penampakan ara yang berantakan.
''Ara! Kamu kenapa kok begini bentuk nya?" Heran jesslyn melihat rambut dinara serta ada beberapa bekas cakaran di wajah cantik
sahabat sekaligus kakak ipar.
"Berisik!"
Ara malah menjawab ketus sambil memasang wajah garang, Kenzo menarik tangan istri nya agar masuk kedalam.
"Ada apa ini?" Tanya gefari yang memang absen dari kantor nya.
"Duduk!"
Ara menurut duduk di sofa yang di tunjuk oleh kenzo, Meski saat ini ara sangat dongkol karena belum puas menghajar berliana. Tapi dinara lebih kesal dengan kenzo, Saat tadi kenzo tidak sengaja memegang leher nya sangat erat dari belakang.
"Leher ara sakit tau! Mana tidak di kasih minum habis makan kulit ayam." Rutuk dinara menyambar gelas mertua nya.
"Sakit kenapa?" Bingung kenzo mengecek leher istri nya.
"Kamu nanya! Kamu bertanya tanya bang?!" Cetus ara.
"Apa sih ra?" Heran kenzo sedikit sebal dengan tingkah ara.
Jesslyn dan gefari masih menonton dengan seksama, Karena ara dan kenzo belum bercerita dengan apa yang telah terjadi.
"Abang tadi narik ara tu kenceng banget! Rasa sakit nya sama kayak dulu abang nyekek ara." Sahut dinara.
"Masa sih? Perasaan tadi pelan kok." Elak kenzo.
"Pelan dari mana? Sakit tau!" Rutuk dinara mengelus leher nya.
"Maafin abang lah, Kan tidak sengaja." Rayu kenzo megambil kotak obat.
Setelah pasangan ini diam, Baru lah gefari menegak kan badan untuk bertanya apa yang telah terjadi.
"Apa yang telah kalian lakukan?" Tanya gefari menatap anak dan menantu nya tajam.
"Bukan ken mom! Ara yang buat masalah!" Tunjuk kenzo.
"Dasar suami laknat!" Rutuk ara.
"Katakan!"
Macam betina sudah menaik kan suara nya satu level, Tentu saja mereka langsung diam tidak berani menerus kan perdebatan.
"Kami tadi lagi makan mom! Lalu bertemu berliana dan ara terlibat adu mulut dengan nya." Cerita kenzo.
"Hanya adu mulut?!"
"Baku hantam juga mom, Lihat luka nya dia ini." Tunjuk kenzo pada pipi ara yang tergores.
__ADS_1
"Ara tu kesel kalau lihat muka dia mom! Apa lagi tadi liana malah tersenyum sok ramah." Sahut ara masih jengkel.
"Apa yang membuat mu begitu ra? Semua sudah berlalu juga." Ujar gefari menunduk.
Ken tahu jika kini gefari langsung teringat dengan jakson daddy nya, Apa pun yang menyangkut dengan adam dan berliana. Gefari pasti akan teringat dengan almarhum suami nya.
"Maaf kan ara ya mom, Mommy jadi sedih lagi." Ucap dinara duduk di bawah kaki mertua nya.
"Tidak! Lupa kan saja semua yang telah terjadi." Sahut gefari mengusap rambut menantu nya.
Gefari menarik tangan ara dan langsung memeluk erat, Jesslyn pun tidak ingin ketinggalan.
"Lupakan saja masalah itu ra! Lagi pula kan aku sudah bahagia bersama niko, Untuk apa kita mendendam terus terusan pada berliana dan adam." Ujar jesslyn bijak.
"Dengar kan adik mu itu! Kau sangat mudah emosi." Ucap kenzo berkacak pinggang.
"Dia mudah emosi karena ketularan kakak." Ujar jesslyn.
"Mana ada emosi bisa menular! Lagi pula dari mana bisa menular nya." Heran kenzo.
"Menular nya ya saat kalian bersatu, Kan jadi satu badan tuh. Nah menular lah emosi tersebut." Jelas jesslyn.
Gefari geleng geleng kepala mendengar ucapan putri bungsu nya yang tanpa filter, Jesslyn memang tidak bisa memilah kata dengan baik.
"Karena tadi di luar ara gagal memberi tahu kabar bahagia ini, Jadi ara akan memberi tahu sekarang saja." Ujar ara tersenyum girang.
"Kabar apa?" Tanya mereka bertiga serempak.
"Apa?!"
"Apa sih?!" Tanya gefari dan jesslyn ikut mendekat.
Mereka langsung girang ketika selesai membaca isi kertas, Gefari memeluk menantu nya.
"Selamat ya sayang, Jaga kandungan nya hati hati." Ujar gefari menciumi pipi ara.
"Selamat kakak ipar ku, Semoga dedek nya kembar." Seru jesslyn.
Hanya tinggal kenzo yang masih melongo dengan kertas di tangan nya, Bukan nya bahagia. Kenzo malah ketakutan.
"Makasih ya mom dan jesslyn." Ujar ara mengusap perut nya.
"Baru tiga bulan ya ra." Jesslyn sangat senang.
"Iya jess, Untung aku enggak mabuk parah kayak hana." Ucap ara.
"Sama sekali tidak mual ya ra?" Tanya jesslyn penasaran.
"Enggak jess, Maka nya aku tidak tahu kalau lagi hamil." Jawab ara.
"Ihh pinter nya keponakan aunty." Puji jesslyn mengusap perut ara.
__ADS_1
Saat jesslyn dan ara masih sibuk berceloteh, Gefari mendekati putra sulung nya yang masih saja terdiam.
"Are you okey?" Tanya gefari.
"Ken takut mom." Ujar kenzo berbisik.
"Takut apa?!" Heran gefari.
"Ken takut jika anak kami nanti laki laki, Kan jadi nya ara tidak mencintai ku lagi." Ujar kenzo terdengar sangat konyol di telinga gefari.
"Kau cemburu pada anak mu sendiri?" Tanya gefari hampir tidak percaya.
"Ssst jangan keras keras dong mom." Cegah kenzo.
"Apa sih ken! Konyol tau nama nya." Ejek gefari duduk kembali.
Kenzo ikut duduk menempel pada ibu nya, Bahkan kini ia memeluk erat mommy nya. Jesslyn dan ara menatap heran pada kenzo.
"Kamu cemburu apa tidak ra kalau aku sama mommy dekat gini?" Tanya kenzo ingin melihat reaksi istri nya.
"Ya enggak lah, Malahan aku seneng." Jawab ara.
"Kok enggak sih! Mommy kan juga wanita." Kesal kenzo.
"Abang dulu pernah bilang kan sama ara, Siapa pun itu jika dia adalah pria maka abang akan cemburu, Kecuali papa dan kak adam." Ucap ara.
"Terus?"
"Ara juga gitu dong, Siapa pun itu jika wanita maka ara akan cemburu! Kecuali mommy dan jesslyn." Jawab dinara.
"Tapi kalau papa cemburu sama anak wajar kan?" Tanya kenzo lagi.
"Itu nama nya kurang ajar!" Jawab dinara langsung di sambut gelak tawa gefari dan juga jesslyn.
Puas menertawakan kenzo, Gefari berdiri mengambil minum. Tenggorokan nya haus usai tertawa kencang.
"Ra!"
"Iya mom."
"Pergilah kerumah orang tua mu, Kabar kan juga pada mereka." Titah gefari.
"Baik mom." Angguk dinara.
"Baik lah, Abang mandi dulu ya." Ujar kenzo naik kekamar nya.
Lengkap sudah kebahagian dinara, Tidak sia sia ia mempertaruh kan tubuh nya di siksa oleh kenzo. Demi cinta ara pernah menjadi orang sangat bodoh, Namun kini semua di balas dengan cinta suami dan juga cinta mertua nya.
"Terima kasih mom sudah menerima ara dengan baik, Semoga mommy selalu sehat dan panjang umur agar bisa menimang cucu dari ara." Ucap dinara memeluk gefari.
"Iya nak, Semoga tuhan memberikan kita kesehatan dan juga umur panjang." Ucap gefari bahagia.
__ADS_1
Entah kenapa kini perasaan nya sangat enteng dan juga damai, Seolah tidak ada beban di hati wanita yang mulai lanjut usia ini.