Please Love Me Tuan Ken

Please Love Me Tuan Ken
#36


__ADS_3

Dinara datang membawa satu cup besar ice cream, Kenzo yang sedang menonton hanya tersenyum melihat tingkah istri nya yang menjilati tutup cup.


''Jika orang melihat mu ra.'' Ucap kenzo memiring kan bibir.


''Kenapa?''


''Seperti tidak pernah makan ice cream saja! Tutup nya pun kau jilati.'' Seru kenzo.


''Hanya orang kaya yang tidak menjilati ini.'' Sahut dinara duduk di sebelah kenzo.


Merasa gemas dengan jawaban istri nya, Kenzo langsung mencium bibir ara dengan rakus.


''Manis.'' Ujar kenzo melepas kan pangutan.


''Tentu saja manis! Aku kan baru saja menjilat ini.'' Jawab dinara.


Melihat lidah ara yang menjulur untuk menjilat bibir nya sendiri, Otak kenzo traveling kearah sana.


''Abang juga punya ice cream.'' Kenzo mengubah posisi duduk nya.


''Mana ada, Di kulkas cuma ada ini.'' Sahut dinara.


''Memang tidak abang simpan di kulkas kok.'' Kenzo menyeringai.


''Cair lah kalau tidak di simpan di kulkas.'' Jawab dinara masih belum paham.


''Justru kalau cair dan meleleh, Rasa nya enak sekali.'' Bisik kenzo sambil meniup telinga istri nya.


Reflek dinara langsung menjauh, Apa lagi wajah kenzo sudah berubah menjadi sayu. Tampak jika pria ini sudah mulai di kuasai nafsu.


''Masih sore, Ara mau sholat isya.'' Tolak dinara cepat.


''Satu kali saja.'' Pinta kenzo.


''Enggak! Ara malas mandi lagi bang.'' Kekeh dinara.


''Habis isya ya?''


''Hmmm.''


Dinara berdehem malas, Terkadang jika kenzo sudah lengket begini. Ara ingat kedekatan suami nya dan malika dulu.


''Kamu kenapa?'' Tanya kenzo menarik tubuh istri nya.


"Apa abang sudah melupa kan malika?" Tanya dinara mengumpul kan nyali.


Bahkan tanpa berpikir, Kenzo langsung menggeleng. Hati dinara mencelos seketika karena jawaban kenzo.


"Lalu kenapa ingin menikah dengan ku?" Tanya dinara pelan menyembunyikan rasa kecewa nya.


"Karena abang mencintai mu." Jawab kenzo gamblang.


"Cinta atau kasihan?!" Desak dinara setengah membentak.


Kenzo merasa ada yang berubah dari nada bicara istri nya, Namun pria yang tidak peka ini masih belum sadar kalau dinara sedang cemburu.

__ADS_1


"Ya cinta lah! Ngapain abang kasihan sama kamu, Emang nya kamu gelandangan." Gurau kenzo.


"Sejak kapan?"


"Tidak tahu." Sahut kenzo malu untuk mengakui perasaan nya.


Hembusan nafas ara terdengar berat, Ia kecewa karena jawaban kenzo yang tidak tahu kapan mulai mencintai nya. Ara berpikir bisa saja sampai saat ini kenzo masih belum bisa membeda kan rasa untuk nya.


"Tidak mungkin saat aku pergi kekorea! Aku sakit saja abang tidak ada." Ujar dinara miris.


"Jaga mulut mu ya! Abang menunggu mu sampai sadar waktu itu." Kesal kenzo.


"Jangan bohong ya bang! Hanya tuan anj!ng yang menunggu ara saat itu." Teriak dinara berkacak pinggang.


"Shiba hanya datang saat kau sudah sadar, Itu pun abang juga melihat mu dari luar." Balas kenzo.


"Pintar sekali abang mengarang cerita! Kalau memang abang ada di luar, Kenapa tidak masuk untuk melihat ara?!" Tanya dinara berapi api.


"Abang malu!" Teriak kenzo kelepasan.


Melongo dinara mendengar jawaban suami nya yang ternyata punya malu, Seketika senyum terbit di bibir wanita ini.


"Abang malu?" Ulang dinara mendekati suami nya.


"Tidak!"


"Cieee! Beruang kutub malu." Goda dinara.


"Apa sih ra." Rutuk kenzo kembali fokus menonton.


"Benarkah?"


"Belum tentu juga sih, Karena kan perjanjian ara sama mommy waktu nya cuma tiga bulan. Sedang kan waktu itu sudah hampir tiga bulan." Cerita ara.


"Perjanjian apa?" Tanya kenzo bingung.


"Mommy mau ara bisa membuat abang jatuh cinta dalam waktu tiga bulan, Kalau tidak maka mommy akan mengambil abang lagi." Jawab dinara.


"Jadi kalian membuat abang seperti barang?" Tanya kenzo tak percaya.


"Ya gimana lagi, Waktu itu ara kan buta sekali karena anda tuan ken." Jawab dinara meninggal kan kenzo.


Terangkat sudut bibir kenzo mendengar jawaban istri bucin nya, Segera ia berlari mengejar dinara yang akan menunaikan ibadah nya.


"Habis ini mantap mantap." Sorak kenzo saat ingin mengambil wudhu.


"Buang pikiran kotor mu saat akan sholat!" Tepuk dinara.


"Iyaaa."


...****************...


Dua bulan kemudian.


Seperti biasa, Dinara mengantar makan siang untuk suami nya. Ia sama sekali tidak mempunyai kesibukan, Pekerjaan nya hanya mengurus rumah.

__ADS_1


Kenzo tidak mengizin kan ia untuk kembali mengambil endorse, Karena kenzo takut kejadian lama terulang lagi.


"Selamat siang nona dinara." Sapa resepsionis ramah.


"Siang." Balas ara tak kalah ramah.


Dinara memasuki lift menuju ruangan kenzo di lantai paling atas, Dan ternyata di dalam lift juga ada wanita yang cantik walau pun usia nya jauh di atas ara.


Karena wanita itu tersenyum pada nya, Ara pun membalas senyum tersebut. Namun ara sama sekali tidak ingin mengajak nya ngobrol.


"Sexy sekali dia." Batin dinara yang berdiri di belakang.


Ting.


Pintu lift terbuka, Wanita yang memakai dres ketat berwarna hitam langsung keluar mendahului dinara. Langkah nya menuju ruangan yang ara akan masuki juga.


"Apa dia sekertaris baru?" Batin dinara heran.


Setelah wanita itu masuk, Dinara masih ragu untuk masuk kedalam. Hati nya menduga duga siapa wanita tersebut.


Ceklek.


Ara memasuki ruangan suami nya seperti biasa, Namun kini terasa berbeda. Karena kenzo dan wanita itu tengah berpelukan.


"Kak ken!"


Kenzo cepat menoleh dan melepas kan pelukan wanita itu, Ada rasa bersalah di wajah pria ini.


"Sayang! Ayo kemari." Ajak kenzo.


Dinara mendekat kearah kenzo, Tampak pandangan wanita itu berubah ketika melihat perlakuan kenzo pada istri nya.


"Ini istriku rin." Ujar kenzo merangkul pinggang dinara.


"Ooh jadi istrimu ken." Sambut rindia.


"Dinara."


"Rindia, Teman dekat nya suami mu." Rindia menyambut uluran tangan dinara.


Susana tampak canggung karena dinara tampak tidak menyambut baik teman nya kenzo, Rasa cemburu nya mulai bergelayut di hati nya.


"Ayo kita makan siang bersama, Lagi pula kita sudah lama tidak berkumpul." Ajak rindia.


"Tapi makan siang yang ku bawa tidak cukup untuk menambah tamu." Jawab dinara cepat.


"Kita bisa makan siang di resto xxx milik ku di depan sana." Ujar rindia.


"Jika kita makan siang di resto mu, Maka masakan ku tidak di makan oleh suami ku." Balas dinara tak malu kalah.


"Sudah sayang, Ayo kita makan di resto milik rindia. Bekal mu berikan saja pada shiba." Usul kenzo yang memang tidak peka.


"Ooh begitu ya bang, Ya sudah aku berikan saja pada shiba." Jawab dinara tersenyum mengancam.


Dasar nya kenzo memang manusia yang tidak paham dengan kode, Dia malah mengajak rindia keluar menuju restoran nya.

__ADS_1


__ADS_2