
Enam bulan kemudian.
Kenzo sibuk dengan pekerjaan yang menggunung, Meski ada reyhan yang membantu nya. Namun tetap saja kenzo merasa kelimpungan, Shiba memilih pergi bersama luca.
Meski keputusan shiba banyak yang menentang keras, Namun shiba tetap pada keputusan nya untuk hidup bersama luca di negara yang melegal kan pasangan itu.
''Melamun lagi." Tegur dinara yang sudah datang sejak tadi.
"Eehh sayang! Kapan datang nya?" Kaget kenzo.
"Dari tadi, Abang saja yang tidak menoleh." Jawab dinara cemberut.
"Maaf kan abang sayang."
Kenzo menarik tubuh mungil istri nya, Dinara duduk di pangkuan suami nya dengan mengalungkan kedua tangan.
"Suasana nya bagus ya sayang kalau untuk anu anu." Ujar kenzo menyusuri punggung istri nya.
"Abang kok mesum sekali?" Heran dinara.
Beberapa minggu ini kenzo memang sangat buas di ranjang, Ia sendiri juga bingung dengan stamina nya.
Tapi yang membuat kenzo lemas adalah, Saat usai bercinta. Kepala kenzo seakan di putar putar hingga membuat nya lemas tak berdaya.
"Sekali saja yok." Ajak kenzo menciumi leher istri nya.
"Enggak! Ara tidak mau nanti abang malah lemas di sini." Tolak dinara.
"Mungkin kalau tidak di kamar jadi tidak lemas sayang, Ayo lah kita coba tempat baru." Ajak kenzo.
"Nanti saja tunggu sudah pulang, Bentar lagi mau makan siang! Kata nya abang juga ada rapat. Bagai mana nanti jika abang lemas saat rapat." Dinara masih ragu.
"Benar tuan! Nanti kita ada rapat." Sahut sebuah suara.
Reflek kenzo dan ara menoleh dari asal suara tersebut, Reyhan berdiri tidak jauh dari mereka sambil memegang cangkir kopi.
"Sialan kau! Kenapa kau ada di sana reyhan?!" Teriak kenzo malu.
"Saya memang di sini sejak tadi tuan! Bahkan sebelum nona ara datang." Jawab reyhan enteng.
"Melawan saja kau." Salak kenzo.
"Saya memang dari tuan, Kan anda yang minta buat kan kopi." Reyhan mengangkat gelas.
Tidak ingin jika perdebatan semakin larut, Ara mengambil cangkir kopi milik kenzo dan menyuruh reyhan keluar.
"Dasar reyhan itu! Lebih parah dari shiba." Rutuk kenzo pindah kesofa.
"Begitu syulit lupakan reyhan, Apa lagi reyhan baik." Ara menyanyi dengan mulut yang di mencong mencong kan.
"Yah! Kau memuji anak buah ku?!" Teriak kenzo tak terima.
__ADS_1
"Ara nyanyi kok." Jawab dinara.
"Cih!"
Berdecih sinis siberuang kutub, Tidak ingin jika suami nya merajuk. Ara segera menempel erat.
"Hari ini kita makan di luar ya bang." Ajak ara.
"Hmm, Pantas saja kamu tidak bawa makanan." Ujar kenzo.
"Ara lagi pengen makan di luar nih." Jawab dinara.
"Ayolah."
Sepasang suami istri ini berjalan menuju halaman parkir sambil bergandengan tangan, Kenzo membuka kan pintu untuk istri nya.
"Mau makan di mana?" Tanya kenzo.
"Mau makan ayam crispy." Jawab dinara tersenyum.
Kenzo paham jika istri nya ini bukan hanya ingin makan, Namun ara pasti akan belanja juga. Sudah bisa di tebak dari gelagat nya.
"Lihat anak muda jaman sekarang, Pakai celana pendek naik motor. Paha di pamer kan sana sini." Cemoh kenzo saat di lampu merah melihat ABG yang berboncengan.
"Mereka naik motor mungkin tidak punya mobil bang, Tidak semua orang punya mobil kan." Jawab dinara ikut melihat.
"Yah kalau naik motor coba lain pakai celana panjang, Kok malah memamer kan tubuh." Ujar kenzo.
"Anggap saja rejeki mata yang memandang." Ucap dinara tak ingin ambil pusing.
Mall xxx.
Ayam dua potong dan nasi satu porsi, Tak lupa juga ice cola terhidang di hadapan ara. Seakan tidak pernah makan ia mengunyah semua makanan, Kenzo tersenyum melihat tingkah istri nya.
"Enak kan?" Tanya ara dengan mulut penuh.
Hanya mengangguk kenzo mendengar pertanyaan istri nya, Karena sebenar nya kenzo tidak seberapa suka makanan siap saji.
"Selamat siang tuan ken." Sapa pria muda dengan wanita cantik.
"Siang."
Kenzo mengingat siapa pemuda ini, Tak lama ia tersenyum karena ingat kalau dia adalah big. Asisten uncle jasson nya.
"Sedang apa kau big?" Tanya kenzo basa basi.
"Menemani kakak saya tuan." Jawab big menunjuk wanita cantik itu.
"Siang kak ken." Sapa berliana sedikit ragu.
Kenzo menatap berliana yang ada di hadapan nya, Ingatan kenzo kembali pada sikap jahat nya anak mark ini.
__ADS_1
"Siang." Balas ken mencoba ramah namun gagal.
"Bagai mana kabar mu ara?" Tanya berliana pada sahabat nya ini.
"Tidak kau lihat jika aku baik baik saja." Ketus dinara.
Rasa benci dan marah ara pada liana belum hilang, Apa lagi ia harus di siksa kenzo karena kesalahan berliana dan adam di masa lalu.
"Sayang!"
"Aku menjawab sesuai fakta, Atau memang mata mu sudah buta?! Pantas kalau kau buta liana! Hingga suami sahabat mu sendiri pun kau tiduri." Sinis dinara langsung berdiri.
"Dinara.."
"Apa?! Kau mau minta maaf padaku! Kau harus nya mengemis maaf pada jesslyn, Dasar wanita jal4ng hina." Sentak dinara.
"Aku tidak bermaksud begitu ra." Lirih berliana menunduk malu dan mulai menangis.
Pengunjung lain mulai tertarik dengan keributan ini, Terutama para ibu ibu berduit yang berjiwa gosip.
"Tidak kah kau merasa bersalah dengan semua yang telah terjadi?! Ibu mu mati juga karena ulah mu! Daddy jesslyn bunuh diri juga karena kau berliana!" Teriak dinara kalap.
"Cukup nona!"
Big tidak tahan melihat kakak nya di permalukan di depan banyak orang, Apa lagi berliana sudah menangis.
"Apa?! Kau kasihan pada air mata nya. Semua ini tidak sepadan dengan yang telah p3lacur ini lakukan!" Sentak ara berani.
Plaak.
Berliana menampar dinara dengan keras, Namun tiba tiba berliana merasa menyesal karena sudah lepas kendali.
"Jaga tangan mu liana! Kau memang yang bersalah." Sentak kenzo.
Buaak.
Praangg.
Berliana terpental jatuh keatas meja karena dinara menendang nya di bagian perut, Tak hanya itu saja. Ara segera menghampiri dan menjambak rambut indah berliana.
"Aarrkkh! Sakit ara." Teriak berliana kesakitan dan tangan nya juga mulai mencakar dinara.
"Rasakan ini, Perusak hubungan seperti mu pantas menerima ini." Balas dinara menampar wajah liana.
Lambung berliana belum hilang sakit nya terkena tendangan, Namun ia sudah harus merasakan lagi jambakan dan juga tamparan.
"Kenapa anda diam saja tuan! Ayo lerai mereka." Ajak big panik.
"Oh eh iya." Gagap kenzo karena takjup melihat keganasan istri nya.
Big menarik kakak nya dan kenzo menarik istri nya, Namun ara masih kekeh menarik rambut liana.
__ADS_1
"Lepas kan rambut ku dulu big." Teriak liana kesakitan.
Kenzo merangkul leher istri nya dari belakang, Sehingga big bisa menarik rambut berliana yang di gengaman ara.