
Sampai pukul delapan malam ara masih di mansion yarri, Karena safira sedang sendirian.
''Bagai mana pernikahan kamu nak?" Tanya safira duduk di sebelah dinara.
"Alhamdulilah baik ma, Karena abang bersikap baik dengan ara." Jawab dinara tersenyum bahagia.
"Dia tidak pernah main tangan lagi kan." Ujar safira memastikan.
"Tidak! Mama jangan khawatir ya." Ucap ara yang tahu jika mama nya takut kenzo menyakiti lagi.
"Syukur lah kalau kenzo memang benar sudah berubah." Tutur safira lega.
Meski awal nya safira sempat tidak suka jika kenzo kembali lagi pada dinara, Kini ia malah senang dengan menantu nya.
"Kabar kak adam bagaimana ma?" Tanya dinara ingat sang kakak.
"Sampai sekarang dia masih belum bisa melupa kan jesslyn sebenar nya." Ujar safira teringat anak sulung nya.
"Salah dia sendiri yang malah meniduri wanita lain, Lebih parah nya dia malah membawa berlina pulang kerumah!" Sambar dinara jengkel jika ingat kelakuan adam.
Safira tersenyum melihat si bungsu yang malah terbawa emosi jika sedang membicara kan adam, Ia paham kalau ara juga merasa kesal dengan kelakuan biadap adam.
"Udah ada isi belum?" Tanya safira mengalih kan obrolan.
"Isi apa?" Bingung dinara menatap safira.
"Isi kecebong nya kenzo dong." Ujar safira menggoda dinara.
"Mama apaan sih." Dinara membuang muka malu.
"Loh ya wajar dong mama nanya, Udah pengen gendong cucu ni." Safira tersenyum melihat ara salah tingkah.
"Ya sabar lah."
Dinara tampak enggan untuk membahas masalah anak, Bisa di lihat jika ara merasa gelisah dari duduk nya.
"Kamu kenapa ra? Apa kenzo gak pernah nyentuh kamu?!" Selidik safira.
"Mama apaan sih! Tiap malam juga main." Sewot dinara.
"Main apa?"
"Mama ihhk!"
Melihat anak nya yang merajuk manja, Safira tertawa terpingkal pingkal. Sedang kan ara bersunggut sunggut karena malu.
"Ya sudah, Pulang sana." Ujar safira.
"Iya deh, Besok ara ajak abang nginap di sini." Ucap dinara.
"Oke tuan putri." Gurau safira.
...****************...
Mansion utama de lamozada kembali ramai, Karena gefari mengumpul kan anak anak nya dalam waktu satu minggu. Ia beralasan agar para menantu nya menjadi akrab.
"Belum pulang ara ya kak?" Tanya jesslyn menyodor kan kopi kepada kenzo.
__ADS_1
"Lagi di jalan tadi kata nya." Sahut kenzo masih sibuk dengan ipad.
"Kalau istri mengunjungi ibu nya itu di temani ken." Nasihat gefari.
"Iya mom! Besok besok ken akan ikut." Jawab kenzo meletak kan ipad.
Mereka sibuk berceloteh dengan jesslyn yang cerewet, Hanya istri kaisar yang nampak masih kaku untuk berbaur.
"Kak hana hobi nya apa sih?" Tanya jesslyn membuka obrolan.
"Masak dan baca buku dek." Jawab hana tersenyum memandang jesslyn.
"Ara juga hobi baca buku! Mungkin kalian bisa akrab." Ujar jesslyn.
"Mau hobi nya sama pun kalau orang nya masih tidak terbuka ya tetap saja canggung!" Ujar gefari membuat hana menunduk.
"Mommy!"
Kaisar memegang tangan mommy nya, Gefari memang masih dongkol pada hana. Karena ayah hana yang sangat merendah kan kaisar.
"Waaah pada kumpul ya kalian!" Seru dinara berkacak pinggang.
"Dasar mantu kurang ajar!"
Gefari melepas sandal bulu nya kepada dinara, Yang di lempar pun mengelak sambil tertawa.
"Mommy jangan galak gitu dong, Nanti jadi janda." Gurau dinara.
"Ken! Bawa istrimu kemari." Titah gefari.
"Jangan marah dong mom, Ara punya sesuatu nih." Ujar dinara.
"Apa?"
"Taaraaa!"
Martabak berjumblah empat kotak ara taruh di atas meja, Setelah meletak kan nya. Ara merangkul erat gefari.
"Mommy tinggal di sini lagi kan? Ara bosan sendirian." Ujar dinara.
"Cih! Itu mommy ku." Sinis jesslyn ikut merangkul gefari.
"Tapi mommy ku juga!" Seru dinara tak mau kalah.
Akhir nya perebutan mommy pun usai setelah singa betina itu berteriak menghentikan dua bocil itu, Hingga mereka duduk di samping suami masing masing.
"Bianca mau lahiran besok." Ujar jesslyn.
"Dia lahiran cesar kan ya? Anak nya kembar kata dia kemarin." Sahut dinara.
"Besok kita kerumah sakit nya gara untuk menemani bianca." Ujar gefari.
"Kalau kembar harus cesar ya?" Tanya hana tiba tiba membuka suara.
"Tidak juga! Namun kebanyakan pasti cesar." Jawab jesslyn menoleh kearah kakak ipar nya.
Dinara mengamati hana yang tampak kalem, Hijab nya menutupi rambut. Membuat mata yang memandang terasa sejuk.
__ADS_1
"Kak kaisar pinter cari istri." Ujar dinara menepuk pundak kaisar.
"Aduhh! Sakit ra." Keluh kaisar karena pundak nya terasa pedas.
Tangan dinara sangat kebiasaan menepuk orang jika sedang bicara, Banyak teman yang menjauh ketika ngobrol dengan dia.
"Emang kenapa kak hana nanya gitu?" Tanya jesslyn.
"Hana lagi hamil tiga bulan, Dia takut kalau kembar." Jawab kaisar menggenggam tangan hana.
"Waaahh! Selamat ya kak." Seru dinara mendekati hana.
"Jaga tangan mu ra! Dia sedang hamil." Seru gefari yang takut ara kebablasan.
"Ara cuma pegang dikit doang kok, Pengen tau rasa nya." Cengir dinara menyentuh perut hana yang masih rata.
"Kalau pengen tau rasa nya, Ya minta buat kan sama kenzo dong." Ujar niko yang sejak tadi diam.
"Udah tiap malam kok buat nya! Bahkan kadang semalam sampai tiga kali kalau abang tidak capek." Jawab dinara tanpa dosa.
Plaak.
Kenzo menampar pantat istri nya karena merasa malu dengan ucapan dinara, Ara yang akan protes pun tidak jadi karena tatapan suami nya.
"Kenapa cebong kenzo belum jadi? Padahal kalian kerja rodi." Cetus gefari.
"Mom!"
Gefari ikut tersenyum karena kenzo sudah menatap nya, Ia tahu jika si sulung merasa malu dengan ucapan frontal.
"Kak hana sejak kapan pakai hijab?" Tanya dinara masih mengelus elus perut hana.
"Sejak sekolah dasar." Jawab hana sedikit kegelian.
"Waah, Hebat sekali." Puji dinara merasa kagum.
Dinara kagum dengan tekun nya hana memakai hijab sejak sekolah dasar, Sedang kan ia masih suka copot pasang hijab nya.
"Kamu memang gak berhijab ya? Atau non muslim maaf." Tanya hana.
"Ara muslim lah sejak kecil, Malah sejak dalam diri papa." Jawab dinara nyeleneh.
"Dalam diri papa bagai mana ra?" Heran jesslyn tak paham
"Ya kan kita berasa dari air nya papa, Ya berarti dalam diri papa dong." Jawab ara enteng.
Semua terdiam cengo mendengar jawaban ara, Gefari hanya bisa geleng geleng dengan kelakuan menantu bar bar nya.
"Ara kan kadang ukhti namun kadang juga kunti, Jadi belum bisa berhijab paten." Ujar dinara.
"Ayo masuk kamar sayang, Abang lelah." Ajak kenzo.
"Ooh abang lelah ya? Banyak kerjaan tadi bang." Tanya ara mendekati kenzo yang sudah berdiri.
"Abang lelah karena mendengar omongan mu sayang." Sahut kenzo memasuki lift.
Mendengar jawaban suami nya yang mengesal kan, Ara menendang nendang udara.
__ADS_1