Please Love Me Tuan Ken

Please Love Me Tuan Ken
#58


__ADS_3

Suasana mansion de lamozada tampak ramai, Namun ramai bukan karena bahagia. Mereka ramai untuk memberikan penghormatan terakhir pada gefari de lamozada.


Para anak dan menantu gefari tampak sangat berduka, Terlebih jhon yang sebagai kakak gefari paling tua.


''Kenapa kau meninggal kan aku ge? Kata mu kau ingin menemani ku pulang keindia." Lirih jhon di samping peti adik nya.


Gefari sudah membuat janji pada jhon untuk menemani kakak nya ini pulang keindia sekaligus liburan, Namun janji hanya tinggal janji.


"Ihklas kan dia jhon, Kita juga akan menemui gefari suatu saat nanti." Hibur radha pada suami nya.


"Mommy! Maaf kan kaisar mom, Jangan tinggal kan kai mom!"


Kaisar menggerung dalam pelukan mark, Anak kedua gefari tidak bisa menahan tangis nya. Bahkan saat pelukan mark terlepas, Kaisar langsung memeluk jasad mommy nya di dalam peti.


"Kai tenang lah nak." Rayu mark mengusap kepala kaisar.


"Aku tidak bisa tanpa nya uncle! Harus bagai mana nanti aku?!" Lirih kaisar tampak seperti orang linglung.


"Ingat lah pada anak mu kai, Dia sangat membutuh kan mu." Ujar mark.


Mendengar nama anak nya, Kaisar tampak sedikit mereda tangis nya. Namun ia masih tidak bisa jika di lepas sendirian.


Di antara tiga anak gefari, Kaisar yang menjerit jerit karena tidak mau di tinggal! Jesslyn yang berulang kali ambruk pingsan, Dan kenzo lah yang paling membuat semua anggota merasa sedih.


Sulung gefari hanya bisa diam menatap peti mati mommy nya, Tanpa suara pria ini menangis. Di sentuh pun tidak mau, Sejak tadi kenzo hanya menatap wajah pucat gefari yang terbaring.


"Tolong bujuk suami ku uncle." Pinta ara pada gara.


"Uncle juga tidak tahu harus bagai mana nak, Saat ini biar kan saja dulu." Ucap gara gemetar menahan isak.


Dinara sangat cemas melihat kondisi suami nya, Dari membawa jasad gefari tadi. Kenzo langsung terdiam tanpa kata, Dan kenzo pula lah yang menggendong gefari dari makam jakson.


"Minum dulu ya bang." Tawar dinara sangat cemas.


Tidak ada sahutan dari mulut kenzo, Ia masih sibuk menatap mommy nya yang terdiam untuk salama lama nya.


Hingga tiba waktu nya untuk pemakaman gefari, Kini mereka sudah sampai di kuburan keluarga de lamozada.

__ADS_1


"Jesslyn ikut mom! Mommy!!"


Untuk kesekian kali nya jesslyn kembali pingsan saat tubuh gefari sampai di tanah, Isak tangis dan juga jeritan kaisar menggema.


''Ihklas semua nya nak, Kita semua pasti akan meninggal kan dunia ini.'' Jhon menarik kaisar yang akan meloncat kedalam liang lahat.


''Aku tidak mau di tinggal pa!! Biar kan aku bersama mommy." Teriak kaisar meronta ronta.


Tenaga jhon yang kian tua sangat kewalahan menghadapi kaisar yang masih ingin meloncat kedalam kuburan, Mark pun ikut memegangi keponakan nya.


Dalam situasi ini pun kenzo hanya diam, Tidak ada ucapan atau pun isak tangis. Ia hanya dia melongo tepat di atas kepala mommy nya lagi.


"Ck! Apa yang akan terjadi pada anak ini." Decak gara merasa takut.


"Kenapa sayang?" Tanya joana mengusap air mata.


"Lihat lah kenzo, Anak itu sangat diam sejak tadi." Bisik gara.


"Dia paling lengket dengan gefari, Tentu saja ken sangat kehilangan." Balas joana.


"Itu lah saat malam gefari menelepon ku, Dia hanya menitip kan kenzo." Kenang gara mengingat percakapan antara diri nya dan gefari.


"Kenapa harus kenzo ge? Kan dia paling besar?" Tanya gara saat itu.


"Karena ken tidak pernah berpisah lama dengan ku." Jawab gefari.


Kini gara tahu alasan gefari menitip kan anak nya, Seolah gefari sudah mendapat firasat jika ia akan meninggal dalam waktu dekat.


...****************...


Dua bulan berlalu.


Kandungan dinara sudah menginjak bulan kelima, Meski tidak mengalami mual atau pun ngidam. Tapi terkadang ara ingin merasa kan di buat kan susu oleh suami nya, Atau pun ingin di tawari makanan oleh kenzo.


Tapi itu semua hanya tinggal angan angan saja, Karena sejak gefari meninggal. Kenzo tidak pernah lagi mengajak nya bicara.


"Kemana papa mu nak?" Keluh dinara ketika melihat jam sudah pukul sebelas malam.

__ADS_1


Alkohol teman kenzo yang paling setia, Bukan hanya pada istri nya dia membisu. Pada semua orang pun kenzo tidak pernah lagi membuka suara.


"Kak ken belum pulang?" Tanya hana yang muncul dari dapur.


"Belum, Kamu habis ngapain?" Tanya ara balik sembari tersenyum.


"Cari makanan." Jawab hana tersenyum malu.


Melihat tubuh ara yang kurus kering, Hana merasa terenyuh. Sebenar nya hana akan pindah saat itu, Namun karena melihat kondisi kenzo yang seperti ini. Akhir nya mereka pun urung.


"Makan nya di banyakin kak, Biar gemuk dan nanti saat lahiran tenaga nya kuat." Ucap hana mencoba bergurau.


"Sebanyak apa pun kita makan, Kalau yang di serang batin ya tetap saja kurus na." Jawab dinara mengelap air mata nya yang tiba tiba terjun bebas.


"Yang kuat ya kak, Pasti nanti kak kenzo akan segera berubah." Hibur hana.


"Mau berubah bagai mana? Dia begitu juga karena batin nya tidak kuat na! Aku tahu betapa berat nya yang dia tanggung." Jawab dinara.


Posisi ara sangat serba salah, Ingin rasa nya ia protes kepada kenzo agar memperhatikan diri nya dan juga bayi dalam kandungan nya! Tapi ara juga tahu kalau suami nya sekarang sangat depresi.


"Ini memang berat kak, Kaisar juga mungkin akan begitu jika tidak ada vegas yang jadi penghibur hati nya." Ujar hana mengingat suami nya.


"Entah lah na, Aku juga tidak bisa berpikir jernih sekarang." Jawab ara merasa putus asa.


Tak lama pintu terbuka dengan lebar, Boduguard membungkuk kan badan ketika kenzo berjalan sedikit sempoyongan.


Kemeja yang berantakan dan juga bau alkohol, Ara segera menghampiri suami nya yang berjalan menunduk.


"Abang pelan jalan nya." Ucap ara berusaha membantu kenzo.


Tapi kenzo hanya membalas nya dengan sedikit senyuman, Lalu ia berjalan pergi menuju kamar gefari yang kini menjadi hak milik nya.


Pernah kenzo dan kaisar terlibat baku hantam karena masalah kamar ini, Kaisar masuk kedalam kamar mommy nya. Namun kenzo segera mendorong nya keluar.


Tanpa kata ia mendorong kaisar, Tentu saja adik nya langsung naik darah dan melepas kan tendangan pada pinggang kenzo.


"Ara ikut sama abang ya?" Tawar ara mengejar kenzo.

__ADS_1


Tapi kamar gefari langsung di tutup oleh kenzo dan di kunci, Tinggal lah ara yang menangis di depan pintu kamar.


__ADS_2