Polisi Penjaga Hati

Polisi Penjaga Hati
MAHASISWA BARU


__ADS_3

6 Bulan kemudian...


Selama 6 bulan ini April sibuk dengan urusan kampusnya,sampai-sampai sedikit lupa akan kehadiran Radit.


Begitu pula dengan Radit dia sibuk dengan pekerjaannya sebagai Polisi.


Mereka berdua sudah jarang bertemu,Papih Anwar tidak pernah absen setiap hari selalu ke rumah Lisda meminta untuk pulang.


Hari ini di kampus April ada penerimaan Mahasiswa Baru...


April sedang makan di kantin dengan Sella..


"Pril,hari ini kan kita jadi Panitia penerimaan Mahasiswa Baru ayo cepetan sarapannya." seru Sella


"Males ah,kalau lo mau lo duluan aja sana nanti gue nyusul." ucap April


"Beneran ya lo nyusul,,gue duluan nih."


"Iya sana,gue ngabisin sarapan gue dulu."


"Ya udah gue duluan ya." Sella pun berlari menuju lapangan tempat di adakannya penerimaan Mahasiswa Baru.


"Sorry gue baru datang,udah mulai?" tanya Sella


"April mana Sell?" tanya Brian


"Masih sarapan di kantin,bentar lagi juga ke sini." sahut Sella


"Bro,lihat noh tuh anak kok kalau di lihat-lihat mirip April ya!!" seru Andre


Brian dan Sella menoleh berbarengan...


"Iya,,kok bisa ya." Brian tampak heran


Sementara itu...


"Al,,Kak Brian liatin lo terus tuh." seru Monik


"Ya jelaslah,cowok mana yang ga tertarik sama gue." ucap Alya sombong


Sella tampak berpikir..


"Apa jangan-jangan dia....."


Hei kamu,siapa nama kamu?" tanya Sella


"Nama aku Alya Puteri Prabowo"


Sella tampak melotot...


"Benar kan feeling gue,kalau nih anak adik tirinya April." batin Sella


"Kenapa lo Sell?" tanya Andre


"Gapapa."


April terlihat berlari menuju lapangan tempat semuanya berkumpul.


Brian menghampiri April...


"Lo kemana saja?" tanya Brian


"Gue barusan sarapan dulu." ucap April


"Pril,lihat deh anak itu mirip banget sama lo" celetuk Andre yang langsung mendapatkan." pukulan di lengannya oleh Sella.


April menoleh,dan betapa terkejutnya dia saat melihat anak dari wanita yang dia benci kuliah di tempat yang sama dengan dirinya.


Alya tampak tersenyum kepada April...


"Benar kan Pril mirip banget sama lo." ucap Andre lagi


April tidak bisa berkata-kata,tiba-tiba dadanya sesak dan air matanya pun jatuh tapi April cepat-cepat menghapusnya.


"Sorry gue ke toilet dulu." kemudian April berlari ke toilet yang langsung di susul oleh Sella.


Semuanya bengong,bingung dengan situasi ini termasuk Brian dan Andre mereka saling pandang.


Di toilet April menangis,dadanya begitu sakit melihat wajah anak yang sangat dia benci.


"Pril,ini gue Sella buka pintunya." Sella menggedor pintu toilet.


April membuka pintu toilet dan langsung memeluk sahabatnya itu sembari menangis.


"Kenapa anak itu kuliah disini Sell,kenapa?" sahut April

__ADS_1


Sella hanya bisa menepuk-nepuk punggung April karena Sella bingung harus bicara apa lagi.


"Sudah Pril,nanti ada yang lihat dan tahu siapa kamu sebenarnya." bujuk Sella


April melepaskan pelukannya dan cepat-cepat menghapus air matanya...


"Yu,kita kembali ke Lapangan lo bersikap seperti biasa saja anggap aja lo ga pernah kenal sama tuh anak." ucap Sella


April pun menurut dan kembali ke lapangan...


Sementara itu...


"Dit,Pak Anwar manggil lo lagi ya buat jadi supir anaknya?" tanya Rico


"Iya" jawab Radit singkat


"Pasti lo seneng kan,secara sudah lama lo ga ketemu sama April." goda Rico


"Apaan sih lo,ya udah gue pergi dulu mau nemuin Pak Anwar." Radit pun pergi ke sebuah Restoran tempat mereka janjian.


Selama perjalanan,Radit terlihat senyum-senyum dia mengira kalau dia akan menjadi supir April lagi.


Wanita cantik yang tanpa dia sadari sudah mulai menguasai hati dan pikirannya,sudah 6 bulan Radit tidak pernah bertemu dengan April,ada perasaan rindu di hatinya.


Radit memarkirkan motornya,dia cepat-cepat masuk dan betapa terkejutnya Radit saat melihat Anwar sedang menunggu dirinya dengan seorang wanita yang tidak lain adalah Santi istri siri nya.


"Maaf Pak Anwar lama menunggu." ucap Radit


"Oh,tidak kami baru saja sampai ayo silahkan duduk."


Radit pun duduk...


"Begini Radit saya ingin kamu menjadi supir pribadi untuk anak saya lagi." seru Anwar


"Untuk April Pak?" tanya Radit


"Bukan tapi untuk Alya,anak saya yang satunya lagi dia membutuhkan supir pribadi." sahut Anwar


Deggg....


"Maaf Pak tapi saya tidak bisa."


"Kenapa?masa jadi supir April bisa tapi jadi supir Alya tidak bisa..kamu itu sombong banget jadi supir saja pilih-pilih." Santi berbicara sangat ketus


Santi tidak mengetahui kalau Radit adalah seorang Polisi karena sebelum bertemu Radit sudah mengganti pakaiannya terlebih dahulu.


"Maaf Radit..kenapa kamu tidak mau,saya akan membayar kamu 2x lipat." sahut Anwar


Sungguh hati Radit sakit mendengar kata-kata Pak Anwar,kalau sampai April tahu Radit tidak bisa membayangkan betapa sakitnya hati dia melihat Papihnya lebih menomor satukan anak dari perempuan lain.


"Maaf Pak,bukan masalah bayaran yang saya pikirkan tapi perasaan April yang harus saya jaga..maaf kalau begitu saya permisi." Radit bangkit dari duduknya dan pergi


"Tunggu Radit." Anwar mengejar Radit sampai keluar sementara Santi dia tinggalkan di dalam.


"Ada apa Pak?" tanya Radit


"Bisa kita bicara sebentar,ayo kita ngobrol di dalam mobil." ajak Anwar


"Radit saya mohon kamu mau jadi supirnya Alya,karena hanya kamu orang yang saya percaya.Kamu pasti berpikiran kalau saya lebih menyayangi Alya,pikiran kamu salah Radit saya sangat menyayangi April melebihi siapa pun.


"Selama 6 bulan ini saya berjuang untuk mendapatkan mereka kembali,April sudah sangat membenci saya hancur hati saya saat mengetahui puteri saya sendiri membenci saya.


"Sebenarnya yang mengusulkan untuk menjadi supir Alya itu saya,rencana saya dengan kamu menjadi supir Alya kamu bisa memantau April juga."


"Maksud Bapak,Alya kuliah di tempat yang sama dengan April?" Radit nampak terkejut


"Saya tidak bisa mencegahnya,Alya keukeuh ingin semuanya sama dengan April bahkan rumah pun sekarang mereka sudah pindah ke Jakarta." ucap Anwar


"Apa Bapak tidak memikirkan perasaan April?bagaimana hancurnya perasaan dia saat mengetahui Alya kuliah di tempat yang sama dengannya." Radit mulai emosi


"Saya tahu...saya sangat tahu bagaimana perasaan April,saya sudah banyak bersalah kepada April selama ini saya sudah mengabaikan perasaan anak saya sendiri.


Anwar tampak menitikan air mata...


"Saya meminta kamu untuk menjadi supir Alya hanya semata-mata pormalitas saja karena tugas kamu yang sebenarnya tolong pantau April jangan sampai April terluka lagi,saya sudah meminta kepada pihak Kampus untuk membebaskan kamu keluar masuk Kampus dan mengikuti semua kegiatan yang April lakukan.


"Kamu jangan khawatir,tidak ada yang tahu kalau kamu seorang Polisi termasuk Alya dan Santi." jelas Anwar


Radit tampak berpikir..


"Tolong,hanya ini satu-satu nya cara untuk saya menunjukan perhatian dan rasa sayang saya kepada anak saya karena untuk saat ini saya sulit bertemu dengan April saya kangen sama anak saya Dit.


Pundak Anwar bergetar,akhirnya tumpah juga air mata Anwar...


"Baiklah Pak,demi April saya menerima tawaran Bapak." seru Radit

__ADS_1


"Terima kasih Dit terima kasih."


"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu Pak." sahut Radit


"Kamu sudah mulai bisa bekerja besok,saya kirim alamat rumah Alya."


"Baik Pak."


Radit pun keluar dari mobil Anwar dan menaiki motornya untuk pulang.


Disaat di jalan,Radit ingat kalau hari ini sebentar lagi waktunya April pulang dia membelokan motornya menuju Kampus April.


Radit berhenti di sebrang Kampus,dia memperhatikan setiap orang yang keluar...


Tidak lama kemudian mobil Sella keluar,Radit melihat Sella sendirian tanpa April.


10 menit kemudian,munculah wanita yang selama ini dia rindukan.



Terlihat gurat kesedihan di wajahnya,Radit tampak tersenyum..


Radit segera menaiki motornya dan berhenti di depan April,April tampak terkejut...


"Ojeg Onlinenya sudah datang." ucap Radit dengan senyumannya.


"Radit...kok ada di sini?" tanya April


"Jemput lo lah,emang mau ngapain lagi."


"Ya kali aja pacarnya kuliah disini." seru April


"Emang kuliah disini,tapi baru calon belum jadi pacar." seru Radit


Tiba-tiba wajah April berubah cemberut..


"Ya udah,gue pesen Taxi dulu takut calon pacarnya marah ntar gue di cakar-cakar lagi." April mulai mengotak-ngatik ponselnya tapi Radit merebut ponsel April dan memasukannya ke dalam saku jaketnya.


"Ih siniin ponsel gue." April berusaha mengambil ponselnya ke saku jaket Radit


Disaat April mau mengambil ponselnya tangan April di pegang oleh Radit.


"Gue cuma bercanda." Sesaat mereka saling pandang hingga Radit melepaskan tangan April.


Radit memakaikan helm,April masih tetap diam.


"Ayo naik." ajak Radit


Aprilpun naik ke atas motor sport milik Radit.


"Mau di paksa atau ikhlas pegang sendiri?" goda Radit


Karena takut kejadian tempo hari,tiba-tiba Radit menghentakan motornya hampir saja April jatuh,akhirnya dengan ragu-ragu April melingkarkan tangannya ke perut Radit.


"Ok..siap."


April mengangguk dan tersenyum dengan dagunya yang ia tempelkan di pundak Radit.


Sementara itu di parkiran Alya memperhatikan semua gerak-gerik April dan Radit.


"Oh jadi supir itu pacarnya Kak April." Alya tampak tersenyum penuh arti.


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


Hallo semuanya apakabar,mana nih suaranya yang masih setia dengan kisah April dan Radit?โ˜บโ˜บ


Jangan lupa dukungannya ya,soalnya Novel ini Author ikut sertakan di kontes mohon doa nya mudah-mudahan menang๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹


__ADS_2