
Semuanya sudah selesai sarapan,tapi April tetap tidak mengubah posisinya tetap membelakangi semuanya.
Papih Anwar menghampiri April,di elusnya kepala April.
April yang merasakan Papihnya mengelus kepalanya,meneteskan air mata kemudian Papih Anwar mencium kepala April.
"Maafkan Papih Sayang,mulai hari ini dan seterusnya Papih akan berusaha menebus kesalahan Papih,Papih akan membayar setiap waktu yang sudah Papih lewatkan bersama kamu Papih janji" seru Papih Anwar
"Papih ke kantor dulu nanti sore Papih ke sini lagi...Mih,Papih ke kantor dulu jaga April baik-baik" Papih Anwar menganggukan kepala kepada Sella dan Radit.
April menutup mulutnya supaya semua orang tidak mendengar tangisannya.
Papih Anwar pun meninggalkan Rumah Sakit.
"Pril,gue pulang dulu ya nanti gue kesini lagi...Tante,Dit duluan ya" ucap Sella
"Iya Nak hati-hati" seru Mamih Lisda
"Nyonya,sepertinya Radit juga pulang dulu ya takutnya Ibu dan Ayah khawatir" ucap Radit
"Iya Nak Radit terima kasih sudah mau menjaga anak saya"
"Sama-sama Nyonya"
Radit mendekati April yang masih setia dengan posisinya.
"Pril,gue pulang dulu ya" seru Radit
Karena tidak ada jawaban dari April,Radit pun pergi meninggalkan Rumah Sakit.
Setelah semuanya pergi,April membalikan tubuhnya.
"Mamih" ucap April lirih
"Ya Alloh Sayang,kok nangis?" Mamih Lisda langsung memeluk anak kesayangannya itu.
"Mamih,kenapa hidup kita jadi seperti ini" April menangis sesegukan di pelukan Mamih Lisda.
Sementara itu Papih Anwar menuju rumah Alya tujuannya ingin menanyakan perihal kejadian yang menimpa April.
Pas Papih Anwar mau masuk,,ternyata Alya dan Mamahnya sedang ngobrol.
"Mamah tahu ga,anak sialan itu sekarang sedang di rawat di Rumah Sakit" seru Alya
"Lho kok bisa?" tanya Mamah Santi
"Waktu kita sedang Hiking ke hutan,Alya sengaja menukar papan petunjuknya dan akhirnya dia masuk hutan terlarang Alya berharap dia mati di mangsa binatang buas,tapi sayang nasib anak sialan itu selalu beruntung" jelas Alya
Papih Anwar yang mendengar ucapan Alya mengepalkan tangannya,emosinya langsung memuncak.
"Oh jadi semua itu ulah kamu Alya" bentak Papih Anwar
Santi dan Alya sangat terkejut akan kedatangan Papih Anwar.
Mereka berdua tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Salah apa April sama kamu Alya?selama ini Papah mengorbankan perasaan April buat kamu,kamu selalu minta barang-barang yang sama dengan April Papah selalu memberikannya.dan sekarang kamu yang membuat April celaka" teriakan Papih Anwar menggelegar di seluruh ruangan.
Air mata Alya jatuh karena ketakutan akan kemarahan Papahnya.
"Kamu jangan terlalu keras sama Alya,bagaimana pun Alya itu anak kamu" bentak Santi
"Anak tidak pernah punya anak jahat kaya kamu Alya" bentak Anwar
"Dan kamu Santi tunggu surat cerai dari aku secepatnya,aku ga peduli lagi kalau kamu mau membeberkan aib aku karena lebih baik kehilangan harta dari pada aku harus kehilangan Lisda dan April" teriak Anwar
__ADS_1
Dengan penuh emosi,Anwar pergi meninggalkan Santi dan Alya yang menangis sesegukan.
"Ini semua gara-gara kamu Alya,Papah kamu akhirnya menceraikan Mamah puas kamu Alya" Mamah Santi pergi ke kamarnya meninggalkan Alya.
"Aaaaaaaa...awas lo April,seharusnya lo mati aja biar ga da penghalang lagi buat gue mendapatkan harta Papah" seru Alya.
Sementara itu di rumah Radit..
"Dit,kamu sudah sarapan?" tanya Ibu
"Sudah Bu"
"Kok sudah lama kamu ga pernah ajak lagi Nak April ke sini Dit,Ibu rasanya kangen sama Nak April" seru Ibu
"Idih Ibu,emangnya April itu siapa nya Radit?terus mana mau dia di ajak lagi ke sini" jawab Radit
"Oh iya yah,April kan puterinya orang kaya mana mau dia ke rumah butut kaya gini" Ibu Radit tampak kecewa dan berlalu pergi ke dapur
Radit membaringkan tubuhnya,pandangannya lurus menatap langit-langit kamarnya.
"Terlampau jauh kalau gue mengharapkan dia" gumam Radit
3 Hari kemudian,April sudah di izinkan pulang Papih Anwar benar-benar menunjukan perhatiannya walaupun April masih terlihat cuek tapi Papih Anwar tidak patah semangat kali ini dia benar-benar ingin menjadi orang tua yang baik untuk April.
"Pulang ke rumah kita ya" seru Papih Anwar
"Kalau aku terserah April saja" Mamih Lisda melirik ke arah April.
"Sayang,pulang ke rumah kita ya!!" ajak Papih Anwar
"Terserah" ucap April dengan melihat ke arah jendela.
Papih Anwar tampak tersenyum bahagia,Papih Anwar menggenggam tangan Mamih Lisda.
April membaringkan tubuhnya...
"Jahat,Kenapa dia tidak pernah datang ke Rumah Sakit lagi" gumam April
KEESOKAN HARINYA...
Mamih dan Papihnya sedang sarapan..
"Sayang ayo sarapan dulu" seru Mamih Lisda
Tanpa menjawab,April duduk dan mengambil roti nya.
"Sayang,apa perlu Papih menyewa Radit lagi untuk menjadi supir kamu?" tanya Papih Anwar
"Tidak perlu,mulai hari ini April mau bawa mobil sendiri" seru April jutek
Papih Anwar tentu sangat bahagia,karena itu yang dia inginkan dari dulu.
"Benarkah?kamu mau bawa mobil sendiri?kamu tidak apa-apa kan Sayang?" tanya Mamih Lisda
"Mamih kenapa sih,April sudah bosan di cibir terus apalagi semenjak anak itu masuk Kampus,April ingin membuktikan siapa April sebenarnya" jelas April
"Papih sangat bahagia kalau kamu akhirnya mau mengakui Papih sebagai Papih kamu,tunjukan kalau kamu itu Anak Anwar Prabowo pewaris tunggal kerajaan bisnis nomor 1 di negeri ini" seru Papih Anwar bangga.
"Awas lo Alya,lo hanya anak selingkuhan ga pantas masuk dalam keluarga Prabowo" batin April
April pergi ke Kampus dengan mengendarai mobil Sport keluaran terbaru,pada saat di Rumah Sakit April memang meminta di belikan mobil baru karena April tidak mau mobilnya sama dengan milik Alya.
Tentu saja Papih Anwar langsung membelikannya mobil sport keluaran terbaru,karena untuk pertama kalinya April meminta sesuatu kepadanya.
__ADS_1
Dari dulu sampai sekarang April memang tidak pernah meminta apa pun April tumbuh menjadi anak yang mandiri.
April mengendarai mobilnya,di jalan banyak pengendara lain yang menoleh ke arah April mereka tampak takjub melihat mobil April yang Wah..di tambah pengendaranya wanita cantik.
"Dit,lihat deh Dit..gila mobilnya keren banget,itu mobil sport keluaran terbaru dan harganya selangit Dit" seru Rico
Radit menoleh dan melihat dengan teliti ke arah mobil itu,Radit tampak terkejut karena yang mengendarai mobil itu adalah wanita yang akhir-akhir ini sudah membuat dia galau.
"Bukannya itu April" ucap Radit
"Hah,April" jawab Rico
Rico memperhatikan mobil itu....
"Oh iya,itu April anaknya Pak Anwar Prabowo pantas saja mobilnya keren yang pake nya juga anak konglomerat" sahut Rico
Radit tampak melamun,hingga tak terasa mobil April sudah menghilang.
"Tumben April mau pakai mobil ke Kampus" batin Radit.
Sesampainya di Kampus semua orang melongo melihat mobil sport keren dan mewah terparkir di parkiran Kampus.
April keluar dengan Anggunnya,sehingga membuat semua orang makin melongo karena selama ini yang mereka tahu kalau April itu anak biasa-biasa.
"Wuidih mobil baru nih,,kayanya sudah mulai go public nih" goda Sella
"Sudah waktunya semua orang tahu siapa gue sebenarnya" jawab April
"Yoi..biar orang-orang yang selama ini nyinyir sama lo ga bisa ngomong lagi" sahut Sella
"Udah yu ah kita masuk" ajak April
Dari kejauhan Alya sedang memperhatikan April dengan kesal.
"Wah mobil Kak April keren banget,pasti Kak April anak orang kaya deh soalnya orang yang bisa punya mobil kaya gitu hanya orang-orang yang tajir melintir" seru Monik
Alya pergi meninggalkan Monik dengan rasa kesal dan marah.
๐ผ
๐ผ
๐ผ
๐ผ
๐ผ
Hallo semuanya reader-readerku tercinta,masih setiakah kalian semua๐๐
Ayo dong dukungannya kasih like n vote sebanyak-banyaknya๐๐๐๐
Tetap bersabar ya nunggu kelanjutannya๐๐
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU๐๐๐
__ADS_1