
Suasana di ruangan itu tampak hening,AC yang berfungsi mendinginkan ruangan
menjadi terasa lebih dingin dengan adanya Dosen baru di ruangan itu.
Kriuk..kriuk...kriuk...
Tiba-tiba suara perut April terdengar nyaring di ruangan itu.Suasana hening membuat suara perut April terdengar begitu nyaring.
Dika yang sedang mengotak-ngatik Laptopnya terlihat menahan tawanya,sementara April yang tahu Dika menahan tawanya merasa kesal.
"Ga usah di tahan Pak,kalau mau ketawa,ketawa aja entar takutnya malah keluar dari pantat," ucap April dengan kesalnya.
"Sudah berapa hari kamu ga makan,kenceng amat suara perutnya," ledek Dika.
"Nih perut kenapa sih,selalu saja malu-maluin.Kemarin di depan Radit,sekarang di depan Dosen nyebelin itu,dasar ga bisa di ajak kompromi nih perut ga asyik ah," batin April sembari memukul perutnya pelan.
Dika yang memperhatikan April tersenyum melihat kelakuan April,tidak tahu kenapa justru dengan April seperti itu membuat Dika makin gemas.
Diam-Diam,Dika memesan makanan lewat aplikasi.
"Aduh,kalau lapar gue ga bisa bekerja.Tuh Dosen rese banget sih,ga ngizinin gue pulang," batin April.
"Cepat selesaikan pekerjaannya,tuh masih banyak jangan harap bisa pulang sebelum pekerjaannya selesai," ucap Dika yang masih setia dengan Laptopnya.
"Tuh kan,kenapa tuh Dosen bisa baca isi hati gue?Ok fix,tuh Dosen emang anak dukun" batin April.
April tampak cemberut,dia terus saja mengusap-ngusap perutnya karena lapar.
Tok..tok...tok..
"Masuk" seru Dika.
"Maaf Pak,ini ada pesanan Pitzza atas nama Pak Handika," ucap sang Kurir.
"Oh ya,simpan saja di meja" ucap Dika.
"Terima kasih Pak," seru Kurir dan langsung pergi.
Dika tetap saja sibuk dengan pekerjaannya,sementara April dia sama sekali tidak fokus apalagi di depannya tersaji Pitzza.April menelan salivanya,rasa lapar di perutnya makin menjadi.
Dika menoleh ke arah April..
"Ngapain kamu ngeliatin kotak Pitzza mulu bukannya beresin pekerjaan kamu," sahut Dika.
"Lapar Pak,please minta Pitzzanya" rengek April.
Dika tersenyum melihat wajah April yang memelas itu.
"Ok,kita makan dulu tapi habis makan kamu harus selesaikan pekerjaan kamu," ucap Dika.
"Siap Pak" April memberi hormat.
Tanpa malu-malu lagi,April langsung melahap Pitzza di depannya itu dengan bersemangat.
"Terima kasih Pak Dosen," ucap April dengan mulut penuh makanan.
"Telen dulu tuh makanan baru ngomong," sahut Dika.
April hanya cengengesan..
"Wanita yang sangat langka,tak ada jaim-jaimnya makan di depan cowok" batin Dika.
Setelah merasa kenyang,Dika pun kembali ke mejanya dan berkutat lagi dengan Laptopnya.Sementara April menyelesaikan pekerjaannya.
Sudah menjadi kebiasaan April,kalau perut sudah kenyang terbitlah ngantuk.April terus saja menguap,hingga akhirnya karena sudah tidak kuat lagi,April tepar juga dengan posisi duduk menyandar ke sofa dan tangannya masih memegang bolpoin.
Waktu sudah menunjukan pukul 4 sore,Dika merentangkan tangannya dan meregangkan otot-ototnya.
__ADS_1
"Akhirnya selesai juga!!April bagaimana pekerjaan kamu,sudah selesai belum?" tanya Dika.
Karena tak ada jawaban,Dika menoleh ke arah April dan betapa terkejutnya dia saat melihat April yang dengan nyenyaknya tidur di sofa.
"Astaga,tuh anak sejak kapan tidur" gumam Dika.
Kemudian Dika menghampiri April dan duduk tepat di depan April.Di perhatikannya wajah April dengan seksama.
"Cantik banget kamu Pril," gumam Dika.
Tidak lama kemudian,April dengan santainya merentangkan kedua tangannya meregangkan otot-ototnya.Disaat April membuka mata,betapa kagetnya dia melihat wajah Dika yang berada di hadapannya.
"Astahfirulloh,,ya ampun Pak kirain hantu" celetuk April dengan santainya.
"Apa kamu bilang?mau saya tambah hukumannya?" bentak Dika.
"Jangan Pak,saya kan cuma bercanda sensi amat kaya cewek yang lagi PMS," ucap April yang langsung mendapat pelototan dari Dika.
April langsung menundukkan kepalanya karena tatapan Dika terlihat mengintimidasi.
"Ya sudah,pekerjaannya di lanjut besok sekarang kamu boleh pulang" seru Dika.
"Serius Pak,kalau gitu saya pamit ya Pak" April cepat-cepat keluar dari ruangan Pak Dika dan pergi meninggalkan Kampus.
Sementara itu dari kejauhan,Alya dan Monik tampak memperhatikan April.
"Busyet,habis ngapain Kak April di ruangannya Pak Dika?dari jam 2 lho dan sekarang sudah jam 4," sahut Monik.
"Palingan habis ngerayu Pak Dika,seru nih kalau di buat gosip" Alya tampak menyunggingkan senyumannya.
Di dalam mobil,April terlihat cemberut.
"Gila tuh Dosen,emang saraf dia" April terus saja menggerutu hingga terdengar Ponselnya berbunyi tanda ada notif pesan.
"Sayang,nanti malam kita jalan yu nanti jam 7 malam aku jemput kamu," itulah isi pesan dari Radit.
Selama perjalanan,April terlihat mengembangkan senyumannya.
Malam pun tiba,April sedang merias dirinya secantik mungkin.
Ceklek..pintu kamar April terbuka.
"Kamu cantik banget Sayang,mau kemana?" tanya Mamih Lisda.
"April mau ngedate Mih," jawab April.
"Ciee..sama Raditkah?" tanya Mamih Lisda.
"Kok,Mamih tahu!!"
"Ya tahulah,sudah sejak lama lagi Mamih curiga sama sikap kalian berdua" ucap Mamih Lisda.
April hanya cengengesan...
"Mamih,ga larang April kan buat dekat sama Radit?" tanya April ragu.
Mamih Lisda merapikan rambut April.
"Ya galah Sayang,Mamih tahu Radit orang yang baik pasti dia bisa jagain kamu,secara dia seorang Polisi," sahut Mamih Lisda.
"Tapi Mih,Radit bukan orang kaya" seru April.
"Emangnya kenapa kalau bukan orang kaya,yang penting anak Mamih yang cantik ini bahagia itu tidak masalah," jelas Mamih Lisda.
"Makasih Mih,Mamih pokoknya paling top deh" April memeluk Mamihnya itu.
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil.
"Suara klakson mobil siapa tuh?" gumam April.
"Itu Radit kali Sayang," sahut Mamih Lisda.
"Masa sih,Radit ga punya mobil Mih" seru April.
Mamih Lisda hanya mengangkat bahunya,April pun turun untuk melihat siapa yang sudah membunyikan klakson.
Saat April keluar,ternyata Radit sudah menunggu di depan mobilnya dengan membawa seikat bunga.April cepat-cepat menghampiri Radit.
"Radit" sahut April.
"Hai,ini buat kamu!!bunga yang cantik buat orang yang cantik," seru Radit.
April tersenyum dan mengambil bunga dari Radit.
"Terima kasih."
Kemudian Radit membukakan pintu mobil untuk April.
"Silahkan Tuan Puteri," seru Radit.
April pun langsung masuk.Di perjalanan,mereka berdua tampak canggung satu sama lain.
"Ini mobil siapa Dit?" pertanyaan April memecahkan keheningan di dalam mobil.
"Mobil Rico,tadi aku pinjam dulu mobil dia" jawab Radit.
"Kenapa ga pake motor aja,aku gapapa kok naik motor" sahut April.
"Emang bisa naik motor pakai dress kaya gitu?" tanya Radit menggoda.
"Iya juga ya," April tersenyum canggung.
Tiba-tiba Radit menggenggam tangan April yang membuat April kaget,kemudian Radit menciumnya.
"Aku akan berusaha membuatmu bahagia,apa pun caranya" seru Radit.April hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Radit.
Tidak lama kemudian mobil Radit tiba di sebuah Restoran,meskipun bukan Restoran mewah tapi suasananya sangat romantis.
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
Segitu dulu ya guys,,maaf baru updateππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ
__ADS_1