
π΅
π΅
π΅
π΅
π΅
Hari ini Radit sudah janjian dengan April akan melakukan feeting baju pengantin mereka.April sedang menunggu di depan rumahnya dengan terus melihat ke jam yang melingkar di tangannya.
"Kemana sih Radit,kok lama banget belum datang juga," gerutu April.
Tidak lama kemudian Ponsel April pun berbunyi..
"Hallo Sayang,kamu dimana sih?aku sudah nungguin kamu dari tadi lho."
"Maaf Sayang,aku masih ada kerjaan sedikit lagi gimana kalau kamu duluan saja nanti aku nyusul," jawab Radit di seberang sana.
"Jangan lama-lama nyusulnya."
"Iya,ga bakalan lama kerjaan aku sedikit lagi selesai,maaf ya Sayang!!oh iya,kamu jangan bawa mobil naik taxi aja kan nanti aku yang bawa mobil."
"Ok."
April pun menutup Ponselnya dan mengotak-ngatik Ponselnya untuk memesan taxi online.
Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan April.
"Kamu mau kemana Pril?" tanya Aldo.
"Aku mau ke Butik Al,mau feeting baju."
"Kamu lagi nungguin jemputan?" tanya Aldo kembali.
"Tidak,aku lagi mau pesan taxi."
"Ya udah,ayo aku anterin kamu ke Butik."
"Lho bukannya kamu baru pulang ya Al,ga usah kamu pasti capek mau istirahat kan?" sahut April.
"Gapapa,ayo aku anterin daripada kamu naik taxi."
Akhirnya April pun masuk ke dalam mobil Aldo.
Sesampainya di Butik,April langsung disambut oleh pemilik Butik.
"Eh,Mbak April sudah datang ayo silahkan Mbak masuk,Masnya juga silahkan masuk."
"Ini bukan calon suami saya Mbak,calon suami saya masih ada kerjaan sebentar lagi juga datang," jawab April.
"Owalah,kirain ini calon suaminya soalnya cocok banget Mbak Aprilnya cantik si Masnya juga ganteng."
Aldo yang mendengar pujian dari pemilik Butik hanya mengembangkan senyum.
"Pril,aku tungguin kamu sampai Radit datang ya!!" seru Aldo.
"Ayo Masnya ikut masuk saja," sahut pemilik Butik.
Aldo pun menyusul April ke dalam dan duduk di sofa yang tersedia disana.Aldo menunggu April yang sedang mencoba pakaiannya,dengan mengotak-ngatik Ponselnya.
Tidak lama kemudian,April keluar dengan gaunnya.
"Mas Al,bagaimana penampilan Mbak April?" tanya pemilik butik.
Aldo mendongakan kepalanya dan melihat ke arah April,betapa terkejutny Aldo melihat April yang sangat cantik dengan gaun pengantinnya,sampai-sampai Aldo tidak sadar melongo menatap April.
"Kenapa AL,ga cocok ya!!" tanya April.
"Kamu sangat cantik Pril."
"Tuh Mbak April,kata Mas AL saja Mbak April terlihat sangat cantik," seru pemilik Butik.
"Ya sudah,aku ambil baju yang ini saja ya Mbak," sahut April.
Tidak lama kemudian Radit pun sampai di Butik,Radit melihat ada Aldo disana yang sedang menatap penuh kagum kepada calon istrinya.
Radit merasa geram karena Aldo menatap April seperti itu,dengan cepat Radit berjalan cepat dan langsung memeluk April.
"Ya ampun Dit,ngagetin aja."
"Kamu cantik banget Sayang," Radit mencium pipi April.
"Ih,banyak orang malu tahu."
Radit melirik kepada Aldo,dan dengan cepat Aldo malingkan wajahnya ke sembarang arah.
"Astaga Mbak April,ini calon suaminya?tampan sekali mana Polisi lagi gagah dan keren," ucap pemilik butik dengan kagumnya.
"Iya Mbak."
"Pril,aku pulang dulu ya kan sekarang sudah ada Radit," seru Aldo.
"Iya,makasih ya AL sudah mau nemenin aku."
"It's ok ga masalah."
Aldo pun langsung pergi tanpa berpamitan kepada Radit.
"Wah songong tuh orang," seru Radit.
"Udah,jangan macam-macam deh Dit."
"Tadi kamu kesini dianterin sama tuh orang,terus dia nungguin kamu disini?" Radit bertanya bertubi-tubi kepada April.
"Dit,jangan mulai deh capek berantem mulu karena salah paham," rengek April dengan tatapannya yang sendu.
__ADS_1
Karena melihat wajah April yang memelas,akhirnya Radit mengalah juga dia tersenyum dan memeluk April.
"Maaf Sayang."
"Ya ampun so sweet banget sih Mbak April sama Masnya,Mas cobain jasnya dulu yuk."
"Sayang,aku mau cobain baju dulu ya."
April menganggukan kepalanya dan Radit pun mengikuti Mbaknya untuk mencoba jas.Tidak membutuhkan waktu lama,Radit pun keluar dengan memakai jasnya.
Radit terlihat sangat tampan dan gagah sehingga membuat semua karyawan Butik yang kebanyakan wanita itu merasa terpesona akan ketampanan Pak Polisi yang satu ini.
April sadar kalau semua wanita disana sedang memperhatikan calon suaminya itu,dengan wajah yang cemberut April menghampiri Radit dan mengalungkan tangannya keleher Radit.
Radit pun membalasnya dengan memegang pinggang ramping milik April.
"Ada apa?kok cemberut kaya gitu?" tanya Radit.
"Ga lihat apa,wanita-wanita itu semuanya ngelihatin kamu terus aku ga suka," sahut April dengan menekuk wajahnya.
"Oh jadi ceritanya calon istriku yang cantik ini sedang cemburu," goda Radit.
"Udah yuk,ganti bajunya dan cepat-cepat pergi dari sini," April menarik tangan Radit dan Radit pun tersenyum.
Setelah keluar dari Butik,April pun berjalan menuju mobil Radit dengan masih menunjukan wajah yang cemberut.
"Udah dong Sayang jangan cemberut terus."
"Aku kesal tahu ga,mereka itu kaya yang baru pertama kali melihat laki-laki tampan aja ngelihatnya sampai kaya gitu,rasanya aku pengen colok aja mata mereka yang jelalatan itu," gerutu April.
"Astaga Sayang,sudahlah biarin aja itu kan hak mereka yang penting mata aku masih setia melihat kamu," Radit mencoba merayu April.
"Kita makan siang dulu ya,aku sudah lapar."
Tidak ada jawaban dari April,Raditpun mulai melajukan mobilnya menuju Restoran.
Sementara itu,selama dalam perjalanan Aldo tidak henti-hentinya memikirkan April.Bayangan April makai baju pengantin,membuatnya tidak bisa menahan hasratnya lagi.
"Sial,kenapa aku harus jatuh cinta kepada saudara aku sendiri sih?mana body April begitu menggoda lagi,ah kayanya malam ini aku harus menyewa seorang j****g," Aldo tampak frustasi.
April dan Radit sudah sampai di sebuah Restoran,April sudah mau melangkah sendiri meninggalkan Radit tapi dengan sigap Radit menggenggam tangan April.
"Katanya ga mau kalau ada wanita yang melirik aku,tapi malah mau ninggalin," seru Radit.
Mereka pun masuk ke dalam Restoran dan segera memesan makanan.Setelah selesai makan,Radit mengantarkan April pulang ke rumah karena April sedang merasa tidak enak badan.
"Beneran kamu tidak mau ke Rumah Sakit?" tanya Radit khawatir.
"Aku cuma ga enak badan Yang,istirahat sebentar juga sembuh."
"Kamu jangan terlalu capek kerjalah,kan sekarang sudah banyak yang membantu kamu termasuk Om Aswar,kamu harus perhatikan kesehatan kamu juga aku ga mau pas di hari pernikahan kita nanti kamu malah sakit," seru Radit dengan mengelus kepala April.
"Iya Sayang aku tahu,karena seminggu menuju pernikahan kita aku sudah meliburkan diri."
"Ya sudah,sekarang kamu istirahat saja aku mau kembali Dinas nanti malam aku kesini lagi ya," ucap Radit.
Sebelum pergi meninggalkan April,Radit menghujani seluruh wajah April dengan ciumannya.
Ternyata di rumah tidak ada siapa-siapa,karena Tante Risma dan Audi sedang pergi berfoya-foya,sementara Om Aswar masih di Kantor.
April pun mendudukan pantatnya di sofa di depan Tv.Bi Asih membawakan jus mangga untuk April.
"Ini Nona,Bibi buatkan jus mangga kesukaan Non April."
"Terima kasih Bi."
"Non kenapa kok wajahnya pucat begitu?Non April sakit?" tanya Bi Asih.
"April agak sedikit ga enak badan Bi,dan kepala April juga agak pusing," April memijat keningnya dan memejamkan matanya.
"Sini,biar Bibi yang pijitin kepala Non April."
April pun tanpa ragu-ragu lagi,merebahkan kepalanya di atas pangkuan Bi Asih.Bi Asih begitu menyayangi April,karena Bi Asih adalah orang yang ikut andil membesarkan April.
Disaat Orang Tua April sibuk dengan pekerjaannya,April selalu dia asuh oleh Bi Asih malahan buat urusan sekolahpun Bi Asih lebih sering menemani April dibanding dengan Mamihnya sendiri.
Dan yang membuat Bi Asih sayang kepada April,karena April dari dulu tidak pernah memperlakukannya dengan buruk,April selalu menghargai Bi Asih walaupun dia hanya sebatas Asisten Rumah Tangga.
Bi Asih dengan telaten terus memijat kening dan kepala April dengan penuh kasih sayang,dan akhirnya April tertidur di pangkuan Bi Asih.
"Malang sekali nasibmu Non,ditinggal Tuan dan Nyonya,harus merasakan hidup yang penuh dengan kekerasan,harus mengurus Perusahaan Tuan sendirian,dan sekarang disaat Non mau menikah tidak ada Orang tua Non di samping Non,ya Alloh berikanlah kebahagian untuk Non April dan berilah kekuatan bagi Non April untuk menjalani hidup ini," gumam Bi Asih dengan meneteskan air matanya.
Tidak lama kemudian,Aldo pun datang setelah pulang mengantar April,Aldo menghubungi seorang j****g karena sudah tidak tahan membayangkan April.
Aldo tidak sanggup jika harus menunggu sampai nanti malam,sungguh efek April begitu kuat sampai-sampai membangkitkan nafsunya.
Disaat Aldo mau menaiki tangga,Aldo menoleh ke sofa ternyata April sedang tertidur di pangkuan Bi Asih,Aldo pun menghampirinya.
"Bi,ada apa?kenapa April tidur disini?" tanya Aldo.
"Ini Den Aldo,tadi Non April katanya sedikit pusing kemudian Bibi membantu memijatnya dan ternyata malah ketiduran mungkin Non April kecapean," jawab Bi Asih.
"Ya sudah,sini biar aku bawa April ke kamarnya."
Aldo pun mengangkat tubuh April ke kamarnya,butuh perjuangan untuk Aldo membawa April ke kamarnya karena perasaannya terhadap April makin tak terkendali.
Sesampainya di kamar,Aldo membaringkan tubuh April di ranjangnya dan menyelimutinya.Sejenak Aldo memperhatikan wajah April yang sangat cantik dan begitu sempurna.
Aldo mendekat ke arah April,dielusnya pipi April dengan sangat lembut.
"Kenapa kita di takdirkan sebagai saudara?dan kenapa aku harus merasakan jatuh cinta kepada kamu Pril?ini sungguh sangat menyiksaku," gumam Aldo.
Aldo pun memilih pergi meninggalkan April dan keluar dari kamar April.
Malam pun tiba,sesuai janji Radit malam ini dia ke rumah April.Radit menekan bel rumah April dan Bi Asih dengan cepat membukanya.
"Mas Radit,ayo silahkan masuk Mas."
__ADS_1
"Aprilnya Bi?" tanya Radit.
"Sejak pulang tadi siang,Non April belum turun tuh Mas dari kamarnya."
"Lho kok bisa Bi?aku ke kamarnya ya,takutnya terjadi apa-apa."
Radit langsung berlari ke kamar April dan disusul oleh Bi Asih.
Tok..tok..tok..
"Sayang,apa kamu baik-baik saja?" seru Radit.
Tapi tidak ada jawaban apapun dari dalam kamar April.
"Ga ada jawaban Mas,langsung masuk aja Mas," sahut Bi Asih dengan khawatirnya.
Disaat masuk ke dalam kamar,ternyata kamarnya pun masih gelap kemudian Bi Asih menyalakan lampunya dan betapa terkejutnya Radit dan Bi Asih saat melihat April sedang menggigil kedinginan dengan keringat yang memenuhi wajahnya.
"Ya Alloh April,kamu kenapa?" Radit begitu panik.
"Dingin..dingin," ucap April dengan mata yang masih terpejam.
Radit memeluk April dengan sangat erat..
"Bi,badan April panas banget kita bawa April ke Rumah Sakit," ucap Radit panik.
"Baik Mas,Bibi siapkan dulu semuanya."
Bi Asih pun berlari keluar dan berpapasan dengan Aldo yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Ada apa Bi?" tanya Aldo.
"Anu,Non April badannya panas banget dan mau dibawa ke Rumah Sakit,Bibi siap-siap dulu Den."
Aldo segera berlari ke kamar April,dia tidak tahu kalau Radit ada disana.
"Pril kamu tidak apa-apa?"
Tapi disaat Aldo masuk,ternyata April sedang menggigil didalam pelukan Radit.Radit menatap tajam ke arah Aldo.
Radit segera mengangkat tubuh April dan membawanya ke Rumah Sakit.Selama dalam perjalanan April tidur di pangkuan Bi Asih dan masih menggigil.
"Dingin..dingin.."
"Sabar Sayang,sebentar lagi kita sampai di Rumah Sakit."
Sesampainya di Rumah Sakit,April langsung di tangani oleh Dokter.Setelah sekian lama menunggu akhirnya Dokter pun keluar juga.
"Bagaimana Dok,keadaannya?"
"Tidak apa-apa,cuma demam saja mungkin karena Pasien banyak pikiran dan terlalu memforsir tenaganya tapi sekarang sudah baikan kok dan Pasien sedang istirahat karena pengaruh obat yang diberikan,kalau begitu saya permisi dulu."
Radit dan Bi Asih pun masuk ke dalam ruangan rawat April.
"Bi,lebih baik Bibi pulang saja biar April aku yang jagain gapapa kan Bibi naik taxi?" tanya Radit.
"Iya Mas gapapa,Bibi naik taxi aja."
"Ya sudah Bibi hati-hati ya,ini buat ongkosnya."
"Terima kasih Mas,kalau begitu Bibi pulang dulu tolong jagain Non April ya Mas."
"Iya,Bibi ga usah khawatir aku bakalan jagain April."
Bi Asih pun pulang,sementara itu Om Aswar baru pulang dari Kantor hari ini dia kerja lembur,kalau Tante Risma dan Audi jangan di tanya mereka belum pulang masih kelayapan.
"Al,pada kemana?kok rumah sepi?" tanya Om Aswar.
"Mamah sama Audi belum pulang,kalau April di bawa ke Rumah Sakit dia demam dan Bi Asih pun ikut ke Rumah Sakit."
"Apa April di bawa ke Rumah Sakit."
Bi Asih pun baru saja pulang...
"Bi,bagaimana keadaan April dan dengan siapa April disana?" tanya Om Aswar khawatir.
"Non April sudah baikan,ada Mas Radit disana yang jagain," jawab Bi Asih.
"Oh ya sudah terima kasih ya Bi."
Di Rumah Sakit,Radit menggenggam tangan April dan menciumnya berulang-ulang.
Radit begitu kasihan melihat April yang terlalu memforsir tenaganya untuk mengurus Perusahaan.
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
Selamat pagi semuanya,,semoga kalian masih setia menunggu kelanjutan kisah April dan Babang Raditππ
Dan mohon dukungannya dengan like dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOUπππ