
π΅
π΅
π΅
π΅
π΅
Setelah selesai sarapan semuanya sibuk dengan urusan masing-masing,sementara itu Aldo memilih ke kamarnya untuk beristirahat sejenak.
Aldo langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur king size itu,matanya menerawang ke langit-langit kamar itu.
"April..April,cantik banget kamu tapi sayang kamu saudaraku memang sungguh kejam dunia ini aku jatuh cinta kepada orang yang salah,kenapa aku harus merasakan jantungku berdebar-debar kepada saudaraku sendiri,wah sudah gila aku otakku sudah ga beres nih," gumam Aldo dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Sementara itu di ruang tv,Tante Risma dan Audy sedang berbincang-bincang.
"Wah Mah,akhirnya kita akan segera shopping lagi ga sabar deh," ucap Audy dengan antusiasnya.
"Iya Audy,Mamah juga sudah kangen pengen cepat-cepat shopping soalnya baju,tas,dan sepatu Mamah semuanya sudah ketinggalan zaman," sahut Mamah Audy.
"Audy,kamu mau kemana?" tanya Tante Risma.
"Mumpung Kak April ga ada,aku mau ke kamarnya pengen lihat seperti apa dalam kamarnya," seru Audy.
"Emang gapapa,tapi Mamah juga penasaran sih ayo kita sama-sama lihst ke kamarnya."
Dengan tidak tahu malunya,Tante Risma dan Audy masuk ke kamar April kebetulan kamar April tidak di kunci.
Sesampainya di dalam kamar,Tante Risma dan Audy dibuat ternganga,mereka berdua pergi menuju walk in closet April disana sudah berjejer tas,sepatu,assesoris,jam tangan,semuanya barang-barang branded.
Anak dan Ibu itu,tak henti-hentinya takjub disaat membuka lemari pakaian April pun mereka sampai melotot karena pakaian April sungguh membuat dada mereka sesak.
"Ya ampun Mah,semuanya barang branded kita saja yang dulu menjadi orang kaya,barang-barang Audy tidak sebanyak ini dan sebagus ini," seru Audy.
"Wow,ini sungguh luar biasa Audy," Tante Risma masih tidak percaya.
Tiba-tiba pintu terbuka dan Bi.Asih masuk ke dalam kamar April.Tante Risma dan Audy tampak panik.
"Nyonya dan Non Audy kenapa ada di kamar Non April?" tanya Bi Asih.
"Kita..kita lagi beres-beres,ya kita lagi merapikan kamar April," ucap Tante Risma dengan pura-pura merapikan seprai kasur April.
"Bibi sendiri ngapain kesini?hayo mau apa,mencurigakan," tuduh Audy.
"Kalau saya memang sudah tugasnya setiap Non April pergi ke Kantor saya membersihkan kamarnya," jawab Bi Asih.
"Aduh Mah,kayanya Audy sakit perut Audy ke toilet dulu," Audy langsung kabur.
Sementara Tante Risma tampak salah tingkah dan dengan cengengesan keluar dari kamar April tanpa bicara sedikitpun.
"Ih,mereka berdua mencurigakan saya harus laporan sama Non April," gumam Bi Asih.
Sementara itu di Kantor,April sedang berbicara dengan Om Farhan dan juga Sella.
"Om,bagaimana kalau Om Aswar kita tempatkan di Perusahaan cabang?" tanya April.
"Kalau menurut Om,mending Mas Aswar bekerja disini saja membantu kamu Pril kan kamu kadang-kadang suka kewalahan kalau sedang banyak kerjaan sementara Om jarang bisa bantuin kamu,kalau masalah Perusahaan cabang Om juga masih sanggup menghandlenya,tapi itu sih terserah kamu Pril kalau Om ikut saja mau kamu," jawab Om Farhan.
"Benar juga,entar deh April pikirkan lagi.Ya sudah Om boleh kembali bekerja,maaf ya Om April selalu merepotkan Om," seru April.
"Tidak,kamu tidak merepotkan Om justru Om dan keluarga Om ingin sekali berterima kasih banyak kepada kamu dan Orang tua kamu yang sudah mempercayakan semuanya kepada Om,berkat kalian kehidupan keluarga Om menjadi di hargai oleh orang lain," seru Om Farhan.
"Iya Om sama-sama."
"Kalau begitu Om permisi dulu,kalau ada apa-apa jangan sungkan hubungi Om."
"Iya Om."
Om Farhan pun pergi meninggalkan ruangan April.
"Calon pengantin jangan terlalu banyak pikiran," seru Sella.
"Sell,nanti malam keluarga Radit mau ke rumah katanya mau melamar gue secara resmi,lo ke rumah ya temenin gue."
"Kan ada Audy."
"Siapa dia?kenal juga baru kemarin,pokoknya lo harus ke rumah temenin gue."
"Siap Tuan Puteri,tapi gue ajak Andre juga ya."
"Sip."
"Ya sudah,gue kerja dulu kerjaan gue banyak."
Sella pun keluar,dan tinggalah April yang terlihat melamun.
"Astaga gue lupa,belum kasih kabar sama Mamih dan Papih," gumam April.
April pun dengan terburu-buru mengambil kunci mobil dan pergi meninggalkan Kantor.
"Sell,gue pergi dulu ya mau ke Makam Mamih sama Papih dan kayanya gue langsung pulang karena sebentar lagi juga sore,lo juga jangan lembur dan ingat datang ke rumah gue jangan telat," seru April.
"Siap,lo hati-hati."
April pun cepat-cepat memasuki mobilnya dan langsung tancap gas menuju makam Mamih dan Papihnya,tidak lupa April membeli bunga di pinggir jalan.
Tidak membutuhkan waktu lama,April sudah sampai di pemakaman umum.April bergegas turun dari mobil dan melangkah menuju makan Mamih dan Papihnya.
April berjongkok di tengah-tengah antara makan Mamih Lisda dan Papih Anwar.
"Assalamualaikum Mamih,Papih,maaf April jarang kesini menemui kalian April sibuk mengurus Perusahaan.Mamih,Papih,April kangen sama kalian," air mata April perlahan jatuh juga.
"Mamih,Papih,April kesini mau memberi kabar gembira kepada kalian,nanti malam keluarga Radit mau ke rumah mau melamar April,seandainya Mamih masih ada pasti Mamih orang pertama yang akan sibuk mengurus semuanya.Dan untuk Papih,Papih ga usah khawatir ternyata Radit sudah menepati janjinya kepada Papih kalau Radit sudah membahagiakan April dan selalu menjaga April," April kembali menangis.
Pundak April bergetar hebat,menandakan April merasa sakit sesakit sakitnya,dadanya begitu sesak sampai saat ini April masih belum percaya kalau Orang tuanya sudah tidak ada.
"Kenapa di saat April akan menuju kebahagiaan,Mamih sama Papih harus pergi? apa kalian tahu April capek kalau harus terus-terusan berpura-pura menjadi anak yang kuat dan tegar,April lelah April butuh kalian berada di samping April," tangisan April makin menjadi-jadi.
Cukup lama April terdiam tanpa berkata sepatah kata pun,hanya air mata yang terus jatuh membasahi pipi mulusnya.
__ADS_1
April tersadar kalau hari sudah gelap..
"Mamih,Papih,April pulang dulu ya do'akan April mudah-mudahan nanti malam berjalan dengan lancar tidak ada lagi halangan antara hubungan April dan Radit,mudah-mudahan juga semuanya lancar sampai hari pernikahan,April janji April akan selalu meluangkan waktu untuk menemui kalian,I miss you Mih,Pih," April mencium nisan Mamih Lisda dan Papih Anwar.
April mulai beranjak dari duduknya dan perlahan meninggalkan makam Mamih dan Papihnya.
Tidak lama kemudian April sampai di rumahnya,ternyata di rumahnya Bi Asih sedang sibuk membuat makanan buat nanti malam,sementara Tante Risma dan Om Aswar sedang sibuk membereskan setiap ruangan.
Sementara Audy sedang menonton tv dan di sampingnya Aldo yang sedang mengotak-ngatik Laptopnya.
"Lho Sayang,kok kamu baru pulang?" tanya Om Aswar.
"April ke makam Mamih sama Papih dulu Om."
"Astaga,Om lupa mau menanyakan makan orang tua kamu karena semenjak kemarin Om sampai disini Om belum menemui mereka."
"Tidak apa-apa Om,nanti April kasih tahu makam Mamih sama Papih,kalau begitu April ke atas dulu mau siap-siap."
Di saat April baru melangkah,Audy menghentikan langkahnya April.
"Ka April tunggu."
"Iya,ada apa Audy?"
"Boleh ga,Audy minjam satu gaun Kak April soalnya gaun Audy sudah pada jelek Audy malu."
"Boleh,nanti kamu ke kamar aku aja pilih gaun yang kamu mau kayanya ukuran baju aku pas di kamu," sahut April.
"Yes,makasih ya Kak."
April tersenyum dan menganggukan kepalanya.Sementara Aldo yang dari tadi sibuk dengan Laptopnya tampak curi-curi pandang kepada April dan sedetik kemudian Aldo menggeleng-gelengkan kepalanya.
Waktu berjalan dengan cepat,semuanya sudah siap April pun sedang mempersiapkan dirinya.
Tok..tok..tok
"Kak April,boleh Audy masuk."
"Masuk saja Audy."
Sesampainya di dalam,Audy begitu menganga melihat April yang sedang di rias oleh MUA.Dari gaun,asesesoris,sepatu,dan make up semuanyan tampak perfect.
"Wow,Kak April cantik banget."
"Kamu bisa aja,oh iya kamu mau cari gaun kan?cari aja sendiri,terserah kamu mau yang mana?" ujar April.
"Benarkah,aku boleh pilih gaun yang mana aja?" tanya Audi.
"Iya."
Tanpa menunggu lama lagi,Audi langsung pergi ke walk in closet milik April dan Audi terlihat sangat bersemangat dan antusias.
"Hallo Pril," teriak Sella yang datang secara tiba-tiba.
"Ya ampun Sella,kebiasaan deh selalu ngagetin."
"OMG,astaga,ya ampun,lo cantik banget Pril sumpah malam ini lo perfect banget."
"Lebay lo Sell."
April memukul-mukuk meja...
"Idih,amit-amit Sell lo kalau ngomong sembarangan ya,Radit jangan sampai serangan jantung ada-ada aja lo kalau ngomong," seru April.
"Maksudnya kaget karena melihat kecantikan lo Pril."
"Oh iya,Andre mana?"
"Katanya tadi masih ada kerjaan di Kantor mungkin dia akan sedikit telat."
"Kak,apa Audi boleh minjam gaun yang ini?" tanya Audi.
April dan Sella menoleh bersamaan...
"Boleh,pakai saja."
"Eh maaf,Kak April sedang ada temannya ya?"
"Kenalkan ini Sella sahabat aku."
Sella dan Audi saling menjabat tangan dan menyebutkan nama masing-masing.
"Makasih ya Kak,kalau begitu Audi ke kamar dulu mau siap-siap."
Sepeninggalnya Audi..
"Itu anak Om lo Pril?"
"Iya,satu lagi yang ada di bawah Kakaknya Audi namanya Aldo."
"Oh,jadi cowok ganteng yang ada di bawah itu anak Om lo juga,telat banget sih datangnya kan gue jadi keburu sama Andre."
"Idih,PD banget lo Oneng walaupun saat ini lo ga sama Andre,belum tentu Aldo mau sama lo," seru April.
"Jahat banget sih lo Pril,mentang-mentang lo sudah punya Polisi tampan," Sella tampak cemberut.
Tidak lama kemudian,dua buah mobil memasuki pekarangan rumah April yang tidak lain mobil Radit dan Rico.
Om Aswar,Tante Risma serta Audi dan Aldo sudah menyambutnya di depan pintu rumah.
"Selamat datang di rumah kediaman Prabowo," seru Om Aswar.
"Lho,Pak Anwar!!" Ibu Radit tampak bingung.
"Bukan Bu,ini Om Aswar saudara kembarnya Om Anwar," jawab Radit.
"Iya Bu,saya saudara kembarnya Mas Anwar dan kenalkan ini istri saya Risma dan itu kedua anak saya Audi dan Aldo," jelas Om Aswar.
Mereka pun saling menjabat tangan,sementara itu Tante Risma memperhatikan penampilan Ibunya Radit dari atas hingga bawah.
"Ya ampun,kok dapat calon besan kampungan banget sih," batin Tante Risma dengan memandang sinis ke arah keluarga Radit.
__ADS_1
Dan Ibunya Radit menyadari itu...
"Dit,tuh cewek siapa?bening amat," bisik Rico.
"Lo ga dengat tadi,kalau dia anaknya Om Aswar," jawab Radit dengan berbisik pula.
"Mari semuanya silahkan masuk," seru Om Aswar.
Semuanya memasuki rumah April..
"Silahkan duduk."
"Terima kasih."
Bi Asih pun membawakan minuman untuk keluarga Radit.
"Bi,tolong panggilan April ya."
"Baik Tuan."
***
"Non,kata Tuan Non di suruh segera turun karena Mas Radit bersama keluarganya sudah datang," seru Bi Asih.
"Iya Bi,sebentar lagi April turun."
"Ayo kita turun," seru Sella.
"Tunggu Sell,kok gue jadi gugup kaya gini sih."
"Yaelah,baru aja lamaran belum akad nikah Neng sudah gugup aja,ayo buruan kita ke bawah jangan sampai Pangeran lo nungguin lama" sahut Sella.
Akhirnya April pun turun dengan di gandeng oleh Sella,saat April menuruni tangga semua mata tertuju padanya apalagi Radit yang terpesona akan kecantikan April.
Sementara itu Aldo yang sedang minum,melihat April sampai tersedak dan itu sukses membuat Radit menoleh ke arah Aldo dan mengerutkan keningnya.
"Wah,keponakan Om cantik banget."
April hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya karena merasa malu.April duduk di samping Om Aswar dan Sella tanpa sadar duduk di samping Rico karena matanya dari tadi terus saja celingukan mencari Andre yang tak kunjung datang juga.
"Woi,lo lagi nyariin siapa?" tanya Rico.
"Ah lo ngagetin aja,gue lagi nyariin cowok guelah masa nyariin lo," jawab Sella yang masih terus memandang ke arah pintu.
Tanpa sadar wajah Sella hanya berjarak beberapa senti dari Rico,dan membuat Rico jadi salah tingkah.
"Astaga,kalau dari dekat seperti ini Sella terlihat lebih cantik..nah lho kenapa dengan jantung gue kok berdebar lagi kalau deket nih cewek," batin Rico.
"Ngapain lo ngelihatin gue?gue tahu gue cantik jadi lo ga usah segitunya ngelihatin gue," celetuk Sella.
"Idih,PD banget lo siapa juga yang ngelihatin lo," Rico mengalihkan pandangannya ke tempat lain.
***
"Begini Pak Aswar,kedatangan kami kesini tidak lain dan tidak bukan untuk melamar Nak April untuk menjadi istrinya Radit anak saya,jadi apakah Nak April menerima lamaran anak Ayah dan Ibu?" tanya Ayah Radit.
"Bagaimana Sayang,apa kamu mau menerima lamaran Radit?" tanya Om Aswar.
April baru saja ingin menjawab tapi terpotong oleh Tante Risma.
"Maaf terpotong,saya selaku Tantenya April ingin menanyakan apa pekerjaan Radit ini?" tanyanya dengan nada sinis.
"Saya seorang Polisi Tante."
"Owalah hanya seorang Polisi ya,Tante kira kamu seorang Pengusaha soalnya kamu tahu sendiri kan kalau Keponkan saya ini seorang Pengusaha sukses dan pewaris tunggal kerajaan bisnis Anwar Prabowo jadi seharusnya mendapatkan yang sepadan dengannya," celetuk Tante Risma yang membuat semuanya kaget dan tercengang.
"Mamah apa-apaan sih,sudah diam jangan ikut campur urusan mereka," bisik Om Aswar yang masih terdengar oleh semuanya.
"Maaf atas kelancangan istri saya," ucap Om Aswar.
"Maaf Tante,saya memang hanya seorang Polisi gaji saya pun jauh di bawah kalau dibandingkan dengan April tapi rasa cinta saya kepada April tidak dilihat karena April anak orang kaya,justru saya melihat kesederhanan didalam diri April yang membuag saya kagum dan jatuh cinta kepada April," jelas Radit.
"Bagaimana Nak,apakah Nak April mau menerima lamaran Radit?" tanya Ayah Radit.
Dengan mantap April menganggukan kepalanya.
"April terima lamarannya Ayah," jawab April tegas.
"Alhamdulillah," seru semuanya bersamaan.
Semuanya tampak bahagia,jalan menuju pernikahan tinggal selangkah lagi Radit begitu sangat bahagia dan kebahagiaannya tidak bisa Radit gambarkan.
"Assalamualaikum,maaf aku terlambat," seru Andre.
"Waalaikumsalam."
Tatapan Andre tertuju pada satu orang yang membuatnya terkejut.
"Audi.." ucap Andre.
"Kak Andre," Audi pun tampak terkejut dengan kehadiran Andre.
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
Selamat pagi,maaf baru update lagi,jangan lupa ya dukungannya like dan vote sebanyak-banyaknyaππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ