
π΅
π΅
π΅
π΅
π΅
Mereka berempat pun akhirnya ngobrol-ngobrol dan bercanda-bercanda.
"Oh iya,gue mau nanya sama lo emang Restoran yang kemarin itu beneran milik lo?" tanya Sella.
"Iya,emangnya kenapa?" sahut Rico ketus.
"Kok gue baru tahu sih?"
"Ya emangnya lo siapanya gue?kenapa gue harus bilang sama lo."
"Ih lo mah emang nyebelin," ucap Sella.
Tidak terasa saking asyiknya ngobrol sampai waktu sudah malam.Sella dan Rico pun memutuskan untuk pulang.
"Besok gue mulai masuk Kantor," seru April.
"Ok,,kalau begitu gue pulang dulu ya dan gue doakan semoga kalian cepat-cepat dapat momongan,gue ga sabar pengen cepat-cepat punya keponakan," sahut Sella.
"Iya amin terima kasih doanya."
"Gue juga pulang dulu deh,tadinya sih gue pengen nginap disini tapi takut lo ga ngizinin," goda Rico.
"Ga bakalan gue izinin,enak aja lo yang ada lo bakalan gangguin gue," sahut Radit.
Sella dan Rico pun berpamitan pulang,April pun segera menuju kamarnya disusul oleh Radit.
April cepat-cepat ke kamar mandi dan menguncinya karena takut Radit menyusulnya dan akan bahaya kalau sampai itu terjadi.
Setelah selesai,April pun keluar dari kamar mandi dan dilihatnya ternyata Radit sudah terlelap tidur diatas ranjangnya dengan Ponsel yang berada diperutnya.
April pun tampak menghela nafas lega karena malam ini dia bebas,dengan perlahan April mengambil Ponsel yang ada diperut Radit,pelan-pelan sekali April melakukannya karena takut Radit bangun.
Setelah itu,April menarik selimut menyelimuti Radit dan dirinya juga tidak membutuhkan waktu lama April pun menyusul Radit ke alam mimpi.
Keesokan harinya...
April pun sudah bangun,sudah membuat sarapan dengan Bi Asih dan sekarang sudah rapih pula dengan pakaian Kantornya,April melihat suaminya masih tertidur dengan lelapnya.
"Hei,bangun sudah siang emangnya kamu ga dinas?" seru April dengan menepuk-nepuk pipi Radit pelan.
Radit pun meregangkan tangannya dan langsung menarik tubuh April hingga jatuh menimpa tubuhnya.
"Ih kamu itu apa-apaan sih,aku sudah rapih nih mau berangkat ke Kantor," rengek April.
"5 menit aja,please."
"Sudah 5 menit ayo cepetan bangun," sahut April.
April pun bangun dari atas tubuh Radit tapi Radit menarik tangannya.
"Apalagi Sayang,ayo cepetan bangun."
"Morning kissnya mana?"
April pun mendekat dan hendak mengecup bibir Radit tapi Radit malah menahan tengkuk leher April dan menciumnya lebih dalam lagi,hingga akhirnya April memukul lengan Radit dengan kerasnya.
"Aw sakit Sayang."
"Makannya cepetan bangun,jangan macam-macam."
"Kok kamu sudah rapih dan cantik banget Sayang?" tanya Radit yang sudah terduduk di kasurnya.
"Iyalah kan hari ini aku mulai masuk Kantor lagi."
Dengan malas,Radit pun melangkah menuju kamar mandi dan April pun membereskan tempat tidurnya.Tidak lama kemudian Radit pun selesai mandi dengan mengusap-ngusap rambutnya yang basah dengan handuk kecil.
Radit menghampiri April yang sedang merapihkan tempat tidurnya dan memeluknya dari belakang.
"Astaga Sayang,cepat pakai baju kamu," April tampak kesal.
"Wangi banget istri aku," Radit terus saja menciumi leher April sehingga membuat April merinding.
"Stop," bentak April dengan menahan kepala Radit.
"Kenapa sih Sayang?" tanya Radit.
"Cepetan pakai bajumu nanti kesiangan," ucap April dengan tegasnya.
Kemudian April pun mengambilkan seragam Radit dan memakaikannya,Radit hanya diam saja dan memperhatikan wajah istrinya yang sangat cantik.
"Sayang,tadi malam aku ketiduran jadi nanti malam jatah aku jadi bertambah ya?" ucap Radit dengan mengedipkan sebelah matanya.
April yang sedang mengancingkan baju Radit langsung menghentikannya dan melotot ke arah Radit.Tapi Radit malah menaik turunkan alisnya dan menggoda April.
"Dasar Polisi mesum."
"Tapi kamu suka kan?" goda Radit.
"Udah ah,ayo cepetan kita turun nanti keburu dingin sarapannya."
April dan Radit pun turun ke bawah untuk sarapan,April mengambilkan nasi goreng hasil masakannya.
Tidak lama kemudian mereka pun selesai sarapan,April berangkat ke Kantor di antar oleh Radit karena Radit melarang April untuk membawa mobil sendiri.
Sesampainya di Kantor,sebelum April turun dari mobilnya April mencium tangan suaminya itu dan Radit pun menghujani ciuman di seluruh wajah April.
"Jangan dulu pulang sebelum aku jemput kamu,dan jangan dekat-dekat sama rekan bisnis kamu apalagi kalau itu seorang pria," ancam Radit.
"Siap Komandan," ucap April seraya hormat kepada suaminya yang cemburuan.
April pun turun dari mobil Radit dan melambaikan tangannya.
__ADS_1
April menuju ruangannya dan berpapasan dengan Om Aswar.
"April,kamu sudah pulang?" tanya Om Aswar.
"Iya Om,oh iya kenapa Om pindah dari rumah?"
"Om sudah banyak merepotkan kamu April,jadi Om saat ini membeli sebuah rumah meskipun masih kredit," jawab Om Aswar.
"Oh gitu,ya sudah kalau begitu April ke ruangan April dulu."
Saat ini April kembali lagi dengan rutinitasnya mengurus Perusahaannya,kembali berkutat dengan pekerjaan yang tidak ada habisnya.
DiPOLRES...
"Wuidih,pengantin baru cerah amat mukanya," goda Rico.
"Iyalah,ga kaya lo butek banget muka lo," balas Radit.
"Sialan lo Dit."
Sementara itu,Andre sedang bertamu ke rumah baru Audi,Tante Risma begitu sangat antusias setelah tahu Andre memiliki sebuah Perusahaan.
"Andre,lain kali bisa dong bawa Tante jalan-jalan dan shoping?" seru Tante Risma.
"Boleh Tante,maunya kapan?" tanya Andre.
"Beneran Ndre,kamu bakalan bawa Tante shoping?" tanya Tante Risma bahagia.
"Iya Tante."
"Terima kasih ya Ndre sebelumnya,ya sudah kalau begitu Tante tinggal dulu," Tante Risma pun meninggalkan Andre dan Audi.
Audi pindah duduk kesamping Andre dan menyandarkan kepalanya ke pundak Andre.
"Kak Andre,apa benar Kak Andre mau menjadi pacar Audi?bagaimana dengan Kak Sella?" tanya Audi.
"Sella sudah tidak mau lagi sama aku Audi,buat apa aku memaksa wanita yang tidak mau lagi dengan aku,mending sama kamu yang mau dengan aku," ucap Andre.
"Terima kasih ya Kak,sudah mau memaafkan aku dan Mamah aku," ucap Audi dengan manjanya.
Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 4 sore,April lupa kalau suaminya akan menjemputnya saat ini April sedang sibuk-sibuknya menyelesaikan pekerjaan yang sudah lama dia tinggalkan.
Radit baru saja pulang Dinans,karena dia pun sama seperti April pekerjaannya numpuk.Radit memasuki Kantor April dengan gagahnya.
"Ya ampun,suaminya Bu April sudah tampan,gagah,seorang Polisi lagi beruntung banget ya Bu April."
"Bukannya Bu April yang beruntung tapi suaminya,sudah mendapatkan istri cantik seorang pemilik perusahaan besar pula."
Begitulah bisik-bisik para Karyawan di Kantor April.
Radit langsung menuju ruangan April,sesampainya didepan ruangan April terlihat Sella sedang beres-beres.
"Hai Dit,mau jemput April?" tanya Sella.
"Iya,dia ada didalam kan?"
"Ada,masuk saja dan tolong sekalian bilangin sama April gue pulang duluan," seru Sella.
"Ok."
"Sayang,kok masih kerja sih!!" seru Radit.
"Bentar Sayang tanggung sedikit lagi selesai," jawab April.
Radit menghampiri April dan memeluk April serta menciumi pipi April sehingga April menjadi susah untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Sayangku,cintaku tunggu dulu sebentar aja aku mau menyelesaikan dulu pekerjaan aku ok," rengek April.
"Ok,aku tunggu kamu tapi dengan satu syarat," seru Radit.
"Apa?"
"Nanti malam jatah aku bertambah,gimana?" seru Radit dengan mengedipkan matanya.
"Astagfirullah,Sayang kenapa diotak kamu cuma ada itu dan itu saja sih," sahut April.
"Ya sudah kalau gitu,ayo sekarang pulang," Radit menarik tangan April.
"Ok..ok,sekarang kamu duduk manis di sofa itu dan tunggu aku sebentar lagi," seru April.
"Yes,baiklah Sayangku."
April mendelikan matanya dan meneruskan pekerjaannya,berbeda dengan Radit yang terlihat sangat gembira dan bersiul dengan santainya.
30 menit kemudian,akhirnya pekerjaan April pun selesai.April meregangkan tangannya dan melemaskan otot-ototnya.
"Sudah selesai Sayang?" tanya Radit yang dari tadi memperhatikan setiap kegiatan April.
"Sudah,ayo kita pulang."
Radit pun bangkit dari duduknya dan langsung menggenggam tangan April,mereka berdua berjalan bergandengan tangan sehingga membuat semua orang yang melihat merasa iri.
"Sayang,makan dulu yuk aku lapar," seru April.
"Siap laksanakan,mau makan apa Sayang?" tanya Radit.
"Kayanya makan seafood enak deh."
"Siap."
Radit pun melajukan mobilnya kesebuah Restoran Seafood.
Mereka berdua masuk dan memesan makanan,cukup lama mereka makan dan akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah.
Sementara itu,Sella yang izin pulang duluan tadinya mau langsung pulang tapi tidak tahu kenapa Sella malah mampir dulu ke Mall,Sella jalan-jalan mengelilingi Mall hingga akhirnya Sella mampir ke Bioskop untuk menonton film kesukaannya.
Disaat film mulai diputar,ekor matanya menangkap pemandangan yang sangat menjijikan,ya diujung sana Sella melihat sepasang kekasih sedang berciuman dengan mesranya.
Dan yang membuat Sella lebih menjijikan,sepasang kekasih itu adalah Andre dan Audi.
"Sial,kenapa gue bisa ketemu sama pasangan sialan itu sih,"Sella pun beranjak dari duduknya dan memilih keluar dari Bioskop itu.
__ADS_1
Sella keluar dari Bioskop dengan terburu-buru karena merasa kesal melihat pasangan yang sangat menyebalkan.
Tiba-tiba Sella menabrak seseorang sampai minuman dan popcorn orang itu jatuh dan tumpah berantakan.
"Ya ampun,hati-hati dong Mbak kalau jalan itu makanan dan minuman saya kan jadi tumpah semua," seru Rico.
"Maaf Mas ga sengaja,aku ganti semuanya," sahut Sella mendongakan kepala.
"Lo..." ucap Sella dan Rico beesamaan.
"Kenapa sih gue selalu ketemu sama lo,dimana pun gue berada," seru Rico.
"Ya mana gue tahu kalau lo juga ada disini."
"Terus ini gimana urusannya?gue mau nonton film ini," sentak Rico.
"Ya udah tinggal beli lagi,gue bayarin semuanya gitu aja repot," sahut Sella.
"Pokoknya gue ga mau tahu,hukuman lo adalah lo harus nemenin gue nonton," ucap Rico seraya menarik tangan Sella.
"E..e..eh gue ga bisa,gue baru aja keluar gue mau pulang," Sella menolak untuk masuk karena memang didalam ada Andre dan Audi.
"Tidak ada penolakan,pokoknya lo harus ikut gue," Rico menarik tangan Sella sampai masuk ke dalam gedung Bioskop lagi.
Kali ini Sella dan Rico duduk dikursi yang lebih dekat lagi dengan Andre dan Audi.
Mereka duduk bersebelahan,Rico duduk dengan santainya karena Rico memang tidak mengetahui kalau orang yang ada di sampingnya itu adalah Andre.
Berbeda dengan Sella yang sudah membuang wajahnya ke arah lain.
Disaat Rico sedang asyik-asyiknya nonton,orang yang disebelahnya terlihat asyik bermesra-mesraan.
"Sial,nih orang bermesraan disamping gue membuat jiwa jomblo gue meronta-ronta saja," gumam Rico.
Tapi disaat Rico menoleh kesamping,karena merasa terganggu juga Rico sangat terkejut ternyata orang itu adalah Andre.Rico melirik ke arah Sella.
"Sekarang lo tahu kan,apa alasan gue ga mau masuk," seru Sella.
Dengan cepat Rico menarik tangan Sella untuk berdiri dan keluar dari Bioskop itu.
Setelah berada diluar Bioskop,Sella melepaskan genggaman tangan Rico dan berlalu meninggalkan Rico.
"Hei,lo mau kemana?" tanya Rico sembari menyusul Sella.
"Gue mau nyari makan,kenapa lo ngikutin gue?"
"Yaelah galak amat,barengan napa gue juga mau nyari makan."
Sella tidak menjawab dan terus berjalan meninggalkan Rico,sementara Rico terus saja mengikuti Sella.Sampai pada akhirnya Sella masuk ke sebuah Restoran dengan cepat Rico pun mengikuti Sella dan duduk dihadapan Sella.
"Ih,kok lo duduk disini sih?tuh masih banyak meja yang kosong," seru Sella.
"Yaelah,kita kan saling kenal masa duduknya jauh-jauhan kaya yang musuhan aja."
"Emang kita musuhan,sejak kapan kita temenan?" sahut Sella.
"Ya ampun sensi amat lo jadi cewek,lo lagi PMS ya?" tanya Rico.
"Sotoy lo..."
Pelayan pun datang,Sella dan Rico pun memesan makanannya masing-masing.Sella tampak membuang wajahnya ke arah jendela kaca yang berada disampingnya.
Tiba-tiba tanpa diduga-duga,Andre dan Audi pun makan di Restoran itu,disaat mereka melewati meja Sella dan Rico,Audi terdiam sejenak.
"Ternyata ada Kak Sella disini,hai Kak apakabar?" ucap Audi dengan centilnya.
"Baik,sangat baik," jawab Sella.
"Oh syukurlah,kalau begitu kita kesana dulu ya!!" Audi dengan manjanya merangkul lengan Andre dan Andre hanya diam saja.
Mereka duduk di hadapan Sella sehingga Sella bisa melihat wajah Andre yang dari tadi memperhatikan Sella tapi Sella pura-pura tidak melihat dan mulai melahap makanannya karena makanan mereka sudah datang.
Disaat mereka sedang makan,Rico berusaha curi-curi pandang ke arah Sella.
"Kalau dilihat-lihat nih cewek cantik juga," batin Rico.
"Ngapain lo lihatin gue?" sergah Sella yang mengetahui Rico sedang curi-curi pandang kepada dirinya.
"Cantik."
Sella langsung tersedak mendapat jawaban dari Rico,dan Rico pun segera memberi minuman kepada Sella.
"Makannya kalau makan itu pelan-pelan."
"Dasar gombal lo,gue ga bakalan mempan digombalin sama lo," seru Sella.
"Itu bukan rayuan gombal,tapi kenyataannya memang kamu cantik," seru Rico dengan santainya sembari melahap makanannya
Seketika wajah Sella berubah menjadi merah,merasa malu dan Sella terlihat senang mendapat pujian dari Rico.
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
Selamat pagi semuanya,maaf baru up..
Jangan lupa sehabis baca tinggalkan like dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU πππ