
Mamih Lisda sampai di sebuah Rumah mewah peninggalan orang tuanya.
Mamih Lisda sudah lama tidak mengunjungi Rumahnya itu,semenjak Lisda menikah dengan Anwar dia meninggalkan Rumah itu.
Tapi meskipun Rumahnya sudah lama tidak di tempati,Rumah itu tampak masih sangat terawat karena Lisda menyewa Asisten Rumah Tangga untuk membersihkan Rumahnya itu.
Lisda masuk dan langsung di sambut oleh Bi Siti dan Pak Mamun sepasang suami istri yang setia menjaga rumahnya.
"Nyonya apakabar?" tanya wanita paruh baya itu
"Baik Bi"
"Pak,tolong bawakan koper Nyonya Lisda" teriak Bi Siti kepada suaminya
"Iya tunggu sebentar." Pak mamun tampak berlari tergopoh-gopoh
"Apakabar Nyonya,apa Nyonya mau menginap disini?" tanya Pak Mamun
"Saya akan tinggal lagi di sini Pak,tolong ya bawakan koper saya dan April saya ke dalam dulu." sahut Lisda
"Baik Nyonya"
"Pak,kayanya ada yang ga beres dengan Nyonya." seru Bi Siti
"Sudahlah Bu biarkan saja jangan Kepo sama urusan orang." sahut Pak Mamun
Lisda menuju kamarnya,masih sama seperti dulu...
Lisda mulai menitikan air mata,betapa sakitnya hati dan perasaannya.
Rumah tangga yang dia bina puluhan tahun harus kandas begitu saja.
Tidak di pungkiri Lisda sangat mencintai Anwar,Lisda tidak mau berpisah dengan Anwar tapi apalah daya sakit hatinya begitu besar.
Terdengar suara motor,April dan Radit baru sampai..
Lisda langsung turun ke bawah dan menghapus air matanya.
"Sayang sudah sampai?"
"April ke atas dulu." April langsung pergi ke kamarnya tanpa ngomong apa-apa kepada Radit.
April merasa aneh dengan perasaannya,baru kali ini dirinya merasa deg-degan dekat dengan seorang laki-laki.
"Nak Radit ayo duduk dulu." ajak Mamih Lisda
"Terima kasih Nyonya."
"Seharusnya saya yang berterima kasih kepada Nak Radit karena selama ini sudah mau menjaga April." seru Mamih Lisda
"Itu sudah menjadi tanggung jawab saya Nyonya."
"Maaf ya,karena Nak Radit harus mengetahui kebobrokan keluarga kami..saya juga tidak menyangka Papihnya April tega mengkhianati kami berdua.
"Semua itu berawal saat April berusia 2 tahun,Papihnya jadi sering pergi ke Luar Kota hampir seminggu sekali dia pergi awalnya kami tidak curiga kami hanya berpikiran Papihnya April memang ada kerjaan di sana.
"Tapi ternyata dugaan saya salah,Papih April ke Luar Kota untuk menemui selingkuhannya.Sejak kecil kalau ada acara sekolah Papihnya tidak pernah bisa datang,setiap ulang tahun pun Papihnya tidak pernah ada,bahkan di kala April sakit pun Papihnya tidak pernah ada.
Mamih Lisda menitikan air mata...
"Ternyata Papihnya April sibuk dengan wanita selingkuhannya dan anaknya,bahkan tanpa di sengaja tanggal lahir anak itu sama dengan April cuma beda tahunnya saja.
__ADS_1
"Papihnya April lebih memilih merayakan ulang tahun anak dari selingkuhannya dari pada dengan anaknya sendiri,April sangat pintar menyembunyikan kesedihannya dia selalu berpura-pura bahagia tapi kenyataannya hatinya begitu hancur.
Radit mendengarkan cerita Mamih Lisda dengan seksama,ada rasa sakit yang dia rasakan setelah mendengar cerita Mamih Lisda.
Ternyata selama ini kebahagiaan April hanyalah kepura-puraan.
"April terlihat cuek dan judes,padahal sebenarnya dia itu anak yang baik dan ceria cuma karena dia merasa kurang perhatian dari Papihnya jadi begitulah cara dia melampiaskan kekesalannya.
"Saya sangat bersyukur,April tidak tumbuh menjadi anak yang manja malahan dia tidak mau sampai orang-orang tahu kalau dia anak dari Anwar Prabowo.
Radit tersenyum getir mendengar cerita Mamih Lisda,ternyata harta melimpah tidak membuat kehidupan anak itu menjadi bahagia.
Tiba-tiba April turun dan menghampiri Mamih Lisda dan Radit.
"Dit,terima kasih mulai sekarang lo tidak usah jadi supir gue lagi." seru April
"Kenapa?" tanya Radit
"Tugas lo sudah selesai,lo kan bekerja di suruh Pak Anwar."
"Sayang Mamih bisa kok bayar Nak Radit buat terus jadi supir pribadi kamu." sahut Mamih Lisda
"Ga usah Mih,,April bisa naik Taxi Online seperti biasa." ucap April dengan senyum di paksakan.
"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu" ucap Radit
Radit pun meninggalkan Rumah April,ada rasa tidak rela di hati Radit dia rasanya ingin terus jadi supir pribadi April tapi di sisi lain dia juga tidak boleh mengabaikan tugas dia sebagai anggota Polisi.
Begitu pula dengan April,dia tampak menitikan air mata dia ingin sekali terus dekat dengan Radit tapi hati dan bibirnya begitu berbeda.
KEESOKAN HARINYA...
Radit sudah siap-siap memakai baju kebanggaannya.
"Tidak Bu,sudah selesai." jawab Radit datar
"Kenapa?" tanya Ayah
"Yang mempekerjakan Radit kan Tuan Anwar sekarang April dan Nyonya Lisda sudah pindah rumah,kayanya Orang tua April bakalan bercerai." jelas Radit
"Inalillahi kok bisa Nak?" tanya Ibu
"Tuan Anwar selingkuh Bu,dan lebih parahnya lagi Tuan Anwar mempunyai anak dari selingkuhannya." ucap Radit dengan memasukan nasi goreng ke mulutnya.
"Ya Alloh kasihan Nak April." gumam Ibu
"Benar-benar tidak punya perasaan ya kalau jadi orang kaya,mentang-mentang banyak uang bisa seenaknya saja menyakiti anak dan istrinya." sahut Ayah
"Iya Yah,cuma gara-gara Tuan Anwar ingin mendapatkan anak laki-laki karena Nyonya Lisda tidak bisa hamil lagi tapi sayang Alloh berkendak lain Tuan Anwar mendapatkan anak perempuan lagi umurnya 2 tahun lebih muda dari April,dan mirisnya lagi perselingkuhannya baru di ketahui setelah 20 tahun Tuan Anwar selingkuh" jelas Radit
"Ya Alloh,sungguh kasihan nasib Nyonya Lisda dan April...terus bagaimana keadaan April apa dia baik-baik saja" Ibu Radit tampak khawatir
"Tidak ada seorang anakpun yang keadaannya baik-baik setelah mengetahui Papihnya selingkuh,tapi April sungguh wanita hebat Bu bisa menyembunyikan kesedihannya." Radit tersenyum miris
Ibunya melihat ada rasa kehilangan di wajah anaknya itu,Ibunya tahu kalau selama ini anaknya itu menyukai April tapi sayang gengsi di hatinya terlalu besar.
Raditpun bersiap-siap berangkat,Radit mencium tangan Ayah dan Ibunya.
Radit mengendarai motornya,hari ini dia begitu tidak bersemangat beda saat menjemput April dan mengantarkan April ke Kampusnya.
Sekarang dia tidak akan melihat lagi wajah cantik dan sikap jutek April lagi.
__ADS_1
Radit sampai di POLRES...
"Tumben lo ada di sini,sudah ga jadi supir lagi?" tanya Rico
"Ya begitulah." jawab Radit seadanya
"Lemes banget lo,ayo buruan hari ini kita ada tugas Razia di jalan." ajak Rico
"Ya elah baru saja masuk,udah panas-panasan aja di jalan." keluh Radit
"Udah ga usah banyak ngeluh." Rico menarik Radit memasuki mobil Patroli.
Radit pun menuju jalanan....
Sementara itu April tampak panik dia kesiangan karena semalan dia tidak bisa tidur,mata cantiknya terlihat sedikit sembab karena tak henti-henti menangis.
April cepat-cepat memesan Taxi Online,setelah menunggu benerapa menit Taxi yang di pesanpun datang.
"Sell,absenin gue ya gue lagi OTW nih gue kesiangan." ucap April di telpon
April pun menutup telponnya...
"Ada apa Pak,kok macet?" tanya April
"Kayanya ada Razia Mbak di depan." jawab sang supir
"Ya ampun makin telat deh gue." Disaat April menoleh ke samping April melihat Radit yang sedang merazia.
"Lho,kok Polisi itu mirip Radit." gumam April
April terus menggosok-gosokan matanya karena merasa tidak percaya.
Saat Taxi yang dia tumpangi lewat di depan Radit,April membuka kaca mobilnya otomatis Radit menoleh.
"April" Radit tampak kaget
April melihat nama di seragam Radit,namanya memang Radit perlahan Taxinya melaju tapi Radit terus saja melihat ke arah April.
"Radit seorang Polisi." gumam April tidak percaya.
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
Hallo reader-reader ku tercinta minta dukungannya ya untuk "POLISI PENJAGA HATI" karena Author ikutan kontesππ
Doa dan dukungan para reader sangat bermanfaat untuk Authorππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ