Polisi Penjaga Hati

Polisi Penjaga Hati
POLISI ROMANTIS


__ADS_3

April dan Radit masuk ke dalam Restoran itu,Radit menggeser kursi dan mempersilahkan April untuk duduk.


Selain suasana Restorannya romantis,Restoran itu juga terdapat live musiknya yang menambah kesan romantisnya suasana malam itu.


"Silahkan duduk Tuan Puteri," seru Radit.


April yang di perlakukan seperti itu merasa tersanjung dan bahagia.


Kemudian mereka berdua memesan makanan.


Tidak lama kemudiam pesanan mereka pun datang.Mereka makan dengan tenang,tidak ada yang bebicara.


"Dit,kamu nyanyi dong buat aku suara kamu kan bagus banget" pinta April.


"Ok,tunggu sebentar ya" ucap Radit.


Kemudian Radit naik ke atas stage dan mulai memetik gitarnya.


ย 


โคBUKTIโค


ย 


***Memenangkan hatiku bukanlah


Satu hal yang mudah


Kau berhasil membuat


Ku tak bisa hidup tanpamu


Menjaga cinta itu bukanlah


Satu hal yang mudah


Namun sedetik pun tak pernah kau


Berpaling dariku


Beruntungnya aku


Dimiliki kamu


Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati


Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi


Tentang terang dan gelapnya hidup ini


Kau bentuk terindah


Dari baiknya Tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu


Kau wanita terhebat bagiku


Tolong kamu camkan itu


Meruntuhkan egoku bukanlah


Satu hal yang mudah


Dengan kasih lembut kau pecahkan


Kerasnya hatiku


Beruntungnya aku


Dimiliki kamu...


Semua pengunjung di Restoran itu bertepuk tangan,mereka terpesona akan suara Radit yang sangat merdu.


Radit turun dari Stage dan menghampiri April kembali.


"Wow,bagus baget" seru April.


"Apa kamu suka?" tanya Radit.


"Suka banget,terima kasih" ucap April.


Kemudian Radit menggenggam kedua tangan April dan menciumnya.


"Terima kasih sudah mau menerima ku menjadi seseorang spesial di hati mu,hanya ini yang bisa aku berikan sama kamu,aku tidak bisa memberikan hal-hal mewah yang mungkin di inginkan oleh setiap wanita," seru Radit.


"Aku tidak pernah melihat seseorang dari kekayaan Dit,kalau aku menginginkan pria kaya aku sudah dari dulu menerima Brian yang sudah jelas-jelas mencintaiku.Aku hanya ingin mempunyai seseorang yang tulus mencintaiku dari hatinya,dan itu aku dapatkan dari kamu Dit" sahut April.


"Maaf kalau aku tidak bisa membahagiakan mu dengan materi,tapi percayalah aku mencintai mu tulus dengan segenap jiwa dan ragaku,dan aku akan menjagamu itulah janji ku sebagai seorang Polisi" seru Radit.


"Aku pegang kata-kata mu," April tersenyum kepada Radit.


Sementara itu di kediaman Dika,Dika tampak mengepalkan tangannya saat melihat Ponselnya.


Dika memang menyuruh salah satu anak buahnya untuk mengikuti apa yang di lakukan April,dan malam ini Dika mendapat notif pesan dari anak buahnya sebuah foto seorang laki-laki yang sedang mencium tangan April di sebuah Restoran.


"Ini bukannya laki-laki yang tempo hari membonceng April pakai motor bututnya itu,April..April..apa yang kamu lihat dari laki-laki miskin itu,aku bisa memberikan mu apa pun yang kamu mau" gumam Dika.


April dan Radit menyudahi makan malam romantisnya.Radit pun mengantarkan April pulang,karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.


"Besok pulang Kuliah jam berapa?" tanya Radit.


"Kayanya jam 3 an deh,kenapa emangnya?"


"Aku jemput kamu,mau ga?" seru Radit.


"Seriusan?" tanya April.


"Serius Sayang,sejak kapan aku bohong" sahut Radit.


"Mau" April bertepuk tangan kegirangan seperti anak kecil yang di beri permen.

__ADS_1


Radit tersenyum dan mengacak rambut April karena gemas melihat kelakuan April.


Tidak lama kemudian,mereka sampai di depan rumah April.


"Terima kasih sudah mengajak aku makan malam romantis,malam ini aku senang banget" seru April.


"Sama-sama" jawab Radit.


April mau turun dari mobil tapi Radit menahan tangan April.


"Ada apa?" tanya April.


Radit mendekat dan mencium kening April cukup lama,sementara April memejamkan matanya.


"Masuklah,semoga kamu mimpi indah malam ini" ucap Radit lembut.


April menganggukkan kepalanya dan perlahan masuk ke dalam rumahnya.Setelah melihat pujaan hatinya masuk rumah,Radit pun pergi untuk pulang.


Di dalam kamar,April terus saja tersenyum dia ingat dengan hal-hal romantis yang barusan Radit lalukan.


April memegang keningnya yang di cium oleh Radit.


"Ya Alloh,inikah rasanya sedang jatuh cinta" April berguling-guling di atas kasur king sizenya dengan terus memeluk gulingnya.


Maklum saja,ini adalah pertama kalinya April jatuh cinta.


Keesokkan harinya...


Mamih Lisda dan Papih Anwar sedang sarapan bersama...


"Assalamualaikum" sapa Sella.


"Waalaikum salam,eh Sella tumben pagi-pagi sudah di sini?" tanya Mamih Lisda.


"Sella,jemput April Tante" seru Sella.


"Sella,ayo sarapan dulu" tawar Papih Anwar.


"Ah Om Anwar tahu saja kalau Sella belum sarapan," Sella cengengesan dan langsung duduk ikut sarapan.


Orang Tua April memang sudah terbiasa dengan Sella,dia sering datang ke rumah dan sudah mengganggap rumah sendiri.Jadi tidak ada rasa malu lagi dengan Orang Tua April.


"Oh iya,tadi kamu bilang mau jemput April memangnya mobil April kenapa?" tanya Papih Anwar.


"April lagi males aja bawa mobil," seru April yang baru turun dari tangga.


"Ayo Sayang sarapan dulu" Mamih Lisda mengambilkan nasi goreng untuk April.


"Ckckck..dasar ga tahu malu,datang-datang langsung ikut sarapan aja" ledek April.


"Salah lo sendiri,suruh jemput pagi-pagi gue kan jadinya ga sempet sarapan.Eh kebetulan di sini lagi sarapan,Om Anwar juga nawarin kok,ga baik nolak rezeki Pril" seru Sella dengan cengirannya.


"Alasan" cibir April.


Mamih Lisda dan Papih Anwar tersenyum melihat dua sahabat itu.


"Sayang nanti malam kamu jangan kemana-mana ya,sahabat Papih dan keluarganya mau bertamu ke rumah kita," seru Papih Anwar.


"Siapa Pih?" tanya Mamih Lisda.


"Ya ampun,sudah lama kita tidak berjumpa dengan Ferdinan dan Siska.Kapan mereka kembali ke Indonesia?" tanya Mamih Lisda.


"Sudah 1 minggu mereka ada di Indonesia," jawab Papih Anwar.


"Berarti hari ini Mamih harus belanja buat nanti malam," ucap Mamih Lisda antusias.


"Ya ampun Mamih rempong amat,kaya tamu nya Presiden aja" cibir April.


"Ini tamu spesial Sayang,sahabat Papihmu itu Pengusaha paling sukses karena berhasil membangun Perusahaan besar di berbagai Negara," jelas Mamih Lisda.


"Bodo ah,yu Sell kita berangkat" April beranjak pergi setelah berpamitan dengan kedua Orang Tuanya.


Diperjalanan...


"Gimana kencannya tadi malam,sukses!!" ucap Sella.


"Sukses dong" jawab April.


Tidak lama kemudian,Sella dan April tiba di Kampus.Sella dan April berjalan beriringan dan saling melempar candaan,hingga langkah mereka terhenti saat Brian dan Andre menghalangi jalan mereka.


"Kalian ngapain ngelihatin gue kaya gitu?" tanya Aprl.


"Pril,ternyata selama ini gue salah menilai lo.Gue pikir lo itu cewek baik-baik beda dengan cewek-cewek lain,tapi ternyata lo sama aja kaya yang lainnya MURAHAN" seru Brian.


Plakkkkk....


April menampar Brian begitu kerasnya,sehingga semua orang yang berada di sana memperhatikan adegan itu.


"Jaga mulut lo,maksud lo apa ngomong kaya gitu?" bentak April.


"Ternyata yang di katakan Alya benar,kalau lo dan nyokap lo itu ngerebut Papahnya Alya demi uang,dan sekarang lo merayu Pak Dika demi uang juga,cuih jijik gue ngeliat muka lo yang sok suci itu" ejek Brian.


Di saat April ingin menampar Brian yang ke dua kalinya,Sell menahannya.


"Sudah Pril,malu di liatin banyak orang" seru Sella.


"Yu Dre,kita pergi" Brian dan Andre pergi meninggalkan April.


"Brengsek tuh orang," Sella membawa April untuk masuk kelas.


Di pertengahan jalan,April dan Sella kembali melihat kerumunan orang sedang berkumpul di papan pengumuman.


"Ih,ga nyangka ya cantik-cantik ternyata murahan" sahut salah satu Mahasiswi.


"Maksud lo apa hah" bentak Sella.


"Hai Sella,masih mau lo temenan sama cewek kaya dia?hati-hati lho,nanti cowok lo di rebut sama dia" cibir sang Mahasiswi.


"Dasar ya cewek-cewek tukang gosip,ga ada kerjaan kalian" Sella naik darah atas penghinaan yang di tujukan kepada sahabatnya itu.


Sella dan April menuju kerumunan orang,sebenarnya ada gosip murahan apa lagi yang di tulis di papan pengumuman itu.


Mata April dan Sella melotot,di sana tertulis kalau April itu cewek kegatelan yang merayu Dosen Baru untuk kepentingan pribadi.

__ADS_1


"Hai April,habis ngapain lo kemarin di ruangan Pak Dika apa lo habis melakukan hal gila dengan Pak Dika?" ledek salah satu cewek.


"Ternyata gosip yang selama ini beredar itu benar,kalau lo itu cewek penggoda sama seperti nyokap lo yang merebut Papahnya Alya," ledek cewek yang lain.


"Kan ga masuk akal,selama ini kita semua tahu kalau nih cewek ke Kampus suka pake Taxi Online,penampilannya pun biasa-biasa aja,tapi tiba-tiba akhir-akhir ini dia pakai Mobil Sport keluaran terbaru yang hanya bisa di beli oleh Pengusaha kelas kakap kaya Papahnya Alya," sambung cewek yang lainnya.


"Dan yang lebih miris lagi,kalian tahu ga kalau sekarang Mamahnya Alya itu sudah di ceraikan sama Pak Anwar gara-gara nih anak sama Nyokapnya," hinaan demi hinaan mereka lemparkan kepada April.


"Kasihan ya Alya,keluarganya hancur gara-gara seorang PELAKOR."


Akhirnya pertahan April pun runtuh,air matanya jatuh juga membasahi pipi mulusnya.April berlari ke dalam kelasnya.


Sella mendorong cewek-cewek yang menghina April.


"Sebelum membuat gosip murahan,lebih baik kalian cari tahu dulu bagaimana yang sebenarnya,dasar kalian cewek-cewek ga tahu diri," bentak Sella dan pergi menyusul April.


Di sudut Kampus,Alya dan Monik memperhatikan semuanya.Alya tersenyum dan bertos ria dengan Monik,ternyata rencananya kali berhasil semua orang akan membencinya.


"Rasain lo,emang enak" cibir Alya.


Sementara itu di dalam kelas,semua orang melihat ke arah April dengan tatapan jijik.


April langsung duduk di kursinya,dan air matanya terus mengalir.


"Pantesan saja,Pak Dika selalu memanggil April ke ruangannya ternyata Pak Dika ada main sama tuh cewek," celetuk salah satu cewek.


Brian yang duduk di kursinya,mengepalkan tangannya.Sebenarnya di hatinya dia tak tega membuat April seperti itu,apalagi sekarang April menangis semua orang menghinanya.


Ingin sekali rasanya,Brian menghapus air mata April dan menyingkirkan semua orang-orang yang sudah menghina April,tapi apa daya dia merasa bimbang mana yang harus di percaya,gosip itu apa April wanita yang selama ini dia puja-puja.


Sella datang dan memeluk sahabatnya itu.Tiba-tiba,tiga orang cowok menghampiri April.


"Hai April,di bayar berapa lo sama Pak Dika?"


"Gue ga nyangka,tampang lo yang polos ternyata menipu kenyataannya lo cewek murahan."


"Diam kalian semua" bentak Brian yang tiba-tiba muncul di hadapan April.


"Ayolah Brian,ngapain lo ngebela cewek murahan ini!apa jangan-jangan lo juga udah pake nih cewek," cibir salah satu cowok itu.


Tanpa aba-aba lagi,Brian memukul cowok itu hingga tersungkur.Dua cowok yang tidak terima temannya di pukul Brian,akhirnya membalas Brian dan seketika terjadi perkelahian.


April semakin menangis dan Sella memeluk erat sahabatnya itu.


Tiba-tiba seorang Dosen datang.


"Berhenti kalian semua" teriak Sang Dosen.


Semuanya berhenti,dan Sang Dosen membawa mereka semua ke ruangannya untuk di introgasi.


Hari ini Dika tidak masuk,karena hari ini tidak ada jadwal Mata Kuliah dia.


Jam pelajaran terakhir sudah selesai,waktunya semuanya pulang.


Radit sudah menunggu di depan Kampus,April melihatnya dan Radit melambaikan tangannya ke arah April.


Brian melajukan mobilnya,dan lewat begitu saja mengabaikan April.Biasanya Brian suka mengajak April pulang bareng,tapi kali ini Brian mengacuhkan April malah menoleh pun tidak.


April menghembuskan nafasnya kasar,April kembali melanjutkan langkahnya untuk menghampiri Radit.Banyak yang melirik ke arah Radit,seorang cowok pakai seragam Polisi tampak tampan dan gagah bertengger di atas motor Sportnya.


Di saat April sedang berjalan,tiga orang cowok menghadang langkah April.Tiga cowok itu,merupakan Mahasiswa beda Fakultas dengan April.


"Hai cantik!!" salah seorang cowok itu mencolek dagu April,April menepis tangan cowok itu.


"Mau apa kalian,jangan pegang-pegang!!" bentak April.


"Jangan sok jual mahal,kita juga bisa bayar lo kok" cowok yang satunya lagi memegang tangan April.


"Jangan pegang-pegang gue,kalau ga gue teriak nih," bentak April.


"Teriak aja,ga bakalan ada yang nolongin lo" ketiga pria itu menarik tangan April dan berniat membawanya masuk ke dalam mobil.


Radit yang baru saja selesai menerima telpon,sangat terkejut melihat kekasihnya sedang di paksa oleh ketiga pria.


Emosinya mulai naik,dengan berlari Radit menghampiri April yang sudah mulai menangis.


"Lepaskan dia" teriak Radit.


"Wuidih,ada Pak Polisi mau ngapain Pak?jangan tolongin wanita ini,dia cewek murahan kita cuma mau memakai jasa dia" jawab salah satu cowok itu.


Seketika emosinya memuncak,Radit mengepalkan tangannya,rahangnya mengeras.


Tanpa aba-aba lagi,Radit menghajar ketiga cowok itu.Tidak membutuhkan waktu lama,ketiga cowok itu tumbang seketika.


Radit menarik tangan April dan membawanya menuju motornya.April tidak bicara sama sekali,hanya air mata yang terus mengalir di pipinya.Radit memakaikan helm untuk April,April hanya diam.


"Naiklah" ucap Radit lembut.


April perlahan naik ke atas motor Radit,Radit menarik tangan April dan melingkarkan ke perutnya.


Radit mulai melajukan motornya,April menempelkan dagunya ke pundak Radit tidak ada kata-kata yang terucap dari mulut April,hanya air matanya yang terus mengalir sampai-sampai membasahi baju Radit,Radit hanya melihat April dari kaca spion.


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


Hallo semuanya,maaf baru Update๐Ÿ™๐Ÿ™


Semoga kalian masih setia menunggu kelanjutannya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU ๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹


__ADS_2