
Waktu pun sudah sore,tidak terasa hari mulai gelap...
Radit malah ketiduran di kursi Taman saking lamanya berada di sana.
"Hei Pak Supir,ini sudah lewat maghrib gue pengen pulang." teriak April
Radit kaget dan terbangun...
"Ya Alloh ternyata sudah gelap." ucap Radit sambil celingukan
"Baru nyadar Pak,,nyenyak banget tidurnya!!sebenarnya tujuan lo bawa gue ke sini apaan sih?ga jelas banget,buruan pokoknya gue mau pulang." April terlihat sangat marah
"Ok..kita pulang sekarang."
April terlihat sangat marah,hingga sampai rumah pun April mendiamkan Radit.
April masuk rumah tanpa memperdulikan Radit.
"Sayang kamu sudah pulang." sapa Mamih Lisda
"Mamih kenapa?kok mata Mamih bengkak kaya gitu kaya habis nangis." tanya April khawatir
"Mamih tidak kenapa-napa Sayang,ayo mandi dulu habis itu kita makan." seru Mamih Lisda
"Ya sudah April ke atas dulu."
April pun pergi ke kamarnya tapi pikiran April kemana-mana dia curiga dengan sikap Mamihnya akhir-akhir ini.
Sementara itu...
"Maaf Nyonya." sahut Radit
"Oh Nak Radit."
"Ini Nyonya kunci mobil April,kalau begitu saya permisi pulang dulu."
"Jangan dulu pulang,ayo kita makan malam dulu." ajak Mamih Lisda dengan ramah
"Tidak usah Nyonya."
Tapi Mamih Lisda menarik tangan Radit dan membawanya ke meja makan.
"Ayo duduk,kita tunggu April dulu."
"Maaf Nyonya,,Tuan Anwar kemana kok ga kelihatan?." tanya Radit
"Mungkin Dia sedang menemui selingkuhannya." ucap Mamih Lisda tertawa yang di paksakan
Tapi Radit melihat raut wajah sedih,Tak terasa Mamih Lisda meneteskan air mata tapi dia cepat-cepat menghapusnya.
Sayangnya Radit melihatnya dan dia memilih diam.
Tidak lama kemudian April turun dari tangga.
"Lho kok lo belum pulang?." April terlihat sewot
"Sayang,kok ngomongnya gitu ga boleh kaya gitu." sahut Mamih Lisda
"Habis dia nyebelin Mih,masa April mau pulang di cegah-cegah sih malah di bawa ke Taman terus dia malah pules tidur." ucap April cemberut
"Sudah jangan marah-marah terus,ayo kita makan..ayo Nak Radit jangan malu-malu."
"Iya Nyonya."
"Papih kemana Mih?." tanya April
"Biasalah." jawab Mamih Lisda datar
"Ke Luar kota lagi,heran deh sudah ada Om Farhan masih saja bolak-balik ke luar kota jangan-jangan Papih punya selingkuhan di sana." celetuk April
Mamih Lisda langsung tersedak,April langsung memberikan air minum kepada Mamihnya.
"Mamih kalau makan itu pelan-pelan." April menepuk-nepuk pundak Mamihnya..
Radit memperhatikan anak dan ibu itu....
Setelah kenyang makan,Radit pun berpamitan kepada Mamih Lisda dan April.
"Terima kasih Nyonya makan malamnya,dan ini kunci mobil April." sahut Radit
Radit mengambil motornya...
Pada saat Radit mau pergi,dia menganggukan kepala kepada Mamih Lisda dan April.
"Keren juga dia kalau pakai motor kaya gitu." batin April
"Kenapa?Radit ganteng kan?." goda Mamih Lisda
"Apaan sih Mih." April cepat-cepat masuk rumah dan naik ke kamarnya.
Mamih Lisda tampak tersenyum...
Sementara itu di jalan Radit tampak melamun,dia terbayang akan senyum April yang sangat cantik menurut dia.
Sebenarnya di Taman tadi,Radit tidak tidur melainkan terus saja memperhatikan April tapi di saat April menoleh ke arahnya Radit langsung menutup matanya pura-pura tidur.
"Kenapa dia terus memperhatikan anak dan ayah yang tadi sedang bermain?terus tadi Nyonya Lisda juga bilang sedang dengan selingkuhannya,maksudnya apa?apa mungkin Pak Anwar selingkuh?."
__ADS_1
Tidak lama kemudian Radit sampai di rumahnya,rumah yang terlihat sederhana terdapat banyak tanaman bunga mawar di depan rumahnya.
Karena Ibu Radit sangat menyukai bunga.
"Asslamualaiku." ucap Radit
"Waalaikumsalam." jawab Ibu dan Ayah Radit bersamaan
"Kenapa baru pulang Nak?." tanya Ibu
"Ga kenapa-napa Bu."
"Ya sudah mandi dulu sana,terus makan." ucap Ibu
"Radit sudah makan Bu,barusan di rumah Nyonya Lisda." jawab Radit
"Ya ampun Nak,kamu malu-maluin saja." sahut Ayah
"Tadi Radit sudah menolak Yah,tapi Nyonya Lisda memaksa ya terpaksa Radit menyetujuinya kan kata Ayah juga ga baik nolak rezeki." Radit cengengesan
"Kamu itu ya,pintar sekali menjawab."
"Ya sudah,Radit ke kamar dulu mau istirahat."
Radit pun pergi meninggalkan Ayah dan Ibunya....
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Kakak sudah pulang Bu?." tanya Rangga
"Sudah Dek."
Ya Rangga adalah adik Radit satu-satunya,dia sekarang kelas 3 SMP.
2 Bulan kemudian...
Papih Anwar seperti biasa setiap seminggu sekali selalu pergi ke Bandung untuk menemui anaknya Alya.
Papih Anwar juga tidak jadi menceraikan Santi,karena Santi mengancam kalau Anwar sampai menceraikannya Santi akan memberi tahu media tentang perselingkuhannya.
Begitupun dengan April dan Radit,meskipun mereka berdua terlihat tidak akur tapi dalam hati mereka berdua selalu saling merindukan.
Setelah mengetahui Suaminya selingkuh,Mamih Lisda tidak tidur sekamar lagi dengan Papih Anwar dia memilih tidur di kamar tamu.
Hari ini adalah hari minggu,April masih tidur tiba-tiba Sella datang.
"Pagi Tante..pagi Om." sapa Sella
"Sella mau ngajak April Jogging Tan."
"Oh ya sudah,sana bangunin April dia masih tidur." sahut Mamih Lisda
Sella pun naik ke kamar April...
"Pril bangun." Sella mengoyang-goyangkan tubuh April
"Apaan sih Sell,pagi-pagi udah gangguin aja." April terlihat kesal
"Ayo kita Jogging,sudah lama nih kita ga Olah Raga."
"Ga mau ah males." April menutup seluruh tubuhnya dengan selimut
Sella akhirnya menarik selimut April,hingga April seketika bangun.
"Lo emang nyebelin ya Sell." April terus saja menggerutu sambil berjalan ke arah kamar mandi.
Setelah sekian lama menunggu,April pun turun..
"Mih,April Jogging dulu ya sama Sella." ucap April
"Iya Sayang,kalian hayi-hati ya."
Disaat April dan Sella keluar,Papih Anwar pun keluar dengan setelan rapi.
April hanya melirik sekilas dan acuh masuk ke mobil Sella.
"Sella,hati-hati ya jangan ngebut bawa mobilnya." sahut Papih Anwar
"Siap Om."
"April Sayang,Papih hanya pergi sebentar kok nanti sore juga pulang."
"Terserah....buruan Sell jalanin mobilnya." April tampak acuh
Kemudian mobil Sella pun melaju membelah kota jakarta yang sangat macet.
Di lain tempat Radit dan Rangga pun sedang Jogging di tempat yang sama.
Di saat April dan Sella sedang Jogging,April tidak memperhatikan jalan sehingga menabrak orang yang ada di depannya.
"Maaf gue ga sengaja." ucap April
"Lo itu kalau jogging mata lihat jalan bukan ponsel." ucap Radit
"Barusan kan gue sudah minta maaf."
__ADS_1
"Aduhh kenapa sih setiap ketemu kalian selalu saja beramtem?." seru Sella
"Habis dia duluan yang rese." ucap April
"Hei,lo yang tadi nabrak gue." Radit tak mau kalah
"Kakak sudah,masa sama perempuan ga mau ngalah sih." ucap Rangga
"Noh denger anak kecil saja tahu." April senang
"Ya sudah yu Dek,kita pergi lama-lama gue bisa darah tinggi kalau terus disini." seru Radit
"Apa lo bilang." bentak April
"Sudah,ayo kita lanjutin joggingny." Sella menarik tangan April
Mereka pun melanjutkan joggingnya..
Di saat April dan Sella sedang asyik jogging,tiba-tiba ada yang menghadang mereka 2 laki-laki...
"Hallo cantik." ucap si pria
"Mau ngapain kalian sana pergi." bentak April
"Cantik-cantik kok jutek." si Pria itu mencolek dagu April
"Hei,jangan kurang ajar ya." bentak April
"Udah jangan sok jual mahal deh,biasa-biasanya cewek cantik itu jutek padahal murahan." pria itu lantas menarik tangan April dan Sella
"Lepasin.." teriak April
"Tolong..tolong." teriak Sella
Radit dan Rangga yang saat itu sedang sarapan bubur,mendengar teriakan orang yang dia kenal.
Lantas mencari sumber suara...
"Dek,,kamu tunggu di sini."
Radit berlari ke arah suara itu...
"Mau bawa kemana kalian wanita-wanita itu?." tanya Radit santai
"Siapa lo,jangan ikut campur sana pergi." pria itu lantas menarik tangan April
"Ih lepasin."
"Kak Radit tolongin." teriak Sella
Bugh..bugh..bugh..
Radit memukul pria yang menarik-narik tangan April hingga tersungkur.
"Kurang ajar..." pria itu berdiri dan hendak membalas di bantu oleh temannya.
Tidak membutuhkan waktu lama 2 pria itu jatuh babak belur oleh Radit,,dan keduanya kabur.
"Wah Kakak hebat." ucap Sella senang
"Kalian tidak apa-apa?." tanya Radit
"Terima kasih." ucap April dengan menunduk
"Hei,kalau ngomong terima kasih itu lihat orangnya bukannya menunduk." goda Radit
April pun perlahan mengangkat kepalanya,,dan menatap tepat ke mata Radit sesaat mereka saling pandang hingga akhirnya April membuang pandangannya.
"Terima kasih....yu Sell kita pulang." April cepat-cepat berjalan meninggalkan Sella
"Kak Radit makasih ya...tunggu Pril." teriak Sella
Radit pun tersenyum....
🌼
🌼
🌼
🌼
🌼
Terus dukung ya🙏🙏😘😘
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU💋💋💋
__ADS_1