
π΅
π΅
π΅
π΅
π΅
Malam pun tiba,setelah makan malam bersama semuanya berkumpul di ruang keluarga,sementara April pergi ke kamarnya karena malam ini Radit ngajak dia jalan-jalan.
Tante Risma dan Audy seperti orang yang baru saja menemukan makan enak,semua makanan yang ada di rumah April semuanya di makan sehingga membuat Bi.Asih jengkel dengan kelakuan anak dan Ibu itu.
Tiba-tiba bel rumah berbunyi,Bi.Asih segera membuka pintu.
"Malam Bi."
"Eh Mas.Radit mau ketemu Non April ya?Non Aprilnya masih dandan,Mas.Radit masuk dulu yuk."
Radit pun masuk ke dalam rumah..
"Siapa Bi?" tanya Om Aswar.
"Ini Tuan,Mas Radit."
"Om Anwar!!"
"Bukan Nak,saya Aswar saudara kembarnya Mas Anwar Papihnya April."
"Oh..maaf Om,kirain Om Anwar," Radit mencium tangan Om Aswar.
"Tidak apa-apa,kenalkan ini istri saya dan ini Audy anak saya," ucap Om Aswar.
Radit pun mencium tangan Tante Risma dan menyalami Audy juga.Audy sampai menganga melihat Radit dan menggenggam tangan Radit dengan begitu erat sampai-sampai Radit susah untuk melepaskan tangannya.
"Maaf Nona,tangan saya," ucap Radit.
"Oh,maaf Kak."
"Ayo silahkan duduk Nak Radit," seru Om Aswar.
"Terima kasih Om?"
"Apa kamu kesini mau bertemu dengan April?"
"Iya Om."
"Apa kamu calonnya April yang Polisi itu?" tanya Om Aswar.
"Iya betul Om."
"Hah..jadi Kak Radit seorang Polisi?" tanya Audy dengan antusias.
"Iya."
"Wah hebat,Kak April bisa mempunyai pacar seorang Polisi,tampan lagi."
"Kalian sudah lama berpacaran Nak?"
"Iya Om,sempat terpisah 4 tahun dan sekarang bersatu lagi.Oh iya Om,Radit mau minta izin kepada Om karena keluarga April saat ini hayalah Om,Radit mau minta izin untuk menikahi April Om," jelas Radit.
"Wah to the point sekali kamu Nak,pasti kamu sudah tidak sabar ya ingin menikahi April?" goda Om Aswar.
"Iya Om,Radit sudah tidak mau kehilangan April lagi hidup dan cinta Radit hanya untuk April," seru Radit dengan tegasnya.
"Hebat,ternyata April tidak salah memilih calon suami,Om restui kalian berdua tapi ingat tolong bahagiakan April jangan sakiti dia," ucap Om Aswar.
"Baik Om,perkataan Om Aswar sama banget sama pesan terakhir Om Anwar kalau Radit harus selalu menjaga April dan membuatnya bahagia."
Tidak lama kemudian,April menuruni tangga semuanya menoleh dan tampak kagum akan kecantikan yang dimiliki April.
"Kamu sudah nunggu lama ya?" tanya April.
"Ga kok baru saja."
"Om,Tante,Audy,April pergi dulu ya."
"Jangan malam-malam pulangnya Sayang," seru Om Aswar.
"Iya Om."
"Semuanya,kita pamit dulu Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
April dan Radit pun pergi meninggalkan rumahnya.
"Beruntung banget ya nasib Kak April,sudah hidup bergelimang harta sekarang mempunyai pacar tampan lagi dan seorang Polisi," seru Audy.
"Jangan iri sama orang lain,lebih baik kamu besok cari pekerjaan kita kan ga mungkin selamanya numpang di rumah April," sahut Om Aswar.
"Papah saja yang cari kerjaan,Audy mah malas masih ingin menikmati kemewahan ini," ucap Audy.
"Papah itu bagaimana sih,April saja mengizinkan kita untuk tinggal disini pokoknya Mamah tidak mau keluar dari rumah ini sebelum Papah bisa membelikan rumah baru untuk kita,Mamah tidak mau kalau harus tinggal di kontrakan sempit," sambung Tante Risma.
__ADS_1
"Kalian memang tidak tahu malu," Om Aswar meninggalkan anak dan Istrinya.
Sementara itu,di dalam perjalanan menuju Restoran.
"Sebenarnya kamu mau ngomongin apa sih sama aku?" tanya April.
"Nanti saja,sekarang kita makan malam dulu soalnya aku sudah lapar banget."
"Kamu belum makan?" tanya April.
"Belum,hari ini kerjaan aku banyak banget jadi tadi pulang Dinas langsung mandi dan pergi menjemput kamu," jawab Radit.
"Ya ampun,kasihan banget Pak Polisi aku," April mengelus pipi Radit yang membuat Radit senang setengah mati.
"Nah ini yang membuat aku pengen cepat-cepat Nikah sama kamu,selain aku ga mau kehilangan kamu,aku juga pasti bakalan ada yang memperhatikan aku dan ada yang ngurus aku pastinya," seru Radit dengan menggenggam tangan April dan menciumnya berulang-ulang.
Tidak lama kemudian,mobil Radit pun sampai di sebuah Restoran.
Radit langsung memesan makanan karena memang Radit sudah sangat lapar,sementara April hanya memesan Juice mangga kesukaannya karena April sudah makan bersama keluarga barunya.
Radit makan dengan lahapnya,sampai-sampai belepotan.April kemudian mengambil tisu dan membantu membersihkan mulut Radit yang belepotan.
"Pelan-pelan Sayang makannya,sampai belepotan gitu kaya anak kecil aja," seru April.
"Sumpah Sayang,asli aku tuh lapar banget," ucap Radit dengan mulut yang penuh dengan makanan.
April hanya tersenyum dan menopang dagunya dengan kedua tangannya memperhatikan Radit yang makan dengan lahapnya.
"Alhamdulillah,akhirnya kenyang juga."
"Syukurlah kalau sudah kenyang,tahu ga kamu tuh kaya yang sudah ga makan berhari-hari lahap banget makannya."
"Oh iya Sayang,aku sama keluarga aku mau ke rumah kamu untuk melamar kamu secara resmi."
"Kapan?"
"Bagaimana kalau besok malam,kamu sibuk ga?"
"Sesibuk apapun aku,kalau itu berhubungan dengan masa depan kita,aku akan meluangkan waktulah," jawab april.
Radit menarik April kedalam dekapannya,dan mencium pucuk kepala April berkali-kali.
"Aku sudah tidak sabar ingin cepat-cepat menikah sama kamu,supaya aku bisa memilikimu seutuhnya dan aku juga jadi gampang untuk menjaga kamu kalau kita sudah menikah karena kamu kan akan selalu ada di samping aku," jelas Radit.
"Aku juga sudah lelah hidup sendiri,aku ingin punya sandaran hidup ku sendiri biar aku tidak merasa kesepian," sahut April.
Radit melepaskan pelukkannya dan menatap wanita yang sangat dia cintai dengan dalam dan penuh cinta.
"Jadilah pendamping hidupku dan jadilah Ibu dari anak-anakku,kamu adalah hidup dan matiku,kamu adalah penyemangatku I Love You Aprilia Suci Prabowo."
"I Love You Too Raditya Putera Pratama,Polisi Penjaga Hatiku."
Setelah selesai makan malam,April dan Radit mampir dulu ke Bioskop mumpung saat ini sedang berdua,karena akhir-akhir ini April dan Radit sangat sulit bertemu akibat kesibukan masing-masing.
Tidak terasa waktu menunjukan pukul sebelas malam,April pun sudah menguap dari tadi tanda April sudah mengantuk.
Akhirnya Radit mengajak April untuk pulang karena merasa kasihan melihat kekasihnya yang sudah kelihatan ngantuk itu.
"Sayang,setelah besok Orang tua aku datang ke rumah kamu,kita langsung ajuin Nikah Kantor ya dan jangan menunggu waktu lama lagi setelah itu kita Nikah resmi," cerocos Radit.
Karena tidak ada jawaban dari April,Radit pun menoleh ke samping dan ternyata April sudah tertidur dengan pulasnya.Radit menepikan mobilnya dan melepas jaketnya kemudian menutup tubuh April.
Sejenak Radit memperhatikan wajah April yang tampak tenang dan damai,kemudian Radit menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik April.
"Astaga Sayang,berarti barusan kamu tidak dengar dong?ya sudah kamu tidur saja,kasihan sekali wanitaku pasti berat banget beban di pundakmu,harus mengurus Perusahaan sebesar itu sendirian kamu adalah wanita terkuat yang pernah aku temukan dan menjadi Ibu Bhayangkari itu harus kuat,terima kasih Sayang sudah mau menjadi pendampingku," Radit mencium kening April dan mulai melajukan mobilnya.
Sesampainya di rumah April,suasana tampak sepi mungkin semuanya sudah tidur karena waktu pun sudah malam juga.
Radit mencari kunci cadangan di tas jinjing April,Radit tahu karena April selalu bilang kepadanya.
Radit turun dari mobil,dan membuka pintu rumah April terlebih dahulu setelah berhasil dibuka,baru Radit menggendong April dengan sangat pelan karena takut membangunkan April.
Baru saja Radit masuk dua langkah kedalam rumah,tiba-tiba lampu rumah menyala dan Radit terkejut saat melihat Om Aswar sudah berada di depannya.
"Astagfirullah Om Aswan,ngangetin saja."
"Kalian dari mana jam segini baru pulang?Om itu sangat khawatir."
"Kita tidak kemana-mana Om cuma makan dan nonton Bioskop,ya sudah Om Radit mau membawa April dulu ke kamarnya," Radit pun membawa April kekamarnya dan diikuti oleh Om Aswar.
Sesampai di kamar April,Radit membaringkan tubuh April di atas kasurnya.
"Nak Radit,apa selama ini April bahagia?" tiba-tiba Om Aswar menanyakan hal itu.
"Selama ini April terlalu menderita Om,jarang sekali kebahagiaan menghampirinya,disaat kuliah dulu April hampir diperkosa,terus kemarin April sempat diculik,dan terakhir hal yang mungkin paling menyakitkan buat April adalah kehilangan kedua orang tuanya,buat Radit April adalah wanita terhebat dia bisa melewati semua ini dengan kuat dan tegar,tapi Radit tahu jauh di lubuk hatinya April merasa rapuh harus menanggung semuanya sendirian,bahka sekarangpun dia kerja keras untuk lebih memajukan Perusahaan miliknya dan alhasil seperti yang Om lihat sekarang wanita tangguh ini berhasil menjadi Pengusaha wanita muda yang sukses," jelas Radit.
"Sebenarnya Om sangat sedih,karena tidak bisa hadir disaat Mas Anwar dan Mbak Lisda meninggal walaupun untuk sekedar melihatnya untuk yang terakhir kalinya,wajah April saja baru Om lihat sekarang miris sekali sama keponakan sendiri Om tidak tahu,ternyata keponakan Om sangat cantik iya kan Dit?" tanya Om Aswar.
"Iya Om,sangat..sangat cantik makannya Radit ingin cepat-cepat menikah karena banyak yang mengincar keponakan Om ini.Oh iya Om,besok malam Radit dan Orang tua Radit kesini mau melamar April secara resmi," ucap Radit.
"Iya,Om tunggu kamu dan keluarga kamu.Ya sudah,kita keluar takut April bangun kasihan dia pasti sangat lelah."
Radit dan Om Aswar pun meninggalkan kamar April.
"Om,sepertinya Radit pulang dulu sudah malam."
__ADS_1
"Ya sudah,kamu hati-hati di jalan."
"Iya Om,Assalamualaikum," Radit mencium tangan Om Aswar sebelum dia pulang.
Keesokan harinya...
Semuanya sudah menunggu April di meja makan,tiba-tiba ada seseorang yang dengan membawa kopernya.
"Selamat pagi semuanya!!"
"Kak Aldo," Audy berdiri dan langsung memeluk Kakaknya itu.
Om Aswar dan Tante Risma pun berdiri dan bergantian memeluk Aldo.Selama ini Aldo lebih memilih tinggal di Bali bersama temannya dan membangun Caffe dan Resto disana.Semenjak lulus Kuliah di Perancis,Aldo memilih pindah dan menetap di Bali.
"Apakabar jagoan Papah?"
"Baik Pah,kalian bagaimana kabarnya?"
"Kita juga baik Al,cuma kita mengalami kebangkrutan dan terpaksa kita pindah ke Indonesia daripada kita jadi gembel disana," seru Tante Risma.
"Terus,apa kalian mau diam disini dan menumpang makan dan tidur disini?" tanya Aldo.
"Rumah ini besar Al,lagipula cuma April doang yang tinggal disini kasihan kan kalau rumah sebesar ini cuma April dan Pembantu yang menempatinya,lebih baik kita ikut tinggal disini lebih nyaman dan pastinya kita jadi ga malu kalau ketemu dengan teman-teman kita,iya kan Audy?" ucap Tante Risma.
"Iya betul tuh Kak,apa yang dikatakan Mamah."
"Sudahlah,pokoknya kita harus pindah dari sini malu kalau terus-terusan harus numpang di rumah April,kita tinggal disini sampai April menikah saja," sahut Om Aswar.
"Papah ga asyik," Audy pergi dan duduk kembali dimeja makan dan disusul oleh Tante Risma.
Om Aswar dan Aldo hanya menggeleng-gelengkan kepalanya,pusing dengan tingkah laku anak istrinya.
Semuanya pun kembali duduk,tiba-tiba April menuruni tangga dengan Anggunnya.
"Selamat pagi semuanya!!"
"Pagi juga Sayang."
"Pagi cantik," seru Tante Risma.
Aldo yang baru saja ingin memasukkan makanan ke mulutnya langsung menjatuhkan sendoknya dan menganga karena melihat April yang sangat cantik.
"Kamu kenapa Al?" tanya Om Aswar.
"Oh iya,Pril kenalkan ini anak sulung Tante namanya Aldo dia baru saja sampai dari Bali," seru Tante Risma.
"Oh,hallo aku April," April mengulurkan tangannya ke arah Aldo.
"Hallo juga,aku Aldo," Aldo menjabat tangan April.
"Om,apa Om sudah mendapat pekerjaan?" tanya April.
"Belum Nak,rencananya sekarang Om mau mencari pekerjaan."
"Kenapa Om mau mencari pekerjaan,bagaimana kalau Om membantu April saja di Perusahaan April."
"Ide bagus tuh,Pah mau saja mumpung April menawarkan pekerjaan," ucap Tante Risma dengan antusiasnya.
"Apa Om tidak merepotkan kamu Nak,sudah numpang disini sekarang kamu memberi Om pekerjaan."
"Om bicara apa sih?April ga merasa di repotkan kok,malah April senang kalau Om mau membantu April," April menggenggam tangan Om Aswar.
Seketika Om Aswar meneteskan air matanya.
"Kamu begitu baik Sayang,sama seperti Mamih dan Papih kamu."
Sementara itu,Aldo yang dari tadi curi-curi pandang kepada April terlihat sangat takjub selain mempunyai paras yang sangat cantik bak Bidadari,hatinya pun begitu baik.
"Ya sudah,kalau begitu April pergi dulu ke Kantor,besok Om mulai kerja sekarang Om siap-siap saja dan istirahat,semuanya aku pergi dulu dan untuk Aldo kamarnya ada diatas di samping kamar Audy."
"Iya."
April pun pergi meninggalkan semuanya,Tante dan Audy sangat bahagia karena Papahnya akan bekerja di Perusahaan terbesar di Negara ini dan yang pastinya mereka bisa shopping lagi.
Sementara Aldo terus memperharikan April sampai April hilang dari pandangannya.
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
Selamat pagi semuanya,,detik-detik menuju Pernikahan April dan Radit bagi yang mau tahu kelanjutannya ayo minta dukungannya dengan cara like dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ