
Selama perjalanan,semuanya tidak henti memanggil-manggil nama April.
Radit tampak khawatir...
"Sial gue kecolongan" Radit mengacak-ngacak rambutnya kesal
Sementara itu...
"Kok dari tadi gue jalan ga nyampe-nyampe sih,temen-temen pada kemana?" gumam April.
April terus berjalan lebih dalam lagi...
"Tunggu,ini kok makin dalam hutannya makin seram dan gelap sih?" April mulai ketakutan
Tiba-tiba terdengar Auman Harimau...
"Suara apaan tuh?"
April berlari sekuat tenaga dengan rasa takut yang sangat besar.
"Ini ga bener,ini bukan jalur Hiking" April terus berlari hingga tidak memperhatikan jalan.
April menginjak batu dan terpeleset,April jatuh berguling-guling ke dataran yang rendah hingga pas di bawah kepalanya membentur batu yang cukup besar.
Darah mengalir di keningnya,seketika pandangannya gelap dan akhirnya April pingsan.
Di lain tempat...
Semuanya sudah sampai di tenda,Sella cepat-cepat menuju tendanya dan memeriksanya.
"Gimana Sell,April ada di dalam?" tanya Radit khawatir
"Ga ada Dit" jawab Sella
"Ya ampun kemana dia" Radit benar-benar tampak khawatir.
"Sekarang semuanya berpencar kita cari April" teriak Brian
Semuanya berpencar mencari keberadaan April hingga tak terasa waktu sudah mulai gelap.
Semuanya berkumpul di depan tenda,tampak raut-raut wajah kelelahan.
"Gimana nih sudah gelap,tapi April belum ketemu juga" Sella tampak mondar-mandir
Tiba-tiba Radit berdiri...
"Mau kemana Dit?" tanya Sella
"Gue ga tenang Sell kalau April belum ketemu,gue mau cari April" seru Radit
"Tunggu..lo gila ya,sekarang sudah gelap sebentar lagi malam lo mah cari April kemana?bahaya.." sahut Brian
"Terus gue harus diam saja sementara April sekarang ga tahu ada dimana" bentak Radit
"Gue tahu,semua juga khawatir dengan keadaan April tapi kalau gelap-gelap gini kita cari April sama saja bohong,kalau lo ikut hilang gimana kita jadi tambah susah" Bentak Brian
"Yang di omongi Brian ada benarnya Dit,kita sabar dulu sampai pagi bahaya kalau kita nyari malam-malam,mudah-mudahan April g kenapa-napa" seru Sella
"Aaaaaaaaarrrghhh" Radit tampak frustasi dia merasa sangat khawatir.
"Lo dimana Pril" batin Radit
Sementara itu di dalam hutan,April baru sadarkan diri dia memegang kepalanya yang terasa pusing.
April tampak ketakutan,hari sudah mulai gelap,binatang-binatang malam mulai memperdengarkan suaranya.
Disaat April bangun dan menggerakan kaki nya...
"Aaarrrggghh...aw sakit" gumam April
Ternyata kaki nya terkilir,April menggeser badannya dan menyandarkan tubuhnya ke sebuah pohon.
Air matanya mulai berjatuhan...
"Mamih tolongin April,,April takut Mih" gumam April dengan deraian air mata.
Mamih Lisda tampak tidak bisa tidur malam ini,pikirannya terus teringat anak satu-satunya itu hati seorang Ibu lebih peka dari siapa pun.
Radit tidak bisa memejamkan matanya,hatinya begitu tidak enak takut terjadi kenapa-napa kepada April.
Wanita cantik yang sudah memporak-porandakan hati dan pikirannya.
__ADS_1
"Lo dimana Pril?semoga lo baik-baik saja" gumam Radit
Hingga waktu menjelang subuh dan matahari sudah mulai menampakan sinarnya,Radit bersiap-siap untuk mencari April padahal semua orang belum bangun.
Radit menyusuri jalur Hiking yang kemarin mereka lewati,,hingga sekian lama Radit merasa cape dan beristirahat sejenak di jalur pertigaan.
Mata Radit melirik ke sana kemari mencari sesuatu yang mungkin akan menjadi sebuah petunjuk.
Hingga pandangannya jatuh ke semak-semak yang terdapat papan petunjuk,kening Radit tampak mengkerut.
Perlahan Radit mendekati semak-semak itu,dan mengambil papan petunjuk itu.
"Ini kan papan petunjuk ke arah Hutan terlarang kenapa ada di sini" gumam Radit
Radit melihat ke arah papan petunjuk yang sudah di ganti dengan tanda panah berwarna merah.
"Apa mungkin papan petunjuk ini ada yang mencabutnya dan dengan sengaja menggantinya dengan papan petunjuk yang berwarna merah" gumam Radit
Sejenak Radit berpikir hingga pada akhirnya dia merasa terkejut.
"Apa mungkin April masuk hutan terlarang itu" batin Radit
Tanpa ragu-ragu,Radit melangkah tapi saat Radit masuk hutan terlarang itu.
"Tunggu Dit" teriak Sella
Radit menoleh....
"Lo mau kemana,jangan macam-macam lo itu hutan terlarang ga boleh ada yang masuk ke sana" sahut Brian
"Lo lihat papan petunjuk itu ada yang nyabut dan di tuker dengan papan petunjuk yang kalian buat,kemungkinan April masuk ke hutan terlarang itu" jelas Radit
"Siapa yang berani menukar papan petunjuk itu?" Sella tampak geram
Tatapan Sella mengarah ke Alya,Alya yang merasa di tatap oleh Sella membuang pandangannya ke arah lain.
"Awas saja kalau ini sampai kerjaan lo" batin Sella dengan menatap tajam ke arah Alya
"Ya sudah,lebih baik yang lainnya kembali ke tenda yang masuk ke hutan itu biar Gue,Andre dan Radit kalau dalam waktu 1 jam kita ga kembali-kembali tolong kalian minta bantuan" Seru Andre
"Gue ikut Dre" sahut Sella
" Jangan Sell bahaya mendingan lo kembali saja ke tenda tunggu kita di sana" ucap Andre
Ketiga Pria tampan itu akhirnya masuk ke hutan terlarang...
"Pril..April...April...lo dimana?" teriak mereka bertiga bergantian.
April yang merasa mendengar teriakan orang-orang,ingin berteriak tetapi dia sudah tidak punya tenaga buat bersuara.
Luka di kepala akibat benturan masih terasa pusing,kakinya sakit karena terkilir,perutnya terasa lapar karena dari kemarin dia tidak makan atau pun minum sedikit pun.
April hanya bisa pasrah...
"Tolong...tolong" ucap April lirih
Andre melihat tas April tergeletak...
"Bukannya ini tas April ya" seru Andre
"Iya benar,ini tas April berarti April ada di sekitar sini" sahut Radit
"April...April" teriakan mereka bertiga terdengar kembali.
Sekian lama mencari,Radit menoleh ke bawah dia melihat daun-daun bergoyang dan terlihat sedikit baju April...
"April...itu April" teriak Radit
Radit langsung turun ke bawah dengan berseluncur seperti main di perosotan,dan benar saja April terlihat lemah bersandar di bawah pohon.
"April" Radit mendekat dan menyibak rambut April yang menutupi wajahnya.
Terlihat luka di keningnya dan darah nya sudah mulai mengering.
"Ya Alloh Pril,lo kenapa?"
April yang setengah sadar,perlahan membuka matanya di lihatnya Radit yang ada di hadapannya,April seketika langsung memeluk Radit sembari menangis.
"Tolongin gue Dit,gue takut" ucap April
"Sudah jangan nangis lagi,lo ga usah takut ada gue disini"
__ADS_1
Sementara itu Brian dan Andre menunggu di atas dan menyiapkan tali untuk menolong April dan Radit.
"Ayo kita pulang,apa lo bisa jalan?" tanya Radit
"Kaki gue sakit Dit"
Radit membuka sepatu April,kaki April terlihat membiru di pergelangannya.
"Brian...Andre coba kalian lihat ada jalan pintas ga buat naik ke atas,soalnya April ga bisa jalan kakinya bengkak terkilir" teriak Radit
"Bentar kita cari dulu" jawab Brian
Sementara itu April sudah sangat lemah...
"Pril bertahan Pril"
"Kepala gue pusing Dit"
"Dit,lo jalan ke arah kanan lo lurus,nah ternyata disana tanahnya di buat ada semacam kaya undakan tangga gitu" tiba-tiba teriakan Brian terdengar.
Radit segera berjongkok membelakangi April.
"Ayo,naik ke punggung gue biar gue gendong lo" seru Radit
April pun segera naik ke punggung Radit,dan Radit pun membawa April keluar dari hutan itu.
Sesampainya di tenda,semuanya tampak bahagia karena April dapat di temukan.
"Ya ampun Pril kok bisa sih lo kaya gini?" tanya Sella dengan khawatir
"Sell,kayanya April pingsan" sahut Radit
Tidak lama kemudian mobil Mamih Lisda datang di susul dengan mobilnya Papih Anwar,mereka tidak janjian tapi tadi mereka mendapatkan telpon dari pihak kampus.
"Ya Alloh April,kamu kenapa Nak" Mamih Lisda tampak histeris
Papih Anwar langsung mengambil alih April dan menggendong April dan membawanya ke dalam mobilnya.
"Dit,kamu bawa mobil Mamihnya April biar April naik mobil saya" seru Papih Anwar
"Baik Pak" Radit langsung membawa barang-barangnya dan barang-barang April.
"Dit,gue ikut pulang sama lo" ucap Sella
"Ok...buruan"
Mereka pun akhirnya pulang duluan langsung membawa April ke Rumah Sakit terdekat.
Sementara para Mahasiswa tampak bingung,tiba-tiba datang Pak Anwar yang begitu khawatir dengan keadaan April.
"Lho,bukannya itu Bokap lo ya Al tapi kenapa kenal sama Kak April dan tampak khawatir banget kaya sama anak sendiri" seru Monik
Alya sama sekali tidak bisa menjawab pertanyaan sahabatnya itu.
"Sebenarnya siapa April?kenapa Pak Anwar tampak begitu khawatir sama April,ada hubungan apa April dan Pak Anwar?" batin Brian dengan terus memperhatikan mobil Pak Anwar sampai menghilang dari pandangan.
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
πΌ
Hai..hai..reader-reader ku yang sangat Author cintaiππ
Masih setiakah kalian menunggu kelanjutan kisah April dan Raditππ
Terus dukung karya-karya Author ya,jangan lupa like n vote nya biar Author makin semangat lagiππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOUπππ