Polisi Penjaga Hati

Polisi Penjaga Hati
POLISI BUCIN


__ADS_3

๐Ÿต


๐Ÿต


๐Ÿต


๐Ÿต


๐Ÿต


Keesokan harinya....


"Kak,di luar Sang Pangeran sudah menunggu tuh," ledek Alya.


"Pangeran apa?Pangeran Kodok," jawab April dengan cueknya.


"Sayang,kamu jangan seperti itu Radit sudah nungguin kamu sejak tadi lho," sahut Papih Anwar.


April hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban dan semuanya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


Setelah selesai sarapan,April pun pamitan kepada Mamih dan Papihnya.


"Cie..cie..yang lagi kangen-kangenan," ledek Alya.


"Apaan sih,anak kecil..." April pun pergi.


Sesampainya di luar,April melihat Radit sedang berdiri di depan mobilnya.



"Ehhmm..." April berdehem dengan melipat kedua tangannya di atas perut.


"Eh,,Tuan Puteriku yang cantik silahkan masuk," ucap Radit dengan membukakan pintu mobilnya untuk April.


"idih PD banget,siapa yang mau naik mobil kamu," ucap April dengan nada judesnya.


April pun melangkah melewati Radit yang sedang terkejut dengan jawaban April.Radit menyusul April dan menarik tangan April.


"Sayangku,cintaku,belahan jiwaku,tolong jangan seperti ini aku bisa gila kalau kamu cuekin terus,4 tahun aku nungguin kamu setelah kamu pulang aku malah di cuekin," rengek Radit.


"Salah siapa makan bareng di Restoran sama cewek lain," April masih saja ketus.


"Jadi ceritanya kamu cemburu nih?" goda Radit dengan mencolek pipi April.


"Cemburu?mana ada?" April cepat-cepat menuju luar gerbang ingin mencari Taxi.


"Ok..sekarang gini aja,mau suka rela atau dipaksa?" tanya Radit dengan senyum jahilnya.


"Maksudnya apa?" April merasa bingung.


Tanpa menunggu waktu lagi,Radit langsung mengangkat tubuh April dan memasukkannya ke dalam mobilnya.


"Ih,apa-apaan sih turunin ga!!" teriak April dengan meronta-ronta.


Radit tidak mendengarkan rengekkan April,Radit langsung mendudukkan April dan menutup pintunya dengan cepat-cepat Radit masuk dan menguncinya karena takut April kabur lagi.


"Ih kamu itu apa-apaan sih,aku mau turun aku mau naik Taxi Online aja," April terus berontak.


Hingga Radit mengunci pergerakan April dengan memegang kedua tangan April,wajah Radit begitu dekat dengan wajah April.


"Kalau masih berontak,aku cium kamu sekarang juga," ucap Radit dengan mengedipkan matanya.


April melotot dan langsung menutup mulutnya dengan tangannya.


Radit tersenyum penuh kemenangan,akhirnya April diam juga,April membenarkan posisi duduknya dan mengalihkan pandangannya keluar jendela.


Radit mulai melajukan mobilnya,sementara itu di dalam rumah Mamih,Papih,dan Alya tampak tersenyum melihat tingkah April dan Radit yang begitu sangat kekanak-kanakan.


Ya,dari tadi mereka bertiga mengintip dibalik tirai..


"Kak April sama Kak Radit,so sweet banget sih," ucap Alya dengan memeluk dirinya sendiri.


Di dalam perjalanan,tampak hening tidak ada obrolan sama sekali.Radit menoleh ke arah April yang tampak cemberut dengan memanyunkan bibirnya membuat Radit gemas dan mencubit pipi April.


"Ih..sakit tahu," April mengusap pipinya.


"Habisnya kamu ngegemesin sih,manyun-manyun gitu kaya yang ngasih kode pengen di cium," ucap Radit dengan santainya.


"Dasar Polisi mesum," April memukul bahu Radit membuat Radit meringis.


Radit hanya tersenyum,betapa bahagianya dia saat ini.Bisa memegang dan memandang wanita yang selama ini dia tunggu.


"Apa lihat-lihat," bentak April dengan judesnya.


"Ya ampun galak banget sih Sayang," rengek Radit.


"Bodo amat."


Tidak lama kemudian sampai di depan Kantor April,April cepat-cepat membuka sabuk pengamannya dan membuka pintu mobilnya.


Dengan sigap Radit menarik tangan April membuat April kaget.


"Lepasin aku mau masuk," ucap April.


"Ga ada ucapan terima kasih gitu," sahut Radit.


"Apaan sih,kamu sendiri yang mau jemput aku tadi kan aku mau naik Taxi," jawab April.


"Ga mau cium dulu gitu," rengek Radit.


April melototkan matanya,April benar-benar tidak habis pikir,kenapa Radit jadi mesum kaya gitu.


"Benar-benar ada yang ga beres sama kamu," April menghempaskan tangan Radit dan cepat-cepat keluar dari mobil Radit.


Disaat April mau masuk ke dalam,Radit turun dari mobilnya.


"Tunggu Pril,ada yang ketinggalan," ucap Radit.


"Apalagi sih Dit,apa yang ketinggalan?" tanya April dengan kesalnya.


"Ini yang ketinggalan."


Dengan tidak tahu malunya Radit langsung mencium pipi April dan dengan segera ngacir kabur masuk ke dalam mobilnya sebelum lahar panas April menyembur.


April kaget,mulut April sampai menganga dan tangannya dia memegang pipinya yang barusan di cium oleh Radit.


Radit membuka kaca mobilnya,dia melambaikan tangannya dengan menampilakan senyumannya yang sangat manis.


"Nanti aku jemput kamu," teriak Radit dengan melajukan mobilnya meninggalkan April yang masih berdiri mematung.


Sepeninggalnya Radit,April memegang pipi yang barusan di cium oleh Radit.Seketika senyum April terukir di wajah cantiknya.


"Dasar Polisi mesum."


April memasuki Kantor dengan perasaan bahagia dan berbunga-bunga,sampai-sampai senyumannya terus terukir di wajahnya.


Di POLRES....


Radit berjalan memasuki ruangannya dengan bersiul-siul membuat semua orang melihat ke arahnya.Radit yang 4 tahun terakhir ini berubah,sekarang kembali lagi menjadi Radit yang ceria.

__ADS_1


"Ya Alloh,ganteng banget kalau lagi senyum kaya gitu," gumam Novi.


Radit memasuki ruangannya dengan senyuman yang terus mengembang.


"Bro,kenapa lo?salah minum obat ya?" celetuk Rico.


"Sahabat lo ini sedang bahagia,,di bilang salah minum obat dasar sialan lo."


Tok..tok..tok..


"Masuk," seru Radit.


"Maaf Kapten mengganggu,saya cuma mau memberitahukan kalau nanti malam kita ada Razia ke club-club malam,soalnya ada kecurigaan di salah satu club ada Bisnis jual beli Narkoba secara terselubung," seru Novi.


"Ok..lo ikut kan Ric?" tanya Radit.


"Ikut dong."


"Kapten,kok hari ini kelihatannya Kapten sedang bahagia ya!!" sahut Novi.


"Ya iyalah,ga bahagia gimana pujaan hatinya sudah pulang," ledek Radit.


"Oh iya,selamat ya Kapten," Novi terlihat senyum yang di paksakan.


"Terima kasih Nov."


Sementara itu di Perusahaan April...


"Sayang,ikut Papih yu meeting," seru Papih Anwar.


"Sekarang Pih?" tanya April.


"Iyalah,kita sudah di tunggu di ruang meeting," sahut Papih Anwar.


"Ok..sebentar Pih,April beres-beres dulu."


April pun siap-siap dan merapihkan pakaiannya...


"Pih,gimana penampilan April sudah rapihkah?" tanya April.


"Sudah,,anak Papih sudah rapi dan cantik."


April dan Papih Anwar pun pergi menuju ruangan Meeting.


Sesampainya di ruangan Meeting,semua orang terlihat berdiri memberi hormat dengan membungkukkan badan mereka.


"Silahkan duduk semuanya," seru Papih Anwar dan April duduk disamping Papihnya.


Seseorang yang dari tadi terlihat memperhatikan April.


"Siapa wanita yang duduk disamping Pak Anwar?" bisik seseorang kepada Aaistennya.


"Wanita itu Puterinya Pak Anwar Tuan," jawab Sang Asisten.


Seseorang itu tampak mengusap dagunya dan pandangannya tidak lepas dari April.


Setelah sekian lama,akhirnya Meeting pun berakhir semuanya menjabat tangan Papih Anwar dan April,disaat giliran seseorang itu dia menjabat tangan April dengan begitu lama membuat April merasa risih.


"Oh maaf,Pak Anwar saya baru tahu kalau Anda mempunyai Puteri yang begitu cantik," puji seseorang itu.


"Terima kasih Pak atas pujiannya,ini adalah Puteri kebanggaan saya," ucap Papih Anwar dengan merangkul pundak April.


"Oh gitu,kalau begitu saya pamit dulu mari!!" seseorang itu pergi meninggalkan ruangan meeting.


Didalam perjalanan menuju Perusahaannya...


"Roy,kenapa saya tidak tahu kalau Pak Anwar mempunyai Puteri secantik itu?" tanya seseorang itu.


"Bukannya Puteri Pak Anwar itu yang bernama Alya yah?" tanyanya lagi.


"Kalau Nona Alya adalah Puteri Pak Anwar dari selingkuhannya yang semua orang sudah tahu,nah kalau yang tadi itu Nona April Puteri tunggal Pak Anwar," jelas Roy.


"Tapi setahu saya,Alya bukannya tinggal bersama Pak Anwar ya?"


"Iya Tuan,Mamah Nona Alya sudah meninggal 6 bulan yang lalu akibat penyakit Kanker yang di deritanya,makannya Pak Anwar membawa Nona Alya untuk tinggal bersama di rumahnya," seru Roy.


Seseorang itu tampak manggut-manggut dengan tatapannya yang mengarah ke luar jendela.


Sementara itu Radit segera membereskan meja kerjanya dan siap-siap untuk menjemput sang pujaan hatinya.


"Kapten,apa Kapten sudah mau pulang?" tanya Novi.


"Iya Nov,ada apa?" tanya Radit.


"Hmm..boleh saya nebeng ga Kapten?soalnya mobil saya mogok sedang di bengkel," ucap Novi ragu-ragu.


"Aduh maaf Nov,kayanya ga bisa soalnya saya mau menjemput April kamu ikut sama Rico saja.Ya sudah saya pergi dulu,sekali lagi maaf ya!!" ucap Radit.


"Oh ya sudah gapapa,nanti biar saya pesan Taxi online saja," sahut Novi.


Radit pun bergegas menuju mobilnya dan dengan cepat melesat ke Kantor April.Tidak membutuhkan waktu lama,akhirnya Radit sudah sampai di Kantor April.


"Pak,apa Bapak sudah melihat April keluar?" tanya Radit.


"Belum Pak,mungkin sebentar lagi," jawab Satpam.


"Oh gitu ya."


"Maaf,apa Pak Polisi ini pacarnya Bu April?" tanya Satpam.


"Hehehe...iya Pak," Radit menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Wah cocok sekali,Bu Aprilnya cantik,Pak Polisinya tampan ga kebayang nanti anaknya seperti apa pasti cantik dan tampan," seru Satpam.


"Pasti dong Pak,bibit unggul nanti hasilnya."


Radit dan Satpam itu tertawa bersama,tiba-tiba April pun keluar dengan tampang lelahnya.


"Nah Pak,itu Bu April sudah keluar," tunjuk Satpam.


"Oh iya,kalau begitu saya permisi dulu ya Pak."


Baru saja April mau memesan Taxi online dari Ponselnya,Radit sudah menghampirinya.


"Hai..Sayang!!"


"Ngapain lagi kamu kesini?" tanya April ketus.


"Ampun deh,masih galak aja!!kan tadi aku bilang,aku mau jemput kamu.Udahan dong marahnya ya cantik," ucap Radit dengan tampang memelas.


Tanpa menjawab April meninggalkan Radit dan masuk ke dalam mobil Radit,Radit tampak tersenyum kala April langsung masuk mobilnya tanpa harus ada adegan drama dulu.


April langsung menyandarkan kepalanya,tidak di pungkiri ternyata bekerja di Perusahaan itu sungguh menguras tenaga dan pikiran.Radit menggenggam tangan April dan menciumnya berkali-kali,membuat April seketika menoleh.


"Maaf,sudah membuatmu kecewa tapi asalan kamu tahu dihatiku cuma kamu wanita yang aku cintai tidak ada yang lain,please udahan ya marahnya," ucap April.


Hati April begitu berbunga-bunga mendengar ucapan Radit,dia mencoba untuk menahan senyumannya.April pun menarik tangannya dan membuang wajahnya ke arah luar jendela.


"Udah cepetan jalan," sahut April dengan senyum yang merekah di bibirnya.

__ADS_1


Radit menarik nafasnya dalam-dalam,dan melajukan mobilnya,di tengah jalan Radit menepikan mobilnya di sebuah Restoran Jepang kesukaan April.


"Lho kok kesini?" tanya April.


"Kita makan dulu ya Sayang,aku lapar!!" jawab Radit.


April dan Radit pun memasuki Restoran itu,mereka memesan makanan.


"Sebentar ya aku ke toilet dulu," seru Radit.


April menganggukkan kepalanya...


Cukup lama April menunggu Radit,tapi Radit tak kunjung kembali.


"Kemana sih tuh orang,lama banget," gumam April.


Tiba-tiba dari arah belakang Radit memainkan gitarnya dengan mendekat ke arah April,seketika April menoleh dan terkejut.


ย 


***Sumpah Ku Mencintaimu


ย 


Sesungguhnya


Dan akulah pemilik hatimu


Kau kan rasa cinta


Yang terdalam


Bersamaku


Kamu bisa bahagia


Selamanya


Sepantasnya


Dirimu seutuhnya untukku


Sempurnamu bila bersamaku


Dan denganku,kita kan bahagia


Selamanya..


Sumpah ku mencintaimu


Sungguh ku gila karenamu


Sumpah mati hatiku untukmu


Tak ada yang lain


Mati rasa ku tanpamu


Henti nafasku karenamu


Sumpah mati aku cinta***


April sampai menutup mulutnya karena terkejut,Radit menyimpan gitarnya dan menarik tangan April supaya berdiri.


"Aku ingin menunjukkan kepada semua orang,kalau aku sangat mencintai kamu dan kamu hanya akan menjadi milik aku selamanya,I LOVE YOU Aprilia Suci Prabowo," ucap Radit.


"PD banget," sahut April dengan menahan senyumannya.


"Please jangan marah lagi,aku sudah cukup menderita menunggu kamu selama 4 tahun tapi disaat pulang,kamu malah nyuekin aku," Radit tampak manyun.


April merasa kasihan juga melihat Radit seperti itu,akhirnya dia menyerah juga.April menangkup wajah Radit dengan kedua tangannya.


"Beneran kamu mencintai aku?" goda April.


"Tahu ah,bodo amat," sekarang balik Radit yang ngambek.


Radit mendudukkan diri di kursi dan dengan kesalnya Radit menyantap makanan yang ada di hadapannya.


April cekikikan melihat kelakuan Radit,April mendekati Radit dan membungkukan badannya supaya setara dengan Radit.


"Yakin mau marah?" goda April di dekat telinga Radit.


"Ya udah aku pulang aja."


Baru saja satu langkah,Radit menarik tangan April dan menatap April dengan tatapan yang sulit di artikan.


April tersenyum dan merentangkan kedua tangannya.


"Ga mau peluk!!"


Tanpa aba-aba lagi Radit langsung memeluk April,mengangkatnya dan berputar-putar saking bahagianya.


Semua orang yang ada di Restoran itu bertepuk tangan dan bersorak-sorai bahkan ada juga yang memvideo mereka.


"Maaf,selama ini aku emang ngerjain kamu," ucap April.


"Apa..tega ya kamu."


Radit kembali memeluk April,Radit benar-benar rindu berat kepada April.


"Mau pelukkan terus,aku lapar lho," rengek April.


"Oh iya lupa,ayo kita makan."


April dan Radit pun makan dengan hati yang berbunga-bunga,bahkan selama makan Radit tidak melepaskan genggaman tangannya seolah takut kehilangan April.


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


Hai..hai...siapa nih yang sedang nungguin di apelin sama Babang Radit๐Ÿคญ๐Ÿคญ


Selamat malam minggu semuanya,jangan lupa terus dukung Novel Author dengan cara like di setiap Babnya dan Vote sebanyak-banyaknya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹


__ADS_2