Polisi Penjaga Hati

Polisi Penjaga Hati
PUNCAK


__ADS_3

Suasana di dalam Bus tampak seru,semuanya bernyanyi-nyanyi...


Berbeda dengan April tampak melamun dan pandangannya pun terus saja ke arah jendela.


"Lo masih marah sama gue?" tanya Radit


"Gue aneh sama lo,bukannya lo seorang Polisi ngapain lo jadi supir?" pandangan April tidak berubah tetap memandang keluar


"Karena permintaan Papih lo"


"Pasti dia sayang banget sama anaknya" celetuk April


"Ya pastilah setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya" seru Radit


"Iya tapi ga berlaku buat gue"


"Jangan berpikiran macam-macam,kadang yang kita lihat itu tak seperti kenyataannya" ucap Radit


April tidak menjawab lagi,perjalanan begitu lama karena mereka berangkat hari jum'at mendekati hari libur.


April tampak tertidur,kepala dia bersandar ke kaca jendela Bus di saat jalanan jelek otomatis kepalanya terbentur.


Karena kasihan,Radit perlahan memindahkan kepala April ke pundaknya.


Dan tidak lama kemudian Radit pun ikut tertidur.


Disaat Bus berhenti karena macet,Alya berdiri karena pegal dia melihat kearah April.


"Ih nyebelin,cantikan gue dari pada Kak April tapi kenapa Kak Radit suka sama dia" batin Alya.


Setelah perjalanan yang begitu panjang,rombongan pun sampai di tempat Camping.


April pun meregangkan tangannya di saat menoleh ke samping,Radit sedang menatapnya.


"Apa lo liat-liat" ucap April jutek


"Tuh ada ilernya" Radit menahan tawanya dan berjalan keluar


April tampak panik dan malu,kemudian dia membuka ponselnya dan melihat pantulan wajahnya.


"Ga ada iler kok...ih nyebelin awas lo" teriak April


Diluar Brian tampak sedang memberikan pengarahan terkait apa yang boleh dan tidak boleh di lakukan oleh oleh para MaBa.


"Ok,sekarang kalian mulai membuat tenda untuk perempuan sebelah kanan dan untuk laki-laki sebelah kiri dan di sebelah sana untuk panitia,go mulai" perintah Brian


Semuanya tampak sibuk membangun Tenda,,April dan Sella membangun tenda berdua.


"Kak Radit bantuin dong,aku ga bisa buat tenda" teriak Alya sengaja biar April mendengarnya.


Radit pun menghampiri Alya dan membantu Alya membuat tenda sementara April yang melihatnya cemberut dan kesal.


"Dasar anak manja" gumam April


"Kenapa Pril,lo cemburu ya!!" ledek Sella


"Idih ogah" jawab April ketus


April dan Sella pun melanjutkan membuat tendanya.


Sementara Radit sudah selesai membuat tenda untuk Alya.


"Makasih Kak Radit yang ganteng" ucap Monik centil

__ADS_1


"Hei jangan kecentilan lo,,Kak Radit makasih ya" seru Alya


Radit tidak menjawab dan melihat ke arah April yang belum selesai juga membuat tenda.


"Perlu bantuan?" tawar Radit


"Iya Dit,liat nih dari tadi ga jadi-jadi tendanya" seru Sella


"Ga usah,gue g butuh bantuan lo" jawab April ketus


"Bener nih ga butuh bantuan?" goda Radit


"Ga"


"Ya udah" Radit meninggalkan April dan Sella dan duduk di tendanya.


Radit membuka minuman soda yang dia bawa dan terus melihat ke arah April sambil senyum-senyum sendiri.



Sementara April yang merasa di perhatikan Radit jadi salah tingkah.


"Perlu bantuan!!" tanya Brian


"Oh hai Ian,ia tolongin dong dari tadi g jadi-jadi nih" seru April


April sengaja ingin membalas Radit...


"Ya ampun kenapa bukan dari tadi minta tolong" ucap Brian


April melirik ke arah Radit,yang terlihat kesal tatapannya sangat tajam.


"Perhatian semuanya...untuk para laki-laki sekarang kita cari kayu bakar dan untuk para perempuan menyiapkan makanan untuk kita semuanya" seru Brian


Radit tampak selonjoran melihat ke arah April yang sedang memasak apalagi April menggulung rambutnya cepol terlihat makin cantik.


Brian yang melihat kelakuan Radit dengan sengaja menendang kaki Radit.


"Hei curut ngapain lo tendang-tendang kaki gue" Radit tampak kesal


"Lo enak ya selonjoran di sini,ayo bantuin cari kayu bakar" perintah Brian


"Ogah..gue bukan Mahasiswa ya jadi gue ga perlu ikut kegiatan kalian" bantah Radit


"Lah terus ngapain lo ikut kesini?cuma mau ngeliatin April?" seru Brian


"Kalau Iya emangnya kenapa?" tanya Radit dingin


"Pokoknya gue ga mau tahu ya,lo harus ikut cari kayu bakar" Brian menarik tangan Radit


"Dasar curut,rese banget lo jadi orang udah sana ga usah tarik-tarik tangan gue..gue bisa sendiri" Radit berdiri dan mengalah juga ikut cari kayu bakar.


Sementara itu,April dan semua perempuan sedang menyediakan makanan untuk semua.


April dan Sella mendapat tugas memasak mie,sedangkan Alya dan Monik tampak ogah-ogahan ikut masak karena mereka berdua emang anak-anak manja.


"Hei kalian berdua,ngapain malah bengong ayo bantuin masak" bentak Sella


"Tapi Kak,kita ga bisa masak" rengek Alya


"Ya sudah,kalau kalian ga mau bantu jangan harap dapat jatah makan malam ini" ucap April datar tanpa melihat ke arah Alya


Alya dan Monik pun terpaksa membantu memasak walaupun banyak lebaynya

__ADS_1


"Kak ini kan sudah zaman canggih,ngapain cape-cape masak kita pesan go food aja" celetuk Monik


"Lo itu **** apa stupid sih?kalau lo mau pesen go food campingnya di halaman rumah lo sono jangan di alam terbuka seperti ini" sahut Sella dan semua orang menertawakan Monik.


Monik dan Alya tampak menunduk karena malu di tertawakan.


Disaat April sudah selesai memasak mie,April mengambil mangkok dan akan memindahkan mie nya ke mangkok.


Alya yang melihat itu,celingukan dan semua tampak sedang sibuk lalu Alya perlahan mendekati April.


April tidak menyadari kedatangan Alya,dengan sengaja Alya menyenggol April hingga mie yang hendak April taruh di mangkok jadi tumpah ke tangannya.


"Aaaaaa...panas" teriak April


Radit yang baru saja menyimpan kayu bakar,melihat April kepanasan langsung mengambil air mineral dan dengan cekatan membasuh tangan April.


Tangan April yang putih bersih terlihat memerah akibat tumpahan kuah mie yang sangat panas.


Radit kemudian membawa April ke tendanya,dan mengambil kotak P3K yang selalu ian bawa di tasnya.


Perlahan Radit mengoleskan salep luka bakar,April tampak meringis kesakitan.


"Luka bakar kaya gini kalau ga segera di tangani bisa melepuh,ini salep luka bakar akan mengurangi rasa sakit dan supaya nantinya ga ada bekasnya" jelas Radit dengan meniup-niup tangan April.


April dan Radit jadi pusat perhatian semua orang.


Sella menarik tangan Alya kasar..


"Lo cari mati rupanya,,lo mau bikin gara-gara di sini?" bentak Sella


"Maaf Kak,tadi aku ga sengaja kaki ku kesandung dan akhirnya nyenggol Kak April" Alya pura-pura sedih


"Awas ya kalau lo berani cari gara-gara lagi" ancam Sella


Sella pun pergi menghampiri Echa...


"Ih sebel...sebel,,2 kali gue di permalukan sama mereka awas aja kalian" Alya menghentak-hentakan kakinya.


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


Ya ampun Alya..Alya..๐Ÿคฆโ€โ™€๐Ÿคฆโ€โ™€


Masih setia kah para reader-reader ku sekalian menanti kelanjutannya๐Ÿ™๐Ÿ™


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹

__ADS_1


__ADS_2