
April segera di bawa ke Rumah Sakit,,sesampainya di Rumah Sakit April langsung di gendong oleh Papih Anwar di bawa ke ruang IGD.
Mamih Lisda tampak menangis tersedu-sedu.
Papih Anwar ingin memeluk istrinya tercinta tapi takut Mamih Lisda menolak dan marah.
"Tante Lisda" Sella langsung memeluk Mamih Lisda
"Dit,kenapa April bisa sampai seperti itu?" tanya Papih Anwar
"Kemarin pagi kita mengadakan Hiking,di saat Hiking papan petunjuknya ada yang yang mencopot dan menggantinya sehingga April malah masuk hutan terlarang" jelas Radit
"Siapa yang berani melakukan semua itu?" geram Papih Anwar
"Kita belum tahu siapa yang melakukannya" seru Radit.
Tidak lama kemudian,Dokter keluar dari ruangannya...
"Bagaimana Dok,keadaan anak saya?" tanya Mamih Lisda
"Anak anda mengalami dihedrasi karena selama 24 jam tidak minum dan tidak makan sehingga kondisinya lemah,kepalanya juga mengalami benturan tapi tidak apa-apa lukanya cuma luka luar,dan kakinya terkilir..sekarang anak anda akan di pindahkan ke ruang inap,pasien masih belum sadar karena akibat pengaruh obat tolong jangan di ganggu dulu biarkan pasien istirahat" seru Dokter
"Baik Dokter,terima kasih" Papih Anwar menjabat tangan Dokter
"Sama-sama Pak,kalau begitu saya permisi dulu" sahut Dokter.
April di pindahkan ke ruang inap VVIP...
"Pak Anwar,sebaiknya anda pulang biarkan saya yang jaga April" seru Mamih Lisda
"Kok kamu ngomongnya kaya gitu?aku ini masih suami kamu dan orang yang sedang terbaring di sana itu anak aku,jadi aku masih sangat berhak untuk tetap disini" sahut Papih Anwar tegas
"Tapi kalau April sudah sadar,dia pasti bakalan marah besar sama aku karena sudah membiarkan kamu ada di sini" jelas Mamih Lisda
"Aku sudah tidak peduli lagi,yang terpenting sekarang adalah kesembuhan anakku" Papih Anwar mendekat ke arah April.
Papih Anwar duduk di samping April dan menggenggam tangan April,Mamih Lisda,Sella,dan Radit hanya bisa memperhatikannya.
Tiba-tiba air mata Papih Anwar jatuh...
"April,anakku yang malang maafkan Papih Sayang Papih selalu mengacuhkan mu,setiap ada acara di sekolah mu Papih tidak pernah datang,setiap pembagian Raport Papih tidak pernah hadir padahal kamu adalah anak yang cerdas dan selalu membanggakan Papih,tapi Papih terlalu egois.
"Kamu tidak pernah menuntut apa-apa dari Papih,padahal Papih tahu setiap pembagian Raport malamnya kamu selalu nangis kan karena semua teman-teman mu selalu di dampingi orang tua nya sementara Papih tidak pernah hadir.
"Kamu sangat pintar menyembunyikan kesedihan kamu,kamu adalah anak yang kuat dan tangguh,kamu adalah anak Papih yang sangat Papih banggakan.
"Papih sudah banyak salah sama kamu Sayang,bagaimana caranya supaya kamu mau memaafkan Papih dan kembali lagi pulang ke rumah,Papih kangen dengan tawa kamu Sayang..maafkan Papih".
Pundak Papih Anwar bergetar,Papih Anwar tidak bisa menyembunyikan rasa sakit yang luar biasa melihat anaknya terbaring lemah seperti ini.
Mamih Lisda menutup mulutnya tidak bisa menahan rasa sedihnya,begitu pula dengan Sella yang ikut menangis dan memeluk Mamih Lisda.
Radit tidak bisa berkata-kata lagi dia hanya bisa memperhatikan April dan ikut merasakan sakit yang April rasakan..
"Gue aja yang mendengar nya begitu sakit apalagi lo Pril,gue kagum sama lo terbuat dari apa hati lo itu Pril" batin Radit.
__ADS_1
"Nyonya ini sudah larut,sebaiknya Nyonya tidur..Sell,lo juga tidur sana" seru Radit
"Tapi April" ucap Sella
"Sudah biar gue yang jagain April" jawab Radit
Mamih Lisda tidur di ranjang yang di sediakan di sana,karena April di rawat di ruangan VVIP buat yang nunggu di sediakan satu ranjang sementara Sella tidur di sofa.
Papih Anwar sedang keluar ntah kemana dia.
Radit duduk di samping ranjang April,di perhatikannya wajah April.
"Kenapa wajah lo cantik banget sih Pril,meskipun sekarang terlihat pucat tapi kecantikan lo ga pernah pudar" gumam Radit
Dengan ragu-ragu,perlahan Radit menggengam tangan April.
"Awal bertemu,lo adalah wanita paling jutek yang pernah gue temuin tapi lo juga merupakan wanita yang berhasil memporak-porandakan hati dan pikiran gue,lo wanita hebat yang sudah berhasil mengalihkan dunia gue,bisakah gue selalu berada di samping lo Pril?" gumam Radit
Radit tidak menyadari kalau di balik pintu ada orang yang sedang mrnguping omongan Radit.
Orang itu adalah Papih Anwar,Papih Anwar tadinya ingin masuk tapi mendengar Radit sedang berbicara akhirnya dia memutuskan untuk tidak masuk dan menguping omongan Radit.
"Saya sudah mengira kalau kamu menyukai anak saya Radit,kamu anak yang baik saya yakin kamu bisa membahagiakan April" Papih Anwar tampak tersenyum dan memutuskan pergi dan mencari penginapan dekat Rumah Sakit.
Radit mulai menguap dan akhirnya dia tertidur di samping April.
Tepat pukul 4 subuh,April terbangun tapi dia merasakan tangannya berat..
"Apa dia tidak sakit tidur seperti itu?" ucap April lirih.
April terus memperhatikan wajah Radit yang tampak tenang,April tersenyum saat melihat tangannya di genggam begitu erat oleh Radit.
KEESOKAN HARINYA..
Radit menggeliatkan badannya,,dia merasa seluruh badannya remuk tidur dengan posisi duduk.
Radit beum menyadari kalau kegiatannya itu di perhatikan oleh April.
"Allohu Akbar" Radit tampak kaget melihat tatapan dari April
"Ya ampun,emangnya gue menakutkan ya sampai lo terkejut gitu?" ucap April lirih
"Bukannya gitu,gue kaget sejak kapan lo sadar?" tanya Radit
"Sejak pukul 4 subuh"
"Kenapa ga bangunin gue?"
"Gue ga tega bangunin lo"
"Acieee...cieee..."
"Apaan sih lo" April memalingkan wajahnya ke arah lain,wajahnya terlihat memerah.
__ADS_1
Mamih Lisda baru keluar dari kamar mandi...
"Nak Radit,mau ke kamar mandi dulu April biar saya yang jagain" seru Mamih Lisda
"Iya Nyonya" Radit cepat-cepat masuk kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tiba-tiba pintu terbuka,munculah Papih Anwar dengan membawa 2 kantong kresek penuh dengan makanan untuk sarapan.
"Sayang,kamu sudah sadar" tanya Papih Anwar dengan senyumannya yang mengembang.
"Buat apa Anda kemari?" tanya April datar
"Sayang ga boleh kaya gitu,Papih kamu yang sudah bawa kamu kesini" sahut Mamih Lisda
April tampak menggeser tubuhnya berbalik badan membelakangi Papih dan Mamihnya.
Papih dan Mamih April tampak menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Radit baru saja keluar dari kamar mandi.
"Ya sudah,yu kita sarapan dulu" seru Papih Anwar dengan membawa makanan ke meja.
Radit memukul pelan kaki Sella.
"Woi,perempuan masih aja tidur cepetan bangun" teriak Radit
"Lo gila Dit,gue ga budeg kali" Sella langsung bangun dan cepat-cepat ke kamar mandi.
"Ayo Dit,kita sarapan dulu" ajak Papih Anwar
Semuanya sarapan,Radit melihat ke arah April yang masih membelakangi mereka.
🌼
🌼
🌼
🌼
🌼
Jangan lupa terus dukung karya-karya Author ya🙏🙏😘😘
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU💋💋💋
__ADS_1