Polisi Penjaga Hati

Polisi Penjaga Hati
SALAH PAHAM


__ADS_3

April dan Sella sedang berjalan menuju parkiran.


"Pril tunggu Pril" teriak Brian


"Ada apa?" tanya April


"Pril gue cuma mau nanya,sebenarnya apa hubungan lo sama Pak Anwar?"


"Idih,kirain lo mau nanya apaan" celetuk Sella


"Bukannya Pak Anwar Bokap nya Alya yah?" tanya Brian penasaran


"Pak Anwar itu Bokapnya April,udah ah sana" seru Sella


"Woi,gue dari tadi nanya sama April ya bukan sama Lo kenapa yang jawab lo terus" Brian terlihat sangat kesal


"Udah lah Ian,tuh Sella udah jawab semuanya jadi gue ga perlu jawab lagi..yu Sell!!" April dan Sella berlalu meninggalkan Brian yang tampak masih bingung dengan semuanya.


Di parkiran tampak para Mahasiswa melihat ke arah April semuanya.


"Kalian kenapa sih,ngeliatin gue kaya gitu ada yang aneh ya?" tanya April


Semuanya malah pergi meninggalkan April tanpa bicara sedikit pun.


"Pril kita ke Cafe biasa dulu yu,lapar nih gue lagipula kita sudah lama ga ke sana" seru Sella


"Ayo,kita balapan" ajak April


"Siapa takut" jawab Sella


"Yang kalah terakhir" sahut April


April dan Sella pun langsung melesat menuju Cafe tempat biasa mereka nongkrong.


Disaat April melewati Halte,April melihat seseorang yang dia kenal tengah duduk seorang diri menunggu Bus.


April menghentikan mobilnya dan turun dari mobil menghampiri anak tersebut.


"Rangga"


"Kak April"


"Apakabar sudah lama tidak bertemu" seru April


"Alhmdulillah baik Kak"


"Kamu mau pulang ya"


"Iya Kak lagi nungguin Bus"


"Ya udah,yu Kakak anterin kamu pulang"


"Tapi Kak,takut ngerepotin" ucap Rangga merasa tidak enak.


"Sudah yu" April menarik tangan Rangga untuk masuk ke mobilnya.


"Mobil Kak April keren banget,kalau ga salah ini kan mobil sport keluaran terbaru ya Kak yang hanya di buat beberapa Unit kan di Dunia" seru Rangga


April hanya tersenyum menanggapi ocehan Rangga.


Tidak lama kemudian terdengar suara perut Rangga pertanda Rangga lapar.


April menoleh ke arah Rangga,Rangga hanya meringis dan langsung menunduk karena malu.


"Kamu kenapa Ga?lapar ya..kita makan dulu ya soalnya Kak April juga lapar pengen makan" seru April sembari tersenyum


Rangga hanya mampu tersenyum kikuk,wajahnya tampak memerah bisa-bisa nya perutnya berbunyi di saat seperti ini.


April memarkirkan mobilnya di sebuah Cafe dan mobil Sella sudah terlihat di sana.

__ADS_1


"Yu kita masuk" ajak April


Rangga mengekori April memasuki Cafe...


"Woi,lo kemana aja sih lama banget kirain lo kabur" sahut Sella


"Enak aja kabur,gue bukan pencundang ya..oh ya kenalin ini Rangga adiknya Radit" seru April


"Wah,adik kakak emang pada ganteng-ganteng ya coba lo sudah gede udah gue pepet lo" celetuk Sella


"Kamu mau makan apa Rangga?" tanya April


"Apa aja deh Kak terserah Kakak"


"Karena lo kalah,gue mau pesan banyak karena lo yang teraktir" sahut Sella


"Pesan aja sesuka hati lo" jawab April


Mereka bertiga makan dengan lahapnya karena emang pada dasarnya mereka sudah kelaparan.


Rangga menyandarkan tubuhnya ke kursi,dia sudah tidak sanggup lagi memasukan makanan ke mulutnya.


"Rangga ini makanan masih banyak lo sayang kalau ga habis" sahut April


"Ampun Kak,Rangga sudah kenyang banget perut Rangga sudah ga muat lagi" jawab Rangga.


"Terus ini makanan gimana Pril masih banyak?" tanya Sella


"Lo sih kalau pesan makanan ga kira-kira" seru April


"Kak,boleh ga makanannya biar Rangga yang bawa aja buat Ibu,Ayah,dan Kak Radit" ucap Radit ragu-ragu


April dan Sella saling pandang,tidak lama kemudia April tersenyum dan mengacak-ngacak rambut Rangga.


"Boleh,kalau perlu Kak April pesan lagi ya"


"Jangan Kak,ini juga masih banyak yang ini saja"


"Pril,lo mau nganterin Rangga pulang?" tanya Sella


"Iya"


"Ya sudah gue duluan ya,,hai anak ganteng Kakak duluan ya" seru Sella


"Iya Kak"


Sella pun meninggalkan April dan Rangga.


"Yu masuk"


"Kak,makasih ya sudah ajak Rangga makan terus anterin Rangga pulang di tambah di bolehin bawa makanan ini,Ibu dan Ayah pasti senang mereka jarang banget makan enak" ucap Rangga


"Kamu senang?" tanya April


"Senang banget Kak,Rangga baru pertama kali makan di Restoran"


April tampak tersenyum miris mendengar ucapan Rangga.


"Kakak kamu memang tidak pernah ngajak kamu makan di Restoran?" tanya April


"Kak Radit suka ngajak kita sekeluarga makan di Restoran tapi Ayah dan Ibu selalu menolak,katanya mending makan di rumah dari pada makan di Restoran hanya buang-buang uang saja" jelas Rangga


April terharu mendengar ucapan Rangga,April mengusap kepala Rangga.


"Kalau kamu mau,Kak April bisa ajak kamu makan di Restoran tiap hari" ajak April


"Benarkah?tapi terima kasih Kak kata Ayah dan Ibu kita tidak boleh memanfaatkan kebaikan orang" seru Rangga


Tidak lama kemudian Mobil April sampai di depan rumah Rangga.

__ADS_1


"Masuk dulu yu Kak,Ibu pasti senang bertemu dengan Kak April" ajak Rangga


April mengangguk dan mengikuti Rangga untuk mampir dulu.


"Assalmualaikum"


"Waalaikum salam,,Ya Alloh Nak April" Ibu langsung memeluk April.


"Apakabar Bu!!"


"Alhamdulillah baik Nak,kamu sendiri bagaimana kabarnya sudah lama tidak kesini" tanya Ibu


"April baik-baik saja,April sibuk Bu makannya tidak sempat mampir ke sini" jawab April


Tidak lama kemudian terdengar suara motor yang tidak lain adalah motor Radit.


Saat Radit membuka helm nya dia melihat ke arah mobil yang tadi pagi dia lihat di jalan.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" jawab April dan Ibu bersamaan.


"April kok lo ada di sini?" tanya Radit


"Kak April nganterin Rangga pulang,sebelum itu Kak April juga membawa Rangga ke Restoran dulu lho Kak" Rangga tiba-tiba memotong pembicaraan April.


"Sebentar ya Ibu buatkan dulu minuman" Ibu pun pergi meninggalkan April dan radit berdua.


"Kenapa lo lakuin semua itu,emangnya lo pikir gue ga mampu apa bawa keluarga gue ke Restoran" bentak Radit


"Maksud lo apa?" tanya April dengan mata yang mulai berkaca-kaca karena Radit membentaknya.


"Jangan ulangi lagi,gue ga suka keluarga gue ga butuh belas kasihan dari orang kaya seperti lo..orang kaya semuanya sama saja selalu memandang rendah keuarga gue" ucap Radit dingin


Akhirnya air mata yang dari tadi di tahan jatuh juga,dengan perasaan kesal April berdiri.


"Maaf,gue ga da niat buat ngeremehin siapa pun gue cuma ngajak Rangga makan apa itu salah? PERMISI" April keluar dari rumah Radit dan mengusap air matanya dengan kasar.


April melajukan mobilnya dengan kencang,dia tampak kesal dengan ucapan Radit bisa-bisanya dia bicara seperti itu.


"Kakak itu apa-apaan sih,Kak April sudah baik sama Rangga Kakak malah membuat Kak April nangis" bentak Rangga


"Lho ada apa ini,kok kalian bertengkar?terus Nak April kemana?" tanya Ibu


"Kak April sudah pulang Bu,gara-gara orang ini" Rangga pergi ke luar


"Ada apa sebenarnya Dit?" tanya Ibu


Radit tidak menjawab ucapan ibunya,dan pergi ke kamarnya.


🌼


🌼


🌼


🌼


🌼


Jangan lupa tetap dukung karya-karya Author ya🙏🙏😘😘


Jangan lupa


like


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU💋💋💋


__ADS_2