Polisi Penjaga Hati

Polisi Penjaga Hati
MR.DEVIL


__ADS_3

🏡


🏡


🏡


🏡


🏡


Malam ini April sungguh tidak bisa tidur,perasaannya tidak enak entah apa yang akan terjadi lagi karena kalau perasaan April sudah tidak enak bakalan ada hal yang akan terjadi.


April membolak-balikan tubuhnya berharap dia segera memejamkan mata tapi malam ini matanya benar-benar susah di ajak kompromi.


Di dalam club....


Novi dan Sarah sedang melakukan tugasnya,seperti biasanya setiap para lelaki hidung belang itu mengajak Novi tidur,Novi selalu membuatnya mabuk berat dan saat lelaki hidung belang itu sudah mabuk baru Sarah yang melakukan tugasnya menggantikan Novi.


Setelah melaksanakan tugasnya,Novi dan Sarah di panggil oleh Manager untuk menemuinya di ruangannya.


"Ada apa ya,kok Pak Manager memanggil kita?" tanya Novi.


"Aku juga ga tahu,tumben-tumbenan pasti ada yang penting nih," jawab Sarah.


Didepan ruangan Sang Manaher berdiri dua Bodyguard yang badannya besar-besar dan kepalanya plontos.


"Cepat kalian masuk,Bos sudah menunggu," ucap salah satu Bodyguar.


Novi dan Sarah pun masuk,disaat memasuki ruangan terlihat Sang Manager sedang berbicara dengan pria yang membelakanginya.


Dari belakang pria itu begitu gagah dengan punggung yang lebar dan tegap.


"Nah,Tuan ini yang bernama Novi dan Sarah," ucap Sang Manager.


Pria itu kemudian memutar kursinya untuk melihat Novi dan Sarah.


Sejenak Novi dan Sarah begitu takjub melihat pria yang berada di hadapannya,pria yang begitu sempurna menurut mereka.


Pria itu berdiri dan melangkah menghampiri Novi dan Sarah.


Pria itu mengelus pipi mulus Novi dengan jari telunjuknya membuat Novi merasa merinding di buatnya.


"Selamat malam Ibu Polwan," ucap pria itu.


Semua orang yang ada disana sangat terkejut tak terkecuali Novi,bagaimana orang ini sampai tahu kalau Novi seorang Polwan.


"Jo..kemari," perintahnya.


"Iya,ada apa Tuan?" tanya Jo yang merupakan Manager club itu.


"Jo,apa kamu tidak menyadari kalau club ini sedang di intai oleh Polisi?" ucap pria itu dengan masih setia menatap Novi dengan tatapannya yang tajam.


"Maaf Tuan,saya sama sekali tidak tahu," jawab Jo.


"Kamu tahu,kalau wanita ini adalah seorang Polwan yang dikirim untuk memata-matai club saya dan di bantu oleh wanita ini," jelas pria itu dengan balik menatap ke arah Sarah.


"Apa...kurang ajar kalian!!" Jo menampar Novi dan Sarah secara bergantian dengan kerasnya sehingga sudut bibir mereka berdua berdarah.


Saat ini Novi dan Sarah sudah merasa gemetar karena sandiwaranya sudah ketahuan.


Pria itu mencengkram wajah Novi sampai Novi meringis kesakitan..


"Kamu tahu siapa aku?kamu pernah dengar dengan nama Mr.Devil?bukannya kamu kesini buat mencari aku,hah..." bentak pria itu


"Pasti kamu suruhan Polisi tengik itu kan?kalian tidak akan bisa mengelabui aku,karena kalian sudah mengusik ketenangan aku,kalian harus tanggung akibatnya,,Jo bawa kedua wanita sialan ini," perintah pria itu.


Kemudia Jo menyuruh kedua Bodyguardnya untuk menyeret kedua perempuan itu...


"Terserah mau kalian apakan kedua wanita itu," teriak pria itu.


"Baik Tuan."


Sarah terus saja berontak saat dibawa oleh kedua Bodyguard itu...


"Tuan tolong lepaskan Novi,biar aku saja yang menerima hukuman tapi tolong lepaskan Novi," teriak Sarah dengan berontakannya.


Sarah terus saja memberontak dan berteriak-teriak,hingga akhirny...


Dooorrrr....


Mr.Devil itu menembak Sarah tepat di jantungnya dan Sarah tewas seketika.


"Saraaahhh...." teriak Novi dengan deraian air mata.


"Urus mayat j***** itu,dan untuk perempuan itu terserah kalian mau apakan dia," perintahnya.


"Kalau kami bersenang-senang dulu dengan wanita ini bagaimana Bos?" tanya salah satu Bodyguard itu.


"Terserah...."


"Ayo sayang,kita bersenang-senang..terima kasih Bos."


"Tidak kalian jangan berani sentuh aku,brengsek kamu Mr.Devil," teriak Novi yang meronta-ronta dan diseret oleh kedua Bodyguard itu.


Mr.Devil itu tertawa dengan puasnya...


"Dasar Polisi sialan berani main-main denganku," gumam Mr.Devil.


Sementara itu di luaran sana,Radit dan Rico masih mengawasi club itu.Tiba-tiba sebuah mobil keluar,Radit dan Rico tidak menyadari kalau yang ada di dalam mobil itu adalah Novi.


Novi berusaha berontak,tapi usahanya sia-sia karena tenaga Bodyguard itu jauh lebih kuat.Air matanya menetes tatkala mobil yang membawanya melewati mobil Radit,dan Radit tidak menyadari itu.

__ADS_1


"Kok perasaan gue ga enak ya Ric," ucap Radit.


"Sama gue juga,gue takut terjadi kenapa-napa sama Novi," sahut Rico.


Novi di bawa ke sebuah gedung tua,dan dengan leluasanya kedua Bodyguard itu merenggut masa depan Novi.Novi benar-benar hancur,air matanya terus menetes.


Setelah kedua Bodyguard itu puas,mereka membawa Novi dan membuangnya di pinggir jalan dengan tawanya mereka meninggalkan Novi.


Disaat Radit dan Rico sedang memantau,tiba-tiba dua Polisi yang di tugaskan menyamar di depan club berlari ke arah mobil Radit dengan penuh luka bahkan salah satu dari mereka terkena tembakan di perutnya.


"Kalian kenapa?" tanya Radit panik.


"Nanti saya ceritakan Kapten,sekarang tolong dulu teman kita kena tembak," ucap anak buahnya.


Tanpa banyak bicara,Rico pun segera melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit terdekat.


Sesampainya di Rumah Sakit,mereka berdua langsung ditangani.


"Bresengsek,berarti Novi dalam bahaya ini," ucap Radit dengan paniknya mondar-mandir di depan ruangan UGD.


Tidak lama kemudian,anak buah Radit yang hanya mendapatkan luka-luka sudah ditangani dan sekarang dibawa ke ruang rawat inap.


"Ada apa sebenarnya?kenapa bisa sampai kalian ketahuan?" tanya Rico.


"Disaat kami sedang berada di depan club kami memperhatikan ke dalam,dan kami tidak sengaja melihat Novi dan Sarah di seret oleh kedua Bodyguard club itu,karena kami khawatir kami nekad masuk berniat mau menolong Novi tapi kami keburu ketahuan kami di hajar habis-habisan dan teman kita krna tembak,sementara itu Sarah sudah tewas di tembak dan Novi dibawa pergi oleh kedua Bodyguard itu dan kami tidak tahu mereka membawa Novi kemana," jelas anak buah Radit.


"Aarrgghh brengsek,ya sudah sekarang kamu istirahat kita akan cari Novi," seru Radit.


"Baik,terima kasih Kapten."


Radit dan Rico cepat-cepat meninggalkan Rumah Sakit untuk mencari keberadaan Novi.


"Kita cari kemana Dit?" tanya Rico.


"Gue juga bingung,harus cari kemana?" sahut Radit.


Di tengah perjalanan,Radit dan Rico melihat orang berkerumun.


Mereka pun menghentikan mobilnya dan menghampiri kerumunan itu.


"Ada apa ini?" tanya Rico.


"Tidak tahu Mas,ada seorang perempuan tanpa busana tergeletak di pinggir jalan," jawab seorang warga.


Radit dan Rico menghampiri lebih dekat,betapa terkejutnya Radit dan Rico setelah mengetahui siapa wanita yang tergeletak dipinggir jalan itu.


"Novii.." ucap Radit dan Rico bersamaan.


Untungnya tubuh Novi sudah ada yang menutupinya dengan sarung,Radit memeriksa denyut nadi Novi.


"Ric,Novi masih hidup cepat bawa Novi ke Rumah Sakit," ujar Radit.


Rico segera mengangkat tubuh Novi dan segera membawanya ke Rumah Sakit.


Malam ini Radit dan Rico tidak pulang ke rumah,mereka tidur di Rumah Sakit menjaga Rekan-rekannya.


Karena kelelahan Radit dan Rico ketiduran di kursi tunggu yang ada di depan ruang rawat Novi,hingga seorang Suster membangunkan keduanya.


"Pak,Pak,bangun Pak," ucap seorang Suster.


"Oh Suster,ada apa Sus?" tanya Rico dengan mengucek-ngucek matanya yang masih ngantuk.


"Pasien sudah sadar,dan menanyakan keberadaan teman-temannya," jawab Suster itu.


"Oh iya,terima kasih Sus."


Radit dan Rico masuk ke ruangan rawat Novi,dilihatnya wajah Novi yang pucat dengan deraian air mata tatapannya kosong.


"Novi..." Radit menepuk pundak Novi pelan.


Novi langsung menghambur ke pelukan Radit dengan tangisannya yang tersedu-sedu.Radit mengusap punggung Novi memberikan semangat buat wanita yang saat ini pasti sedang merasa hancur.


Bagaimana pun semua ini tanggung jawab Radit sebagai atasannya yang sudah memberikan izin kepada Novi.


"Nov,maafkan aku karena aku kamu jadi seperti ini," seru Radit.


Novi melepaskan pelukkannya...


"Tidak Kapten,ini semua bukan salah Kapten tapi ini semua kemauan aku sendiri,sekarang aku benar-benar benci sama diri aku sendiri sekarang aku sudah kotor," ucap Novi dengan deraian air mata.


Radit dan Rico tampak mengepalkan tangannya,rahangnya begitu keras menahan amarah.


Televisi di ruangan rawat Novi memang sedang menyala,disela tangisannya tiba-tiba di televisi itu sedang menyiarkan seorang Pengusaha yang saat ini sedang naik daun dan sangat sukses.


Tiba-tiba Novi histeris dan mencoba melempar televisi itu dengan barang-barang yang berada di dekatnya.Dengan sigap Rico memeluk Novi dan menenangkannya.


"Tenang Nov,kamu kenapa?" tanya Rico.


"Dia..dia adalah cowok brengsek dan tidak punya hati,dia adalah orang yang sudah membunuh Sarah dan dia juga adalah Pemilik club malam itu yang biasa di panggil Mr.Devil," teriak Novi.


Radit dan Rico membulatkan matanya,betapa terkejutnya mereka.


"Dito.." gumam Radit.


"Aaarrrgghhh..." Novi terus saja berteriak dan berontak dari pelukan Rico.


"Dasar laki-laki biadab kamu,kamu adalah manusia berhati Iblis," teriak Novi.


Radit segera memanggil Dokter dan tidak lama kemudian Dokter datang dan segera menyuntikan obat penenang kepada Novi.


Perlahan Novi mulai lemas dan tenang,Rico membaringkan Novi dengan perlahan.

__ADS_1


"Sepertinya Pasien mengalami trauma akibat kejadian yang menimpanya," seru Dokter.


"Terus sekarang bagaimana Dok?" tanya Rico.


"Barusan saya sudah menyuntikan obat penenang,disaat nanti Pasien bangun diusahakan jangan dulu membicarakan kejadian ataupun hal-hal yang berkaitan dengan kejadian yang menimpanya,ditakutkan traumanya makin parah dan kalau sudah parah,maaf Pasien bisa masuk Rumah Sakit Jiwa," jelas Dokter.


Radit dan Rico sungguh kaget dengan penjelasan Dokter.


"Kalau begitu saya permisi," Dokter pun meninggalkan ruangan rawat Novi.


"Ric,tolong kamu hubungi rekan-rekan kita suruh berjaga-jaga di depan ruangan pasien,dan lo tolong jaga dulu Novi sebelum Ibunya datang gue harus segera pergi," ucap Radit khawatir.


"Lo mau kemana?" tanya Rico.


"April..April saat ini sedang dalam bahaya Ric,gue harus segera menemui dia sorry gue pergi dulu," jawab Radit.


Radit segera berlari meninggalkan Rico,hati dia benar-benar sedang kacau takut terjadi kenapa-napa kepada April.


Radit melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju Perusahaan milik April.


"Sialan,ternyata lo manusia Iblis Dito kalau sampai lo menyentuh April sedikit saja,gue ga bakalan membuat lo hidup," gumam Radit.


Sesampainya di Kantor milik April,Radit segera turun dan menuju ruangan April dia sudah tahu dimana ruangan April jadi dia tidak perlu bertanya lagi kepada Resefsionis.


Dengan langkah yang tergesa-gesa Radit naik ke lantai 8 tempat dimana ruangan April berada.


Sesampainya di lantai 8,Radit melihat Sella yang sedang duduk di meja kerjanya tepat di depan ruangan April.


"Sell,apa April ada di dalam?" tanya Radit terburu-buru.


"Ada,April ada di dalam ada apa Dit?kok kayanya panik banget?" tanya Sella.


"Nanti aku ceritain,sekarang aku masuk dulu ya!!"


April sampai terkejut mendengar pintu ruangannya di buka dengan kerasnya.


"Sayang..."


"Astagfirullah,kaget aku," April memegang dadanya.


Radit langsung memeluk April dengan eratnya,sementara April merasa bingung.


"Ada apa?" tanya April.


Radit melepaskan pelukannya dan mengecek seluruh tubuh April dengan membolak-balikkan tubuh April.


"Kamu tidak apa-apa kan?tidak ada luka kan?" tanya Radit khawatir.


"Ada apa sih?aku gapapa kok," jawab April.


Radit terlihat menghembuskan nafasnya lega,dan memeluk kembali April.


"Syukurlah,aku sangat khawatir banget sama kamu," ucap Radit.


"Tunggu," April melepaskan pelukkan Radit.


"Kenapa?"


"Kamu belum tidur Sayang?mata kamu kaya gitu?" tanya April.


"Belum,aku harus menjaga anak buah aku yang terluka di Rumah Sakit," jawab Radit.


"Anak buah,di Rumah Sakit,maksudnya?" tanya April bingung.


Radit menarik tangan April untuk duduk di sofa.


"Kamu ingat,kalau aku sedang memata-matai club malam itu?nah,tadi malam aku kecolongan semuanya ketahuan dua anak buah aku babak belur bahkan yang satu kena tembak di perutnya dan belum sadarkan diri,terus Novi wanita yang menyamar jadi pekerja s*** komersial ternyata ketahuan dan diperko** oleh Bodyguard disana,dan yang lebih mengejutkan lagi ternyata pemilik club yang bernama Mr.Devil itu ternyata Dito dan tadi malam Dito menembak Sarah orang yang bekerjasama dengan Novi dan tewas di tempat," jelas Radit panjang lebar.


April menutup mulutnya karena merasa tidak percaya dengan semua ini.


"Makannya kamu harus hati-hati sama Dito,aku takut kamu kenapa-napa apalagi aku tidak bisa mengawasi kamu 24 jam," ucap Radit dengan raut wajah yang sangat cemas.


"Iya,kamu jangan khawatir aku akan jaga diri aku baik-baik," sahut April dengan mengusap pipi kekasihnya itu.


"Boleh aku ikut tidur disini,sebentar saja soalnya aku sudah ga kuat takutnya nyetir ga fokus," ucap Radit.


"Tidurlah..."


Tanpa menunggu waktu lagi,Radit merebahkan tubuhnya di sofa yang ada diruangan kerja April.


April tersenyum dan mengusap kepala Radit terakhir April mencium kening Radit sebelum April melanjutkan pekerjaannya.


🌼


🌼


🌼


🌼


🌼


Jangan lupa terus dukung Novel Author dengan cara like di setiap babnya dan vote sebanyak-banyaknyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2